Polisi Tetapkan 7 Tersangka Pengepungan Gedung YLBHI

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono

Jakarta, KABAROKE – Tujuh dari belasan orang yang diamankan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya karena terlibat pengepungan gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta, telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menerangkan, setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, tujuh dari belasan orang yang diamankan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat mengepung Kantor YLBHI telah ditetapkan sebagai tersangka.

Jadi, lanjut Argo, tujuh orang ini ditetapkan tersangka, karena saat diperintah oleh polisi untuk membubarkan diri namun tidak mengindahkan perintah polisi.

“Orang ini diperintah oleh undang-undang melalui polisi namun tidak mengindahkan,” ungkap Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/9).

Untuk tujuh orang tersebut akan dikenakan Pasal 216 dan 218 KUHP. “Artinya bahwa yang bersangkutan saat melakukan unjuk rasa, kemudian dibubarkan oleh kepolisian dia tidak mengindahkan. Ancaman hukuman empat bulan dua minggu,” tuturnya.

Baca Juga  Polisi Berhasil Mengungkap Pelaku Pencuri Inti Kabel Di Jalan Medan Merdeka

Saat ditanya, apakah tujuh orang yang ditetapkan tersebut merupakan anggota ormas, Argo menyampaikan tidak ditemukan kartu anggota dari tujuh orang tersebut. “Tujuh orang itu ada yang karyawan, sopir, pengangguran,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk aksi perusakan, tujuh orang yang ditetapkan tersangka tersebut tidak terbukti. “Sementara untuk 22 orang yang ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Pusat telah dipulangkan,” tambahnya.

Sebelumnya, Kantor YLBHI digereduk ratusan orang yang diduga berasal dari sejumlah ormas, Minggu (17/9) malam. Mereka menuding pihak YLBHI menggelar acara yang berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). (***)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment