Seruan Takbir Menggema di Sidang Dugaan Penistaan Agama

Sidang Dugaan Penistaan Agama dengan Terdakwa Ahok
Sidang Dugaan Penistaan Agama dengan Terdakwa Ahok

Jakarta, KABAROKE – Sejumlah pengunjung sidang kasus dugaan penistaan agama dari massa kontra terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) keluar ruang sidang tidak lama setelah sidang kasus dugaan penistaan agama dimulai.

Kejadian bermula dari Ketua Majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto yang membuka sidang dengan bertanya kepada Ahok.

“Saudara terdakwa sehat hari ini? Sesuai dengan penundaan hari ini giliran saudara dan penasehat hukum bacakan pledoi. Siap. Penasehat hukum siap? Silahkan dibaca oleh terdakwa kemudian penasehat hukum,” kata Dwiarso di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (25/4).

Tidak lama berselang, terdengar seruan takbir yang menggema di ruang sidang. Diketahui seruan takbir berasal dari massa kontra Ahok yang berasal dari Aliansi Pergerakan Islam.

“Allahu akbar takbir,” seru mereka.

Setelahnya sejumlah polisi membawa mereka keluar. Dwiarso pun memberikan peringatan agar pengunjung dapat menjaga suasana sidang dengan tidak melakukan keributan atau intervensi.

Baca Juga  Peran Anjing Pelacak dalam Pengungkapan Sabu 100 Kg

“Hak pengunjung hanya untuk melihat persidangan. Kalau tidak tertib, ketua majelis akan mengeluarkan, jadi gak perlu tepuk tangan gak perlu sorakan, gak perlu cemoohan, perhatikan saja. Karena majelis gak akan terpengaruh atas hal-hal tersebut,” ujar Dwiarso.

Untuk diketahui, pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Ahok agar dihukum pidana selama satu tahun pidana dan dua tahun masa percobaan.

JPU menggunakan Pasal alternatif 156 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penodaan agama.

Dalam tuntutannya, JPU menilai Ahok terbukti melakukan penodaan agama karena menyebut surat Al-Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu 27 September 2016 lalu. (Iqbal)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment