Stok Pangan di Sulsel Aman Hingga Lebaran

Beras Bulog

Beras Bulog

Makassar, KABAROKE — Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kementerian Perdagangan Sutriono Edi menjamin stok pangan di Sulsel aman hingga hari raya Idul Fitri alias lebaran. Bahkan, untuk komoditas pangan tertentu, seperti beras dan gula pasir, stoknya aman hingga dua tahun mendatang. “Stok pangan di Sulsel, seperti beras aman hingga 26 bulan mendatang. Untuk lebaran aman, bahkan lebih,” kata Sutriono, seusai melakukan peninjauan di Gudang Bulog Sulselbar, Jalan Urip Sumihardjo, Kota Makassar, Sulsel, Kamis, 27 April.

Berdasarkan laporan yang diterima Kemendag, Sutriono memaparkan stok beras Sulsel mencapai 262 ribu ton. Padahal, tingkat konsumsi masyarakat Sulsel hanya berkisar 8 ribu ton per hari. Karena itu, beras asal Sulsel mulai didistribusikan ke sejumlah provinsi lain, seperti Daerah Istimewa Aceh, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Utara, Riau dan DKI Jakarta. Langkah tersebut dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kelangkaan pangan di daerah lain, sekaligus untuk menjamin stabilitas harga pangan.

Selanjutnya, Sutriono mengatakan stok gula pasir juga terjamin aman hingga dua tahun mendatang dengan stok mencapai 26 ribu ton. Adapun untuk minyak goreng, ketersediannya terjamin hingga dua sampai tiga bulan mendatang. Begitu pula dengan stok tepung terigu dan beberapa stok pangan lain yang cenderung aman, setidaknya untuk Lebaran mendatang. “Intinya, stok pangan di Sulsel pada dasarnya aman hingga Lebaran. Tinggal bagaimana menjaga stok itu terus ada dan tidak mempengaruhi harga.”

Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Hadi Basalamah mengatakan guna menjamin ketersediaan pangan di 24 kabupaten/kota, pihaknya membuat semacam posko terpadu. Di situ, kata dia, pihaknya bersinergi dengan seluruh pemerintahan kabupaten/kota untuk mengkomunikasikan stok pangan di daerah masing-masing. Jadi antar daerah bisa saling mendistribusikan komoditas pangan untuk mencegah terjadinya kelangkaan.

Kepala Perum Bulog Sulselbar Dindin Syamsuddin mengatakan pihaknya terus melakukan penyerapan sejumlah komoditas pangan untuk memastikan stok aman. Penyerapan pangan, mulai dari beras, gula, tepung terigu dan minyak goreng terus dilakukan. “Tingkat penyerapan pangan, khusus untuk beras, Sulsel yang tertinggi mencapai 35 persen. Sedang, rata-rata nasional hanya 19 persen,” kata dia.

Dindin mengimbuhkan menjelang bulan suci Ramadan, permintaan komoditas pangan tentunya akan meningkat. Namun, melimpahnya stok di gudang membuat masyarakat tidak perlu khawatir. Dindin optimistis pihaknya mampu menjaga stok pangan tetap aman dengan harga yang tentunya terjaga stabil. (tyk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *