Studio Paramount Pictures Dituntut Wulong Karst Tourism China

Salah sau scene Transformers: Age of Extinction

Salah satu scene Transformers: Age of Extinction

KABAROKE – Kabar tidak mengenakan datang dari rumah produksi film Studio Paramount Pictures. Karena tidak mengiklankan Wulong Karst Tourism di film garapannya yaitu “Transformers: Age of Extinction”, rumah produksi tersebut dituntut US$27,7 juta atau Rp 336 miliar. Pengajuan tuntutan hukum ke pengadilan telah dilakukan pada Selasa (26/4) lalu.

Seperti yang dikutip dari Chongqing Morning Post. Dalam berkas tuntutannya, perusahan pariwisata China tersebut telah menyebutkan. Bahwa Paramount Pictures dan China Movie Channel telah gagal memenuhi kewajiban untuk mempromosikan produk dalam film.

Kasus tersebut sebenarnya telah diadukan ke pihak pengadilan di kota Chongqing, sejak tahun 2014 lalu. Namun, mengutip The Hollywood Reporter, kasusnya baru diproses belum lama ini.

Wulong Karst Tourism sendiri merupakan tempat wisata yang terkenal dengan tebing kapurnya. “Transformers: Age of Extinction” diizinkan mengambil latar belakang, asalkan logo Wulong Karst Tourism ditampilkan di akhir film. Tapi nyata di dalam film itu sama sekali tidak muncul logo Wulong Karst Tourism.

Namun, menurut media lokal, Paramount Pictures dan China Movie Channel sudah mengakui, jika logo memang tidak muncul di akhir film. Dan mereka pun mengatakan telah berusaha untuk memperbaikinya.

Kabarnya Michael Bay telah membuat sebuah iklan singkat untuk tempat wisata tersebut. Dengan meninggalkan latar dan properti syuting yang dibuat Tim produksi Transformers di Wulong Karst Tourism. Tujuannya agar bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata.

Memang sejak awal syuting,  berbagai kejadian tak menyenangkan kerap hadir di film tersebut. Seperti sehari sebelum syuting di Hong Kong, tepatnya pada tahun 2013, Bay diserang dua preman lokal dan dimintai uang untuk perlindungan di lokasi syuting. Untungnya, Bay berhasil melarikan diri tanpa cedera, dan dua preman itu dibekuk oleh polisi.

(Sumber: kapanlagi.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *