Penyaluran KUR di Sulsel Terbesar di Kota Makassar

Sejumlah UKM Siap Ambil Bagian dalam Festival UKM Lorong di Makassar [dok net]

Penyaluran KUR di Sulsel Masih Terpusat di Makassar [dok net]

Makassar, KABAROKE — Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulsel hingga Oktober 2017 terbesar di Kota Makassar. Meski ibukota provinsi masih dominan, tapi sebarannya ke daerah-daerah mulai merata. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kontribusi Makassar mencapai 13,01 persen. Adapun kontribusi 23 kabupaten/kota lainnya hanya berkisar 0,71 persen hingga 6,95 persen.

“Realisasi penyaluran KUR di Makassar hingga Oktober 2017 mencapai Rp574,88 miliar dari total realisasi KUR di Sulsel Rp4,4 triliun atau setara 13,01 persen. Penyaluran KUR di Makassar tercatat masih yang terbesar dibandingkan daerah lain,” kata Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi Keuangan Daerah OJK Region 6 Sulawesi Maluku dan Papua, Andi Muhammad Yusuf, di Makassar.

Berdasarkan data OJK, realisasi penyaluran KUR di Makassar merupakan yang terbesar dari segala aspek. Jumlah debitur di Kota Daeng mencapai 23.785 orang dengan Non Permorfing Loan (NPL) atau kredit bermasalah sekitar 0,61 persen. Torehan Makassar jauh di atas Gowa dan Sinjai yang masing-masing berada di urutan kedua dan ketiga penyalur KUR tertinggi di Sulsel

Gowa mencatatkan realisasi penyaluran KUR sebesar Rp306,85 miliar dari 12.980 debitur. Kontribusi daerah penyangga Makassar tersebut hanya 6,95 persen dengan NPL 0,21 persen. Adapun Sinjai mencatatkan realisasi penyaluran KUR sebesar Rp300,31 miliar dari 11.543 debitur. Kontribusi Sinjai hanya 6,80 persen dengan NPL yang terjaga pada angka 0,13 persen.

Masih merujuk data OJK, Kabupaten Selayar merupakan daerah dengan penyaluran KUR terendah di Sulsel. Daerah kepulauan itu cuma mencatatkan Rp31,26 miliar dari 1.348 debitur. Kontribusinya bahkan tidak sampai 1 persen, tepatnya cuma 0,71 persen. Meski demikian, angka kredit bermasalahnya sangat baik lantaran tidak ada.

“Secara keseluruhan, total realisasi penyaluran KUR di Sulsel sebesar Rp4,4 triliun terdiri atas 187.603 debitur. Adapun NPL-nya berkisar 0,26 persen,” papar Yusuf.

Yusuf melanjutkan realisasi penyaluran KUR di Sulsel sebesar Rp4,4 triliun terbilang cukup baik lantaran setara 85,9 persen dari target Rp5,12 triliun. Sulsel juga masih mempertahankan posisinya sebagai rangking empat penyalur KUR dari 34 provinsi. Sulsel hanya kalah dari Jatim, Jateng dan Jabar. Bahkan, bila ditilik dari luar Pulau Jawa, realisasi penyaluran KUR di Sulsel menempati urutan pertama. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *