Pembangunan Cold Storage Pelabuhan Untia Ditarget Tuntas 6 Bulan

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo Lakukan Groundbreaking Cold Storage Pelabuhan Untia
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo Lakukan Groundbreaking Cold Storage Pelabuhan Untia

Makassar, KABAROKE — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, melakukan groundbreaking alias peletakan batu pertama pembangunan cold storage di Pelabuhan Nasional Untia Makassar, Kamis, 12 Oktober. Rencananya, cold storage atau gudang penyimpanan yang dibangun oleh PT Perikanan Samudera Indonesia itu dilengkapi dengan fasilitas air bersih dan SPBU.

Gubernur Syahrul mengharapkan pembangunan cold storage di Pelabuhan Untia segera dikebut. Dengan begitu, pelabuhan yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo itu bisa lebih produktif. Gubernur Syahrul menargetkan pembangunan cold storage bisa rampung dalam waktu enam sampai tujuh bulan mendatang.

“Saya maunya (pembangunan cold storage di Pelabuhan Untia) bisa selesai dalam waktu enam sampai tujuh bulan. Sisanya yang ada masalah, kan tinggal air dan minyak (BBM). Itu akan saya koordinasikan dengan PT Pertamina, kita bantu fasilitasi,” kata Gubernur Sulsel dua periode tersebut.

Sementara itu, Direktur Pelabuhan Perikanan, Frits Penehas Lesnusa, mengapresiasi dukungan penuh dari Gubernur Sulsel untuk bantuan sarana/prasarana dan dukungan administrasi pengembangan Pelabuhan Perikanan Untia. “Semoga dalam waktu dekat Pelabuhan Untia menjadi salah atau pelabuhan perikanan UPT pusat di Sulsel sehingga mampu memberikan layanan maksimal bagi pelaku usaha perikanan tangkap di daerah ini,” ucap dia.

Baca Juga  Pencurian Listrik di Sulsel Rugikan Negara Rp 67 Miliar

Menurut Frits, keberadaan cold stroge sangat mendesak lantaran berfungsi untuk menjaga mutu hasil tangkapan ikan yang didaratkan di Pelabuhan Untia. Terjaganya mutu hasil tangkapan ikan akan berdampak pada pendapatan nelayan. Selain cold storage, sarana dan prasarana lain yang perlu disiapkan yaitu SPBU-N yang akan dibangun oleh perusahaan swasta dari Makassar.

“BBM merupakan komponen utama dalam usaha penangkapan ikan, yakni berkisar antara 60-70 persen dari biaya operasional,” ucap Frits.

Terkait air bersih yang menjadi masalah pemenuhan infrastruktur di Pelabuhan Untia, Frits mengaku sudah memiliki solusi. Bakal dikerahkan mobil tangki pengangkut air bersih melalui pengadaan APBN 2017. Sehingga dengan terpenuhinya komponen BBM, air bersih cold storage dan fasilitas lainnya yang diadakan secara bertahap, Pelabuhan Untia dalam waktu dekat dapat beroperasi secara maksimal. (***)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment