BPS: Cabai kembali Picu Inflasi Sulsel

BPS: Cabai kembali Picu Inflasi Sulsel

Makassar, KABAROKE — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat inflasi kembali terjadi dengan angka yang cukup tinggi. Pada Februari 2017, inflasi yang terjadi di Sulsel sebesar 0,75 persen. Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Sulsel, Akmal mengatakan, terjadinya inflasi yang cukup tinggi di Februari ini di karenakan oleh sejumlah faktor. Diantaranya, naiknya harga komoditi cabai. “Salah satu faktor pemicu inflasi adalah komoditi cabai,” kata Akmal pada jumpa pers di kantor BPS Sulsel Jalan Haji Bau, Selasa, 1 Maret 2017. Menurutnya, sejak akhir Desember 2016 hingga akhir Februari 2017, cabai…

Read More

Januari 2017, Ekspor dan Impor Sulsel Turun

Januari 2017, Ekspor dan Impor Sulsel Turun

Makassar, KABAROKE — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Nursam Salam, menyatakan Jepang masih menjadi negara tujuan favorit untuk ekspor sejumlah komoditas sepanjang Januari 2017. Tercatat US$54,18 juta dari total ekspor Sulsel sebesar US$92,21 juta ditujukan ke Negeri Sakura. “Ekspor Sulsel memang masih didominasi ke Jepang yang mencapai US$54,18 atau 58,76 persen dari total ekspor pada Januari ini,” kata Nursam, saat merilis perkembangan ekspor dan impor Sulsel di kantornya, Jalan Haji Bau, Kota Makasssar, kemarin. Selain Jepang, Nursam menyebut negara-negara tujuan ekspor untuk komoditas asal Sulsel tersebar di Amerika Serikat (US$11,4…

Read More

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Bisa Lebih Tinggi, Jika…

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Bisa Lebih Tinggi, Jika…

Makassar, KABAROKE— Laju pertumbuhan ekonomi Sulsel menembus 7,41 persen sepanjang 2016. Pertumbuhan ekonomi diprediksi bisa lebih baik jika tidak ada kebijakan rasionalisasi anggaran ditambah turunnya ekspor-impor. “Pertumbuhan ekonomi Sulsel tentu lebih tinggi jika anggaran pemerintah dalam kondisi normal,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam, kemarin. Berdasarkan data BPS rentang 2012 hingga 2016, baru setahun terakhir ini pertumbuhan komponen konsumsi pemerintah di Sulsel mengalami kontraksi sebesar -1,34 persen. Dalam beberapa tahun sebelumnya, konsumsi pemerintah selalu tumbuh positif. Bahkan, pertumbuhan komponen konsumsi pemerintah sempat menembus 8,09 persen pada 2015….

Read More

Januari, Nilai Tukar Petani di Sulsel Melemah 1,7 Persen

Januari, Nilai Tukar Petani di Sulsel Melemah 1,7 Persen

Makassar, KABAROKE — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam, mengungkapkan Nilai Tukar Petani (NTP) di wilayahnya tercatat 102,16 persen atau terjadi penurunan 1,7 persen pada Januari 2017. Sebulan sebelumnya, NTP di Sulsel mencapai 103,93 persen. Penurunan NTP dipengaruhi merosotnya seluruh subsektor penopang. “Bila dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya, maka seluruh subsektor mengalami penurunan NTP. Penurunan terbesar tercatat pada subsektor hortikultura sebesar 4,13 persen. Adapun, penurunan terendah pada subsektor perikanan sebesar 0,36 persen,” kata Nursam, di Makassar, kemarin. Nursam menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan pada Januari 2017, pihaknya…

Read More

Inflasi Versi BPS Tertinggi di Sulawesi Terjadi di Bone

Inflasi Versi BPS Tertinggi di Sulawesi Terjadi di Bone

Makassar, KABAROKE — Inflasi yang terjadi di Kabupaten Bone alias Watampone sebesar 1,52 persen bukan hanya tertinggi di tingkat Sulsel, melainkan lingkup Sulawesi yang terdiri dari enam provinsi. Adapun inflasi terendah di Sulawesi terjadi di Kota Bau-bau, Sultra, sebesar 0,52 persen. Nursam mengatakan Bone mencatatkan IHK sebesar 122,10 dan Bau-bau mencatatkan IHK sebesar 129,45. “Untuk Sulsel sendiri yang terendah inflasinya di Kota Palopo sebesar 0,82 persen dengan IHK 124,79,” kata Nursam di Makassar, kemarin. Secara nasional, Nursam menyebut dari 82 kota IHK nasional, inflasi tertinggi tercatat di Kota Pontianak sebesar…

Read More

Inflasi Sulsel Dipengaruhi Kenaikan Harga Cabai dan Tarif STNK

Inflasi Sulsel Dipengaruhi Kenaikan Harga Cabai dan Tarif STNK

Makassar, KABAROKE — Tekanan inflasi di Sulsel pada awal tahun ini sangat dipengaruhi lonjakan harga cabai dan tarif pengurusan STNK. Dua komoditas tersebut menjadi penyumbang terbesar inflasi Sulsel. “Komoditas yang menyumbang andil terbesar itu cabai sebesar 0,2881 persen dan STNK sebesar 0,2036 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam di Makassar, kemarin. Nursam menambahkan selain dua komoditas tersebut, tarif pulsa ponsel dan tarif listrik ikut mengerek inflasi Sulsel menjadi 1,12 persen. Inflasi Sulsel berada di atas angka nasional yang tercatat hanya 0,97 persen. Beruntung, ada beberapa komoditas…

Read More

Sulsel Andalkan Nikel dan Kakao di Pasar Ekspor

Sulsel Andalkan Nikel dan Kakao di Pasar Ekspor

Makassar, KABAROKE — Sulawesi Selatan (Sulsel) masih mengandalkan nikel sebagai komoditas unggulan pada pasar ekspor sepanjang 2016. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, nilai ekspor nikel mencapai USD69,12 juta atau 54,21 persen dari total nilai ekspor yang mencapai USD127,49 juta pada Desember 2016. Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, mengatakan komoditas nikel tersebut sangat diminati oleh Jepang. Negara di Asia Timur itu tercatat sebagai negara tujuan ekspor terbesar buat Sulsel. “Pada Desember 2016, nilai ekspor ke Jepang mencapai USD73,96 juta atau 58.01 persen dari total nilai ekspor,” kata Nursam di…

Read More

Oktober, Pertumbuhan Ekspor dan Impor Sulsel Meningkat

Oktober, Pertumbuhan Ekspor dan Impor Sulsel Meningkat

Makassar, KABAROKE — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis data pertumbuhan ekspor dan impor Sulsel medio Oktober 2016. Hasilnya, terjadi peningkatan bila dibandingkan perkembangan ekspor dan impor Sulsel pada September lalu. Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, mengatakan nilai ekspor Sulsel pada bulan ini mencapai USD 113,62 juta dari USD 110,46 pada September lalu. Sedangkan, untuk nilai impor Sulsel pada Oktober ini mencapai USD 133,66 juta, naik dari USD 78,85 juta pada September tahun ini. “Khusus untuk ekspor dari September ke Oktober naik sebesar 2,86 persen. Sedangkan untuk impor Sulsel naik…

Read More

Angkatan Kerja di Sulsel Terus Meningkat

Angkatan Kerja di Sulsel Terus Meningkat

Makassar, KABAROKE — Jumlah angkatan kerja di Sulawesi Selatan terus meningkat. Terakhir, tercatat 3.881.003 orang pada Agustus 2016. Angkatan kerja tersebut bertambah sebanyak 106 ribu orang jika dibandingkan pada Februari 2016 lalu, sebagaimana dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Senin, 7 November. Selain itu, turut terjadi peningkatan jumlah penduduk yang bekerja di Sulsel pada Agustus yang mencapai 3.694.712. Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, mengatakan setahun terakhir kenaikan penyerapan tenaga kerja tertinggi terjadi pada sektor industri pengolahan sebanyak 53 ribu orang. Selain itu, sektor perdagangan dan sektor jasa kemasyarakatan masih menjadi…

Read More

Periode Juli-September, Indeks Tendensi Konsumen Sulsel Meningkat

Periode Juli-September, Indeks Tendensi Konsumen Sulsel Meningkat

Makassar, KABAROKE — Selain merilis data pertumbuhan ekonomi Sulsel, Badan Pusat Statistik (BPS) juga merilis data pertumbuhan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sulsel pada periode Juli – September, di Kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau Makassar, Senin 7 November. Berdasarkan data dari BPS, ITK Sulsel berada pada angka 107,09 yang berarti kondisi konsumen di Sulsel mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya. Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam mengatakan, ITK Sulsel pada triwulan II atau periode April – Juni berada pada angka 106,83. Menurutnya, hal ini mampu meningkatkan optimisme konsumen dalam memandang kondisi ekonomi….

Read More