Siaran Kampanye Dialogis di RRI, NH Tawarkan Konsep Atasi Tantangan Sulsel

Nurdin Halid Melakukan Siaran Kampanye Dialogis di RRI Makassar
Nurdin Halid Melakukan Siaran Kampanye Dialogis di RRI Makassar

Makassar, KABAROKE — Calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid menjadi kandidat pertama yang hadir pada siaran kampanye dialogis Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar. Siaran tersebut dilaksanakan di studio 1 RRI, Jalan Riburane, Makassar, Senin (5/3) pagi.

Dalam siaran tersebut, pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar ini membahas sederet program unggulan yang bakal direalisasikan apabila terpilih menjadi Gubernur Sulsel periode 2018-2023. Ia menjelaskan, terdapat sejumlah tantangan utama yang sedang dihadapi Sulsel.

“Tantangan Sulsel ke depan tidak lain adalah kemiskinan, pengangguran, kesenjangan, minimnya infrastruktur, daya lingkungan yang semakin menurun, tata ruang yang belum selesai, birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang belum maksimal,” urainya.

Berangkat dari hal tersebut, Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini menegaskan keinginannya untuk “pulang kampung” demi pengabdian. Komitmen pasangan NH-Aziz dalam Pilgub Sulsel dengan gagasan Trikarya Pembangunan demi mengatasi permasalahan saat ini. Gagasan tersebut terdiri dari tiga basis pembangunan di bawah kepemimpinan NH-Aziz nantinya.

“Pertama, infrastruktur, termasuk infrastruktur umum, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, keagamaan, dan peribadatan. Ini prioritas utama setelah saya menelisik dan mengunjungi 50 persen wilayah Sulsel, kemudian menemukan masih banyak ketertinggalan infrastruktur tatkala kita di tengah kehidupan modern,” ujarnya.

Baca Juga  Tak Ambisi Jadi Plt Ketua Golkar, NH Pilih Bangun Sulsel

Kemudian, pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan dan pembangunan SDM berbasis kearifan lokal. Pembangunan tersebut turut menjadi tumpuan dalam menciptakan Sulsel Baru yang lebih sejahtera.

“Sulsel terkenal dengan sumber daya alam yang ekonomi kerakyatan. Ketimpangan dan kesenjangan terjadi karena pengelolaan perekonomian kerakyatannya tidak maksimal di seluruh pelosok Sulsel,” tuturnya.

Integrasi gagasan Trikarya Pembangunan NH-Aziz kemudian dijabarkan ke dalam berbagai program pro rakyat melalui empat kartu “sakti”. Yaitu, Kartu Sulsel Baru, Kartu Anak Pintar, Kartu Anak Sehat, dan Kartu Mahasiswa Cerdas.

“Keempat kartu ini akan memfasilitasi berbagai manfaat, seperti perlengkapan sekolah gratis, pelayanan kesehatan gratis berbasis KTP, dan pinjaman modal tanpa bunga dan agunan,” bebernya. (*)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment