Puluhan Rumah di Jalan Jokowi Terendam Banjir

Jalan Manunggal 22 atau Dikenal Jalan Jokowi Terendam Banjir
Jalan Manunggal 22 atau Dikenal Jalan Jokowi Terendam Banjir

Makassar, KABAROKE — Kurang lebih 35 rumah warga di Jalan Manunggal 22, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar terendam banjir. Pemicunya hujan lebat yang mengguyur Kota Makassar sejak akhir Desember 2016 lalu.

Koordinator Tim Respon Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Yuli Rahmat mengatakan, banjir setinggi 80 centimeter di kawasan yang dikenal sebagai jalan Jokowi itu sudah terjadi sejak Senin, 2 Januari 2017 kemarin. Namun, pihaknya baru mendapat laporan warga sehari setelahnya.

Pemberian nama Jalan Jokowi sendiri diambil warga sebab sudah puluhan tahun jalan tersebut rusak. Namun, setelah Jokowi datang untuk meninjau lokasi puncak peringatan Hari Pangan Internasional dan Pembukaan Pekan Flori dan Flora Nasional 2014 di Taman Maccini Sombala Makassar, Sulsel, pada November 2014 lalu, jalan tersebut langsung diperbaiki.

“Kemarin-kemarin itu masih rendah, sekitar 30 centimeter saja. Hari ini terparah, hampir satu meter,” kata Yuli saat ditemui di lokasi banjir, Jumat, 6 Januari 2017.

Selain karena hujan lebat, Yuli mengungkapkan penyebab banjir terjadi akibat terjadi penyumbatan pada saluran drainase. Hal itu yang membuat genangan air sulit untuk surut. “Saat ini kita coba menggali untuk memperlebar saluran airnya. Karena pembuangan airnya ini tersumbat, jadi airnya tidak surut,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Ulli itu mengatakan, sampai saat ini warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Alasannya, rumah warga yang tergenang, mayoritas rumah panggung.

Untuk membantu mobilisasi warga, pihak BPBD Makassar telah menyiapkan dua perahu karet. Selain itu, dapur umum dan obat-obatan juga telah disiagakan. “BPBD untuk saat ini menyediakan pemukiman sementara, kami menurunkan dua perahu untuk mobilitas warga dan mempersiapkan obat-obatan,” ucapnya.

Baca Juga  Hujan Selama Satu Jam, Beberapa Jalan Di Jakarta Digenangi Air

Sementara itu, warga Manunggal 22, Daeng Tompo (57) mengatakan genangan di sekitar kediamannya mulai terjadi bertepatan pada malam tahun baru 2017 atau 31 Desember 2016 lalu. Untuk mengantisipasi barang-barang miliknya, Tompo menaruhnya di atas kursi yang telah disusun-susun.

“Di bagian belakang itu ada yang dalamnya sampai perut. Kalau barang-barang, saya susun kursi sama meja, baru saya simpan diatasnya,” jelas warga yang sudah tinggal 50 tahun di sana.

Ia mengungkapkan, banjir di kawasan tersebut baru pertama kali terjadi. Ia mengatakan, warga sebelumnya tidak menyadari kalau saluran drainase tersumbat. “Baru ini begini (banjir). Dulu tidak pernah. Kalau hujan dulu cepat surut. Kita baru tahu kalau ternyata saluran pembuangan itu airnya tersumbat,” kata dia.

Ditanya soal penyebab tersumbatnya saluran drainase, Daeng Tompo menjelaskan, akibat betonase, jalan lebih tinggi dari saluran drainase. Hal tersebut membuat arus air tidak dapat mengalir menuju rawa-rawa yang biasanya menampung air.

“Drainase di sini memang kecil. Tapi dulu air itu menyebrang ke jalanan lalu ke rawa-rawa sebelah. Karena di sana (rawa-rawa) rendah tanahnya. Sekarang sudah tidak menyebrang lagi airnya,” jelasnya.

Saat ini BPBD Makassar dan Dinas Sosial Makassar masih terus membantu warga. Dapur umum dan posko bagi warga juga tampak disiagakan. Penggalian untuk melebarkan saluran drainase juga tampak dilakukan warga menggunakan Excavator. (Yasir)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment