13 Korban Helikopter TNI AD Selesai Diidentifikasi

Jakarta, KABAROKE – Direktur Eksekutif Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri Kombes Pol Anton Castilani mengatakan identifikasi terhadap 13 jenazah korban jatuhnya helikopter TNI AD di Poso sudah selesai dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta.

“Iya benar (semua proses identifikasi sudah dilakukan),” kata Anton Castilani, Selasa (22/3) pagi.

Sebelumnya, Anton Castilani mengatakan identifikasi 13 jenazah korban jatuhnya pesawat TNI AD di Poso masih berlangsung di Rumah Sakit Polri Kramatjati.

“Proses identifikasi kasus kecelakaan pesawat, apabila kondisi jenazah baik akan diawali dengan sidik jari, ciri-ciri fisik dan properti,” kata Anton melalui pesan singkatnya di Jakarta, Senin (21/3).

Dia menjelaskan, setelah itu akan ditingkatkan ke pemeriksaan gigi forensik dicocokkan dengan dental record. Menurut dia, kalau tidak ada masalah maka selesai dalam satu hari dan apabila tidak berhasil maka dilakukan tes DNA.

Sebanyak 13 anggota TNI, termasuk Komandan Korem 132/Tadulako Palu Kol. Inf Saiful Anwar dilaporkan gugur dalam musibah jatuhnya helikopter TNI di Desa Kasiguncu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu petang sekitar pukul 17.55 WITA.

Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana Kolonel I Mae Sutia menyebutkan bahwa musibah jatuhnya helikopter TNI AD di Desa Kasiguncu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, disebabkan cuaca buruk.

Dia mengatakan bahwa para anggota TNI tersebut sedang menjalankan tugas rutin di Poso, khususnya terkait Operasi Tinombala bersama anggota Polri.

Dalam peristiwa itu, kata Kapendam, 13 anggota TNI gugur, termasuk Danrem 132/Tadulako Kol. Inf Saiful Anwar. Pesawat tersebut ditumpangi 13 personel TNI yakni Danrem 132/Tadulako Kol Inf Saiful Anwar, Kapenrem Mayor Faki, Kapten Yanto (dokter), Kolonel Heri dan Kol Ontang (BIN) dan Prada Kiky (ajudan Danrem).

Sedangkan awak helikopter adalah Kapten Agung (Pilot), Lettu Wiradhy (co pilot), Lettu Tito (co pilot), Sertu Bagus (mekanik), Serda Karmin (mekanik), dan Pratu Bangkit (avionik).

Kapolri Lantik Kapolda Metro Jaya Pengganti Irjen Pol Tito Karnavian

Jakarta, KABAROKE – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badroodin Haiti memimpin langsung Serah Terima Jabatan (Sertijab), Tiga Petinggi Perwira Polisi Republik Indonesia yang salah satunya akan menempati posisi Kapolda Metro Jaya.

Upacara Sertijab tersebut dimulai pada Pukul 09.00 WIB Senin, (21/3/2016) di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.

“Hari Ini kita akan melaksanakan Sertijab dilingkungan polri,”kata Kapolri dalam sambutannya, Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/03/2016).

“Semoga amanat ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,”lanjutnya.

Dalam Sertijab ini. Posisi Kapolda Metro Jaya yang sebelumnya di Jabat Inspektur Jenderal Tito Karnavian kini di gantikan oleh Inspektur Jenderal Moechgiyarto yang sebelumnya Menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat. Sementara itu Irjen Tito Karnavian Kini Menjabat Sebagai  Kepala Badan Nasional penanggulangan Teroris.

Sementara Kapolda Jawa barat saat ini di Jabat oleh Inspektur Jenderal Jodie Rooseto yang sebelumnya menjadi Widyaiswara utama sespim Polri lemdikpol. Selain itu Kapolda Riau yang di Jabat oleh Brigadir Jenderal Dolly Bambang Hermawan kini digantikan Oleh Brigadir Jenderal Supriyanto. Saat ini Brigadir Jenderal Dolly Bambang Hermawan Kini Menjabat sebagai Widyaiswara Utama Sespim Polri lemdikpol. (landy)

Densus 88 Menangkap Terduga Teroris Jaringan Sulawesi Di Klaten

Klaten, KABAROKE – Pasukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah rumah seorang warga terduga teroris bernama Siyono (34) di RT 11 RW 05, Dukuh Brengkungan, Desa Pogung Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (10/03/2016).

Menurut Kepala Desa Pogung Joko Widoyo bahwa dirinya dipanggil oleh polisi sebagai saksi saat dilakukan penggeledahan di rumah Siyono itu.

Namun, Joko Widoyo tidak mengetahui barang barang apa yang ditemukan di rumah Siyono tersebut. Polisi membawa barang bungkusan plastik dari rumah itu, untuk dibawa pergi.

Menurut dia, pihaknya diberitau bahwa Densus mengamankan Siyono di rumahnya, pada Rabu (9/3), sekitar pukul 18.30 WIB.

Siyono sendiri dikenal oleh warga sekitar sebagai pengangguran dan memiliki pribadi tertutup. Dia juga sering pergi ke luar daerah.

Sementara Siyono ditangkap oleh pasukan Densus 88, karena duga terlibat jaringan terorisme kelompok Sulawesi.

Kepala Polres Klaten AKBP Faizal, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hanya mendukung pengamanan lokasi saat Densus melakukan penggeledahan di rumah warga Cawas itu.

Namun, pihaknya tidak mengetaui dengan pasti barang-barang apa yang berhasil disita oleh pasukan Densus sebagai barang bukti.

(sumber www.antaranews.com)

1 11 12 13