Kunjungan Turis Melonjak, Tingkat Hunian Hotel di Sulsel Malah Menurun

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam

Makassar, KABAROKE — Melonjaknya kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman tidak selamanya berbanding lurus dengan tingkat okupansi alias Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat TPK hotel berbintang di Sulsel malah melorot tatkala kunjungan wisman mengalami peningkatan periode Februari 2018.

Berdasarkan data BPS, kunjungan wisman ke Sulsel melalui pintu masuk Makassar periode Februari 2018 mencapai 1.004 kunjungan atau naik 21,55 persen dibandingkan torehan bulan sebelumnya. Adapun TPK hotel berbintang malah melorot 3,49 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya. TPK hotel berbintang periode bulan kedua pada tahun ini hanya 47,47 persen.

“Kunjungan wisman ke Sulsel pada Februari 2018 cukup menggembirakan, terjadi kenaikan 21,55 persen. Tapi, itu malah tidak berbanding lurus dengan TPK hotel berbintang yang malah menurun 3,49 poin, dari 50,96 persen menjadi 47,47 persen,” ujar Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam.

Nursam mengimbuhkan TPK hotel berbintang hanya menurun bila ditilik secara bulanan. Secara tahunan, kata dia, sebenarnya terjadi peningkatan 3,29 poin. TPK hotel berbintang pada periode yang sama pada tahun lalu di Sulsel diketahui hanya 44,18 persen.

Kata Nursam, bila ditelisik lebih dalam lagi, hotel bintang lima mencatat tingkat okupansi tertinggi mencapai 62,73 persen. Adapun tingkat okupansi terendah dicatatkan hotel bintang dua sebesar 37,7 persen. “TPK hotel bintang lima naik 6,15 persen dan TPK hotel bintang dua turun 2,37 persen bila dibandingkan bulan sebelumnya,” tuturnya.

“Adapun rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu domestik pada hotel klasifikasi bintang di Sulsel pada Februari masing-masing 2,49 hari dan 2,00 hari,” pungkas Nursam. (**)

Duh, Kunjungan Wisman ke Sulsel Terus Menurun

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam

Makassar, KABAROKE — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Sulsel melalui pintu masuk Makassar terus merosot. Dalam tiga bulan terakhir, statistik menunjukkan kedatangan turis asing semakin menurun. Bahkan, BPS merilis kunjungan wisman ke Sulsel periode Oktober 2017 anjlok hingga 10,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Jumlah wisman yang datang melalui pintu masuk Makassar per Oktober 2017 tercatat 1.399 kunjungan. Jumlah itu menurun 10,95 persen dibandingkan jumlah wisman pada September 2017 yang mencapai 1.571 kunjungan. Kalau dibandingkan dengan Oktober 2016, penurunannya lebih tinggi lagi hingga 46,01 persen,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, di Makassar.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Oke, jumlah wisman ke Sulsel pada September 2017 pun merosot 5,42 persen, dari 1.661 kunjungan menjadi 1.571 kunjungan. Bahkan, periode Agustus 2017, penurunan jumlah kunjungan wisman menyentuh 18,49 persen, dari sebelumnya mencapai 2.049 kunjungan.

Terlepas dari merosotnya kunjungan wisman secara bulanan, Nursam menyebut secara kumulatif rentang Januari-Oktober 2017, jumlah wisman ke Sulsel mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. “Secara kumulatif tahun ini, total jumlah wisman mencapai 14.518 kunjungan. Itu naik 14,68 persen dibandingkan jumlah wisman pada periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 12.660 kunjungan,” tuturnya.

Lebih jauh, Nursam mengungkapkan kunjungan wisman ke Sulsel didominasi oleh lima negara yakni Malaysia, Perancis, Singapura, Jerman dan Amerika Serikat. Total lima negara itu berkontribusi 70,55 persen dari total wisman atau setara 987 kunjungan. Malaysia disebutnya paling dominan dengan kontribusi 727 kunjungan wisman. (***)

Turis Asal China Dominasi Kunjungan ke Bali

Turis China Dominasi Kunjungan Wisman ke Indonesia (dok net)

Turis China Dominasi Kunjungan Wisman ke Indonesia (dok net)

Denpasar, KABAROKE — Wisatawan China menempati urutan pertama terbanyak dalam daftar turis mancanagera yang berkunjung ke Bali pada periode Januari-Agustus 2017.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho, di Denpasar, Bali, pada Senin, bahwa pada periode tujuh bulan pertama 2017 itu total turis China yang datang ke Bali mencapai 1,04 juta orang.

Sebagian besar turis China datang melalui Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya dan hanya 153 orang yang datang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.

Kedatangan masyarakat negeri Tirai Bambu itu melonjak 388.186 orang atau 58,69 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Adi Nugroho menjelaskan kunjungan wisatawan China itu mampu memberikan kontribusi sebesar 26,21 persen dari total turis ke Bali sebanyak 4,005 juta orang selama periode Januari-Agustus 2017.

Kunjungan tersebut meningkat 811.243 orang atau 25,40 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 3,193 juta orang.

Adi Nugroho menambahkan, China menempati peringkat teratas, disusul dengan kunjungan masyarakat Australia yang memberikan andil 18,57 persen dan India pada peringkat ketiga (4,38 persen).

Kemudian Jepang memberikan andil 4,33 persen, Inggris 4,15 persen, Amerika Serikat 3,37 persen, Korea Selatan 3,13 persen, Perancis 3,10 persen, Jerman 2,91 persen dan Malaysia 2,88 persen.

Dari sepuluh negara penyumbang turis terbesar ke Bali, semuanya meningkat secara signifikan.

Selain karena makin membaiknya hubungan Indonesia dengan China, peningkatan turis asal Negeri Tirai Bambu itu juga didukung penerbangan langsung oleh Garuda Indonesia.

Sementara Konsul Jenderal China di Bali Hu Yinquan dalam kesempatan terpisah mengatakan, pihaknya mempromosikan pariwisata Bali kepada warganya karena kemiripan seni dan budaya antara Bali dengan di negaranya.

Terkait dengan Gunung Agung (3.142 meter) di Kabupaten Karangasem yang kini berstatus Awas (level IV), Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah mengundang dan bertemu dengan 33 konsul jenderal negara sahabat pada hari Rabu (4/10).

Gubernur Mangku Pastika mengharapkan wisatawan tidak perlu khawatir mengunjungi Pulau Dewata, meskipun saat ini Gunung Agung di Kabupaten Karangasem berstatus Awas. (***)

Payah! Kunjungan Turis ke Sulsel Anjlok 18,94 Persen

Turis China Dominasi Kunjungan Wisman ke Indonesia (dok net)

Turis China Dominasi Kunjungan Wisman ke Indonesia (dok net)

Makassar, KABAROKE — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Sulsel melalui pintu masuk Makassar mengalami penurunan 18,94 persen periode Agustus 2017. Terdata penurunan 388 kunjungan wisman dibandingkan periode bulan sebelumnya. “Per Agustus 2017, kunjungan wisman turun 18,94 persen dari 2.049 kunjungan menjadi 1.661 kunjungan,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, Rabu, (4/10/2017).

Menurut Nursam, penurunan kunjungan wisman hanya terjadi secara bulanan. Secara tahunan, BPS malah mencatat lonjakan kunjungan hingga 48,97 persen. Nursam mengimbuhkan secara kumulatif, rentang Januari-Agustus 2017 dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, juga terjadi kenaikan hingga 2.988 kunjungan. Statistik tersebut mengindikasikan pariwisata Sulsel cukup berkembang dalam setahun terakhir.

“Secara kumulatif periode Januari-Agustus 2017, jumlah kunjungan wisman ke Sulsel mencapai 11.548 kunjungan atau naik 34,91 persen. Periode yang sama pada tahun lalu, kami mencatat kunjungan wisman hanya berkisar 8.560 kunjungan,” urai Nursam.

Kunjungan wisman ke Sulsel, Nursam menyatakan masih sangat didominasi Malaysia. Turis asal Negeri Jiran sepanjang tahun ini selalu menempati urutan teratas. Bahkan, saat kunjungan wisman negara lain mengalami penurunan pada Agustus, kunjungan wisman Malaysia tetap mampu bertumbuh positif. “Ada kenaikan 127 kunjungan dari 808 kunjungan per Juli menjadi 934 kunjungan per Agustus,” tutur dia.

Berdasarkan data BPS, lima negara dengan penyumbang wisman terbesar ke Sulsel yakni Malaysia, Prancis, Singapura, Amerika Serikat dan Belanda. Keempat negara terakhir meski masuk lima besar, kata Nursam tapi mengalami penurunan kunjungan. “Prancis dan Belanda yang paling merosot, masing-masing turun 83 kunjungan dan 75 kunjungan.”

Penurunan kunjungan wisman ke Sulsel, Nursam mengatakan tidak banyak berpengaruh Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang. Periode Agustus 2017, TPK hotel berbintang malah mengalami peningkatan 1,59 poin dibandingkan pada Juli 2017 dari 47,65 persen menjadi 49, 24 persen. “Secara tahunan, kenaikan TPK hotel berbintang lebih tinggi lagi berkisar 2,4 poin,” pungkasnya. (***)

Ternyata! Turis Asia Tenggara Paling Sering ke Sulsel

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam Rilis Data Inflasi

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam Rilis Data Inflasi

Makassar, KABAROKE — Kunjungan turis alias wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Selatan pada Juni 2017 didominasi dari negara-negara Asia Tenggara. Dari lima negara penyumbang turis terbesar ke Sulsel, tiga teratas berasal dari Asia Tenggara, seperti Malaysia, Filipina, dan Singapura. Sisanya dua negara berasal dari India dan Mesir.

“Lima negara dengan jumlah wisman terbesar ke Indonesia melalui pintu masuk Makassar (Sulsel) periode Juni 2017 yakni Malaysia, Filipina, Singapura, India, dan Mesir. Kontribusinya mencapai 79,98 persen dari total wisman yang mencapai 1.224 kunjungan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Nursam Salam di Makassar, Senin, 14 Agustus.

Berdasarkan data BPS, kunjungan wisman ke Sulsel periode Juni 2017 mengalami peningkatan 10,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Periode Mei 2017, kunjungan wisman ke Sulsel berkisar 1.103 kunjungan. Peningkatan itu terjadi berkat kontribusi kunjungan wisman asal Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Filipina.

Lonjakan tertinggi terjadi pada kunjungan wisman asal Malaysia dari 553 kunjungan menjadi 750 kunjungan. Disusul kunjungan turis asal Filipina dari 21 kunjungan menjadi 62 kunjungan.

“Tren kunjungan wisman Malaysia dan Filipina meningkat. Kunjungan wisman Malaysia naik 197 kunjungan dan wisman Filipina naik 41 kunjungan,” papar Nursam.

Selain Asia Tenggara, Nursam menjelaskan kunjungan turis Eropa juga cukup memberikan kontribusi positif, meski masih harus ditingkatkan. Setidaknya ada empat negara Eropa yang warganya kerap berkunjung ke Sulsel yakni Inggris, Belanda, Jerman dan Perancis.

“Secara umum, kunjungan wisman asal Eropa sedikit menurun. Dari empat negara Eropa penyumbang turis terbesar, tiga diantaranya mengalami penurunan. Hanya Belanda yang meningkat dari 15 kunjungan menjadi 22 kunjungan. Sedang yang paling menurun Perancis dari 61 kunjungan menjadi 17 kunjungan,” pungkasnya. (tyk)

Kunjungan Wisman Asal Malaysia Tergerus Paling Tinggi

Kepala BPS Nursam Salam

Kepala BPS Nursam Salam

Makassar, KABAROKE — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Sulsel melalui pintu masuk Kota Makassar pada Mei 2017. Terjadi penurunan dari 1.149 kunjungan menjadi 1.103 kunjungan. “Penurunannya tidak begitu signifikan sebesar 4 persen,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, di Makassar, belum lama ini.

Merosotnya kunjungan wisman ke Sulsel tersebut dipengaruhi oleh semakin kurangnya turis asal Malaysia yang melancong. Periode Mei terjadi penurunan 48 kunjungan. Diketahui kunjungan turis Malaysia pada April mencapai 601 kunjungan. Namun, saat Mei tersisa 553 kunjungan. “Selain Malaysia, kunjungan wisman Singapura dan Belanda juga turun cukup tinggi,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Warta Ekonomi, kunjungan wisman ke Sulsel sepanjang 2017 sangat fluktuatif. Periode Maret, kunjungan wisman sempat naik 24,87 persen menjadi 1.491 kunjungan. Namun, sebulan berikutnya, tepatnya April, kunjungan wisman malah merosot 22,94 persen menjadi 1.149 kunjungan. Tahun lalu, kunjungan wisman bahkan sempat menembus 2.000 kunjungan.

Nursam mengimbuhkan kunjungan wisman ke Sulsel dalam beberapa waktu terakhir didominasi asal Malaysia. Meski terus menurun, jumlah kunjungan turis Malaysia selalu berkisar ratusan kunjungan. Adapun empat negara lain yang berkontribusi cukup besar yakni India, Prancis, Singapura dan Tiongkok.

“Kebanyakan kunjungan wisman ke Sulsel berasal dari Benua Asia, seperti Malaysia, Singapura, Tiongkok dan India. Selebihnya dari Benua Eropa, seperti Perancis,” papar Nursam.

Penurunan jumlah wisman, Nursam menyatakan ternyata berbanding terbalik dengan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di sejumlah hotel berbintang di Makassar pada Mei 2017. “TPK pada Mei malah meningkat 1,15 poin dibandingkan April yaitu dari 48,68 persen menjadi 48,01 persen,” ujarnya.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada hotel berbintang empat. Nursam menyebut kenaikan TPK hotel bintang empat mencapai 6,82 persen. Adapun, TPK hotel bintang lima merosot signifikan mencapai 10 persen. “Selain hotel bintang lima, penurunan juga terjadi pada hotel bintang dua. Sisanya mengalami kenaikan,” pungkas Nursam. (tyk)

Kunjungan Wisman ke Sulsel Turun 4 Persen

Turis China Dominasi Kunjungan Wisman ke Indonesia (dok net)

Kunjungan Wisman ke Indonesia Terus Berusaha Digenjot (dok net)

Makassar, KABAROKE — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mendata jumlah wisatawan mancanegara pada Mei 2017 yang masuk melalui pintu Makassar mengalami penurunan sekitar empat persen dari bulan sebelumnya.

“Jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Sulsel ini khusus yang melalui pintu Makassar terjadi penurunan sekitar empat persen dan penurunannya tidak terlalu besar,” ujar Kepala BPS Sulsel Nursam Salam.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan anggotanya pada bulan Mei itu, jumlah wisatawan melalui pintu Makassar itu tercatat sebanyak 1.103 kunjungan dibandingkan dengan bulan sebelumnya pada April 2017 sebanyak 1.149 orang.

Nursam mengaku, penurunan jumlah angka pelancong mancanegara ini tidak cukup signifikan karena dari satu bulan ke bulan lainnya atau dengan persentase sekitar empat persen.

Adapun dari jumlah itu, terdapat lima negara yang menjadi penyumbang terbesar wisatawan mancanegara yakni, Malaysia, India, Prancis, Singapura dan Tiongkok.

“Kalau melihat negara penyumbang wisatawan berdasarkan lima negara teratas itu ada yang dari Benua Asia seperti Malaysia, Singapura, Tiongkok dan India. Kemudian dari Benua Eropa hanya Prancis,” katanya.

Berdasarkan jumlah wisman yang terdata dari kelima negara tersebut yakni Malaysia mencatat angka sebanyak 553 kunjungan, Singapura 41 kunjungan, Tiongkok 37 kunjungan, India 63 kunjungan serta Prancis 61 kunjungan.

“Wisman dari lima negara itu yang menjadi penyumbang besar untuk bulan Mei ini. Kalau melihat persentasenya itu sekitar 68 persen. Sedangkan negara-negara lainnya itu tidak cukup banyak, hanya beberapa orang saja sampai belasan,” sebutnya.

Kenaikan jumlah wisman, lanjutnya, juga berdampak pada Tingkat Penghuni Kamar (TPK) di sejumlah hotel berbintang di Makassar, Sulsel pada Mei ini.

Pada tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Sulawesi Selatan rata-rata mencapai 48,01 persen atau naik 1,15 poin dibandingkan dengan TPK April yang hanya 46,86 persen.

Sedangkan lama menginapnya mencapai 2,05 hari atau mengalami penurunan 0,11 hari jika dibandingkan dengan rata-rata lama tamu menginap pada bulan sebelumnya. (***)

April 2017, Kunjungan Wisman ke Sulsel Turun 22,94 Persen

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam Rilis Data Inflasi

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam Rilis Data Inflasi dan Perkembangan Pariwisata

Makassar, KABAROKE — Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulsel mengalami penurunan signifikan pada April 2017. Tercatat adanya penurunan 342 kunjungan wisman atau setara 22,94 persen jika dibandingkan periode Maret 2017. Penurunan terbesar terjadi pada wisman alias turis asal Malaysia yang selama ini selalu mendominasi kunjungan ke Kota Daeng.

“Untuk April, jumlah wisman yang datang melalui pintu masuk Makassar tercatat 1.149 kunjungan. Itu turun dibandingkan capaian Maret sebanyak 1.491 kunjungan. Secara keseluruhan penurunan kunjungan wisman ke Sulsel sangat dipengaruhi turun kunjungan wisman asal Malaysia,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam, di Makassar.

Berdasarkan data BPS, jumlah wisman asal Malaysia berkurang hingga 208 kunjungan pada periode April. Tercatat hanya 601 kunjungan turis asal Malaysia pada April. Padahal, sebulan sebelumnya jumlah wisman asal Negeri Jiran mencapai 809 kunjungan. “Selain wisman asal Malaysia, penurunan terbesar juga terjadi pada kunjungan wisman asal Inggris, Rusia dan Jerman.”

Menurut Nursam, penurunan pada periode April membuat rata-rata kunjungan wisman ke Sulsel berada pada posisi stganan. Sepanjang 2017, tercatat jumlah wisman rata-rata sekitar 1.000 kunjungan. Torehan itu jauh dibandingkan pada periode tahun lalu, semisal November 2016 yang menembus 2.261 kunjungan. “Bulan lalu (Maret) sebenarnya ada peningkatan, tapi turun lagi periode April,” ucap dia.

Seiring menurunnya kunjungan wisman, tingkat penghunian kamar alias TPK hotel berbintang di Sulsel juga merosot 0,42 poin. TPK hotel berbintang di Sulsel pada April 2017 mencapai rata-rata 46,86 persen. Tercatat tiga dari lima klasifikasi hotel berbintang merosot. Penurunan tertinggi terjadi pada hotel bintang lima mencapai 3,97 persen. Namun, hotel bintang empat malah naik sebesar 2,14 persen.

Penurunan jumlah wisman dan TPK hotel berbintang ternyata tidak berpengaruh signifikan pada rata-rata lama tamu menginap. Nursam menyebut ada kenaikan rata-rata lamu tamu menginap sebesar 0,05 hari menjadi 2,16 hari pada April 2017. Kenaikan tersebut ditunjang oleh tamu dalam negeri alias domestik maupun tamu asing.

“Rata-rata menginap tamu domestik naik dari 2,09 hari menjadi 2,11 hari. Kenaikan rata-rata menginap juga terjadi pada tamu asing, dari 3,38 hari menjadi 3,78 hari,” pungkas Nursam. (***)

Maret, Kunjungan Wisman ke Sulsel Melonjak 24,8 Persen

Turis China Dominasi Kunjungan Wisman ke Indonesia (dok net)

Kunjungan Wisman (dok net)

Makassar, KABAROKE — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Nursam Salam mengungkapkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerahnya pada Maret 2017 mengalami kenaikan 24,87 persen. Lonjakan kunjungan turis ke Sulsel melalui pintu masuk Makassar tercatat baru pertama terjadi sepanjang 2017. Dua bulan terdahulu, kunjungan wisman selalu memperlihatkan data penurunan.

“Alhamdullilah, kunjungan wisman pada Maret memperlihatkan data yang menggembirakan. Terjadi kenaikan yang cukup signifikan dari 1.194 kunjungan menjadi 1.491 kunjungan atau naik 24,87 persen,” kata Nursam, saat merilis data perkembangan pariwisata di Kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Kota Makassar, Sulsel, kemarin.

Nursam menyebut meski terjadi kenaikan di atas 20 persen, jumlah kunjungan wisman ke Sulsel masih rendah bila dibandingkan data Januari 2017 yang mencatat 1.677 kunjungan. Bahkan, jauh lebih rendah lagi dibandingkan statistik November 2016 yang menembus angka 2.261 kunjungan. Meski demikian, kata dia, adanya grafik peningkatan kunjungan wisman patut diapresiasi dan diharapkan bisa terus ditingkatkan.

Masih seperti statistik Februari, Nursam memaparkan kunjungan wisman ke Sulsel kebanyakan berasal dari Malaysia. Bahkan, terjadi kenaikan 261 kunjungan menjadi 809 kunjungan pada Maret. Adapun lima negara dengan kunjungan wisman terbesar ke Sulsel pada Maret yakni Malaysia, Singapura, Inggris, Jerman dan Mesir. Khusus untuk Tiongkok, tercatat adanya penurunan drastis bila dibandingkan capaian Januari yakni 417 kunjungan. “Untuk Maret, hanya terdata 22 kunjungan wisman dari Tiongkok.”

Seiring dengan melonjaknya kunjungan wisman, tingkat penghunian kamar alias TPK hotel berbintang di Sulsel juga mengalami peningkatan 3,1 poin. TPK hotel berbintang di Sulsel pada Maret 2017 mencapai rata-rata 47,28 persen. TPK hotel berbintang di Sulsel sendiri memang terus memperlihatkan tren kenaikan. Periode bulan sebelumnya terjadi kenaikan 1,42 poin. Kenaikan itu ditunjang melesarnya TPK pada hotel berbintang satu dan dua yang rata-rata naik 8 persen. Adapun TPK pada hotel berbintang empat menurun 5,74 persen.

Nursam mengimbuhkan rata-rata lama tamu menginap secara keseluruhan juga mengalami kenaikan, dari 2,07 hari pada Februari menjadi 2,11 hari pada Maret. Kenaikan tersebut ditunjang oleh tamu dalam negeri alias domestik maupun tamu asing. “Rata-rata menginap tamu domestik naik dari 2,05 hari menjadi 2,09 hari. Kenaikan rata-rata menginap juga terjadi pada tamu asing, dari 3,13 hari menjadi 3,38 hari,” pungkas Nursam.(tyk)