Anggota DPR RI Ini Minta Habibie Maju Capres 2019

Legislator RI Tamzil Linrung [Foto: Liputan6]

Legislator RI Tamzil Linrung [Foto: Liputan6]

Parepare, KABAROKE — Anggota DPR RI Komisi VII Tamsil Linrung bertemu dengan ratusan warga Parepare, pada acara buka puasa bersama pengurus DPD PKS Kota Parepare, akhir pekan lalu. Acara itu turut dihadiri Ustaz Das’ad Latief dan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare, Faisal Andi Sapada dan Asriady Samad.

Dalam sambutan singkatnya, Tamsil menyampaikan keinginannya untuk mendukung kembali BJ Habibie untuk maju kembali jadi presiden. Seperti diketahui Parepare adalah kota kelahiran presiden ketiga RI.

“Kita tidak heran di Malaysia saja terpilih seorang presiden dari pihak oposisi yang usianya jauh lebih tua dari Habibie. Jadi apa salahnya kalau kita kembali dorong Habibie untuk maju kembali di Pilpres 2019 mendatang,” ungkap legislator asal Sulsel tersebut.

“Kita dorong beliau untuk menjadi solusi dari permasalahan negara ini dengan hadirnya kembali sosok Habibie yang sudah teruji kepemimpinanya,” ungkap Tamsil Linrung.

Tamsil Linrung yang saat ini tengah mencalonkan diri maju di DPD RI 2019 juga merasa lembaga dewan perwakilan daerah atau DPD RI ada berkat buah reformasi yang telah didorong oleh Habibie. (***)

Habibie Mau Sejuta Orang Urunan Beli Pesawat R80

BJ Habibie [dok net]

BJ Habibie [dok net]

Jakarta, KABAROKE.COM — Pengembangan purwarupa Pesawat R80 yang digagas PT Regio Aviasi Industri atau RAI dengan menggandeng medium patungan publik daring, Kitabisa.com, akan segera berakhir. Kampanye urunan daring dengan Kitabisa sudah tiga bulan berjalan, tinggal sebulan dari waktu yang telah dijadwalkan.

“Apakah akan dilanjutkan atau tidak, kami belum tahu. Tapi yang jelas Pak Habibie mau ada 1 juta yang mendukung program R80 ini,” ujar Chief Investment Officer PT RAI, Desra Firza Ghazfan di kantor RAI, Jakarta, Rabu 20 Desember 2017.

Desra menjelaskan, maksud 1 juta orang yang mendukung program R80 bukan soal jumlah uang yang terkumpul. Tapi, mantan presiden RI ke-3 itu ingin masyarakat Indonesia ketularan ‘demam’ untuk membangun negeri ini.

“Pak Habibie menyampaikan, sampai kapan pun kita perlu pesawat jarak dekat, menengah dan jauh. 50 persen penjualan pesawat jarak dekat menengah di pasar dunia. Indonesia punya kemampuan di level itu, konyol Indonesia tidak bisa,” jelas Desra mengulang pesan BJ Habibie.

Desra mengibaratkan, jika saja 1 juta orang ikut terlibat program R80 di Kitabisa, misalnya 1 orang menyumbang Rp100 ribu, maka total urunan Rp100 miliar. Menurut Desra, jumlah tersebut sangat besar. Namun hal yang lebih penting dari soal nomimal urunan, yakni dukungan dan semangat rakyat RI untuk mendukung program pengembangan pesawat.

Dalam tiga bulan kampanye daring ini, sudah 25 ribu orang yang ikut berpartisipasi program R80. Dari jumlah ribuan itu, urunan yang terkumpul sudah Rp7 miliar.

Total biaya pembuatan purwarupa Pesawat R80 mencapai lebih dari Rp200 miliar. Sedangkan untuk keseluruhan biaya pengembangan usaha mencapai sekitar Rp20 triliun.

Berdasarkan baseline master plan R80, purwarupa R80 akan diujiterbangkan pada 2022. Setelah melewati proses sertifikasi, R80 akan diproduksi secara massal pada 2025.

