Kompak! Nurdin Halid dan 7 Anaknya Rayakan Ulang Tahun Andi Ani

Nurdin Halid dan 7 Anaknya Rayakan HUT ke-53 Andi Nurbani

Nurdin Halid dan 7 Anaknya Rayakan HUT ke-53 Andi Nurbani

Makassar, KABAROKE — Di tengah kesibukan mengurus DPP Golkar dan DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH) selalu meluangkan waktu untuk istri tercinta, Hj Andi Nurbani. Terlebih pada hari bahagia, hari ulang tahun Andi Ani-sapaan akrab Andi Nurbani, yang jatuh pada Kamis (5/7). NH bahkan kompak bersama tujuh anaknya serta para kerabat dan sahabat merayakan hari jadi Andi Ani ke-53 tahun di kediamannya di Jalan Mapala, Kota Makassar, Sulsel.

Mengenakan kemeja biru dan celana hitam, NH tampak romantis, memberikan bunga bagi Andi Ani pada hari bahagianya. Tidak berhenti sampai di situ, mantan Ketua PSSI ini juga memotong nasi tumpeng, lalu menyuap sang istri. Spontan, kemesraan dan perhatian NH kepada Andi Ani membuat iri para kerabat maupun sahabat yang hadir dan turut merayakan ulang tahun perempuan berdarah Bone-Soppeng itu.

HUT ke-53 itu tidak sebatas memperlihatkan kemesraaan Andi Ani dengan NH, tapi juga kekompakan keluarga ini. Semua anak mereka ikut hadir dan merayakan ulang tahun sang ibu. Satu per satu anak-anak NH dan Andi Ani memberikan ucapan selamat. Mereka tampak disuapi nasi tumpeng, lalu memeluk dan mencium Andi Ani. Tak lupa, mereka mendoakan sang ibu.

NH merasa sangat beruntung memiliki Andi Ani sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Selama lebih dari 30 tahun berumah-tangga, ia menyebut Andi Ani merupakan sosok istri yang sangat setia. Tidak pernah sekalipun sang istri mengeluh, meski diterpa permasalahan besar. Olehnya itu, NH tidak ragu menyebut Andi Ani merupakan anugerah terindah dalam hidupnya.

“Kesetiaannya hingga hari ini adalah anugerah yang selalu harus disyukuri,l. Beliau tidak pernah meninggalkan sekalipun banyak sahabat-sahabat ketika dulu pergi pamit menjauh,” ucap NH.

NH juga mengungkapkan Andi Ani merupakan sosok yang sangat berpengaruh besar dalam kehidupannya. Termasuk membuatnya bisa tegar hingga mampu meraih sukses pada berbagai organisasi, mulai dari PSSI, Golkar hingga Dekopin. “Semoga akan selalu mendampingi untuk hari-hari yang akan datang. Menguatkan dan menyemangati untuk berbuat lebih baik lagi,” pungkasnya. (**)

Bentuk Tim Investigasi, NH Ingin Bersihkan Golkar dari Pengkhianat

Nurdin Halid Perkenalkan Kartu Sakti

Nurdin Halid Perkenalkan Kartu Sakti

Makassar, KABAROKE — Pelaksana tugas Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH), memastikan adanya evaluasi terhadap hasil Pilgub Sulsel dan 12 pilkada kabupaten/kota. Kekalahan calon usungan Golkar dalam hasil hitung cepat pada Pilkada Serentak 2018 menjadi perhatian. Terlebih, mendekati pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019. Golkar tidak ingin perolehan suaranya terus menyusut pada pesta demokrasi mendatang.

NH yang juga Calon Gubernur Sulsel mengaku sudah membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab kekalahan usungan Golkar. Termasuk mengungkap siapa-siapa pengkhianat di tubuh partai berlambang beringin. “Saya tidak akan biarkan Golkar digerogoti pengkhianat dan orang-orang munafik,” kata dia di hadapan petinggi Golkar Sulsel dan kelompok relawan, di Rumah Kuning, Jalan Mapala, Minggu (1/7).

Dalam perjuangan di pilkada ini, NH menyebut ada beberapa tipikal orang. Mulai dari yang loyal, setengah loyal hingga pengkhianat. Termasuk di tubuh Golkar, tidak ditampiknya pun ada tipikal pengkhianat. Orang-orang semacam itulah yang membuat perolehan suara Golkar terus menurun. Untuk itu, pihaknya melakukan evaluasi dan membentuk tim investigasi guna membersihkan Golkar dari para pengkhianat.

“Ini bukan soal NH, tapi soal disiplin partai yang harus ditegakkan. Intinya, selama saya masih Ketua Golkar (Sulsel), saya tidak akan biarkan partai yang sangat saya cintai ini dihuni oleh pengkhianat dan orang-orang munafik,” tegas Ketua Bidang Pratama DPP Golkar ini.

Tim Investigasi Golkar akan dipimpin oleh Ambas Syam bersama Abdillah Natsir selaku sekretaris. Adapun anggota-anggotanya antara lain yakni La Kama Wiyaka, Apiaty Amin Syam, Rusdin Abdullah dan Chairul Tallu Rahim.

NH melanjutkan tim investigasi Golkar akan menelisik penyebab kekalahan usungan partai pada daerah-daerah basis. Terlebih, di daerah yang kepala daerahnya dipimpin oleh kader Golkar. Kata dia, Golkar tidak butuh kepala daerah yang hanya mementingkan diri sendiri, tapi tidak peduli dengan partai. “Yang pasti (evaluasi) akan dilakukan secara objektif, bukan karena saya tidak capai suara signifikan,” ujarnya.

“Lebih baik dari sekarang saya bersihkan partai (Golkar) dari anasir-anasir munafik dan pengkhianat. Saya tidak mau pelihara itu,” pungkasnya. (***)

Teteskan Air Mata, NH Apresiasi Perjuangan Relawan

Nurdin Halid Bersama Relawan

Nurdin Halid Bersama Relawan

Makassar, KABAROKE — Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), mengumpulkan ratusan perwakilan relawan dan simpatisannya di Rumah Kuning, Jalan Mapala, Kota Makassar, Minggu (1/7). Turut hadir sejumlah petinggi Golkar Sulsel dan kabupaten/kota, seperti M Roem, Abdillah Natsir, Ambas Syam, Taufan Pawe dan masih banyak lagi.

NH bersama Aziz tampak begitu tegar dan tenang, meski hasil hitung cepat alias quick count tidak mengunggulkan mereka. NH turut didampingi istri tercinta, Andi Nurbani, yang tetap ceria. Mereka dengan ramah menyapa tamu undangan dari politikus Golkar serta perwakilan relawan dan simpatisan. Andi Ani-sapaan Andi Nurbani, bahkan enjoy bernyanyi bersama sejumlah relawan.

Suasana berubah menjadi begitu haru tatkala NH menyampaikan pidatonya. Di hadapan ratusan para pendukungnya, ia menyebut apa yang disampaikannya bukanlah pidato kekalahan, bukan pula pidato kemenangan. “Ini bukan pidato kekalahan, tapi juga bukan pidato kemenangan. Ini ucapan terima kasih kepada kita semua yang teah berjuang kurang lebih 15 bulan 27 hari,” kata NH.

Menurut NH, cita dan mimpi mewujudkan Sulsel Baru ternyata belum mendapatkan restu dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Paling tidak, itulah yang terlihat merujuk hasil quick count yang hanya menempatkannya pada urutan kedua, kalah dibandingkan pasangan nomor urut tiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS). Tapi, sebagai petarung, ia belum menyerah. Olehnya itu, NH-Aziz secara resmi belum menyampaikan ucapan selamat kepada NA-ASS.

“Kita tidak tahu peristiwa ke depan, siapa tahu Allah SWT merestui,” kata NH yang juga Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar.

Selepas pidato, NH mendatangi segenap perwakilan relawan dan simpatisan yang hadir. Mereka berurai air mata melihat jagoannya yang tampak begitu tegar. Mereka bergiliran menyalami dan memeluk NH. Melihat itu, mantan Ketua PSSI itu pun kembali berlinang air mata.

Pada kesempatan itu, NH juga menyampaikan alasan pihaknya belum memberikan ucapan selamat kepada NA-ASS. Bukan karena tidak mau mengakui kekalahan. Tapi, lebih kepada menghargai proses tahapan Pilgub Sulsel 2018. Jangankan ucapan selamat, sambung dia, dukungan penuh akan diberikan kepada siapapun paslon yang ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih. Namun, untuk saat ini pihaknya tidak ingin mendahului penetapan KPU yang masih merampungkan rekapitulasi C1 alias real count.

NH menyebut sudah semestinya seluruh kandidat untuk bersatu memberikan dukungan kepada gubernur terpilih untuk membangun Sulsel yang ebih baik. “NH-Aziz dan tim senantiasa taat azas, apapun hasilnya itulah yang terbaik untuk Sulsel. Bukan soal mengakui atau tidak mengakui, tapi kami menghargai proses yang sedang berlangsung. Insya Allah setelah penetapan, pasti kita akan mendukung siapapun yang ditetapkan oleh KPU sebagai gubernur terpilih,” pungkasnya. (*)

Soal Intervensi Menteri, NH Tak Pernah Sebut Idrus dan Airlangga

Nurdin Halid, Airlangga Hartarto dan Idrus Marham Senantiasa Kompak dalam Berbagai Kesempatan

Nurdin Halid, Airlangga Hartarto dan Idrus Marham Senantiasa Kompak dalam Berbagai Kesempatan

Makassar, KABAROKE — Statement Nurdin Halid (NH) yang mengungkap dugaan kecurangan pada Pilgub Sulsel 2018 disinyalir membuat ‘panas’ antek cukong maupun salah satu menteri yang mengintervensi pesta demokrasi. Pernyataan NH dipelintir. Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar itu difitnah menuduh dua sahabatnya yang merupakan menteri Kabinet Kerja yakni Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian) dan Idrus Marham (Menteri Sosial).

Fitnah terhadap NH pertamakali dipublikasikan melalui portal berita ‘Media Harapan’. Berita dibuat tanpa konfirmasi dan sebatas opini. NH bahkan dituduh ingin meminjam duit dari cukong. Padahal, pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itulah yang paling getol menyuarakan ‘perang’ terhadap cukong. Ditilik dari jejak pemberitaannya, portal berita ‘Media Harapan’ sendiri memang kerap menyerang NH-Aziz dan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai, mengungkapkan informasi yang dimuat portal berita ‘Media Harapan’ jelas hoax. Narasumber yang dipakai yakni pengamat politik dan kebijakan publik, M Saifullah, sangat tendensius dan tidak memperlihatkan kecerdasan intelektual. Saifullah memelintir pernyataan NH dengan niat mengadu domba. Tak hanya itu, ia dengan keji menuduh NH tanpa data dan bukti.

Risman mencontohkan tuduhan keterlibatan Airlangga dan Idrus sebagai menteri yang mengintervensi pilkada, muaranya sebatas ingin mengadu domba. Terlebih, NH tidak pernah menyebut Airlangga dan Idrus sebagai menteri Kabinet Kerja yang mengintimidasi bupati demi kepentingan pilkada. Secara logika, tidak mungkin pula dua menteri dari Golkar itu yang dimaksud NH. Bahkan, Airlangga dan Idrus yang membantu NH dengan menjadi juru kampanye nasional pada kampanye akbar.

“Jelas bukan Pak Airlangga dan Pak Idrus yang dimaksud Pak NH. Keduanya adalah sahabat dan kolega NH di DPP Golkar. Tapi, heran juga kenapa pengamat ini (Saifullah) malah memelintir pernyataan Pak NH. Kelihatannya sih, mau adu domba tapi Golkar solid dan tidak terpengaruh dengan itu,” kata Risman, saat dihubungi Kamis (28/6) malam.

Risman menyebut tanpa menyebutkan nama, publik sebenarnya bisa mengetahui siapa menteri Kabinet Kerja yang mengintervensi Pilgub Sulsel 2018. Lagi pula, NH dalam berbagai kesempatan sudah memberikan clue mengenai menteri yang erat kaitannya dengan cukong dan mengintervensi pilkada. “Intinya ya menteri yang dimaksud bukan dari pengurus parpol. Jadi tidak mungkin Pak Airlangga dan Pak Idrus,” tuturnya.

Lebih jauh, Risman juga menyoroti sosok M Saifullah yang tiba-tiba muncul ‘menyerang’ NH atas pernyataan keterlibatan cukong dan intervensi menteri. Jangan-jangan, kata dia, pengamat ini merupakan antek-antek cukong atau menteri sang pengintervensi tersebut. Terlebih, keterangan yang disampaikannya sangat tidak beretika. Malah, pernyataannya yang menyerang pribadi NH dan menuduh tanpa bukti telah menunjukkan kebodohannya.

“Yang namanya pengamat sejatinya memiliki kecerdasan intelektual dan tidak tuna etika. Ya heran juga Saifullah ini menyerang pribadi dan melakukan fitnah. Yang disampaikannya hoax, tidak ada buktinya ya sebatas menuduh. Semoga Saifullah ini bukanlah antek cukong atau menteri yang tersinggung itu,” ujarnya.

Rekam jejak Saifullah sendiri bila ditelusuri di mesin pencari Google kerap berbicara tatkala salah satu menteri Kabinet Kerja diserang. Ia aktif bersuara membela sang menteri tersebut. (*)

Memimpin Real Count, NH-Aziz Unggul di 14 Kabupaten/Kota

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Makassar, KABAROKE — Tim pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), merilis hasil perhitungan nyata alias real count versi C1 atau rekapitulasi surat suara per TPS pada Pilgub Sulsel 2018, Rabu (27/6). Hingga pukul 21.00 WITA, perhitungan suara yang masuk mencapai 70 persen dan NH-Aziz memimpin sementara dibandingkan tiga pesaingnya.

Berdasarkan data dari Golkar dan Satgassus NH-Aziz, NH-Aziz memimpin sementara dengan meraup 33,persen. Disusul pasangan nomor urut tiga Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) sebesar 32,2 persen; pasangan nomor urut empat Ichsan Yasin Limpo sebesar 27,8 persen dan pasangan nomor urut dua sebesar 6,6 persen.

“Kami sampaikan hasil sementara rekapitulasi C1 Golkar yang dikirim oleh teman-teman saksi dari 24 kabupaten/kota. Hasilnya NH-Aziz unggul sementara. Keunggulan kami bahkan meliputi 14 kabupaten/kota,” kata Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai, saat mengggelar konferensi pers di kediaman NH, Kota Makassar, Rabu (27/6).

Menurut Risman, perjuangan belum berakhir. Olehnya itu, seluruh simpul pemenangan, khususnya saksi-saksi di TPS tetap militan mengawal surat suara. Jangan mau ‘dibeli’ karena pihaknya mengendus adanya upaya mengubah suara NH-Aziz. Terlebih, sudah ada hasil hitung cepat atau quick count dari beberapa lembaga survei yang mengunggulkan kandidat tertentu.

Risman melanjutkan penghitungan C1 alias real count terus berlangsung hingga sekarang. Bila tidak ada aral melintang, hasil real count sudah bisa diketahui Kamis (28/6). Risman mengatakan pihaknya menghargai hasil quick count yang mengunggulkan lawan, tapi itu bukan hasil final. Hasil final ada pada keputusan KPU yang mengacu pada real count atau penghitungan C1.

“Kami menunggu hasil KPU. Kami harap pejuang NH Aziz dan Golkar untuk tetap menjaga solidaritas. Jangan terpengaruh. Kami menghargai quick count yg dilakukan lembaga surve, tapi hasil tersebut bukan keputusan final dan tidak berkekuatan hukum tetap,” pungkasnya. (*)

Golkar Sulsel: Nurdin Halid Unggul 33,4 Persen di Real Count

Wakil Ketua Golkar Sulsel Bidang Organisasi, M Risman Pasigai

Wakil Ketua Golkar Sulsel Bidang Organisasi, M Risman Pasigai

Makassar, KABAROKE — Partai Golkar Sulawesi Selatan merespon hasil perhitungan cepat yang menempatkan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman dengan elektabilitas tertinggi. Partai yang mengusung pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar itu menyebut jagoannya unggul di versi real count.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I Partai Golkar Sulsel Risman Pasigai di kediaman Nurdin Halid, Jalan Mapala, Makassar, Rabu malam, 27 Juni 2018. Ia mengklaim, pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar yang unggul berdasarkan rekap C1 yang dikumpulkan para saksi Golkar di seluruh kabupaten/kota di Sulsel.

“Partai Golkar yang turut merekap C1, hasil perhitungan suara dari saksi seluruh kabupaten/kota, kami nyatakan NH-Aziz unggul sementara 33,4 persen,” ungkap Risman.

Menurutnya, kandidat nomor dua, Agus-Tanribali meraih 6,7 persen. Kemudian kandidat nomor urut tiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman 32,2 persen, serta pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar 27,8 persen. Hasil itu, kata dia, berdasarkan rekap perhitungan C1 dengan data yang terkumpul mencapai 70 persen.

“Jadi memang masih sementara, kami akan tunggu sampai pagi rekap C1 dari para saksi kami,” kata dia.

Risman menegaskan, pihak Golkar Sulawesi Selatan menghormati dan menghargai hasil hitung cepat yang dirilis oleh sejumlah lembaga. Tapi, hasil itu belum final dan belum berkekuatan hukum tetap. (**)

Belum Menyerah, NH Optimistis Menang di Real Count

Nurdin Halid dan Istrinya Andi Nurbani

Nurdin Halid dan Istrinya Andi Nurbani

Makassar, KABAROKE — Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), belum menyerah meski hasil quick count alias hitung cepat dari berbagai lembaga riset mengunggulkan pasangan nomor urut tiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS). NH-Aziz masih menunggu hasil hitung nyata alias real count dari tim pemenangannya maupun hasil rekapitulasi KPU.

“Kita hargai hasil quick count, tapi itu bukan akhir dari perjuangan. Yang paling menentukan adalah real count dan itu masih kita tunggu,” ujar NH, kepada awak media di kediamannya, Rabu (27/6).

Sejauh ini, perkembangan hasil real count dari tim NH-Aziz baru mencapai 20 persen. Dan, untuk sementara pihaknya unggul telak dibandingkan tiga pesaingnya, termasuk NA-ASS. Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar itu menyampaikan hasil real count dari timnya sudah bisa kelihatan pada pukul 21.00-22.00 WITA. “Ya nanti setelah itu barulah kita bisa mengambil sikap,” tegasnya.

NH juga sempat kaget melihat hasil quick count dari beberapa lembaga riset yang merilis elektabilitasnya terpaut jauh dengan NA-ASS. Padahal, dalam beberapa hasil survei dari lembaga riset kredibel dan independen rentang sebulan sampai sepekan sebelum pemilihan, NH-Aziz selalu unggul. Olehnya itu, kalau pun ada perubahan signifikan di lapangan, selisih suaranya tidak akan terpaut jauh.

“Ya intinya quick count itu bukanlha final perhitunagn suara. Final penghitungan resmi tentunya ada pada keputusan KPU. Tapi ya memang (hasil quick count) mengejutkan saya, kalau selisih yang dipertontonkan itu besar, padahal sebulan terakhir survei independen menempatkan kita di urutan pertama,” urai NH.

