Kemendag Sinergikan Jaringan Eksportir Nasional

Jakarta, KABAROKE – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) mensinergikan jaringan eksportir nasional melalui pertemuan yang diikuti oleh peserta dan pemenang Primaniyarta, dalam upaya untuk mengetahui berbagai kendala dan hambatan para pelaku usaha dalam negeri tersebut.

“Pertemuan ini merupakan kesempatan penting untuk menyinergikan semua potensi, jaringan dan menjadi wadah dialog eksportir nasional terkait kendala, hambatan, dan permasalahan yang dihadapi para pelaku ekspor, sehingga ada solusi bersama,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (12/04)

Primaniyarta merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi panutan bagi eksportir lain.

Pemberian Penghargaan Primaniyarta 2015 dikelompokkan dalam 4 kategori, yakni Kategori Eksportir Berkinerja, Kategori Pembangun Merek Global, Kategori Eksportir Potensi Unggulan Ekspor, dan Kategori Eksportir Pelopor Pasar Baru.

Nus mengatakan, penerima Primaniyarta diberikan skema pembiayaan ekspor khusus dari Indonesia Eximbank dan Standard Chartered Bank.

“Dari Indonesia Eximbank, ada fasilitas pembiayaan ekspor dengan skema komersial yang dapat menjadi alternatif pembiayaan. Adapun fasilitas pembiayaan ekspor tersebut berupa pembiayaan modal kerja ekspor, pembiayaan investasi, penjaminan, asuransi, dan fasilitas trade finance,” jelas Nus.

Perusahaan penerima penghargaan Primaniyarta dinilai memiliki keunggulan yang dapat diandalkan untuk bersaing di pasar ekspor dan memiliki pasar tujuan ekspor yang sangat beragam di pasar tradisional dan nontradisional.

“Perusahaan penerima Primaniyarta adalah perusahaan memiliki kinerja ekspor terbaik, keuangan sehat, dan tidak tersangkut masalah hukum dalam bidang perbankan, pajak, bea cukai, lingkungan, maupun masalah ketenagakerjaan,” tambah Nus.

Nus menambahkan, diharapkan agar perusahaan penerima Primaniyarta bisa membangun jejaring yang cukup baik, untuk membangun komunikasi dan pertukaran ilmu antara para pengekspor yang mempunyai jaringan lebih luas, dengan para pengekspor yang kurang luas jaringannya.

” Dengan demikian, bisa membantu peningkatan ekspor dan mewujudkan tujuan pemerintah untuk meningkatan kinerja ekspor nasional,” jelasnya.

Pada acara tersebut dihadiri perusahaan penerima Primaniyarta tahun 2011-2015, tim juri, tim evaluasi Primaniyarta tahun 2015, serta para eksportir Indonesia yang tergabung dalam Customer Service Center (CSC) binaan Ditjen PEN.

Sejak penyelenggaraannya pada 1992 hingga 2015, telah terpilih sebanyak 324 perusahaan penerima Penghargaan Primaniyarta, yang berasal dari 28 provinsi di luar enam provinsi yang belum pernah mengirimkan perusahaan binaannya.

Sedangkan penerima Primaniyarta selama 1992-2015 yang menerima penghargaan lebih dari dua kali sebanyak 54 perusahaan, dan perusahaan yang menerima Primaniyarta selama lima tahun berturut-turut adalah PT Bio Farma, PT Growth Asia, PT Indesso Aroma, PT Megasurya Mas, PT Musim Mas, dan PT Smart Tbk.

Kemendag Jamin Keseimbangan Pasokan Jagung Di Indonesia

KABAROKE – Kementerian Perdagangan menyatakan. Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/3/2016 Tentang Ketentuan Impor Jagung, dapat menjaga keseimbangan pasokan jagung khususnya untuk pakan ternak di Indonesaia.

“Untuk jagung pakan hanya Perum Bulog, supaya menjaga keseimbangan. Dan Bulog tahu kemana para peternak mandiri itu, yang selama ini kurang mendapatkan pasokan dan Bulog bisa mendistribusikan secara merata,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina, seusai menghadiri peluncuran Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat, di Brebes, Jateng, Senin.

Srie melanjutkan, dalam Permendag yang ditandatangani pada 24 Maret 2016 lalu, jenis jagung dibagi dalam tiga jenis yakni jagung untuk memenuhi kebutuhan pangan, jagung untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak dan Jagung bahan baku industri.

“Berdasar hasil rapat di Menteri Koordinator Perekonomian, yang sedikit bermasalah itu adalah pasokan pakan ternak. Maka untuk pakan ternak tersebut akan ditugaskan ke Perum Bulog,” ujar Srie.

Namun, untuk importasi bahan baku industri, para importir masih diperbolehkan selama memiliki Angka Pengenal Importir Produsen (API-P). Sementara impor jagung untuk pakan, hanya bisa dilakukan oleh Perum Bulog setelah mendapatkan penugasan dari pemerintah.

“Yang menentukan besaran impor adalah besaran kebutuhan dari peternak. Keputusan untuk jenis dan volume melalui mekanisme Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian. Saat ini belum diputuskan (besaran impor),” kata Srie.

Dalam ketentuan tersebut, impor jagung untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan bahan baku industri hanya dapat dilakukan oleh perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir Umum (API-U) dan Angka Pengenal Importir Produsen (API-P).

“Bulog juga diperbolehkan, tapi orang lain juga diberikan kesempatan yang sama di luar pakan ternak,” ujar Srie.

Impor jagung untuk pakan tersebut, hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan impor dari Menteri. Persetujuan tersebut, hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian.

Tahun Ini, Kemendag Akan Bangun Pasar Rakyat Di Desa Lumindai, Sumatera Barat

“Kondisi pasar yang ada sudah tidak mempu menampung pedagang yang setiap harinya sekitar 100 orang.”

(foto dok-net)

KABAROKE – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia berencana akan membangun pasar rakyat yang berada di kawasan Desa Lumindai, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat,  tahun ini.

“Pembangunannya didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan sebesar Rp1 miliar lebih untuk mengun los baru pasar tipe B serta kelengkapan fasilitas umum dan sosial lainnya di pasar tersebut,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Pertambangan Industri Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi Sawahlunto, Gustaf, Sabtu, (02/04).

Ia mengatakan, hal ini dikarnakan kondisi pasar yang ada sudah tidak mempu menampung pedagang yang setiap harinya sekitar 100 orang.

Lebih lanjut ia mengatakan. Seluruh persiapan pembangunan sedang dijalankan bersama dinas terkait, baik perencanaan lokasi, desain bangunan, legalitas lahan dan lainnya sebelum pekerjaan pembangunan dilelang.

“Direncanakan kegiatan pembangunan sudah bisa terlaksana pada April 2016,” ujar dia.

Nantinya. Selain sebagai sarana jual-beli, pasar itu diharapkan dapat menunjang pertumbuhan ekonomi daerah yang dikenal sebagai penghasil menggis, tembakau, kakao, dan lainnya. (antara)

1 9 10 11