Soni Sumarsono jadi Gubernur Sulsel

Pelantikan Soni sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan

Pelantikan Soni sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan

Makassar, KABAROKE.COM — Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono resmi dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Senin, 9 April 2018.

Menteri Tjahjo menitipkan pesan dan tugas yang harus dilakukan Soni selama enam bulan pemerintahan. Fokusnya, pelaksanaan pilkada serentak di sejumlah daerah dapat terlaksana dengan baik.

“Pertama harus cepat berkoordinasi dengan semua elemen, semua tokoh masyarakat, tokoh agama, daerah-daerah untuk menyukseskan Pilkada serentak,” kata Tjahjo Kumolo.

Tugas kedua Soni Sumarsono, lanjut Tjahjo, adalah menjamin jalannya roda pemerintahan di Sulsel selama 6 bulan ke depan. “Fungsi Pak Soni sebagai Dirjen Otda bisa menggerakkan, bisa mengorganisir dari Sekda sampai SKPD sampai ke tingkat kepala desa,” tuturnya.

Selanjutnya, kata Tjahjo Kumolo, Soni Sumarsono harus melanjutkan program-program dari Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang yang ditinggalkannya. Mendagri menyebut banyak program yang sudah berhasil dari Syahrul.

“Yang ketiga, saya yakin Pak Soni akan melanjutkan apa program-program yang sudah berhasil dari Pak Gub dan Pak Wagub lama. Karena, tugas beliau hanya sampai dilantiknya gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil pilkada.
Saya yakin Pak Soni mampu, dan didukung oleh semua pihak,” pungkasnya.

Soni Sumarsono mengaku sudah punya sejumlah agenda penting yang akan dilakukan. Khususnya dalam menjamin suksesnya pelaksanaan Pilkada pada sejumlah daerah di Sulsel.

“Saya akan mengawal Pilkada serentak, supaya aman, nyaman dan damai. Yang paling penting tolong dicatat, netralitas ASN menjadi prioritas saya,” kata Soni.

Kata Gubernur Sulsel Usai Terima Penghargaan Tertinggi IPDN

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo [dok net]

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo [dok net]

Makassar, KABAROKE — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menerima penghargaan tertinggi dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Penghargaan Astha Brata Madya Utama Pamong Praja dianugerahkan kepada Gubernur Syahrul di Kampus IPDN di Jatinangor, Kamis, 1 Maret.

Bagi Gubernur Sulsel dua periode itu, penghargaan tertinggi dari IPDN telah menyempurnakan seluruh perjalanan karirnya sebagai seorang birokrat.

“Astha Bratha Madya Utama Pamong Praja adalah sebuah penghargaan yang menyempurnakan proses panjang dalam perjalanan karir saya. Kan saya memulai dari kepala desa, lurah, camat, kepala bagian hingga kemudian satu periode wakil gubernur dan dua periode gubernur,” kata Gubernur Syahrul, dalam keterangan persnya, Kamis, 1 Maret.

Ia mengimbuhkan penghargaan ini memberikan keteladan, bukan hanya untuk dirinya, tapi kepada seluruh pamong praja. Bahwa sebuah pengabdian yang tulus terhadap bangsa, sambung dia, akan menjadi bagian yang meninggalkan legacy alias warisan.

“Penghargaan ini memiliki makna yang dalam. Sebuah dedikasi untuk diri sendiri, bangsa, negara dan rakyat. Jika pamong praja bisa berpikir seperti itu, bangsa ini akan jadi bangsa yang besar,” tutur mantan Bupati Gowa itu.

Bagi Gubernur Syahrul, penghargaan tertinggi IPDN itu luar biasa, meskipun dirinya telah menerima penghargaan tertinggi negara yakni Bintang Maha Putera Utama. Toh, konteks penghargaan itu berbeda, ada yang prestasi nasional dan ada juga terkait karirnya di birokrasi.

Selepas menerima penghargaan tersebut, Gubernur Syahrul juga bercerita terkait perasaannya yang tidak menentu mengingat lokasi penganugerahan di Kampus IPDN. Diketahui, putra bungsu Gubernur Syahrul, Rinra Sudjiwa Syahrul Putra, pada akhir proses pendidikannya di IPDN meninggal dunia.

“Ini keharuan bagi saya dan keluarga, tapi juga meyakinkan bahwa anak saya bagian dari sebuah idealisme. Bahwa negara ini hanya akan baik jika hadir pemerintahan yang baik. Dan pemerintahan yang baik hanya ada jika hadir aparat yang baik. Sekolah ini saya rasa bisa melahirkan aparat yang berintegritas dan punya intelegensi yang baik,” pungkasnya. (*)

Gubernur Sulsel Raih Penghargaan Pertama pada 2018, Apa Itu?

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo Raih Penghargaan Perdana pada 2018

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo Raih Penghargaan Perdana pada 2018

Makassar, KABAROKE — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, meraih penghargaan nasional dari Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) sebagai Koordinator Embarkasi Haji Terbaik. Itu menjadi penghargaan perdana Gubernur Syahrul pada 2018. Adapun penyerahan penghargaan diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Amal Bakti ke-72 Kementerian Agama di Gedung Manunggal, Kota Makassar, kemarin.

Gubernur Sulsel sendiri merupakan Koordinator Penyelenggara Haji Embarkasi Makassar. Mantan Bupati Gowa itu dinilai memberikan pelayanan haji terbaik di Indonesia.

Sebelum menyampaikan sambutan seragam dari Menteri Agama Republik Indonesia, Gubernur Syahrul menyampaikan beberapa pesan moral. Dikatakan dia, masyarakat Indonesia, khususnya aparatur negara harus mampu memberikan manfaat bagi publik.

Khusus di lingkup Kementerian Agama, Gubernur Syahrul memaparkan misi uang melekat bagi aparatur negara cukup banyak. Di antaranya yakni mengayomi bangsa, melebarkan akses pendidikan, pelayanan keagamaan yang berkualitas dan memberikan pelayanan sesuai kebutuhan agama.

“Misi ini harus dipenuhi karena tuntutan publik semakin tinggi, cepat, spontan dan membutuhkan respon cepat,” kata Gubernur Syahrul.

Gubernur Sulsel melanjutkan Hari Amal Bakti harus dijadikan momentum menyemai kebaikan dan menyebarkan kedamaian. “Saya mengajak semua untuk menjadi duta kedamaian, agama adalah pembawa kesejukan. Pesan ini penting agar tidak terjebak perseteruan dan jebakan pertentangan atas nama agama,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Syahrul yang telah menjabat dua periode mengaku bersyukur bisa hadir selama sepuluh kali berturut-turut pada Hari Amal Bakti ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel Abdul Wahid Thahir, mengatakan Hari Amal Bakti yang dirangkaikan dengan ramah tamah diawali dengan berbagai kegiatan. Di antaranya yakni gerak jalan, vokal group lintas agama dan olahraga.

“Mari berkomitmen untuk melaksanakan integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladan,” imbaunya.

Pada acara ini juga diserahkan penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya (30, 20 dan 10 tahun) serta nota kesepahaman bersamadengan BNN dan empat universitas (UNM, UMI, Universitas Muhammadiyah Makassar dan UIM) di Sulsel, dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia aparatur Kementerian Agama. (***)

Pohon Natal Bambu di Rantepao Pecahkan Rekor MURI

Gubernur Sulsel Syahrul YL Memamerkan Rekor MURI dari Pohon Natal Bambu Tertinggi di Indonesia

Gubernur Sulsel Syahrul YL Memamerkan Rekor MURI dari Pohon Natal Bambu Tertinggi di Indonesia

Rantepao, KABAROKE — Pohon Natal dari bambu setinggi 45 meter menghiasi lokasi pusat perayaan Lovely December 2017 di Lapangan Bakti Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Pohon tersebut secara resmi dibukukan Museum Rekor Indonesia (MuRI) sebagai pohon Natal tertinggi yang terbuat dari bambu.

