Ical : KMP Tetap Solid Dukung Pemerintahan

Jakarta, KABAROKE – Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie membantah adanya isu jika Koalisi Merah Putih (KMP) telah bubar.

Menurut pria yang akrab dipanggil Ical ini, koalisi yang terbentuk jelang Pilpres 2014 hingga saat ini tetap solid.

“Nggak pernah KMP bubar. Kami bersatu dukung pemerintah,” ujar Aburizal ketika menghadiri pertemuan para elite KMP yang berlangsung di gedung Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (31/3/2016) malam.

Secara diplomatis, Aburizal Bakrie mengatakan pertemuan malam ini, antara lain untuk membahas kontribusi terhadap bangsa Indonesia.

“Kalau Ini sifatnya bertemu, berkawan, masa putus. Masih concern memberikan kontribusi yang lebih baik bagi Indonesia ke depan,” kata Aburizal.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mengatakan pertemuan malam ini merupakan silaturahmi.

“Silarurahmi, kan bagus. Ada temen partai politik, saya diundang. Silaturahmi ya itulah kebiasaan kita semakin sering bersilaturahim,” ujar Zulkifli Hasan.

Seperti yang diketahui. Dalam acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PPP Djan Faridz, dan Sekretaris Jenderal PPP Dimyati Natakusumah.

KMP Gelar Pertemuan, ARB : Cuma Kangen-Kangenan

Jakarta, KABAROKE – Ketua Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie turut menghadiri acara pertemuan petinggi partai politik anggota Koalisi Merah Putih yang berlangsung di gedung Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (31/3/2016) malam.

Menurut pria yang akrab dipanggil Ical ini, pertemuan tersebut hanya
dalam rangka silahturahmi.

“Kita ketemu kangen-kangenan saja, sudah lama nggak bertemu,” kata Aburizal ketika baru tiba di lokasi.
Ketika ditanya apakah pertemuan malam ini untuk membahas persiapan partai politik menghadapi pilkada Jakarta tahun 2017, Aburizal mengaku belum tahu pasti.

“Saya tidak tahu ya, calon-calonnya masing-masing partai, godok masing masing calon dulu kita,” kata Aburizal.

“Ngobrolin sepertinya baru, nantilah apa yang kita bahas ya,” ujarnya.
Seperti yang terpantau. Mereka yang hadir, antara lain Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PPP Djan Faridz, dan Sekretaris Jenderal PPP Dimyati Natakusumah. (red)

Akom : Golkar Menyerahkan Sepenuhnya Terkait Proses Hukum Budi Oleh KPK

Jakarta, KABAROKE – Anggota Komisi X DPR Fraksi Golkar Budi Supriyanto resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah sebelumnya dijemput paksa.

Dalam kasus ini. Budi diketahui tersangkut kasus proyek jalan Pulau Seram di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Terkait hal tersebut, Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada KPK dalam hal proses hukum.

“Kalau soal itu kan standar saya selalu menyampaikan bahwa kita menghormati lembaga penegak hukum. Mau KPK, kejaksaan, kepolisian. Biar karena hukum tidak diintervensi oleh politik, saya selaku pimpinan dewan menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum KPK,” kata Akom di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/3).

Lebih lanjut Akom berharap tidak ada lagi kader dari partainya yang menggunakan jabatannya untuk memuaskan kepentingan pribadinya.

Seperti yang diketahui. Budi merupakan satu dari lima tersangka dalam kasus proyek jalan ini. Keempat tersangka lainnya antara lain Damayanti Wisnu Putranti anggota Komisi V DPR fraksi PDIP, Julia Prasrtyarini atau Uwi dan Dessy A. Edwin, dari pihak swasta yang menerima suap sedangkan Abdul Khoir selaku Dirut PT Windu Tunggal Utama (WTU) sebagai pemberi suap. Dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK diamankan 99.000 dolar Singapura sebagai barang bukti.

Atas perbuatannya, Damayanti, Julia, dan Dessy disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sementara Abdul Khoir dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Dalam pengembangan kasus, KPK menetapkan Budi Supriyanto (BSU) sebagai tersangka, Rabu (2/3), lantaran diduga menerima uang panas proyek jalan tersebut. Penetapan Budi sebagai tersangka dengan surat perintah penyidikan (Sprindik) tertanggal 29 Februari.

Sama halnya dengan Damayanti, Dessy dan Julia, Budi disangkakan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

1 24 25 26