NH Kepada Kader Golkar: Kerja Keras Itu Mengundang Rahmat Tuhan

Nurdin Halid

Nurdin Halid

Makassar, KABAROKE — Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid (NH), menginstruksikan seluruh pengurus dan kader partai berlambang beringin untuk bekerja keras memenangkan pilkada se-Sulsel.

Terdapat 13 pilkada serentak di Sulsel pada tahun ini. Rinciannya, 12 pilkada tingkat kabupaten/kota dan 1 pilkada tingkat provinsi.

Menurut NH, soliditas dan kebersamaan merupakan kunci kemenangan. Karena itu, seluruh pengurus dan kader, mulai di tingkat provinsi hingga tingkat kelurahan/desa mesti kompak. Semuanya harus satu suara dan bergerak memenangkan usungan Golkar demi kejayaan partai besutan Airlangga Hartarto.

“Saya instruksikan seluruh pengurus dan kader untuk bekerja keras dan maksimal. Insya Allah, kalau kita sudah bekerja keras, rahmat Allah SWT akan turun dan merestui,” kata NH, membakar semangat ribuan pengurus dan kader Golkar, saat konsolidasi di Hotel Novotel, Jumat malam.

Secara khusus, NH juga menyampaikan dua pesan bagi pengurus dan kader Golkar menghadapi pilkada serentak. Pertama, seluruh insan Golkar harus bergerak cepat dan tepat menggalang dukungan bagi usungan partainya. Kedua, fungsionaris Golkar harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan atas serangan rival.

Dalam kesempatan tersebut, NH juga memberikan penekanan upaya pemenangan Golkar di kota berjuluk Angin Mamiri. Pilwalkot Makassar diakuinya menjadi barometer untuk memenangkan Pilgub Sulsel. Itu tidak lain karena besarnya suara yang diperebutkan di Kota Daeng.

NH meminta agar insan Golkar menggalang dukungan untuk memenangkan Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) pada Pilwalkot Makassar. Sejalan dengan itu, gerakan untuk memenangkan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) pun harus lebih dimassifkan. (**)

Dukungan PPP Versi Djan ke NH-Aziz Sah Secara Hukum

Pasangan NH-Aziz

Pasangan NH-Aziz

Makassar, KABAROKE — Wakil Ketua Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulsel Risman Pasigai menegaskan dukungan PPP versi Djan Faridz sah secara hukum. Dukungan partai berlambang Kabbah itu pun diyakininya kian memperkuat mesin pemenangan Nurdin Halid (NH)-Aziz Qahhar Mudzakkar pada Pilgub Sulsel 2018.

Terkait dualisme di kubu PPP, Risman mengungkapkan sebenarnya tidak perlu dipersoalkan lagi. Toh, DPP PPP telah memberikan jaminan dukungannya sah. Menurut Risman, PPP kubu Djan Faridz belakangan ini merupakan kepengurusan yang dinyatakan sah.

“Awalnya yang disahkan melalui KemenkumHAM adalah kubu Romi (Romahurmuzy), lalu kubu Djan Faridz mem-PTUN-kan surat dari KemenkumHAM itu. Sidang PTUN lalu memenangkan kubu Djan Faridz,” terang Risman.

Ilustrasi Koalisi Golkar dan PPP

Koalisi Golkar dan PPP

Atas keputusan PTUN, tambah Risman, giliran Romi menggugat ke Mahkamah Agung (MA), namun surat gugatannya ditolak. MA menyatakan, surat gugatan atau semua persoalan di kubu PPP dikembalikan kepada Mahkamah Partai PPP.

Seperti diketahui, Risman menyebut Mahkamah Partai sebelumnya menyatakan secara tertulis bahwa kepengurusan PPP Djan Faridz sah secara hukum. (***)

Golkar Yakin Bupati Enrekang Setia Dukung NH-Aziz

Bupati Enrekang Muslimin Bando dan Ketua Harian Golkar Nurdin Halid

Bupati Enrekang Muslimin Bando dan Ketua Harian Golkar Nurdin Halid

Makassar, KABAROKE – Ketua DPD Golkar Kabupaten Enrekang, Muslimin Bando, diyakini memegang penuh komitmen dengan pakta integritas Partai Golkar Sulsel, untuk memenangkan pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar pada Pilgub Sulsel 2018.

Muslimin Bando membantah kabar yang sebelumnya beredar, bila dirinya netral pada kontes politik 2018 mendatang. Kabar itu ditegaskan Muslimin Bando tidak benar.

“Saya sudah bicara dengan Pak Bupati (Muslimin Bando). Pak Muslimin mengatakan bahwa dirinya itu ketua Golkar di Enrekang. Karena itu, dia pasti mendukung dan memenangkan Nurdin Halid. Semua kader dan pengurus Golkar harus ikut pada keputusan partai. Termasuk Pak Muslimin,” ujar Risman.

Risman juga menyampaikan sikap Ketua DPD Golkar Sulsel Nurdin Halid terkait berita tentang Muslimin Bando tersebut. Nurdin, lanjut Risman, tidak percaya kalau Muslimin mengatakan hal itu.

“Pak Ketua (Nurdin Halid) tidak percaya. Pak Bupati juga sudah bicara langsung dengan Pak Ketua,” ungkap Risman.

Sebelumnya, Muslimin diberitakan bahwa dia mengajak warga Enrekang memilih sesuai selera di Pilgub Sulsel 2017.

Dia mengibaratkan bahwa calon gubernur itu seperti berbagai jenis makanan di atas meja, dan tamu memilih makanan sesuai seleranya. (***)

Deng Ical dan Cicu Terlempar dari Bursa Cawalkot Golkar, Ini Penjelasan Partai Beringin

Dua Bakal Calon Wali Kota Makassar Syamsu Rizal alias Deng Ical dan Rachmatika Dewi alias Cicu

Dua Bakal Calon Wali Kota Makassar Syamsu Rizal alias Deng Ical dan Rachmatika Dewi alias Cicu

Makassar, KABAROKE — Desk Pilkada Golkar Sulsel merilis lima nama kandidat yang bakal diusungnya pada Pilwalkot Makassar 2018. Dari lima figur tersebut, tidak ada nama Syamsu Rizal alias Deng Ical dan Rachmatika Dewi alias Cicu. Padahal, keduanya merupakan figur berpengaruh di daerah ini. Deng Ical merupakan Sekertaris Demokrat Sulsel sekaligus Wakil Wali Kota Makassar. Sedangkan Cicu berstatus Ketua NasDem Makassar sekaligus Wakil Ketua DPRD Sulsel.

Merujuk pada hasil Rapat Pleno Diperluas DPD Partai Golkar Sulsel di Hotel Clarion Makassar, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulsel, Kamis lalu, lima nama yang masuk bursa Cawalkot Golkar adalah Danny Pomanto (wali kota Makassar), Rusdin Abdullah (Bendahara Golkar Sulsel), Munafri Arifuddin (Munafri Arifuddin) Irman Yasin Limpo (Kadis Pendidikan Pemprov Sulsel) dan Farouk M. Betta (Ketua Golkar Makassar).

Subhan Jaya Mappatunru selaku Wakil Ketua Desk Pilkada Golkar Sulsel mengungkap alasan sehingga pihaknya hanya mengusulkan lima nama, termasuk soal tersingkirnya Deng Ical dan Cicu dari bursa kandidat Golkar.

“Kami melihat mereka (lima figur terpilih) punya resource (sumber daya) untuk maju dalam Pilwali kota Makassar 2018,” kata Subhan, di Makassar.

Golkar meyakini mereka mampu bertarung di Pilwali Makassar sebagai calon wali kota Makassar. “Kami anggap Pak Danny punya resource dan seorang Incumbent, begitupun dengan Pak Munafri dan Rusdin dengan latar belakang pengusaha, pasti dia punya kemampuan untuk maju. Apalagi pak Rusdin sudah pernah bertarung,” katanya.

Selain itu, Subhan juga menganggap Irman YL punya modal sebagai pemenang kedua pada Pilwali 2013. “Saya kira itu juga pertimbangan kami, Pak None punya peluang besar juga untuk maju,” katanya.

Lalu, mengapa Golkar tak meloloskan Syamsu Rizal MI (wakil wali kota Makassar) dan Andi Rachmatika Dewi?

“Kami dibatasi hanya dengan lima nama, andaikan ada tambahan akan kita tambahkan,” katanya.

Tapi, Golkar buru-buru mengklarifikasi Deng Ical dan Cicu bukannya tak punya kapasitas maju sebagai calon wali kota Makassar pada Pilwali 2018.

“Bukan karena pertimbangan itu, ada banyak pertimbangan sehingga kami hanya meloloskan lima, salah satunya adalah pembatasan dari DPP,” katanya. (***)

Merapat ke Golkar, Apiaty Amin Syam Perkuat Nurdin Halid

Apiaty Amin Syam dalam Kegiatan Golkar

Apiaty Amin Syam dalam Rapat Pleno Golkar

Makassar, KABAROKE — Mantan Ketua PKK Sulsel, Hj Apiaty Amin Syam, tampak mengikuti rapat pleno DPD Golkar Sulsel yang dipimpin Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid di Hotel Clarion, Makassar, Kamis kemarin.

Istri mantan gubernur Sulsel Amin Syam ini duduk di jabatan Ketua Kordinator Bidang (Korbid) Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Jabatan ini sebelumnya dijabat oleh Rusdin Abdullah yang sekarang menjadi bendahara DPD Golkar Sulsel.

Beberapa hari sebelumnya, Apiaty masih pengurus DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan. Apiaty juga pernah menjadi calon Walikota Makassar dari jalur perseorangan berpasangan Zulkifly Gani Otto, pada Pilkada Makassar 2013 lalu.

Pada Ramadan tahun ini, Apiaty tampil dalam acara silaturahmi buka puasa Komunitas H52, sayap pemenangan Ichsan YL yang dipimpin Andi Darussalam Tabusalla.

Mantan Ketua PKK Sulsel Apiaty Amin Syam

Mantan Ketua PKK Sulsel Apiaty Amin Syam

Juru Bicara DPD Partai Golkar Sulsel, Risman Pasigai mengatakan bahwa kehadiran Apiaty di Golkar Sulsel menunjukkan bahwa kepemimpinan Nurdin Halid adalah magnet yang sangat nyata di Golkar Sulsel.

“Ibu Apiaty datang dari Gerindra. Ada juga ibu Andi Barlianti Hasan dan Syahrir Cakkari dari Partai Demokrat dan mulai hari resmi pengurus DPD Golkar Sulsel. Semua karena kepemimpinan Pak Nurdin Halid,” tukas Risman di tengah arena rapat pleno.

Menurutnya ketua bidang Organisasi dan Daerah Gokar Sulsel ini, Apiaty pernah menorehkan banyak prestasi saat masih memimpin PKK Sulsel, di mana kala itu Gubernur Sulsel dijabat suaminya, Amin Syam.

“Karena itu, kami sangat senang dan mengapresiasi kehadiran Bu Apiaty sebagai salah satu tokoh perempuan di Golkar Sulsel ini,” tandasnya.⁠⁠⁠⁠ (Yasir)

Sekaitan Beban Baru NH, Roem Layak Kendalikan Golkar Sulsel

Nurdin Halid dan M Roem

Nurdin Halid dan M Roem

Makassar, KABAROKE — Peran tambahan Nurdin Halid mengendalikan DPP Golkar untuk sementara tentu akan berefek terhadap posisinya sebagai bakal Calon Gubernur Sulawesi Selatan 2018 mendatang. Apalagi, Ia juga menjabat sebagai Pelaksana tugas Ketua Umum Golkar Sulsel serta Ketua Dewan Koperasi Indonesia.

Diketahui, pasca penetapan Ketua Umum Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi KTP elektronik, kendali partai kini dipegang Nurdin Halid sebagai Ketua Harian. Ia bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar, Idrus Marham mengendalikan sementara roda organisasi Partai Beringin.

Dosen Politik Universitas Bosowa Makassar Arief Wicaksono pun menyoroti multi peran yang dijalankan Nurdin Halid terebut. Menurutnya, terlalu banyak yang harus diurus mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

“Sehebat apa pun, saya tetap yakin bahwa Pak Nurdin Halid itu bukan Superman. Bukan manusia super hebat. Dia manusia biasa, pasti ada batas kemampuannya,” kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 20 Juli 2017.

Arief menjelaskan bahwa Nurdin Halid sebagai ketua harian, berperan juga sebagai ketua umum di DPP Golkar. Selain itu, ia juga ketua Tim Pilkada di DPP. Di Sulsel, ia juga menjabat Plt Ketua DPD Golkar Sulawesi Selatan.

“Dan yang paling kunci adalah dia juga calon gubernur Sulsel saat ini, pada saat yang sama. Untuk yang satu ini saya kira Pak Nurdin tidak akan tinggalkan,” kata Arief.

Untuk itu, Arief menyarankan agar Nurdin Halid juga mengurangi perannya di DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan. Peneliti pada Lembaga Kajian Demokrasi dan Otonomi (LeDO) Makassar ini, melihat DPD Golkar Sulsel menyimpan banyak kader Golkar sejati yang siap menjalankan peran Nurdin Halid sebagai ketua DPD Golkar Sulsel.

“Saya tahu di Golkar Sulsel banyak kader sejati yang pasti bisa membantu pak Nurdin. Dan menurut saya yang paling tepat saat ini adalah Pak Roem. Supaya pak Nurdin fokus pada pencalonannya,” ujar Arief.

Ketua Harian DPD Golkar Sulsel saat ini dijabat oleh HM Roem, yang juga Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Selain HM Roem, Arief juga menyebut elit Golkar Sulsel lainnya, antara lain Arfandy Idris atau Rusdin Abdullah.⁠⁠⁠⁠ (Yasir)

PILWALKOT MAKASSAR : Farouk Yakin Kendarai Golkar

Ketua DPD II Golkar Makassar Farouk M Betta

Ketua DPD II Golkar Makassar Farouk M Betta

Makassar, KABAROKE — Ketua DPD ll Golkar Makassar, Farouk M Betta, makin optimis melenggang mulus mengendarai partaii Golkar dalam Pilwali Makassar 2018-2023 mendatang. Keyakinan itu ia sampaikan usai menghadiri wawancara tim 9 DPD 1 Golkar di Jalan Amanagappa, Senin (17/7).

“Sebagai ketua yang telah membesarkan partai Golkar di Makassar, saya yakin diusung. Golkar adalah partai kader yang selalu mempriorotaskan kadernya untuk maju dalam setiap perhelatan politik,”kata Farouk yang akrab dipanggil Aru.

Tanda tanda bakal diusungnya Farouk lewat Golkar, juga terlihat dalam suasana wawancara yang tampak sangat santai dan berlangsung dingkat. Ini jauh berbeda dengan calon calon lain yang terlihat sangat serius, bahkan berlangsung hingga satu jam.

Farouk M Betta Seusai Tahapan Wawancara di Golkar Sulsel

Farouk M Betta Seusai Tahapan Wawancara di Golkar Sulsel

Tak hanya itu, usai wawancara, seluruh tim 9 DPD 1 Golkar yang dipimpin Kadir Halid, malah ikut foto dan terang terangan membuat salam kebersamaan Aru Beda.

Farouk datang didampingi sejumlah pengurus teras Golkar Makassar, diantaranya sekretaris Golkar Makassar, Wahab Tahir, Rahman Pina, Doktot Talib Mustafa, Ahkam Supu, Uan Sofyan, Sudin Mamu, dan semua pimpinan Golkar kecamatan se- Makassar. (***)

Antisipasi Permainan Data Pemilih, Ini Langkah Golkar Sulsel

Muhammad Risman Pasigai,

Muhammad Risman Pasigai,

Makassar, KABAROKE — Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD Partai Golkar Sulsel, Risman Pasigai, mengaku khawatir adanya permainan di balik melonjaknya daftar pemilih. Dari pantauan partai Golkar, di beberapa daerah bagian selatan dan utara Sulsel, ada lonjakan jumlah daftar pemilih yang tidak rasional atau melebihi ambang batas pertumbuhan penduduk.

Merespon ketidakwajaran itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulsel, menginstruksikan kepada seluruh kader partai Golkar dan jajarannya di semua tingkatan, termasuk di DPRD untuk memantau secara langsung proses pemuktahiran data Pemilih yang dilakukan oleh KPU dan Pemetintah.

“Kami menduga jangan sampai ada permainan terkait data pemilih, yang bisa disalagunakan oleh kelompok tertentu. Dari beberapa temuan dan pengalaman yang kami temukan, ada beberapa motif permainan jumlah data pemilih yang potensi dimanfaatkan untuk melakukan kecurangan. Seperti, memulangkan perantau, menghidupkan orang mati dan mendewasakan remaja,” kata Risman.

Ia mengatakan, Motif peningkatan jumlah pemilih inilah yang sering terjadi di setiap Pilkada. Menurutnya, banyak kasus, orang yang sudah lama merantau meninggalkan Sulsel, tetapi dimasukkan sebagai pemilih. Bahkan orang yang sudah meninggal pun, tetap dimasukkan sebagai pemilih, dan anak-anak yang belum cukup umur pun didata sebagai pemilih.

“Hal inilah yang kami banyak temukan di berbagai momentum politik. Olehnya, perlu ada kejujuran dari pihak pemerintah yang menjadi sumber awal dari DPT nantinya,” jelas Risman.

Olehnya, Risman meminta kepada seluruh kader, baik yang ada di struktur partai maupun simpatisan, untuk melakukan pengawalan dan monitoring. Agar kecurangan bisa dideteksi lebih dini, dan perhelatan momentum politik bisa berjalan sesuai dengan harapan.

Risman juga meminta kepada kader yang di fraksi untuk melakukan monitoring dan pengawasan secara aktif, terkait jumlah DPT Pilgub dan Pemilukada 12 kabupaten/kota. Ia tidak menginginkan, pesta demokrasi nanti diwarnai dengan kecurangan-kecurangan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

“Kita semua harus turun tangan melakukan kontrol, sehingga kualitas demokrasi di Pilkada 2018 semakin berkualitas,” pungkasnya. (***)

Golkar Sulsel Segera Rampungkan Penjaringan 12 Kepala Daerah

Partai Golkar

Partai Golkar

Makassar, KABAROKE — Badan Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Sulawesi Selatan tengah merampungkan penjaringan bakal calon kepala daerah di 12 kabupaten/kota. Ditargetkan, usulan bakal calon untuk setiap daerah sudah ditetapkan paling lambat Senin pekan depan.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar Sulsel Kadir Halid mengungkapkan, sejauh ini pihaknya sudah menerima laporan penjaringan dari tujuh kabupaten/kota. Lima daerah lainnya diberi tenggat waktu hingga akhir pekan ini.

“Hasil penjaringan nanti kami serahkan ke DPD untuk dibahas di rapat pleno. Keputusan pleno kemudian yang dikirimkan ke DPP Golkar sebagai usulan, untuk diputuskan bakal calon usungan di setiap daerah,” kata Kadir Halid di Makassar.

Kadir menyebutkan, setiap daerah di Sulsel mengirimkan usulan bakal calon kepala daerah usungan sesuai kondisi masing-masing. Jumlahnya berbeda-beda. Makassar, misalnya, mengirimkan lima nama. Lalu Sidrap mengirimkan tujuh nama. Dari Luwu ada dua nama, sedangkan Pinrang lima.

Ada juga daerah yang hanya mengusulkan satu figur, seperti Kota Parepare serta Kabupaten Bone dan Jeneponto.

Bappilu Golkar dalam waktu dekat rencananya akan membahas kembali usulan bakal calon dari 12 daerah. Kemungkinan dari setiap kabupaten/kota, akan ada penambahan atau pengurangan jumlah kandidat usungan. Kadir mencontohkan kondisi di Kota Makassar.

“Untuk Makassar ada usulan lima nama. Tapi setelah rapat di DPD, ada tambahan empat nama. Kita pertimbangkan lagi berdasarkan analisa dan berbagai faktor pendukung,” ujar Kadir.

Sementara itu, Golkar Sulsel telah menetapkan bakal calon usungan untuk pemilihan Gubernur. Mereka mendorong ketua DPD I Golkar Sulsel Nurdin Halid, yang akan berpasangan dengan senator DPD RI Aziz Qahhar Mudzakkar. Pasangan tersebut juga telah menerima surat keputusan rekomendasi dari DPP. (***)

Golkar Sulsel Evaluasi Lima Figur dalam Penjaringan Pilwalkot Makassar

Partai Golkar

Partai Golkar

Makassar, KABAROKE — Tim Pilkada Golkar Sulsel bakal evaluasi keputusan rapat pleno Partai Golkar Sulsel terkait penetapan bakal calon wali kota dan wakil wali kota dari Pengurus Golkar Makassar.

Ketua Harian DPD Partai Golkar Sulsel, M Roem mengatakan pasti tim Pilkada Sulsel akan mengevaluasi mekanisme dari penetapan bakal calon wali kota Makassar.

“Apakah penetapan sudah sesuai juknis atau tidak ketika ada juknis yang dilanggar maka kita akan konsultasikan ke DPP Partai Golkar,” kata Ketua DPRD Sulsel ini, Selasa (4/7/2017).

Sebelumnya, Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah DPD II Partai Golkar Kota Makassar telah mengumumkan hasil penjaringannya di depan rapat pleno diperluas di Kantor DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Jalan Lasinrang, Senin (3/7/2017).

Ketua DPD II Golkar Makassar Farouk M Betta mendapat dukungan penuh seluruh kelurahan, minus kelurahan di Kecamatan Sangkarrang. Aru mendapatkan dukungan 150 kelurahan di 14 kecamatan, minus Kecamatan Sangkarrang. Diposisi kedua, ditempati Kadir Halid dengan meraih 5 dukungan kelurahan.

Andi Nurman meraih suara dari 3 kelurahan di dua kecamatan, Rahman Pina 3 kelurahan di satu kecamatan, dan Bendahara DPD I Golkar Sulsel Rusdin Abdullah hanya mendapat dukungan 1 kelurahan. (***)

1 2 3 13