Muhammadiyah Harapkan Kasus Ahok Tuntas Agar Bangsa Tak Tersandera

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Saat Menerima Kunjungan Presiden Jokowi

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Saat Menerima Kunjungan Presiden Jokowi

Jakarta, KABAROKE — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengharapkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, segera tuntas agar bangsa tidak tersandera oleh perbuatan yang dianggapnya gegabah. Kasus Ahok disebutnya tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

“Kasus ini diharap segera berakhir agar bangsa ini tidak tersandera,” ucapnya di Gedung Muhammadiyah, Selasa, 8 November.

Haedar juga berharap agar umat Islam tetap bisa menciptakan suasana yang damai dalam mengawal proses hukum kasus Ahok. “Seluruh rakyat, (termasuk) media massa harus menciptakan kondusifitas pasca demo,” ungkapnya. Diketahui, kasus Ahok memicu gelombang demonstrasi sebagai bentuk protes atas lambannya penuntasan kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok.

Dalam penanganan kasus tersebut, Haedar meminta aparat penegak hukum untuk tidak malah mengembangkan tafsir yang dapat menambah eskalasi ketegangan. “Kepolisian tidak perlu mengembangkan tafsir-tafsir yang dapat menambah eskalasi ketegangan, cukup sesuai garis arahan dari presiden,” tutur dia.

Presiden Jokowi diketahui sudah memerintahkan Kapolri untuk menuntaskankan kasus Ahok secara cepat, tegas dan transparan. Karena itu pula, gelar perkara kasus tersebut diagendakan Bareskrim Polri dilakukan secara terbuka pada pekan depan. Kasus ini sendiri diketahui berawal dari pernyataan Ahok yang menyinggung Surah Al Maidah ayat 51 saat melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu. (Iqbal)

Ini Sedikit Bocoran Pemeriksaan Ahok di Mabes Polri

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok)

Jakarta, KABAROKE — Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membocorkan sedikit terkait materi pemeriksaan terhadap dirinya yang dituduh melakukan penistaan agama saat melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu akhir September lalu. Diketahui, penyidik Bareskrim Polri sudah memeriksa Ahok di Mabes Polri pada Senin, 7 November lalu.

Ahok menceritakan dalam pemeriksaan itu, penyidik menanyakan apakah saat melakukan pidato di Kepulauan Seribu tersebut dirinya membaca teks atau berdasarkan improvisasinya sendiri. “Yang sederhana saya buka satulah, misalnya dia (penyidik) nanya pidato bapak pakai teks nggak. Saya bilang nggak,” kenang Ahok.

Terkait lamanya waktu pemeriksaan yang mencapai sembilan jam, Ahok menganggap itu merupakan hal yang wajar. “Ya pasti lamalah karena dia kan ingin menemukan ada nggak niat saya dan dia juga ingin tahu kenapa saya mengatakan hal itu,” tambahnya

Diketahui, kemarin Ahok diperiksa Bareskrim Polri atas dugaan kasus penistaan agama yang dilakukannya terkait surat Al Maidah ayat 51 yang ia singgung saat melakukan kunjungan dinas di Kepulauan Seribu pada 27 September lalu. (Iqbal)

Muhammadiyah Dukung Langkah Jokowi Percepat Penuntasan Kasus Ahok

Presiden Jokowi Saat Mengunjungi PP Muhammadiyah

Presiden Jokowi Saat Mengunjungi PP Muhammadiyah

Jakarta, KABAROKE — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir, menyatakan pihaknya mendukung langkah Presiden Jokowi yang menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menuntaskan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Diketahui, Jokowi meminta Kapolri mengungkap kasus Ahok secara cepat, tegas dan transparan.

“Kami memberikan penghargaan yang tinggi atas komitmen Presiden Jokowi atas instruksinya ke kepolisian untuk memproses hukum dugaan penistaan agama dengan cepat, tegas dan transparan. Kami berharap itu bisa dilaksanakan secara konsisten,” ucap Haedar, Selasa, 8 November.
.
Haedar juga meminta aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus Ahok tidak mengembangkan tafsir yang bisa membuat umat Muslim kesal. “Kepolisian tidak perlu mengembangkan tafsir-tafsir yang dapat menambah eskalasi ketegangan. Cukup sesuai garis arahan dari Presiden,” tandasnya.

Lebih jauh, Ketua PP Muhammadiyah itu menyampaikan pertemuan dengan Presiden Jokowi pada hari ini, sekaligus ajang silahturahim pasca-demo 4 November. “Tadi kita bicara dari hati ke hati dengan kekeluargaan. Kita membicarakan hal substantif yang telah disampaikan Presiden,” ujarnya. (Iqbal)

Bareskrim Sudah Periksa 5 Ahli dalam Kasus Ahok

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok

Jakarta, KABAROKE — Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terus mendalami kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dalam kasus tersebut, penyidik telah meminta keterangan terhadap lima ahli dan 15 saksi. Bahkan uji laboratorium forensik terhadap video yang memuat pidato Ahok telah dilakukan.

“Kami sudah periksa 15 saksi dan 5 ahli. Kita juga menguji video pidato Ahok di laboratorium forensik,” kata Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, Senin, 31 Oktober. Selanjutnya, dia mengatakan para ahli yang dimintai keterangan yakni, ahli agama, ahli pidana, dan ahli bahasa. Di antaranya yakni akademikus dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia. Ada pula ahli dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sementara 15 orang saksi di antaranya adalah para pelapor, saksi yang hadir di Pulau Seribu pada saat Ahok berpidato di depan warga, pegawai pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Ahok sendiri.

Menurut Boy, polisi telah mengetahui hasil dari pemeriksaan yang dilakukan. Meski demikian, dirinya masih belum bersedia menjelaskan bagaimana hasilnya. Begitu pula dengan hasil pemeriksaan para saksi. “Ini berkaitan dengan substansi, bukannya saya tidak bisa menjelaskan,” tuturnya.

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menerima empat laporan masyarakat mengenai kasus serupa. Tiga laporan menyusul datang dari Polda Metro Jaya karena kasusnya sama. Para pelapor membawa bukti video pembicaraan Ahok di depan warga Kepulauan Seribu.

Dalam video yang juga menyebar di Youtube itu, Ahok menyebut Surat Al-Maidah. Terkait kasus tersebut, Ahok juga telah mendatangi Bareskrim untuk memberi penjelasan mengenai ucapannya itu. (Iqbal)

1 7 8 9