Syarif: Mereka Lupa Saya Wawali Pertama

*Richard: Ada Tiga Jari Menunjuk ke Dirinya

AMBON — Calon Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler secara  tegas  mengklarifikasi tulisan Calon Wakil Walikota Ambon, M.A.S Latuconsina di beberapa media yang meragukan tagline terbukti dan teruji yang diusung pasangan calon Walikota dan Wawali Ambon, Richard Louhenapessy-Syarif Hadler.

“Dia mungkin lupa. Saya ini adalah Wakil Walikota  Ambon pertama hingga tahun 2006. Sementara Pak Richard (Calon Walikota,Red), adalah Walikota Ambon yang baru saja berakhir.  Jadi wajar ada yang menyebut kita pasangan terbukti dan teruji,”  tegas Syarif yang juga Ketua DPW PPP Maluku saat kampanye terbatas di Talake, Rabu tadi malam.

Syarif menjelaskan, tagline mereka sebenarnya adalah TABEA atau Tarus Benahi Ambon, bukan terbukti dan teruji. “Tapi karena masyarakat melihat kami adalah figur yang pas disematkan terbukti dan teruji, sehingga mereka menggunakan itu. Jadi kalau ada yang ragukan, dia salah kaprah,” tambahnya.

Syarif mengaku, baik dia maupun Richard Louhenapessy enggan bertepuk dada atau bangga menyebut kesuksesan-kesuksesan yang telah dilakukan untuk Kota Ambon. Pasalnya, kesuksesan yang diraih atau dibangun belum sebanding dengan kepercayaan masyarakat yang diletakkan di pundak mereka.

Pernyataan Calon Wawali Ambon itu, seakan mengkritisi Calon Wakil Walikota Ambon, Sam Latuconsina, yang dalam catatannya di sejumlah media massa cetak mengklaim sejumlah kesuksesan yang ansi dibuatnya selama menjabat Wakil Walikota Ambon, periode 2011-2016 lalu.

“Yang mereka lupa, ide secemerlang apapun dari wakil walikota jika tidak disetujui Walikota, maka ide tersebut tidak akan jalan. Karena yang namanya kebijakan itu ada di tangan Walikota. Saya mau tanya di  DPRD yang diminta pertanggungjawabannya   walikota atau wakil walikota,” tanya Syarif yang disambut teriakan “Walikota.”

Baca Juga  Ranah Kontestasi Politik, NH Tetap Kedepankan Adat-Budaya Sulsel

Kritikan serupa juga disampaikan Calon Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Dia bahkan mengungkapkan, selama mereka libur berkampanye dua pekan, banyak fitnah terhadap mereka dilancarkan rival mereka. Hanya saja, kata dia, mereka tidak ingin membalasnya dengan fitnahan serupa.  Dia kemudian mencontohkan, kampanye pasangan Paulus Kastanya-Sam Latuconsina dengan juru kampanye Lutfi Sanaky yang berteriak jangan memilih pemimpin mulut parlente (pembohong) yang dimuat di salah satu media cetak lokal.

“Saat itu, ada yang SMS. Sampaikan pak ada koran yang menulis Bapak seperti ini. Saya bilang coba kirim saya lihat. Tapi setelah saya lihat, saya ajak istri saya masuk ke kamar. Di kamar malah kami berdoa semoga yang memfitnah seperti itu diberikan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa.  Karena kami tahu, satu jari menunjuk ke orang yang dituduh, tiga jari itu mengarah ke dirinya,” tegas Richard yang disambut aplaus   pendukung pasangan calon nomor urut satu ini.  .

Richard  mengaku, dalam berkampanye mereka tidak memiliki pola memfitnah kandidat lain.  Mereka, kata dia,  ingin memberikan pembelajaran politik kepada masyarakat. Bahwa politik yang baik adalah politik yang santun dan tidak merusak tatanan hidup bermasyarakat.

Sekadar diketahui, sebelum kampanye dimulai,  seribuan warga Talake tumpah dijalan menyambut kedatangan Richard-Syarif. Mereka memberikan prosesi sambutan berupa kolaborasi terompet dan rabana. Bahkan,  sebelum memasuki lokasi kampanye, mereka disambut atraksi dance kas muda-mudi Talake. (ny)


Was This Post Helpful:

1 votes, 5 avg. rating

Share:

Leave a Comment