Pesawat R80 murni buatan Indonesia. Arsiteknya adalah BJ Habibie, disponsori oleh PT RAI, dan dikerjakan oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

RAI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perancangan, pengembangan, dan manufaktur pesawat terbang, didirikan BJ Habibie bersama putra sulungnya Ilham Akbar Habibie. RAI khusus mengembangkan pesawat udara R80, untuk menjawab kebutuhan angkutan udara regional di Indonesia dan pasar internasional

Pesan BJ Habibie ke Media : Jangan Mau Diadu Domba!

BJ Habibie [dok net]

BJ Habibie [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie berpesan kepada media agar jangan mau diadu domba dalam memberitakan isu-isu yang berkembang.

“Media berkembang pesat. Tapi jangan mau diadu domba, jangan mau just sensation, prestasi harus kita siapkan,” kata BJ Habibie di Jakarta.

Habibie mempersilakan media untuk memberitakan persoalan politik dengan berbagai informasinya, namun dia mengingatkan agar tidak terbawa dengan isu tersebut sampai berlarut-larut.

“Kalau nanti sudah mau pemilu okelah kita bicara pemilu, mau jadi presiden okelah. Tapi setelahnya kita bersatu sukseskan program garis-garis besar haluan negara,” kata Habibie yang merupakan perancang pesawat terbang N250 tersebut.

Dia berharap apa yang dirumuskan dalan rencana program pemerintah secara nasional bisa dilakukan hingga ke daerah-daerah terpencil guna membantu kemajuan daerah.

Habibie berpendapat pentingnya untuk mengedepankan prestasi-prestasi yang berhasil diraih anak negeri, khususnya bagi orang-orang yang melakukan inovasi dan perubahan untuk kepentingan banyak.

“Jadi saya minta saudara-saudara, kita harus compete (bersaing). Yang kita kehendaki masyarakat sejahtera, mendambakan Indonesia dengan kualitas yang tinggi,” papar Habibie.

Dia menekankan pentingya proses dalam suatu pencapaian, bahkan proses yang dimulai dari pendidikan dalam keluarga guna menghasilkan manusia-manusia yang berperilaku baik.

Setelahnya ketika muncul sumber daya manusia yang memiliki bakat, lanjut Habibie, tugas pemerintah dan orang-orang di sekitarnya untuk membina. (***)

BJ Habibie: Pengembangan Teknologi Butuh Pendanaan

Wapres JK dan Mantan Presiden BJ Habibie di Peringatan Hakteknas di Makassar

Wapres JK dan Mantan Presiden BJ Habibie di Peringatan Hakteknas di Makassar

Makassar, KABAROKE — Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie turut hadir dalam pembukaan Hari Kebangkitan Nasional (Hakteknas) di Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar, Kamis, 10 Agustus 2017.

Pada momentum tersebut, BJ Habibie bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengunjungi pameran teknologi karya anak bangsa. Mulai dari hasil riset dan inovasi perguruan tinggi, lembaga litbang dan industri, seperti: Kapal Plat Datar, Panser Anoa Amphibous, Automatic Dependent Surveillance – Broadcast (ADS–B), Mini ATC, dan Radar Cuaca, Padi varietas unggul dengan teknologi IPAT-BO.

Selain itu, budidaya dan pengolahan rumput laut, BTS-4G, Smart Card, Stem Cell, NPC Strip (pendeteksi dini kanker nasofaring), EKG (Elektrokardiogram-perekam aktivitas kelistrikan jantung), PUNA (Pesawat Udara Nir Awak – BPPT), Coastal Radar Surveillance System), Simulator Pesawat N-219, dan benda pamer lainnya.

BJ Habibie menyatakan kagum terhadap sejumlah terobosan pengembangan teknologi yang dilakukan anak bangsa dewasa ini. Ia menyebut karya dari Indonesia tak kalah hebat dari buatan negara lain.

“Saya terus terang saja, performanya,karya nyata yang dipamerkan di Hakteknas sangat mengagumkan. Ternyata putra-putri kita sangat kreatif dan inovatif, mereka mampu menciptakan karya yang inovatif,” kata Habibie kepada wartawan.

Menurutnya, kreatifitas dan inovasi yang dituangkan dalam karya tersebut membutuhkan perhatian pemerintah. Khususnya dalam hal pendanaan, guna pengembangan karya yang berkelanjutan.

“Sekarang yang dibutuhkan penemu Indonesia adalah dana, supaya bisa berkembang dan berorientasi ke dalam negeri sehingga temuan mereka dapat dinikmati bangsa sendiri,” katanya.

Hasil temuan dari anak bangsa, kata dia, akan dapat bermanfaat untuk Indonesia ke depan. Tidak hanya dinikmati sendiri, akan tetapi sampai pada generasi selanjutnya.

“Yang akan menikmati itu anak cucu. Penemuan mereka juga tidak menganggur dan bisa memberikan pajak. Kalau kita punya anggaran dari penemuan itu kan lumayan,” jelasnya.⁠⁠⁠⁠ (Yasir)

Penduduk Membludak, JK: Sulit Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat

Wapres JK dan Mantan Presiden BJ Habibie di Peringatan Hakteknas di Makassar

Wapres JK dan Mantan Presiden BJ Habibie di Peringatan Hakteknas di Makassar

Makassar, KABAROKE — Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2017 di Center Poin of Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 10 Agustus 2017. Pada kesempatan itu, JK menyinggung soal sulitnya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Indonesia dengan penduduk 260 juta orang, setiap tahun membutuhkan begitu banyak kebutuhan dasar dan tidak mungkin diselesaikan tanpa teknologi,” kata JK dalam sambutannya.

Ia merujuk pada kelangkaan sejumlah komoditas pangan yang terjadi beberapa waktu terakhir di tahun ini. Mulai dari persoalan beras, gula dan garam. Ia menilai, membengkaknya angka pertumbuhan penduduk menjadi penyebab sulitnya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Apalagi, kata dia, setiap tahun angka pertumbuhan penduduk di Indonesia mencapai hingga 3,5 juta penduduk. Angka itu, disebutnya meningkat 1,4 persen dari total penduduk Indonesia.

“Tiap tahun penduduk Indonesia bertambah 3 juta orang. Bahkan sekarang 3,5 juta orang. Karena penduduk tumbuh 1,4 persen setiap tahun, artinya, kita butuh beras lebih banyak lagi, butuh gula lebih banyak lagi, butuh garam lebih banyak lagi,” tuturnya.

Hanya saja, lanjutnya, pertambahnya jumlah penduduk yang beriringan dengan meningkatnya kebutuhan, tidak ditunjang dengan ketersediaan sumber daya alam. Khususnya dalam hal peningkatan produksi kebutuhan pangan seperti beras, gula serta garam.
“Dilain sisi kita kekurangan lahan akibat penduduk. Lahan makin berkurang akibat rumah lebih banyak, butuh pabrik lebih banyak, butuh jalan lebih banyak. Tidak mungkin dengan hanya memperluas sawah lagi. Tidak bisa juga diperluas lagi, karena nanti habis kawasan hutan kita. Apabila habis hutan, habis air kita. Maka ini memang bukan hal sepele. Garam saja, kebutuhan dari 7 ton sudah menjadi 9 ton,” jelasnya.

Persoalan lain, JK menyebut berada pada efektivitas pengelolaan anggaran, guna meningkatkan produksi pangan Indonesia. Ia menyebut, pengembangan produksi komoditas seharusnya tidak membutuhkan anggaran yang besar.

“Bagaimana memperbaiki kebutuhan dasar. Masalahnya dianggaran. Tapi sebenarnya tidak perlu mahal untuk kebutuhan dasar. Bagaimana meningkatkan garam, beras, gula. Bagaimana membangun rumah yang murah. Semua itu tidak membutuhkan biaya yang besar, kalau fokus pada kebutuhan dasar,” ujarnya.

Pemanfaatan teknologi disebutnya dapat menjadi solusi dalam penanganan hal tersebut. Pada momentum Hateknas 2017 ini, Ia mengimbau agar penggunaan teknologi dapat meningkatkan nilai tambah, khususnya dalam hal kesejahteraan ekonomi.

“Pada dasarnya teknologi itu orang yang berilmu yang semangat. Tanpa ilmu dan semangat kita akan impor terus menerus, tanpa itu kita akan bergantung pada negara lain. Artinya kemajuan teknologi juga kemerdekaan ekonom,” tuturnya. (YasiR)

NH Bakal Temui Habibie, Bahas Pilgub Sulsel?

Nurdin Halid dan BJ Habibie [dok net]

Nurdin Halid dan BJ Habibie [dok net]

Makassar, KABAROKE — Ketua Harian DPP Golkar sekaligus Bakal Calon Gubernur Sulsel Nurdin Halid atau NH diagendakan menemui mantan Presiden RI BJ Habibie. NH dan Habibie sendiri merupakan tokoh nasional asal Sulsel yang sama-sama dibesarkan Golkar.

Habibie yang juga Presiden Indonesia ketiga dijadwalkan akan menghadiri puncak Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke 22 tahun di Makassar.

“Insya allah beliau (Nurdin Halid) akan temui beliau (Habibie), apalagi beliau (Habibie) adalah ketua dewan pembina DPP Golkar,” kata juru bicara Golkar Sulsel Risman Pasigai.

Apakah pertemuan ini membahas masalah peluang Nurdin Halid maju Pemilihan Gubernur Sulsel? “Kalau terkait Pilgub beliau (Nurdin) sudah ketemu bicara langsung. Sebagai kader beliau (Habibie) merestui NH,” katanya.

Beberapa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel yakni (berdasarkan abjad), Andi Mudzakkar (Bupati Luwu), Agus Arifin Nu’mang (Wakil Gubernur Sulsel), Ashabul Kahfi (Wakil Ketua DPRD Sulsel), Aziz Kahar Muzakkar (Anggota DPD RI).

Burhanuddin Andi (Komisaris PPI) Ichsan Yasin Limpo (Bupati Gowa Periode 2005-2015), Idris Manggabarani (Ketua Gerindra Sulsel) Luthfi A Mutty (anggota DPR RI), Ni’matullah (Ketua Demokrat Sulsel) Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng), Nurdin Halid (Ketua DPD Golkar Sulsel Transisi), Rivai Ras (Pendiri Universitas Hankam), Rusdi Masse (Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel). (***)

Nurdin Halid Minta Restu Habibie Bertarung di Pilgub Sulsel

Nurdin Halid dan BJ Habibie [dok net]

Nurdin Halid dan BJ Habibie [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Pengurus DPP Golkar bersilaturahmi ke kediaman Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar yang juga Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie di Jalan Patra, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/7/2017) sore.

Dalam kesempatan itu juga Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid yang akan maju di konstestasi Pemilihan Gubernur Sulsel 2018 menyampaikan niat dan restu kepada BJ Habibie untuk maju sebagai calon Gubernur Sulsel.

“Saya meminta restu beliau untuk maju membangun kampung halaman, Sulawesi Selatan. Saya bertekad menjadikan gerakan bangun kampung sebagai upaya melahirkan banyak habibie-habibie lainnya.” kata NH, Senin malam.

Menurut NH, Habibie adalah putra Sulawesi yang telah mengemban amanah dari berbagai bidang hingga dipercayakan menjadi seorang Presiden.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar yang juga Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie dan Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid

“Perjalanan beliau banyak menginspirasi saya, kesungguhan dan keteguhan dirinya membuatnya disegani dunia. Sangat layak beliau menjadi Guru Bangsa.” ujarnya lagi.

“Beliau orangtua kita yang telah memberi banyak inspirasi bagi negeri. Ada banyak hal yang sempat kami bicarakan dengan beliau, utamanya mendengar pandangan-pandangan kebangsaan beliau menyangkut perkembangan dalam negeri yang terjadi akhir-akhir ini. Kami mendengar baik pandangan-pandangan beliau.”

NH juga meminta warga Indonesia memohon doa untuk BJ Habibie agar selalu dalam lindungan Allah SWT.

Nampak dalam kunjungan itu, Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto, Dewan Pakar Akbar Tandjung, dan lainnya. (***)