Polri Imbau Warganet Bijak Gunakan Medsos

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto

Jakarta, KABAROKE — Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengimbau agar masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial. Terlebih bagi para warganet yang gemar menyebar video yang bermuatan sensitif, misalnya kekerasan. Karena hal tersebut kerap memberikan dampak besar di masyarakat.

“Karena dengan dunia maya sekarang ini begitu masuk ke dunia maya sudah viral susah susah sekali untuk dikendalikan,” kata Setyo di Mabes Polri, Rabu (8/11).

Sekedar diketahui video terkait kekerasan pada seorang siswa beredar di dunia maya. Setyo menyesalkan video tersebut diunggah terlebih dahulu oleh pengunggahnya sehingga menjadi viral dan menimbulkan polemik di masyarakat.

Dirinya mengatakan, pengunggah juga seharusnya mempertanggungjawabkan unggahannya. Menurut Setyo, apabila dalam video tersebut mengandung konten pidana, sebaiknya dilaporkan ke kepolisian terdekat. Sehingga, polisi juga bisa cepat bertindak dan video tidak membuat gaduh masyarakat.

“Dengan bukti rekaman itu laporkan kepolisian terdekat dan bukan hanya membikin gaduh tetapi ada penyelesaian yang jelas,” ujar Setyo.

Sayangnya, yang terjadi kerap sebaliknya. Video maupun media lainnya diviralkan terlebih dahulu dan membuat heboh masyarakat. Setelah itu polisi baru melakukan penyelidikan.

Menurut Setyo, langkah yang lebih bijak adalah melaporkan pada kepolisian di mana rekaman tersebut bisa menjadi bukti dan dasar kepolisian melakukan langkah prosedural secara hukum. (***)

Nah Lho, Polri Terbitkan SPDP Kasus Dugaan Surat Palsu Pimpinan KPK

Ketua KPK Agus Rahardjo (dok net)

Ketua KPK Agus Rahardjo (dok net)

Jakarta, KABAROKE — Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri meningkatkan status kasus dugaan tindak pidana pembuatan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang dengan terlapor dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Saut Situmorang ke tahap penyidikan.

Informasi ini diperoleh dari tembusan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) bernomor B/263/XI/2017/Dittipidum, yang diterima pelapor Sandy Kurniawan dan ditunjukkan Fredrich Yunadi sebagai rekan pelapor.

“Sesuai dengan apa yang kami laporkan‎, ada laporan polisi kami dengan nomor laporan polisi LP 1028/X/2017/Bareskrim, terlapornya Agus Rahardjo dan Saut Situmorang. Ini sudah ada SPDP,“ kata Fredrich di kantor sementara Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, seperti dilansir CNN Indonesia, Rabu, 8 November.

Dalam SPDP yang diterbitkan pada Selasa (7/11) dan ditandatangani Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak itu, ditulis penyidik telah menemukan dugaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 263 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 421 KUHP.

Selain ditembuskan ke Sandy sebagai pelapor, surat yang ditujukan ke Kejaksaan Agung itu juga ditembuskan ke Kepala Bareskrim, Karo Wassidik Bareskrim serta dua terlapor.

Awak media telah berusaha menghubungi Herry dan Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Kombes Roma Hutajulu untuk mengonfirmasi penerbitan SPDP ini. Namun, keduanya belum memberikan konfirmasi apapun hingga berita ini diturunkan.

Berdasarkan SPDP itu, Agus dan Saut diduga melakukan tindak pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat dan menggunakan surat palsu atau penyalahgunaan wewenang.

Syarat palsu yang dimaksud adalah surat masa perpanjangan pencegahan ke luar negeri bagi Ketua DPR RI Setya Novanto. (***)

WNI Jadi Istri Gembong Teroris di Filipina

Brigjen Rikwanto

Brigjen Rikwanto

Jakarta, KABAROKE — Polri menerima informasi penangkapan seorang Warga Negara Indonesia Minhati Madrais yang menjadi istri pimpinan teroris di Filipina Omarkhayam Maute.

“Adanya informasi penangkapan WNI Minhati Madrais istri dari teroris Omarkhayam Maute di Iligan City Filipina,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto.

Berdasarkan informasi dari “Counterpart” Kepolisian Cagayan de Oro, Rikwanto mengatakan Polri menerima informasi penangkapan terhadap Minhati pada Minggu (5/11) pukul 09.30 waktu setempat. Selain Minhati, Rikwanto mengungkapkan tim Gabungan Armed Forces of the Philippines (AFP) dan Philippine National Police (PNP) dari ICPO, MIB, ISG, CIDT-Lanao, 4th Mech and 103rd SAC mengamankan enam anak Minhati terdiri dari empat anak perempuan dan dua anak lelaki di 8017 Steele Makers Village Tubod Iligan City.

Rikwanto menuturkan Minhati tercatat warga asal Bekasi Jawa Barat yang menjadi isteri dari salah satu pimpinan Maute Group Omar Khayam Maute yang sebelumnya telah tewas saat operasi militer Filipina di Marawi. Petugas kepolisian setempat menyita barang bukti berupa empat “blasting Cap”, dua unit “detonating cord” dan satu “time fuse”, serta paspor atasnama Minhati yang telah habis masa berlakunya.

“Saat ini Minhati bersama anaknya berada di kantor polisi Iligan City untuk menjalani pemeriksaan,” ungkap Rikwanto.

Minhati kelahiran Bekasi pada 9 Juni 1971 dengan nomor paspor A 2093379 diduga tiba di Manila pada 2015 dengan masa berlaku visa diperpanjang 30 hari dan masa berlaku hingga 30 Januari 2017. (***)

Polri Antisipasi Penyebaran Konten Hoax Jelang Pilkada

Anti-Hoax

Anti-Hoax

Jakarta, KABAROKE — Menjelang digelarnya Pemilihan Kepala Daerah serentak pada 2018, Polri melakukan langkah, antisipasi penyebaran konten hoaks dan ujaran kebencian. Pasalnya menjelang Pilkada, persebaran konten hoaks dan ujaran kebencian diprediksi bakal meningkat.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengungkapkan, Polri dalam hal ini berkaca pada pemilihan umum yang terjadi di Jakarta. “Termasuk di dunia maya kami juga mempersiapkan, mengantisipasi melakukan patroli-patroli dunia maya dan kita udah mempersiapkan diri,” ujar Setyo di Jakarta.

Dalam hal ini, Internal Polri memberikan pelatihan khusus pada tim siber, khususnya para penyidik tim siber. “Membuat pelatihan-pelatihan untuk manakala nanti ada ujaran kebencian, ada kasus yang akan dilaporkan, maka kita sudah siap untuk menghadapi itu,” ujar Setyo.

Selain itu, lanjut Setyo, Polri juga telah menyiapkan tiga sub satuan kerja. Adapun sub satuan kerja tersebut adalah Direktorat siber, direktotat keamanan khusu di Intelkam, direktotat Biro multimedia sebagian bagian dari Divisi humas. “(Mereka siap siaga) untuk mengantisipasi di dunia maya,” tutur Setyo.

Polri mengantisipasi dengan lebih awal dengan melibatkan seluruh stakeholder untuk mencegah dan meminimalisir persebaran ujaran kebencian di dunia maya. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran membenarkan, kepolisian juga telah melakukan peningkatan intensitas patroli siber menjelang Pilkada serentak.

Di samping itu, kepolisian juga melakukan tindakan pencegahan dengan sosialisasi yang dilakukan bersama sejumlah lapisan masyarakat lainnya. “Ya kita tingkatkan patroli siber, kita tingkatkan literasi dan edukasi,” tutur Fadil. (***)

Gara-gara Ini Pelimpahan Berkas Kasus First Travel Tertunda

Sejumlah Aset First Travel Disita Polri [dok net]

Sejumlah Aset First Travel Disita Polri [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Pelimpahan berkas kasus First Travel (FT) ke Kejaksaan masih tertunda karena belum lengkapnya bukti-bukti terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“(Berkas kasus) FT belum diserahkan ke Kejaksaan. Karena TPPU-nya mau diajukan juga,” kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana pembayaran puluhan ribu calon peserta umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, polisi telah menetapkan tiga tersangka, yakni Andika Surachman (Dirut), Anniesa Desvitasari (Direktur) serta Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki Hasibuan (Komisaris Utama).

Andika merupakan pelaku utama penipuan, penggelapan dan pencucian uang dalam kasus ini. Sementara Anniesa dan adiknya, Kiki berperan ikut membantu tindak pidana yang dilakukan Andika.

Penyidik memperkirakan total jumlah peserta yang mendaftar paket promo umrah yang ditawarkan First Travel sejak Desember 2016 hingga Mei 2017 sebanyak 72.682 orang.

Dalam kurun waktu tersebut, jumlah peserta yang sudah diberangkatkan 14 ribu orang. Jumlah yang belum berangkat sebanyak 58.682 ribu orang.

Perkiraan jumlah kerugian yang diderita jamaah atas kasus ini sebesar Rp848,7 miliar yang terdiri atas biaya setor paket promo umrah dengan total Rp839 miliar dan biaya carter pesawat dengan total Rp9,5 miliar.

Tersangka Andika Surachman juga tercatat memiliki utang kepada penyedia tiket sebesar Rp85 miliar, utang kepada penyedia visa Rp9,7 miliar, dan utang kepada sejumlah hotel di Arab Saudi sebesar Rp24 miliar. (***)

Sabar Ya, Pengembalian Dana Jemaah First Travel Tunggu Peradilan

Polisi Tangkap Pimpinan First Travel [dok net]

Polisi Tangkap Pimpinan First Travel [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Pengembalian dana para jamaah korban PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel akan dilakukan setelah proses peradilan atas kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang tersebut selesai.

“Kalau pengembalian kerugian jamaah, akan diatur tersendiri. Bisa dikembalikan manakala proses peradilan selesai,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat kemarin.

Pihaknya pun meminta para korban untuk bersabar. Menurutnya, saat ini polisi masih menelusuri sejumlah aset yang dimiliki First Travel. Hingga kini sebanyak tujuh bangunan berupa rumah dan gedung terkait kasus First Travel telah disita polisi.

“Aset-asetnya antara lain rumah di Sentul City, rumah di Kebagusan Jakarta Selatan, rumah di Cilandak, kantor First Travel di Depok, kantor di TB Simatupang, kantor di Rasuna Said dan butik di Kemang. Butik ini usaha istrinya,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak.

Herry merinci tujuh bangunan tersebut yakni sebuah rumah mewah di Sentul City, Jawa Barat; rumah di Kebagusan Dalam, Pasar Minggu, Jakarta Selatan; rumah kontrakan di Cilandak, Jaksel; Kantor First Travel di Cimanggis, Depok; Kantor First Travel di Jalan TB Simatupang, Jaksel; Kantor First Travel di Jalan HR Rasuna Said, Jaksel; dan butik milik tersangka Anniesa di Jalan Bangka Raya Kemang, Jaksel.

Sementara lima kendaraan yang disita polisi dalam kasus ini yakni Volks Wagen Caravelle warna putih nopol F 805 FT, Mitsubishi Pajero warna putih nopol F 111 PT, Toyota Vellfire warna putih nopol F 777 NA, Daihatsu Sirion warna putih nopol B 288 UAN dan Toyota Fortuner warna putih nopol B 28 KHS.

“Selain itu ada 11 mobil lainnya yang masih ditelusuri karena sudah dijual sebelum tersangka ditangkap,” katanya.

Sementara polisi juga menyita delapan senjata airsoftgun laras panjang dan sebuah pistol milik tersangka Andika. Senjata-senjata tersebut ditemukan saat polisi menggeledah rumah Andika dan Anniesa di Sentul City.

Dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana pembayaran puluhan ribu calon peserta umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, polisi telah menetapkan tiga tersangka, yakni Andika Surachman (Dirut), Anniesa Desvitasari (Direktur) serta Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki Hasibuan (Komisaris Utama).

Andika diketahui merupakan pelaku utama penipuan, penggelapan dan pencucian uang dalam kasus ini. Sementara Anniesa dan adiknya, Kiki berperan ikut membantu tindak pidana yang dilakukan Andika. First Travel menawarkan sejumlah paket umrah dengan harga yang murah kepada para calon jamaah.

Paket 1 atau yang disebut paket promo umrah dipasarkan seharga Rp14,3 juta per jamaah. Paket reguler ditawarkan seharga Rp25 juta. Sementara paket VIP dengan harga Rp54 juta.

“Agar usaha tetap berjalan dan semakin menarik minat masyarakat, pelaku memberangkatkan sebagian jamaah umrah,” katanya.

Kemudian pada Mei 2017, pelaku kembali menawarkan biaya tambahan kepada jamaah agar segera diberangkatkan dengan menambah uang sebesar Rp2,5 juta per jamaah untuk biaya sewa pesawat. Selain itu pelaku juga menawarkan paket Ramadhan dengan biaya tambahan Rp3 juta-Rp8 juta per jamaah.

Herry mengatakan total jumlah jamaah yang mendaftar paket promo umrah yang ditawarkan First Travel sejak Desember 2016 hingga Mei 2017 ada sebanyak 72.682 orang. Dalam kurun waktu tersebut, jumlah jamaah yang sudah diberangkatkan ada 14 ribu orang. Adapun jumlah jamaah yang belum berangkat sebanyak 58.682 ribu orang.

Sementara perkiraan jumlah kerugian yang diderita jamaah atas kasus ini sebesar Rp848,7 miliar yang terdiri atas biaya setor paket promo umrah dengan total Rp839 miliar dan biaya carter pesawat dengan total Rp9,5 miliar.

Sementara tersangka Andika Surachman juga tercatat memiliki utang kepada penyedia tiket sebesar Rp85 miliar, utang kepada penyedia visa Rp9,7 miliar dan utang kepada sejumlah hotel di Arab Saudi sebesar Rp24 miliar. (***)

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penyiram Air Keras ke Novel

TEROR KORUPTOR. Penyidik KPK Novel Baswedan di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Selasa 11 April 2017, usai disiram air keras oleh pelaku tak dikenal.

TEROR KORUPTOR. Penyidik KPK Novel Baswedan di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Selasa 11 April 2017, usai disiram air keras oleh pelaku tak dikenal.

Jakarta, KABAROKE — Polri telah mengamankan seorang pria berinisial AL yang diduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

“Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dan upaya paksa penangkapan terhadap seseorang berinisial AL,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Jakarta, seperti dilansir Antara, kemarin.

Setyo menjelaskan awalnya anggota Polda Metro Jaya dan Mabes Polri menemui Novel Baswedan di Singapura kemudian mendapatkan keterangan terdapat salah satu orang yang dicurigai. Salanjutnya, anggota gabungan mengamankan seorang pria berinisial AL yang saat ini dalam pengembangan dan pemeriksaan alibi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menambahkan semula polisi menerima informasi terkait dua orang berinisial M dan H.

“Kemudian dilakukan cek alibi namun yang dua orang itu pada saat kejadian 11 April tidak di lokasi kejadian,” ujar Argo.

Argo menuturkan petugas mendapatkan foto AL sehingga dilakukan upaya paksa untuk pendalaman dan penyelidikan.

“Petugas memeriksa telepon selular dan ini belum tentu pelaku atau bukan,” ujar Argo.

Sebelumnya, Novel disiram air keras yang diduga dilakukan dua orang pria tidak dikenal di jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara usai menjalani solat subuh pada Selasa (11/4) pukul 05.10 WIB. Akibat kejadian itu, Novel mengalami luka pada bagian wajah dan bengkak pada bagian kelopak mata kiri, sementara itu pelaku melarikan diri. (***)

Masa Tenang Pilkada, Kepolisian Sibuk Turunkan Spanduk Bernada Provokatif

Spanduk Bernada Provokatif yang Ditujukan untuk Calon Gubernur DKI Jakarta Ahok Disesalkan Banyak Pihak (dok net)

Spanduk Bernada Provokatif yang Ditujukan untuk Calon Gubernur DKI Jakarta Ahok Disesalkan Banyak Pihak (dok net)

Jakarta, KABAROKE — Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, hal itu sebagai upaya mencegah masyarakat tidak terprovokasi.

“Contoh spanduk-spanduk, itu bukan tupoksi kita, tapi karena supaya mencegah masyarakat jangan sampai terprovokasi, ya kita turunkan. Jadi tidak menunggu,” ujar Martinus di Jakarta.

Memang, kata Martinus, semisal jika ada pelanggaran, maka itu menjadi wilayahnya Bawaslu dan Panwas. Tetapi Polri turut menjaga dan mengantisipasi benturan-benturan yang dikhawatirkan muncul.

“Tentu mereka (Bawaslu, Panwas) yang /leader dalam mengawasi pelanggaran ini. Bagi kami pidananya melalui panel di Gakkumdu (Penegakkan Hukum Terpadu), saya harus cek jumlahnya dulu,” ujar dia.

Martinus menambahkan, sejauh ini upaya penegakkan hukum dalam Pilkada cukup bisa diterima kedua belah pihak pasangan calon. Penegakkan hukum tidak menjadi batu sandungan kedua belah pihak. Polri mengharapkan penanganan hukum supremasi dan bukan jadi pertentangan.

Polri menyiagakan setidaknya 36 ribu personel yang siap dipanggil sewaktu-waktu. Di luar kepolisian juga masih ada pasukan penyangga. (***)

Lulusan SMP Retas 4.600 Situs Hanya untuk Pamer

Brigjen Rikwanto

Brigjen Rikwanto

Jakarta, KABAROKE – Seorang peretas dunia maya yang diketahui lulusan Sekolah Mengenah Pertama (SMP), SH, ditangkap pihak kepolisian setelah meretas situs tiket.com.

Selain itu ada 4.600 situs lainnya yang diretas oleh SH bersama tiga anak buahnya. SH ditangkap polisi Rabu (29/3) minggu lalu.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Rikwanto, menjelaskan kerugian tiket.com dari perbuatan SH mencapai Rp 1.9 miliar.

“Baru kami ketahui tiket.com, ratusan juta rupiah sampai Rp1,9 miliar. Hitungan yang berhasil diambil oleh pelaku berkaitan pembobolan penjualan tiket.com. Kita masih dalami yang lain juga,” kata Brigjen Pol. Rikwanto saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (5/4).

Rikwanto menjelaskan, kebanyakan peretasan situs yang dilakukan SH bersama temannya, bermotif sekedar unjuk gigi.

“Kebanyakan urusan unjuk kemampuan, unjuk jago, dia berhasil buka itu dia tunjukan kepada juniornya dan merupakan kebanggaan bagi dirinya,” beber Rikwanto.

“Menurut rekannya tiga orang yang tertangkap duluan, itu ada 4.600 situs yang pernah dia buka,” kata Rikwanto.

SH bersama rekannya, lanjut Rikwanto, mengenal satu sama lain melalui media sosial Facebook. Ketiganya merupakan ‘gamers’ yang sering berbagi ilmu retas.

Rikwanto juga menjelaskan, SH bisa terjerat tiga pasal sekaligus.

“Bisa pencurian, undang-undang ITE, tindak pidana pencucian uang juga kita kenakan kepada yang bersangkutan,” jelasnya. (***)

Polisi Berpangkat AKP Diduga Curi Kacamata di Malaysia

Ilustrasi Polri

Ilustrasi Polri

Jakarta, KABAROKE – Anggota Polri berpangkat AKP ditahan di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia karena diduga mencuri sebuah kacamata. AKP berinisial LA ini telah diperiksa oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto mengatakan LA mengaku khilaf dan tidak sadar memakai kacamata tersebut.

“Dia merasa khilaf, pegang kacamata, dipakai nggak sengaja, terus dia jalan-jalan,” ungkap Rikwanto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, belum lama ini.

Berdasarkan informasi yang didapat detikcom, LA sedang berlibur bersama keluarganya di Malaysia. Kejadian ini bermula pada Selasa (28/3), seorang penjaga toko kacamata di Sunglass Hut mengadukan ke polisi setempat karena kacamata bermerk Oakley dengan harga 2.109 RM telah hilang.

Penjaga toko itu menduga kacamata tersebut telah dicuri oleh pelanggan. Kemudian Atase Kepolisian RI di Malaysia segera mengecek kebenaran peristiwa itu.

Menurut Rikwanto, LA tidak bermaksud mengambil kacamata tersebut, tetapi terlupa terpakai di kepalanya. (***)

1 2 3 13