Ketua PKB Maros : NH-Aziz Paslon Terbaik di Pilgub Sulsel 

Ketua PKB Maros Havid Fasha

Ketua PKB Maros Havid Fasha

Maros, KABAROKE — Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) siap bertarung pada Pilgub Sulsel 2018. Menghadapi tiga rivalnya, pasangan nomor urut satu ini dijagokan tampil sebagai pemenang. Ketokohan dan pengalaman NH-Aziz berkiprah di pentas nasional menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki paslon lain.

Ketua PKB Maros, Havid Fasha, mengungkapkan memilih NH-Aziz adalah opsi terbaik bila ingin melihat Sulsel maju dan berkembang. Memilih NH-Aziz bukan sekadar meramaikan pesta demokrasi, tapi menentukan masa depan yang lebih baik. Toh, pasangan tegas, merakyat dan religius tersebut adalah figur pemimpin terbaik.

Havid menyebut ketokohan NH-Aziz harus diakui tiada duanya. Bahkan, tidak relevan bila mau membandingkan dengan tiga rivalnya. Musababnya, NH-Aziz merupakan tokoh nasional, bahkan internasional. Adapun kiprah tiga paslon lain masih sebatas di tingkat lokal atau paling tinggi regional.

NH diketahui merupakan Vice President International Cooperative Alliance Asia Pasific. Ia juga masih menjabat Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia dan Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar. Adapun Aziz pernah menjabat anggota DPD RI tiga periode. Hebatnya, itu dicapai tanpa melakukan kampanye berlebihan.

“Ketokohan NH-Aziz tidak ada duanya. Mereka ini adalah orang-orang yang tidak perlu diragukan, bahkan bisa dibilang aset Sulsel, mereka adalah putra daerah yang berhasil di pentas nasional,” ujar Havid, Selasa, 13 Maret.

Bermodal pengalaman dan jaringan NH-Aziz, Havid meyakini segala problematika klasik di Sulsel dapat terpecahkan. Mulai dari semakin meningkatnya angka kemiskinan, angka pengangguran dan yang paling parah adalah kesenjangan ekonomi yang semakin memburuk.

Havid mengimbuhkan Sulsel memang membutuhkan sosok pemimpin yang dapat melakukan percepatan pembangunan, bukan sekadar melanjutkan pembangunan. Toh, Sulsel sebagai lokomotif pembangunan dan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia memegang peranan strategis dalam menentukan masa depan Indonesia.

“Banyak proyek infrastruktur yang butuh atensi dan tentunya anggaran besar. Olehnya itu, Sulsel butuh pemimpin dengan jaringan kuat dan luas di tingkat nasional. Itu karena persoalan infrastruktur, seperti Jalan Trans Sulawesi yang belum selesai butuh tangan dingin NH-Aziz,” ucapnya.

Olehnya itu, Havid menuturkan demi memastikan Sulsel Baru terwujud, pihaknya siap menggalang dukungan untuk kemenangan NH-Aziz. Seluruh simpul pemenangan dari Golkar, NasDem, Hanura, PKB dan PKPI ditambah kelompok relawan dan simpatisan siap bersinergi setiap saat. “Kita semua all-out untuk NH-Aziz,” tandas Ketua Tim Koalisi Parpol Pengusung NH-Aziz itu. (*)

Cerita Aziz Soal NH Tolak Jabatan Menteri Demi Sulsel Baru

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Bone, KABAROKE — Perjalanan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) memasuki arena Pilgub Sulsel 2018 penuh perjuangan. Meski didukung lima parpol, tetap saja ada upaya menjegal pasangan nasionalis-religius tersebut. Hal itu diungkapkan Aziz, saat melakukan kampanye di Kabupaten Bone.

Menurut Aziz, upaya penjegalan itu utamanya ditujukan kepada NH. Berdasarkan informasi dari beberapa sumber yang diperolehnya, ada pihak yang berupaya menghalangi NH mengikuti kontestasi politik tahun ini. Caranya dengan menawarkan posisi menteri.

“Ini saya dengar dari banyak sumber bahwa ada pihak yang coba halangi Pak NH agar tidak maju di pilgub ini. Beliau diminta jadi salah satu menteri, tapi tekadnya beliau sudah kuat. Pak NH menunjukkan komitmen pengabdiannya, tetap memilih membangun Sulsel Baru,” ujar Aziz.

Komitmen pengabdian itu turut menjadi pertimbangan Aziz yang akhirnya mantap berpasangan dengan NH. Setelah enam bulan melakukan perenungan, sosok yang besar di lingkungan pesantren ini yakin hanya NH sosok terbaik pada Pilgub Sulsel 2018. Terlebih, dirinya memiliki kesamaan visi dan misi mewujudkan Sulsel yang sejahtera dan berkeadilan.

Tidak kalah penting, Aziz menyebut hanya NH yang tidak sebatas berkomitmen membangun ekonomi, tapi juga umat. Aziz juga menegaskan duetnya bersama Nurdin terjalin atas kesamaan sudut pandang ideologi. Tidak seperti pasangan calon lain yang ‘kawin paksa’ demi meraih kursi menuju Pilgub Sulsel 2018.

“Saya dan Pak NH mantap berpasangan karena kesamaan ideologi. Bukan untuk mengejar kekuasaan atau menumpuk kekayaan,” tutupnya.

Cerita Nurdin menolak jabatan menteri demi membangun Sulsel memang turut mewarnai perjalanan pasangan nomor urut satu ini. Bukan hanya jabatan menteri, mantan Ketua PSSI itu diketahui juga menolak tawaran posisi sebagai Ketua Umum DPP Golkar. Tawaran jabatan strategis itu bahkan tiga kali datang, tapi tegas ditolak Nurdin demi Sulsel.

Nurdin menuturkan pilihan pulang kampung untuk mewujudkan Sulsel Baru adalah janji yang diikrarkan kepada rakyat dan Allah SWT. Pantang bagi mantan bos PSM Makassar itu melanggar janji, apapun taruhannya.

“Sulsel Baru itu janji saya kepada masyarakat Sulsel untuk membangun kampung dan menata kota. Terlebih, di masa saya terpuruk dulu, saya juga pernah berjanji kepada Allah SWT untuk membuat Sulsel, kampung halaman saya menjadi lebih baik,” pungkasnya. (*)

Abdul Latif dan NH-Aziz Mau Benahi Pendidikan dan Kesehatan

Calon Bupati Pinrang Abdul Latief

Calon Bupati Pinrang Abdul Latief

Makassar, KABAROKE — Calon Bupati Pinrang Abdul Latif menyatakan punya cara tersendiri untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Pinrang. Bersama pasangannya, Usman Marham, ia berjanji akan mengratis biaya sekolah negeri, serta melakukan pembinaan untuk sekolah swasta melalui program pemerintah.

Abdul Latif mengungkapkan, program pendidikan dan kesehatan yang digagasnya punya pendekatan yang sama dengan program di bidang serupa, gagasan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).

“Selain nomot urut yang sama (nomor 1), kita juga sama-sama memprogramkan untuk menuntaskan masalah pendidikan dan kesehatan, dan beliau juga berkehendak begitu,” ucap Latif saat berkunjung ke Makassar.

Ia menjelaskan, persoalan pendidikan tidak hanya akan selesai dengan program pembiayaan gratis. Seharusnya, segala keperluan pelajar, seperti perlengkapan sekolah, dapat menjadi perhatian pemerintah.

“Kita mau pendidikan itu tuntas, jangan namanya pendidikan gratis, tapi masih ngurus tentang buku, peralatan sekolah, itu sudah seharunya disiapkan pemerintah,” ujarnya.

Demikian juga soal persoalan kesehatan masyarakat. Program dari Abdul Latif sejalan dengan apa yang digagas NH-Aziz. Bagaimana pemerataan peyalanan kesehatan untuk semua kalangan masyarakat dapat terlaksana.

“Jangan sampai ada, di tengah masyarakat terdapat perbedaan dalam hal pelayanan kesehatan. Ada kelompok yang dapat BPJS ada yang tidak,” harapnya.

Secara umun, ia mengakui punya banyak program sejalan dengan NH-Aziz. Khususnya dalam hal pengembangan SDM di Kabupaten Pinrang pada bidang pendidikan, kesehatan dan sosial.

Sekadar diketahui, program pendidikan berkualitas NH-Aziz salah satunya adalah bantuan beasiswa dan perlengkapan sekolah, gratis bagi pelajar SD hingga SMA. Pada program kesehatan, pelayanan berbasis KTP juga akan diterapkan guna mempermudah proses pelayanan. (*)

Rere Art2Tonic Gubah Lagu Khusus untuk NH-Aziz

Rere Art2Tonic

Rere Art2Tonic

Makassar, KABAROKE — Seniman multitalenta, Syahrir Arsyad Dini alias Rere Art2Tonic, siap menggubah lagu khusus untuk pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Lagu itu diharapkan akan mengiringi perjuangan pasangan tegas, merakyat dan religius itu pada Pilgub Sulsel 2018.

Rere siap mengambil peran dalam upaya pemenangan NH-Aziz setelah ditantang oleh mantan Gubernur Sulsel, Amin Syam. “Saya sudah dibisik dan pasti bikinkan. Pak Amin Syam itu orang yang saya hormati dari dulu, tidak mungkin berani saya tolak. Secepatnya saya buatkan,” kata sutradara Film Silariang : Menggapai Keabadian Cinta, Selasa, 6 Februari.

Menurut Rere, tahap awal pihaknya terlebih dulu ingin mengetahui kata-kata dasar yang harus ada dalam lagu tersebut. Dengan begitu, pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat bisa tercapai. Ia mengaku bukanlah hal yang baru baginya untuk menciptakan lagu bagi kandidat. Toh, dalam beberapa pilkada lalu, hal serupa dilakoninya.

Sebelumnya, Rere juga membuat lagu untuk Syahrul Yasin Limpo saat masa kampanye sebelum menjabat Gubernur Sulsel, dengan judul Bukan Negeri Jagoan, plus video klip. Lalu, pada pilgub 2013, Rere menciptakan lagu untuk pasangan calon gubernur Ilham Arief Sirajuddin dan Aziz Qahhar Mudzakkar dengan judul Assalamu Alaikum.

“Pembuatannya tidak akan lama, apalagi saya sudah connect sama Ustaz Aziz. Saya kan dekat dengan beliau, waktu maju pilkada sebelumnya bersama Pak Ilham,” ujar dia.

Rere merupakan seniman asal Sulsel yang memiliki banyak karya. Melalui grup band Art2Tonic, Rere berkarya lewat lagu, selanjutnya merambah ke industri film, lewat Paramedia Indonesia atau Art2Tonic Production House. Rere sudah menghasilkan sejumlah album yang cukup beken di kalangan anak muda Makassar. Sebagai sutradara, sedikitnya lima film sudah dibuat.

Salah satu karyanya, Silariang : Menggapai Keabadian Cinta menjadi juara pada malam penganugerahan Film Terbaik Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia 2017. Film lain buatan Rere yakni Bombe’, Sumiati, Bombe’ Dua: Dumba’-Dumba dan Maipa Deapati & Datu Museng. (*)

Forum Raja-raja Sulsel Siap Menangkan NH-Aziz

SBA for NH-Aziz Terdiri dari Forum Raja-raja se-Sulsel

SBA for NH-Aziz Terdiri dari Forum Raja-raja se-Sulsel

Makassar, KABAROKE — Dukungan terhadap pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) semakin kencang. Teranyar, giliran relawan dari Sahabat Burhanuddin Andi (SBA) mendeklarasikan dukungan di Hotel Clarion Makassar, Minggu, 4 Februari. Salah satu simpul pemenangan dalam SBA adalah forum raja-raja yang siap memenangkan pasangan tegas, merakyat dan religius itu.

“Banyak simpul pemenangan dalam SBA for NH-Aziz. Salah satunya ya forum raja-raja se-Sulsel yang sedari awal mendukung Pak Bur (Burhanuddin Andi) kini bersama NH-Aziz,” kata Ketua Tim SBA for NH-Aziz, Sudirman Numba, Minggu, 4 Februari.

Sudirman menceritakan forum raja-raja se-Sulsel merupakan yang paling pertama mendukung Burhanuddin maju pada Pilgub Sulsel 2018. Namun, karena mantan Kapolda Sulsel itu urung bertarung dan mengalihkan dukungan kepada NH-Aziz, forum raja-raja pun siap mendukung pasangan nasionalis-religius. Pertimbangannya, konsep dan program NH-Aziz juga sangat memprioritaskan kearifan budaya lokal.

Selain forum raja-raja se-Sulsel, Sudirman memaparkan dalam tim SBA for NH-Aziz juga ada komunitas purnawirawan Polri, Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBP3) dan pimpinan Khalwatiyah. Seluruh komponen tersebut hadir dalam acara deklarasi dukungan terhadap NH-Aziz. Sudirman menegaskan mereka yang hadir bukanlah sebatas penggembira, melainkan tokoh berpengaruh di daerahnya masing-masing.

“Saya tegaskan, yang hadir ini adalah tokoh, bukan penggembira. Mereka punya pasukan di belakang yang tentunya siap mensosialisasikan dan memenangkan NH-Aziz,” tegas Sudirman.

Burhanuddin sendiri mengaku sudah bulat menyatakan dukungan untuk memenangkan NH-Aziz. Pertimbangannya, pasangan yang diusung lima parpol itu paling merakyat dan memiliki komitmen. Beragam program NH-Aziz diyakininya paling mampu mensejahterakan masyarakat Sulsel. Ia juga sangat yakin NH-Azia akan keluar sebagai pemenang pada Pilgub Sulsel 2018.

“Kenapa saya (bergabung) ke Pak Nurdin Halid, itu karena saya pilih yang menang. Saya ini seorang jenderal dan tidak pernah memilih sembarangan, tapi sudah melalui pertimbangan,” ujarnya.

Sementara itu, NH mengapresiasi dukungan Burhanuddin. Kepercayaan tersebut, lanjut dia, akan dijawab dengan kerja keras memenangkan kontestasi politik. Dan, yang lebih penting upaya mewujudkan seluruh program pro-rakyat untuk Sulsel Baru yang lebih sejahtera. (*)

Aroma Salam Sulsel Baru di Pelantikan Pengurus Golkar Enrekang

Nurdin Halid Salam Sulsel Baru Bareng Pengurus Golkar Enrekang

Nurdin Halid Salam Sulsel Baru Bareng Pengurus Golkar Enrekang

Enrekang, KABAROKE — Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH), berkunjung ke Kabupaten Enrekang, Selasa, 30 Januari. Di Bumi Massenrempulu, Bakal Calon Gubernur Sulsel itu melantik pengurus DPD II Golkar Enrekang yang dipimpin oleh Muslimin Bando. Selain itu, NH diagendakan menghadiri deklarasi pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Enrekang, Muslimin Bando-Asman.

Kedatangan NH ke Enrekang sendiri disambut hangat oleh segenap pengurus partai beringin dan pasangan Muslimin Bando-Asman. Mereka ramai-ramai memberikan dukungan bagi pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itu. Saking antusiasnya, arena pelantikan pengurus Golkar Enrekang dipenuhi dengan salam Sulsel Baru. Muslimin yang juga Bupati Enrekang tak luput melakukan salam NH-Aziz.

Dalam sambutannya, NH berpesan agar seluruh pengurus dan kader Golkar selalu solid menghadapi tahun politik. Sederet pesta demokrasi, mulai pilkada serentak 2018 hingga pileg dan pilpres 2019 merupakan tantangan yang harus dimenangkan. Termasuk pilkada Enrekang, dimana Golkar mengusung kader yang juga petahana yakni Muslimin Bando.

“Pengurus dan kader harus selalu kompak. Itu modal penting untuk memenangkan Pilgub Sulsel dan Pilkada Enrekang,” kata NH yang juga Ketua Koordinator Bidang Pratama Golkar.

Menghadapi pilkada serentak 2018, Golkar sendiri telah melakukan konsolidasi, baik lingkup internal maupun eksternal. Tujuannya satu untuk memenangkan seluruh usungannya pada Pilgub Sulsel dan 12 pilkada tingkat kabupaten/kota. (*)

Angka Pengangguran Meningkat, NH-Aziz Buka Lapangan Kerja Luas

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Makassar, KABAROKE — Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) menaruh atensi besar terhadap semakin tingginya angka pengangguran. Untuk itu, pasangan tegas, merakyat dan religius ini telah menyusun program penciptaan lapangan kerja yang luas, termasuk bagi generasi zaman now.

Rancang bangun program penciptaan lapangan kerja ala NH-Aziz sangat matang. Bahkan itu menjadi salah satu program yang telah disetor ke KPUD Sulsel. Hitung-hitungannya, tiap BUMDes akan menyerap 10 tenaga kerja. Alhasil, selama satu periode pemerintahan, NH-Aziz sedikitnya bisa membuka 100 ribu lapangan kerja.

Serapan tenaga kerja tidak hanya bertumpu pada BUMDes, NH-Aziz berkomitmen menggelorakan kembali gerakan koperasi. Kedua tokoh nasional itu diketahui sangat pro-ekonomi kerakyatan. “Program lain yang bisa membuka lapangan kerja adalah bantuan modal usaha untuk usaha mikro tanpa bunga,” kata NH, Senin, 29 Januari.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia itu juga berkomitmen membangun industri pengolahan pada daerah sentra produksi. Bila itu semua berjalan baik, kata dia, industri pengolahan pasti menyerap banyak tenaga kerja. Begitu pula dengan peningkatan investasi di berbagai bidang, seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

“Dalam investasi itu, untuk serapan tenaga kerja harus memprioritas tenaga kerja lokal. Itu tidak bisa ditawar-tawar. Tinggal bagaimana kita juga harus bersiap untuk bersaing, khususnya generasi muda,” ujar NH.

NH mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa untuk meningkatkan daya saing sedari sekarang. Kelak bila lulus kuliah, sambung dia, jadilah sarjana terdidik, bukannya sarjana akademik. Sarjana terdidik merupakan alumnus yang mampu membuka lapangan kerja karena skill yang dimiliki. Sedang sarjana akademik sebatas mengandalkan ijazah.

Tingginya angka pengangguran di Sulsel memang menjadi masalah klasik yang tidak kunjung tuntas. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka penduduk yang tidak bekerja bukannya menurun, malah kian melejit. Gubernur Sulsel terpilih dituntut memiliki program solutif untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Generasi zaman now patut khawatir atas peningkatan tren angka pengangguran. Statistik mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT menembus 5,61 persen periode Agustus 2017. Tercatat kenaikan 27.404 orang dalam setahun. Kini, jumlah penduduk Sulsel yang menganggur mencapai 213.695 orang. (*)

Begini Kompak dan Mesranya Elite Parpol Koalisi NH-Aziz

Pasangan NH-Aziz

Pasangan NH-Aziz

Makassar, KABAROKE — Pendaftaran pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) ke Kantor KPUD Sulsel, Senin, 8 Januari, berlangsung semarak dengan suasana penuh kekeluargaan. Tahapan pendaftaran itu menunjukkan soliditas koalisi parpol pengusung NH-Aziz. Seluruh pimpinan parpol tampak hadir dan setia menemani pasangan nasionalis religius itu.