“Jadi kalaupun dalam satu bulan mereka bekerja massif merebut hati rakyat, selisihnya tidak akan sampai sebesar ini, sampai 8-10 persen,” pungkasnya. (*)

Bukan ASS, Orang Bone Bersatu Menangkan NH

Fahsar M Padjalangi Bersama Nurdin Halid

Fahsar M Padjalangi Bersama Nurdin Halid

Bone, KABAROKE — Calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid melanjutkan rangkaian sadari Ramadan ke kabupaten kelahirannya, Bone, Sabtu (26/5). Sore ini, pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar tersebut menerima relawan dan sinpatisannya di Hotel Sarlim, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Pertemuan tersebut kian menunjukkan besarnya simpati dan sokongan dukungan kepada duet nasionalis-religius dalan Pilgub Sulsel. Meskipun ada pula figur dari Bone lain, yaitu Andi Sudirman Sulaiman berpasangan dengan Nurdin Abdullah, relawan ini serius dan berfokus memenangkan NH-Aziz.

Sekelompok relawan tersebut ialah Orang Bone Bersatu. Ketua Tim Relawan Orang Bone Bersatu, Syamsul Alam menengaskan piliyannya kepada NH. Bagi dia, Ketua Koorbid Pratama DPP Partai Golkar memiliki kemampuan lebih dalam memerintah Sulsel kelak.

“Pak Sudirman kan masih muda, pengalamannya dalan politik dan pemerintahan juga ridak ada. Pak Nurdin Halid tidak ada  yang menyangkal kalau sudah begitu berpengalaman,” bebernya.

Lebih lanjut, Syamsul Alam menekankan relawannya akan terus bergerak secara masif dalam memperkuat pemenangan NH-Aziz di Bone. Sehingga, kata dia, elektabilitas pasangan ini akan semakin melesat berkat gabungan berbagai kekuatan di Bone.

Diketahui, NH memiliki kekuatan geopolitik yang masif di Bone. Selain putra daerah, partai Golkar yang mengusung NH-Aziz juga merupakan partai berkuasa di Bumi Arung Palakka. Calon Bupati dan Wakil Bupati Bone petahana, Andi Fahsar Padjalangi dan Ambo Dalle merupakan Ketua Umum dan Ketua Harian Golkar Bone. Ketua DPRD Bone juga merupakan politisi Golkar Bone, yaitu Andi Akbar Yahya.

“Insya Allah, peluang NH-Aziz untuk menang di Bone sangat besar. Kita tidak boleh terlena dengan itu, relawan di sini terus bergerak untuk mendulang kemenangan telak,” tegasnya. (*)

Nurdin Halid : Mari Jaga Kesucian Ramadan

Nurdin Halid

Nurdin Halid

Sinjai, KABAROKE — Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para kandidat untuk menjaga kesucian bulan suci Ramadan. Caranya, berlomba-lomba melakukan ibadah dan berbuat kebaikan. Juga menghindari perbuatan jahat, termasuk kecurangan menjelang Pilgub Sulsel 2018, dimana kampanye negatif maupun kampanye hitam semakin massif.

NH meminta agar berbagai serangan kampanye negatif maupun kampanye hitam untuk dihentikan. Begitu pula aksi saling hujat yang kebanyakan terjadi di media sosial. Pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itu berpendapat tidak ada gunanya menjelek-jelekkan kandidat. Toh, masyarakat Sulsel sudah cerdas, sudah mengetahui mana kandidat yang memiliki program terbaik.

“Mari bersama-sama jaga kesucian Ramadan, berlomba-lombalah melakukan ibadah dan melakukan kebaikan. Nah, dalam konteks pilkada, ya jangan berbuat curang dan menghalalkan segala cara untuk menggenggam kekuasaan. Hentikan berbuat curang, menjelek-jelekkan kandidat, apalagi melakukan serangan kampanye hitam,” kata NH, Jumat, 25 Mei.

NH-Aziz diketahui menjadi sasaran kampanye negatif maupun kampanye hitam menjelang tahapan pencoblosan. Itu seiring dengan melambungnya elektabilitas pasangan tegas, merakyat dan religius. Baik survei internal maupun survei eksternal, NH-Aziz kini unggul dibandingkan tiga kandidat lain : Agus Arifin Numang-Tanribali Lamo, Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman dan Ichsan YL-Andi Mudzakkar.

NH mengimbau kepada seluruh mesin pemenangan, baik parpol, relawan dan simpatisan untuk mengedepankan politik santun. Serangan kampanye negatif maupun kampanye hitam, sambung dia, jangan ditanggapi berlebihan. Toh, biasanya pihak yang melakukan perbuatan curang adalah mereka yang sedang panik karena sedang tertinggal alias kalah.

“Jangan mudah terprovokasi. Fokus kerja saja menggalang dukungan sebesar-besarnya dan menjaga basis suara, keluarga dan lingkungan serta TPS masing-masing. Insya Allah kerja keras kita semua akan berbuah manis,” ujar Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia itu.

Tidak lupa, NH mengingatkan kepada seluruh simpul pemenangan untuk mengantisipasi gerakan jekkong alias kecurangan. Tim NH-Aziz ditegaskannya tidak boleh curang, tapi tidak mau dicurangi. Olehnya itu, pengawalan terhadap setiap tahapan sangat penting, terkhusus pada saat pencoblosan hingga penghitungan dan penetapan calon gubernur terpilih.

“Intinya, jangan ragu untuk melaporkan kecurangan. Bersama-sama kita lakukan pencerahan demokrasi, menghadirkan pesta demokrasi yang aman, damai, bersih, berkualitas dan bermartabat,” pungkasnya. (**)

Dukung NH-Aziz, Pedagang Pasar Sungguminasa Jenuh dengan Pemimpin Dinasti

Nurdin Halid Blusukan ke Pasar Sungguminasa

Nurdin Halid Blusukan ke Pasar Sungguminasa

Sungguminasa, KABAROKE — Calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid mengawali safari politiknya di Kabupaten Gowa dengan blusukan pasar. Kali ini, pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dalam Pilgub Sulsel tersebut memilih kunjungan ke Pasar Induk Sungguminasa Minasa Maupa, Kecamatan Sombaopu, Gowa, Selasa (24/4) pagi.

Dalam kunjungan tersebut, NH disambut dengan meriah oleh pedagang dan pengunjung pasar. Mengetahui kedatangan Ketua Dewan Koperasi Indonesia, mereka memadati pintu gerbang pasar.

NH pun sempat menyambangi terlebih dahulu pedagang pisang di dekat pintu masuk. Ia berbincang terkait kondisi pasar dan stabilitas harga. Kemudian, NH menawarkan solusi bantuan modal tanpa agunan dan bunga serta revitlisasi pasar tradisional modern apabila kelak terpilih menjadi gubernur.

Ketika hendak memasuki area pasar, sejumlah pengunjung kembali menghentikan langkah kaki NH bersama rombongan. Para pengunjung pasar pagi ini hendak berjabat tangan dan berfoto bersama Ketua Koorbid Pratama DPP Partai Golkar ini.

Salah satu pedagang pasar, Daeng Tutu berujar, dirinya bersama keluarga telah mantap memilih untuk mendukung pasangan NH-Aziz dalam kontestasi pilgub mendatang. Kata dia, Sulsel butuh pemimpin pembaharuan seperti kedua sosok visioner tersebut.

“Kita sudah bosan dengan pemimpin yang itu-itu. Sudah dirasakan kepemimpinannya dan keadaan tetap begini terus. Insya Allah, dengan NH-Aziz akan bangkit, jaya, dan menang,” ujar warga Kecamatan Sombaopu ini.

Hal selaras turut diungkapkan oleh pengunjung pasar Minasa Maupa, Muhammad Ilyas. Ia menilai sosok NH sebagai pemimpin ideal yang diharapkan menjadi nakhoda Sulsel lima tahun ke depan.

“Saya percaya gesturnya, orangnya sangat baik. Beliau perhatian dengan masyarakat kecil,” tegasnya. (*)

1 2 3 76