Pohon Natal bambu itu tampak indah menghias pusat kota Toraja Utara. Terlebih setelah lampu yang menempel pada pohon mulai dinyalakan pada Kamis, 27 Desember, malam. Seremoni itu dilakukan oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo; Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan dan Kepala Dinas Kehutanan Sulsel, Muhammad Tamzil.

Tamzil menyampaikan pohon Natal setinggi 45 meter disusun dari 787 batang bambu yang dihimpun dari setiap kecamatan di Toraja. Pohon megah itu lantas dihiasi 54 ribu lampu warna-warni. “Untuk merangkai bambu-bambu tersebut menjadi pohon Natal yang tinggi digunakan 20.100 meter tali nylon dan 800 meter kawat baja,” ucapnya.

Adapun rekor MURI diserahkan Senior Manager MURI, Yusuf Ngadri, kepada Gubernur Syahrul sebagai pegagas Lovely Desember. “Izinkan kami mencatatkan dalam MURI sebagai pohon Natal dari bambu tertinggi di Indonesia, bahkan dunia. Semoga pohon ini menjadi representasi menerangi hati masyarakat Toraja,” ujar Yusuf.

Pohon ini memecahkan rekor pohon Natal sebelumnya yang berada di Central Park Jakarta dengan ketinggian 30,3 meter.

Gubernur Syahrul mengatakan rekor ini merupakan bukti kreasi masyarakat untuk mempersembahkan sesuatu yang unik dan menarik, patut diapresiasi. “Ini posisi tertinggi di Indonesia. Bukti kreasi yang lebih baik dan mau berprestasi. Ini harus kita support,” tutupnya. (***)

Bupati Barru Diminta Kawal Proyek Kereta Api

Bupati Barru Suardi Saleh dan Gubernur Sulsel Syahrul YL [dok net]

Bupati Barru Suardi Saleh dan Gubernur Sulsel Syahrul YL [dok net]

Makassar, KABAROKE — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan Bupati Barru, Suardi Saleh, untuk sisa masa jabatan 2016-2021 di Ruang Pola Kantor Pemprov Sulsel, Rabu, (15/11/2017). Dalam sambutannya, Gubernur Syahrul berpesan agar Suardi mengawal megaproyek kereta api Trans Sulawesi yang pengerjaannya dimulai di Barru.

Gubernur Syahrul menitipkan pesan agar proyek kereta api jalan terus mengingat masa jabatannya segera berakhir pada awal 2018. “Saya titip Pak Bupati Barru (Suardi Saleh) agar proyek kereta api jalan terus. Sebenarnya bukan tanggungjawab bupati saja, tetapi kita semua,” kata Gubernur Sulsel dua periode tersebut.

Proyek kereta api Trans Sulawesi dimulai dari Kabupaten Barru. Tahap awal, proyek transportasi massal itu diproyeksikan menghubungkan Kota Makassar-Kota Parepare dengan panjang rel mencapai 145,23 kilometer. Tahun ini, pemerintah sudah melakukan ujicoba dan mematok penyelesaian rel kereta api sepanjang 40 kilometer.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Syahrul juga mengingatkan kepada Bupati Barru mengenai tanggungjawab sebagai pelayan masyarakat. Ia menegaskan kepala daerah harus senantiasa berpihak kepada rakyat dan tidak mengejar keuntungan pribadi. “Tidak gampang menjadi pejabat. Makanya jangan mensia-siakan amanah rakyat,” ujar dia.

Diketahui Suardi Saleh sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Barru. Ia naik tahta menggantikan Idris Syukur yang sebelumnya telah dinon-aktifkan lantaran tersandung kasus hukum. Idris divonis bersalah dalam kasus gratifikasi izin tambang. (***)

Gubernur Sulsel Wakili Indonesia di Konferensi OECD

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo

Makassar, KABAROKE — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Republik Indonesia mengajak Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, ke Paris, Perancis. Gubernur Sulsel dua periode tersebut diundang sebagai delegasi Indonesia pada konferensi Inovation in Goverment The New Normal.

Event internasional itu diselenggarakan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yang akan berlangsung 20-21 November 2017 di kantor pusat OECD di Paris, Perancis. Gubernur Syahrul diminta untuk memaparkan Sistem Informasi Lingkungan Hidup Online (SIMAS-LH Online) sebagai inovasi pelayanan publik Pemprov Sulsel.

Program SIMAS-LH Online diketahui diikutkan oleh KemenPAN-RB dalam kompetisi internasional sistem pelayanan publik yang dilaksanakan oleh OECD dan dinyatakan masuk jajaran tiga besar.

Gubernur Syahrul mengungkapkan undangan dari KemenPAN-RB dan masuknya program inovasi dari Sulsel merupakan apresiasi atas kinerja pemerintah daerah. “Ini penghargaan atas akselerasi Sulsel. Ini merupakan hasil dari apa yang dilakukan oleh pemerintah, kalau penata kelolaanya baik, ya hasilnya pasti baik,” ucap dia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulsel, Andi Hasbi Muhammad Nur, menambahkan SIMAS-LH Online akan dipresentasekan oleh orang nomor satu Sulsel pada hari kedua konferensi OECD. “Bapak Gubernur Sulsel diagendakan mempresentasekan program inovasi kita dalam konferensi pada hari kedua,” ucap Hasbi.

Dalam konferensi OECD juga akan dibahas seputar transportasi pemerintahan dan metode inovasi untuk kemajuan bangsa/negara. Dari Indonesia hanya ada dua gubernur yang diundang. Selain Gubernur Sulsel, juga akan hadir Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika dan beberapa menteri. (***)

Pusat Kakao Terbesar di Indonesia Segera Hadir di Pangkep

Manajemen PT Mars Indonesia Menemui Gubernur Sulsel Syahrul YL untuk Melaporkan Rencana Pembangunan Pusat Riset Kakao di Pangkep

Manajemen PT Mars Indonesia Menemui Gubernur Sulsel Syahrul YL untuk Melaporkan Rencana Pembangunan Pusat Riset Kakao di Pangkep

Makassar, KABAROKE — PT Mars Indonesia berencana membangun pusat riset pengembangan khusus kakao alias coklat di Sulsel. Proyek tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 95,2 hektar di wilayah Attang Salo, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep.

Direktur Perusahaan PT Mars Indonesia, Arie Nauvel Iskandar, mengatakan groundbreaking proyek pembangunan pusat riset pengembangan kakao di Pangkep digelar pada 13 November mendatang. Kehadiran pusat riset tersebut akan meningkatkan kualitas kakao Sulsel.

“Ini akan menjadi pusat pengembangan kakao terbesar di Indonesia. Tentunya juga akan berdampak pada peningkatan kualitas kakao Sulsel,” kata Arie, seusai menemui Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Pemprov Sulsel.

Dalam pertemuan tersebut, Arie memang banyak menyinggung perihal rencana pembangunan pusat riset pengembangan kakao di Pangkep. Proyek tersebut disebutnya telah cukup lama direncanakan. Adapun proses pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

Lebih jauh, Arie mengungkapkan selain membangun pusat riset kakao, PT Mars Indonesia juga menggandeng institusi pendidikan. Perusahaan telah membangun sejumlah fasilitas di sekolah-sekolah kejuruan yang ada di Pangkep serta bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk menunjang keberlangsungan produksi dan pengembangan riset kakao.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menyambut positif rencana pembangunan pusat riset kakao di wilayahnya. Terlebih, kakao merupakan salah satu komoditas andalan Sulsel untuk diekspor. Kehadiran pusat riset kakao diharapkannya mampu meningkatkan kualitas kakao daerahnya.

“Pembangunan pusat riset penting dan kita memang butuh. Coklat (kakao) itu komoditas strategis yang tidak pernah turun harganya,” kata Gubernur Sulsel dua periode tersebut.

Gubernur Syahrul melanjutkan penelitian yang terus dilakukan PT Mars Indonesia bisa menghasilkan bibit kakao unggul dari Sulsel. Diharapkannya pula industri kakao di Sulsel bisa terus bertumbuh sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. (***)

Gubernur Sulsel Sarankan Bank Syariah Dukung Sektor Pertanian

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo [dok net]

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo [dok net]

Makassar, KABAROKE — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menerima kunjungan pimpinan Bank Muamalat Regional Sulawesi Maluku Papua (Sulampua) di Kantor Pemprov Sulsel, Selasa, 31 Oktober. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Syahrul mendorong agar bank syariah mendukung sektor pertanian Sulsel.

Gubernur Syahrul mengungkapkan prospek sektor pertanian di Sulsel sangat menjanjikan. Namun, untuk pengembangannya dibutuhkan dukungan pembiayaan dari pihak perbankan, baik itu bank konvensional maupun bank syariah. “Muamalat bisalah mendukung UMKM, terutama di sektor pertanian selain sektor perikanan karena potensinya sangat besar,” kata dia.

Deputy Director Retail Banking Bank Maumalat, Ari Purnomo, merespons positif saran dari orang nomor satu di Sulsel tersebut. Pada dasarnya, kata dia, Bank Muamalat senantiasa siap mendukung akselerasi perekonomian daerah. Terlebih, perkembangan Bank Muamalat di Kawasan Timur Indonesia sangatlah baik.

Di Kawasan Timur Indonesia, Bank Muamalat kini memiliki 42 kantor cabang. Khusus di Sulsel, bank syariah ini sudah menembus 200 ribu nasabah. Dari segi pendanaan maupun pembiayaan, Bank Muamalat mampu bertumbuh hingga 30 persen. Adapun dana pihak ketiga alias DPK mencapai Rp2,6 triliun.

Dalam pertemuan dengan Gubernur Syahrul, Ari sekaligus Ahmad Syafril Ilham selaku pimpinan baru regional Sulawesi Maluku dan Papua. Ahmad Ilham mengantikan Agus Darmawan yang saat ini bertugas di Jakarta. “Bank Muamalat memilih Pak Ahmad karena putra asli Makassar yang memiliki kapasitas, pengetahuan, dan jaringan yang baik di daerah ini,” pungkasnya. (***)

Imbas Baja Ringan, Pasar Kayu di Sulsel Jadi Lesu

Pasar Kayu Jadi Lesu Lantaran Beralih ke Baja Ringan untuk Konstruksi Properti [dok net]

Pasar Kayu Jadi Lesu Lantaran Beralih ke Baja Ringan untuk Konstruksi Properti [dok net]

Makassar, KABAROKE — Syahrul Yasin Limpo selaku Gubernur Sulsel menerima kunjungan pengurus Himpunan Pengusaha Kayu Indonesia (HIPKI) Sulsel di ruang kerjanya, Selasa, (31/10/2017).

Kehadiran para pengusaha kayu itu untuk melaporkan agenda pengukuhan pengurus HIPKI Sulsel periode 2016-2021 pada 12 November mendatang.

Momentum pertemuan dengan Gubernur Sulsel sekaligus digunakan para pengusaha kayu tersebut untuk curhat. Kepada orang nomor satu di Sulsel itu, mereka menceritakan perihal lesunya pasar kayu imbas kehadiran baja ringan. Hampir seluruh proyek real estate alias properti lebih senang menggunakan baja ringan untuk konstruksi.

“Yang perlu bapak gubernur ketahui bahwa ada kendala yang kami hadapi sekarang. Situasi pasar (kayu) cukup lesu pasca-hadirnya baja ringan,” ungkap Nawiruddin selaku Sekretaris HIPKI Sulsel.

Nawiruddin memberikan gambaran kepada Gubernur Syahrul mengenai industri dan usaha kayu yang cukup lesu dalam dua tahun terakhir. Penurunan produksi maupun pendapatan para pengusaha kayu berkisar 30-40 persen. Bila itu terus dibiarkan, dikhawatirkan berdampak pada pemutusan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Menurut Nawiruddin, untuk sekarang saja sudah banyak industri dan usaha kayu di Sulsel yang melakukan perampingan karyawan. Bahkan, ada beberapa perusahaan yang diakuinya ‘dipaksa’ memilih untuk menutup usahanya.

Ketua HIPKI Sulsel, Mulyadi, menambahkan berbagai permasalahan maupun prospek industri dan usaha kayu di Sulsel bakal dibahas dalam rangkaian pengukuhan pengurus HIPKI. Toh, pihaknya memang merangkaikan pengukuhan pengurus dengan dialog yang akan membicarakan kendala dan peluang usaha kayu.

Mendengar curhat para pengusaha kayu, Gubernur Syahrul merasa prihatin atas kondisi di lapangan tersebut. Menurut dia, pemerintah sebagai pemegang kebijakan perlu duduk bersama dengan para pengusaha kayu untuk merumuskan apa yang harus dilakukan agar bisa tetap eksis.

Gubernur Syahrul juga berharap nanti ada rumusan dan rekomendasi yang keluar untuk menjamin keberlangsungan usaha kayu. Minimal ada, lanjutnya, ada rekomendasi agar material kayu tetap bisa digunakan dalam bidang perumahan. (***)

Gubernur Jamin Kemudahan Izin Investasi di Sulsel

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo [dok net]

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo [dok net]

Makassar, KABAROKE — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menjamin kemudahan izin investasi di daerahnya, sebagaimana arahan dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Dari waktu ke waktu, pihaknya memang terus berbenah dan meningkatkan pelayanan, termasuk mempermudah perizinan agar tidak mengganggu iklim investasi di Sulsel.

“Presiden (Jokowi) meminta izin dipermudah, tidak menunggu hari, tetapi cukup hitungan jam. Kalau di Sulsel, itu sudah diterapkan bahkan lebih cepat,” kata Gubernur Syahrul.

Gubernur Syahrul mengungkapkan kemudahan izin investasi menjadi salah satu penekanan Jokowi dalam acara ‘Pengarahan Presiden Republik Indonesia Kepada Para Gubernur, Bupati dan Wali Kota Seluruh Indonesia’ di Istana Negara, Selasa, 24 Oktober malam. Investasi diyakini mampu mengakselerasi pembangunan daerah.

Gubernur Sulsel dua periode itu menyebut Jokowi meminta agar daerah memberikan ruang bagi investor agar menanamkan modalnya. Regulasi yang ada diingatkan Jokowi agar tidak dibuat berbelit-belit yang hanya akan menghambat iklim investasi. Kemudahan izin investasi harus diterapkan dari pusat hingga daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMD-PTSP) Sulsel, AM Yamin, mengatakan kemudahan izin investasi dan layanan prima menjadi salah satu program prioritas. Hal itu diklaimnya berhasil dilaksanakan dibuktikan dengan terus meningkatnya nilai investasi di Sulsel.

Yamin mengungkapkan pada tahun ini, Sulsel menargetkan realisasi investasi menembus Rp9 triliun. Target itu diyakininya akan mampu dicapai. Semester I 2017 saja, kata dia, realisasi investasi Sulsel tidak kurang dari Rp7,4 triliun atau sudha mendekati capaian tahun lalu sebesar Rp8,5 triliun. (***)

1 2 3 9