Sidang Ahok Bakal Digelar Terus di Kementan, Asal…

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok)/dok-net
Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok)/dok-net

Jakarta, KABAROKE — Sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, akan terus digelar di Auditorium Kementan, bila memang situasinya terus kondusif. Sebelumnya, sidang kasus itu sempat digelar di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi, mengatakan bila situasinya terus kondusif, maka kemungkinan besar sidang yang menjerat Ahok akan terus digelar di gedung Kementan.

“Ya itu rencananya, kan tidak mungkin pindah terus. Kalau keamanan disini kondusif, sampai akhirnya pembacaan putusan akan tetap disini,” ujarnya di Auditorium Kementan, Selasa (10/1).

Pada sidang sebelumnya, Jaksa menghadirkan Novel Bakmumim, Gus Joy Setiawan, Muchsin Alatas, Syamsu Hilal sebagai saksi di sidang ke empat Ahok.

Sementara hari ini, JPU menghadirkan lima orang saksi. Saksi pertama yang akan datang yakni Hj. Irena Handono. Dia adalah seorang ustadzah kelahiran Surabaya pada 30 Juli 1954. Irena di masa kecil adalah seorang calon biarawati Katolik. “Nama kecil Han Hoo Lie, dan lembaga Katolik yang pernah digelutinya adalah biarawati,” begitu Irena Handono menulis dalam blognya.

Dia kerap mengkritik Ahok terkait dengan pernyataan Surat Al-Maidah 51. Perempuan itu memiliki latarbelakang panjang hingga akhirnya masuk Islam. Ia mengucap syahadat pada 1983 disaksikan oleh ulama Nahdlatul Ulama, KH. Misbach.

Irena juga tercatat aktif di sejumlah lembaga Islam. Di anataranya ICMI, PITI, AL-Ma’wa Surabaya, Pengasuh Majelis Ta’lim Muhtadin, hingga Forum Komunikasi Lembaga Muallaf. Sampai saat ini, ia masih aktif mengisi ceramah di berbagai acara.

Baca Juga  Massa dari Gabungan Ormas Kawal Sidang Ahok

Saksi kedua, yang dijadwalkan datang yakni Sekretaris Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman. Dia adalah salah satu tokoh yang melaporkan Ahok ke polisi atas kasus yang sama. Pedri melaporkan Ahok pada 7 Oktober 2016.

Sejak saat itu, Pedri getol bersuara di media massa untuk memperkarakan kasus tersebut. Ahok sempat meminta maaf atas pernyataannya yang dianggap menistakan agama. Namun Pedri menganggap bahwa kasus Ahok akan jalan terus.

Saksi ketiga yang bakal memberi keterangan yakni Ibnu Baskoro. Dia diketahui seorang pengurus Masjid Darussalam Kota Wisata, Cibubur. Dia bersama jamaah masjid sebelumnya juga sempat melaporkan Ahok ke polisi atas kasus penistaana agama.

Saksi keempat yakni, Muhammad Burhanuddin, seorang pengacara yang juga sering mengkritik kasus Ahok. Dia juga pernah menjadi pengacara Farhat Abbas. Sedangkan saksi kelima yakni Willyudin Abdul Rasyid Dhani, seorang Sekretaris Forum Umat Islam Bogor. Dia pernah tercatat menjadi anggota MUI Kota Bogor.

Dari pantauan awak media, massa pendukung Ahok dari Barisan Relawan Basuki-Djarot (Bara Badja) berkumpul di sebelah kanan pintu masuk utama Kementerian Pertanian , sementara di sisi kiri berkumpul massa dari dari Aliansi Pergerakan Islam (API), Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) dan Laskar Pembela Islam (LPI) yang menuntut Ahok dihukum. (Iqbal)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment