Polisi Ciduk 2 Pelaku Pembakar Joya di Bekasi

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono

JAKARTA, KABAROKE – Polisi telah menetapkan dua tersangka yang terlibat pengeroyokan dan pembakaran seorang pria bernama Muhammad Alzahra (MA) atau Joya (30), yang dituduh sebagai pencuri mesin amplifier atau pengeras suara Musala Al Hidayah, Kampung Muara Bakti, RT 12 RW 07, Desa Urip Jaya, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (1/8) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, dua orang yang telah ditetapkan tersangka yaitu NMH dan SH.

“NMH ini berprofesi sebagai wiraswasta dan SH seorang security di Bekasi,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/8).

Untuk NMH ini berperan menendang bagian perut sekali dan punggung korban sebanyak dua kali. Sementara, tersangka SH ini juga menendang punggung korban sebanyak dua kali.

“Kemudian kita masih mengembangkan pelaku lain, baik itu yang membawa bensin dan korek sedang kita lakukan pengejaran di situ,” terangnya.

Argo menyampaikan, kedua orang yang telah ditetapkan tersebut akan dijerat Pasal 170 KUHP terkait pengeroyokan dengan ancaman hukuman penjara hingga 12 tahun.

Baca Juga  BEGO! Hanya Karena Tak Diberi Uang, Pemuda Ini Nekat Bakar Rumahnya

“Jadi dari kasus itu yang menyebabkan meninggal dunia, sudah dua orang ditetapkan tersangka dan disangkakan Pasal 170,” ujarnya.

Ia menambahkan kedua orang tersebut awalnya diperiksa sebagai saksi, setelah gelar perkara keduanya ditingkatkan statusnya menjadi tersangka.

Sebelumnya diberitakan, kematian Joya masih menjadi misteri dan diperbincangkan di jagat maya. Berita kematiannya menjadi viral. Ada yang menyebut MA merupakan korban salah sasaran dari amuk massa.

Karena Joya ini berprofesi sebagai tukang servis televisi yang pada saat salat di musala tersebut sedang membawa amplifier yang akan diservis. Karena tak ingin hilang, amplifier itu dia bawa ke dalam musala.

Selesai salat, amplifiler itu Joya bawa kembali dan dinaikan ke atas motor. Bersamaan dengan itu, marbot melihat Joya membawa amplifier, dan kemudian berteriak maling. Jadilah ia korban bulan-bulanan amarah massa. Kepalanya dihantam batu hingga luka parah. Tak puas sampai di situ, korban pun dibakar hidup-hidup hingga tewas.⁠⁠⁠⁠ (***)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment