Begini Visi Anies Baswedan tentang Masa Depan Jakarta

Mendikbud Anies Baswedan Dorong Orangtua Antar Anaknya di Hari Pertama Sekolah (dok net)

Anies Baswedan (dok net)

Jakarta, KABAROKE — Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, yang akan mengikuti pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 dengan Sandiaga Uno sebagai bakal calon wakil gubernur, menyatakan ingin menjadikan Jakarta kota yang lebih baik jika memenangi pemilihan kepala daerah tahun depan.

“Kita ingin membuat Jakarta menjadi kota yang lebih baik, kota yang lebih membahagiakan, kota yang melindungi dan kota yang lebih mensejahterakan,” kata Anies, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 24 September.

Namun dia belum mengelaborasi visinya tentang masa depan Ibu Kota. Musababnya, ia masif fokus menjalani proses pendaftaran peserta pemilihan kepala daerah untuk saat ini.

“Kita ikuti dulu prosesnya. Karena tidak bisa proses pencalonan ini berjalan tanpa ditetapkan oleh KPU. Jadi, sekarang fokusnya adalah memastikan seluruh persyaratan, semua proses kita jalani dengan baik, sehingga sampai final dan ditetapkan,” ujarnya.

Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Keadilan Sejahtera mengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk Pilkada DKI Jakarta tahun depan. Mereka akan bersaing dengan calon pertahana Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. (***)

Gerindra-PKS Resmi Usung Anies-Sandiaga Di Pilgub DKI

Uno bersama Anis Baswedan

Uno bersama Anis Baswedan

Jakarta, KABAROKE – Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengusung Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta untuk periode 2017-2022. Keduanya dipilih oleh Gerindra dan PKS karena dinilai mampu memberikan perubahan bagi Jakarta.

“Setelah proses rembug yang cukup panjang, maka kami menetapkan, mencalonkan Saudara Anies Rasyid Baswedan sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 dan Saudara Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022,” kata Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, saat mendeklarasikan pasangan calon di teras kediamannya di Jalan Kertanegara Nomor IV Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2016).

Menurut Prabowo pula, pihaknya (Gerindra-PKS) memang tidak mesti mengusung kader sendiri. Sebab menurutnya, yang dicari adalah sosok terbaik bagi rakyat.

“Beliau (Anies) bukan kader Gerindra dan bukan kader PKS. Tapi kita mencari orang terbaik untuk dipersembahkan ke masyarakat DKI Jakarta,” ujar Prabowo.

Dikatakan Prabowo pula, pasangan calon ini dipilih setelah melalui proses yang panjang, kurang lebih selama delapan bulan. Keduanya disebut juga dipilih sebagai bentuk tanggung jawab Gerindra dan PKS sebagai pembawa aspirasi rakyat.

“Setelah melakukan proses yang panjang, bahkan bisa dikatakan prosesnya berjalan lebih dari delapan  bulan, kami Gerindra dan PKS dalam rangka menjalankan fungsi kami sebagai pembawa fungsi aspirasi kami, tugas dan tanggung jawab kami adalah membawa aspirasi rakyat,” kata Prabowo.

Sehubungan dengan itu, Prabowo menyampaikan bahwa dipilihnya kedua tokoh ini adalah juga sebagai bentuk (peran) aspiratif Gerindra dan PKS untuk mengabdi kepada rakyat.

“Di DKI khususnya, Gerindra dan PKS menangkap tuntutan rakyat, harapan rakyat, permintaan rakyat untuk membawa perubahan di DKI, terutama rakyat DKI, bahkan rakyat Indonesia, mengharapkan gubernur baru di DKI. Dan karena itulah, Gerindra dan PKS berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencari pribadi yang terbaik, yang bersedia berbakti,” kata Prabowo.

“Kedua putra terbaik bangsa ini kami nilai mampu membawa DKI ke arah lebih adil, baik dan merakyat,” tegas Prabowo pula.

Usai deklarasi, pasangan calon ini rencananya akan langsung menuju ke KPUD DKI untuk mendaftarkan diri. Dengan demikian dipastikan, akan ada tiga pasangan calon yang bakal maju di Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 mendatang, di mana selain pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang sudah mendaftar, juga ada Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Dicopot dari Mendikbud, Ini Pesan Haru Anies Baswedan…

Mendikbud Anies Baswedan Dorong Orangtua Antar Anaknya di Hari Pertama Sekolah (dok net)

Mendikbud Anies Baswedan Dorong Orangtua Antar Anaknya di Hari Pertama Sekolah (dok net)

Jakarta, KABAROKE — Kepemimpinan Anies Baswedan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meninggalkan kesan yang dalam. Tidak hanya bagi para anak buahnya, tapi juga terhadap para guru di seantero negeri.

Perpisahan Anies sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dengan pegawai di lingkungan kementerian pun penuh dengan isak tangis. Para pegawai tak kuasa menahan air mata saat Anies dan keluarga memasuki ruangan.

Kepada seluruh pegawai maupun guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan se-Indonesia, Anies menuliskan surat perpisahannya itu. Tulisan tersebut yang terakhir baginya mencantumkan jabatannya selaku Mendikbud.

Berikut surat yang ditulis Anies Baswedan:

Kepada Yth.

Ibu/Bapak Guru, Kepala Sekolah, dan Tenaga Kependidikan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selama 20 bulan ini saya mendapatkan kehormatan menjalankan sebuah amanah konstitusi dan amanah dari Allah swt untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa lewat jalur pemerintahan. Hari ini saya mengakhiri masa tugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tugas ini telah dicukupkan. Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi pada Presiden Jokowi yang telah memberikan kehormatan ini. Tugas ini mendasar karena pendidikan dan kebudayaan menyangkut masa depan kita, masa depan bangsa tercinta.

Sejak bertugas di Kemendikbud, saya meneruskan kebiasaan berkeliling ke penjuru Indonesia, ke sudut-sudut Nusantara, berbincang langsung dengan ribuan guru dan tenaga Kependidikan. Saya menemukan mutiara-mutiara berkilauan di sudut-sudut tersulit di Republik ini. Dinding kelas bisa reyot dan rapuh, tapi semangat guru, siswa dan orangtua tegak kokoh. Dalam berbagai kesederhanaan fasilitas, sebuah PR besar Pemerintah, saya melihat Gelora keceriaan belajar yang luar biasa.

Ibu dan Bapak yang saya hormati, kami sebangsa menitipkan persiapan masa depan Republik ini. Di sekolah tampak hadir bukan saja wajah anak-anak, tapi juga wajah masa depan Indonesia. Teruslah songsong anak-anak itu dengan hati dan sepenuh hati; ijinkan mereka menyambut dengan hati pula. Jadikan pagi belajar pagi yang cerah. Sesungguhnya bukan matahari yang menjadikan cerah, tapi mata-hati tiap anak, tiap guru yang menjadikannya cerah.

surat anies baswedan

Di hari terakhir saya bertugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ijinkan saya menyampaikan harapan kepada Ibu dan Bapak semua. Harapan agar perubahan dalam pendidikan terus menuju ke arah yang lebih baik. Mari kita teguhkan komitmen untuk menjadikan sekolah sebagai taman yang penuh tantangan dan menyenangkan bagi semua warga sekolah. Mari kita pastikan bahwa sekolah menjadi tempat di mana anak-anak kita tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya, memenuhi potensi unik dirinya. Mari kita jadikan sekolah sebagai sumur amal yang darinya akan mengalir pahala tanpa henti bagi Ibu dan Bapak semua. Ibu dan Bapak, teruslah bergandengan erat dengan orangtua, bersama-sama menuntun anak-anak meraih masa depannya, menjawab tantangan jamannya, melampaui cita-citanya. Saya titipkan kepada Ibu dan Bapak guru berbagai perubahan yang telah kita mulai bersama, baik dalam bentuk peraturan-peraturan baru yang mendorong ekosistem sekolah menyenagkan dan bebas dari kekerasan, maupun melalui pembiasaan dan praktik baik di sekolah.

Ibu dan Bapak yang saya banggakan, Menteri boleh berganti, tapi ikhtiar kita semua dalam mendidik anak-anak bangsa tak boleh berhenti. Masih banyak pekerjaan rumah Pemerintah yang harus ditunaikan bagi guru dan tenaga pendidikan, saya percaya semua itu dituntaskan.

Mari kita lanjutkan perjuangan, beri dukungan pada komitmen pemerintah dalam membangun sekolah menyenangkan, serta jaga stamina raga, rasa dan cipta Ibu dan Bapak semua. Ijinkan saya pamit sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, teriring rasa terima kasih, juga permohonan maaf tak hingga atas segala khilaf yang ada. Salam hormat saya untuk Ibu dan Bapak semua. Mari kita teruskan ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa ini.

Wassalamua’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, 27 Juli 2016

Anies Baswedan

Begini Gaya Mendikbud Saat Sidak Hari Pertama Masuk Sekolah

Mendikbud Anies Baswedan Dorong Orangtua Antar Anaknya di Hari Pertama Sekolah (dok net)

Mendikbud Anies Baswedan Dorong Orangtua Antar Anaknya di Hari Pertama Sekolah (dok net)

Bogor, KABAROKE — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, melakukan inspeksi mendadak pada hari pertama sekolah di SDN Polisi I Bogor, Senin, 18 Juli. Sejak tiba pukul 06.00 Wita, Menteri Anies yang didampingi Wali Kota Bopgor, Bima Arya, langsung menyambut anak-anak dan orang tua murid. “Selamat datang di sekolah,” ucap Anies, Senin, 18 Juli.

Dengan gayanya yang santun, Menteri Anies dengan ramah mengajak dialog orangtua dan murid. “Namanya siapa? Cita-citanya apa?,” ujar Anies menyapa salah seorang murid. Kedatangan Mendikbud ke sekolah itu juga dimanfaatkan sejumlah orangtua murid untuk berfoto bersama. Mereka antusias untuk berinteraksi dan mengabadikan momen bersama orang nomor satu di Kemendikbud itu.

Keramaian dan kehebohan di SDN Polisi I Bogor pada hari pertama sekolah itu sejalan dengan surat edaran yang diterbitkan Mendikbud. Anies memang menganjurkan orangtua untuk mengantarkan anaknya pada hari pertama sekolah. Tujuannya untuk mendorong tumbuhnya iklim pembelajaran yang positif dan menyenangkan.

HPS dijadikan kesempatan untuk mendorong interaksi antara orang tua dan guru di sekolah untuk menjamin komitmen bersama dalam mengawal pendidikan anak setahun ke depan. Surat tersebut mengimbau instansi pemerintah dan swasta untuk memberikan dispensasi pada karyawannya untuk mengantarkan anak ke sekolah.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengapresiasi imbauan dari Mendikbud bagi orangtua untuk mengantarkan anaknya ke sekolah. Karena itu pula, ia mengizinkan PNS di lingkungan Pemkot Bogor untuk mengantarkan anaknya terlebih dulu ke sekolah sebelum masuk kantor. “Kami sangat mendukung gerakan ini,” ucap dia.

Ini Empat Manfaat Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah

Ilustrasi Anak Sekolah

Ilustrasi Anak Sekolah

Jakarta, KABAROKE — Pengamat Pendidikan, Arief Rahman, mengapresiasi imbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, bagi orangtua untuk mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah. Hal tersebut mestinya menjadi kultur dan budaya yang dikembangkan karena berpengaruh positif pada tumbuh kembang anak. “Tumbuh kembang anak di sekolah tidak bisa luput dari perhatian,” ucap Arief, belum lama ini.

Menurut Arief, ada empat manfaat dari imbauan bagi orangtua mengantarkan anaknya di hari pertama masuk sekolah. Pertama, dari sisi internal keluarga, hubungan antara anak dengan orangtua menjadi lebih baik. Sisi positif lainnya, menurut dia adalah dengan komunikasi antara orangtua dengan pihak sekolah lebih terbangun.

Manfaat kedua, Arief menjelaskan, mengantar anak di hari pertama masuk sekolah akan memberikan kepercayaan kepada si anak untuk melakukan kegiatan belajar di luar rumah. “Ketiga, anak itu sendiri melihat bahwa orantuanya memberikan kesempatan kepada anak untuk dalam lingkungan formal yang lebih terstruktur, jadwalnya ketat, program ketat. Kalau di rumah kan fleksibel,” ujar dia.

Manfaat keempat, menurut Arief, mengantar anak di hari pertama masuk sekolah akan membuka membuka pola pikir orangtua bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi anak yang tidak bisa dipandang remeh. Sekaligus, dapat melihat perkembangan belajar si anak dari dekat tidak hanya sebatas dalam lingkungan keluarga.

Sebelumnya, Anies Baswedan menganjurkan orangtua meluangkan waktu mengantarkan anaknya. Tak sekadar mengantar hingga gerbang sekolah, Anies meminta untuk orangtua untuk melakukan interaksi dengan guru, kepala sekolah, wali kelas.

“Keduanya adalah institusi pendidik. Kita ingin interaksi dan kemitraan keduanya terbangun sejak hari pertama sekolah. Banyak masalah yang muncul selama ini karena tidak ada komunikasi antara sekolah dan orangtua. Sekarang keduanya harus bisa saling berbicara,” tutur Anies.

Anies pun menuturkan Kemendikbud ingin memastikan bahwa negara hadir dalam membuat anak-anak dan orang tua merasakan suasana sekolah yang nyaman. Saat orangtua mengantarkan anak ke sekolah, berarti mereka mengantarkan kepercayaannya kepada sekolah sebagai institusi pendidikan.

Lihat Pungli dan Perploncoan di Sekolah, Laporkan ke Sini…

plonco

Jakarta, KABAROKE — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, meminta orangtua segera melapor jika menemukan adanya pungutan liar dan perploncoan di sekolah anaknya. Penyimpangan seperti itu, kata dia, bisa diadukan melalui pesan singkat alias SMS ke nomor 0811976929 atau website Laporpungli.kemdikbud.go.id.

“Pungli dan Perploncoan dilarang. Anak anda dititipkan ke sekolah untuk didik bukannya ditindas, bukan untuk dipermainkan. Dan bila ada yang menyimpang maka cepat laporkan,” tutur Anies di Jakarta, Minggu, 17 Juli. Karena itu pula, pihaknya menyarankan orangtua mengantarkan anaknya pada hari pertama masuk sekolah.

Menurut Anies, ada baiknya bagi orangtua mengantarkan buah hatinya ke sekolah. Tapi, arti mengantar bukan sebatas sampai di gerbang, melainkan memantau kegiatan orientasi dan menjalin komunikasi dengan guru. “Orantua maupun anak jangan diam kalau melihat adanya penyimpangan,” ucap dia.

Kementerian Pendidikan, kata Anies, akan responsif menanggapi aduan pungli dan perploncoan di sekolah. Bila memang ditemukan penyimpangan sedemikian rupa, pihaknya akan akan menindak kepala sekolah di mana terjadi tempat kekerasan. Namun, terlebih dahulu, pihaknya akan melakukan verifikasi, dimana dinas pendidikan setempat akan menindaklanjuti temuan tersebut.

Selain tindak perploncoan, Anies mengatakan pungli juga mesti sigap dilaporkan. Terlebih, pada hari pertama masuk sekolah, terkadang ada saja oknum yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan dengan pelbagai modus. (tmp)

Demam Pokemon Go Landa Indonesia, Menteri Pendidikan Sarankan Ini…

Menteri Pendidikan dan Budaya Anis Baswedan (dok-net)

Menteri Pendidikan dan Budaya Anis Baswedan (dok-net)

Jakarta — Demam permainan Pokemon Go melanda hampir seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Mulai anak, remaja sampai orang dewasa sekalipun keranjingan memainkan game yang dibuat oleh Pokemon Company, Niantic dan Nintendo. Supaya tidak membawa dampak negatif ataupun celaka terhadap gamer, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Bawesdan, menyarankan pengembang game menempatkan monster Pokemon di lokasi yang bernuansa pendidikan.

Menurut Anies, banyak pilihan lokasi yang bisa membawa pengaruh positif bagi para pemain Pokemon Go. Di antaranya yakni di museum dan galeri. “Jadi permainan itu bisa diarahkan untuk mencarinya (monster Pokemon) di taman mini, museum, galeri dan di tempat-tempat yang membuka kesempatan belajar,” kata Anies, di sela-sela kampanye orang tua mengantar anak sekolah, di kawasan Bundaran Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu, 17 Juli.

Ia menyayangkan bila penempatan monster Pokemon dilakukan dimana saja tanpa mempertimbangkan aspek edukasi dan keselamatan. “Kalau Pokemonnya di tengah kuburan, di tengah jalan, jadinya di mana letak proses pembelajarannya? Jadi sebenarnya secara prinsip sebagai permainan menarik, tapi harus dipikirkan adalah meletakkan Pokemon,” ujar Anies.

Terlepas dari itu, Anies tetap memuji permainan Pokemon Go yang membuat gamer menjadi lebih atraktif. Musababnya, pemain game itu harus banyak bergerak untuk mengejar monster Pokemon. Namun, ia mengingatkan untuk tetap waspada saat mengejar monster Pokemon. Toh, bahaya seperti kecelakaan dan perampokan bisa saja terjadi. “Nah,. itu harus dicegah,” tutur dia.

Anies juga mengakui anak sulungnya yang baru masuk SMA, Mikail Azizi, keranjingan permainan virtual tersebut. Sang anak sempat bercerita kepada ayahnya tentang aktivitasnya mengejar monster Pokemon pada malam hari di masjid dekat rumahnya. Adapun, Anies menyebut tidak ikut bermain dan hanya melihat saja. (mrd)

1 6 7 8