Dari pantauan di lapangan, pasangan NH-Aziz dikawal oleh Ketua NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS); Ketua Hanura Sulsel, Andi Ilhamsyah Mattalatta; Ketua PKB Sulsel, Azhar Arsyad; Ketua PKPI Sulsel, Suzanna Kaharuddin dan Ketua Harian Golkar Sulsel, M Roem. Bahkan, ikut pula Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham.

Para elite parpol pengusung bahkan telah berkumpul di kediaman NH di Jalan Mapala untuk mengikuti ritual adat pelepasan NH-Aziz untuk mendaftar ke KPUD Sulsel. Mereka terus lengket dan mesra menemani jagoannya itu. Kekompakan para pimpinan parpol tersebut sekaligus menepis isu adanya parpol NH-Aziz yang akan dibegal kandidat lain.

Nurdin Halid (NH) menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya terhadap elite parpol koalisi yang telah bersedia menemaninya mendaftar di KPUD Sulsel. Tak lupa ucapan penghargaan setinggi-tingginya dihaturkan kepada sejumlah tokoh masyarakat yang ikut menemani. Di antaranya Raja Gowa, Maddusila; Mantan Sekprov Sulsel, Andi Muallim dan Mantan Gubernur Sulsel, Amin Syam.

“Hari ini, saya dan Aziz Qahhar Mudzakkar sangat berbahagia. Terimakasih kepada para pimpinan parpol koalisi dan para tokoh yang telah meluangkan waktu. Kehadiran mereka merupakan bukti komitmen untuk bersama-sama mewujudkan Sulsel Baru. Sulsel yang lebih sejahtera dan berkeadilan,” kata NH, Senin, 8 Januari.

Menurut NH, keberadaan parpol pengusung tidak hanya sekadar pelengkap baginya untuk mendaftar sebagai kontestan pilkada. Parpol diinginkannya menjadi pilar demokrasi dan menjadi garda terdepan dalam memenangkan pilkada. Kolobarasi parpol koalisi bersama relawan di akar rumput diyakini mampu mengunci kemenangan NH-Aziz pada Pilgub Sulsel.

Secara teoritis, berbekal dukungan koalisi lima parpol pengusung ditambah satu parpol pendukung plus relawan, pasangan NH-Aziz tidak terkalahkan. Terlebih, parpol pengusung NH-Aziz menguasai infrastruktur di Sulsel. Untuk itu, ia mengimbau agar mesin parpol dan mesin relawan bisa berpadu untuk memastikan kemenangan di setiap daerah. (**)

Soal Syarat Pendaftaran, NH-Aziz Paling Meyakinkan

Pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar Daftar KPU

Pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar Daftar KPU

Makassar, KABAROKE — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sulsel memastikan berkas pendaftaran pasangan Bakal Calon Gubenur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), memenuhi syarat. Bahkan, pasangan nasionalis-religius itu paling meyakinkan dengan dukungan lima parpol pengusung atau setara 35 kursi parlemen.

Ketua KPUD Sulsel, Iqbal Latief, mengatakan setelah menerima berkas pendaftaran kandidat dan melakukan pemeriksaan dokumen formulir B.1-KWK parpol, pasangan NH-Aziz dinyatakan memenuhi syarat pencalonan. Dukungan kursi parlemen pasangan nasionalis-religius itu setara dengan dua kandidat alias jauh melampaui persyaratan yang hanya 17 kursi.

“Hasilnya kami putuskan pasangan Nurdin Halid bersama Aziz Qahhar Mudzakkar memenuhi syarat pencalonan. Telah melebih dari jumlah yang disyaratkan. Jumlahnya 35 kursi yang dimiliki,” kata Iqbal Latief, Senin, 8 Januari.

Dari sejumlah kandidat, pasangan NH-Aziz memang didukung paling banyak parpol dengan kursi parlemen yang sangat besar. Pasangan ini diusung oleh Golkar, NasDem, Hanura, PKB dan PKPI. Belum lagi ada PPP kubu Djan Faridz yang hadir sebagai parpol pendukung.

Dalam prosesi pendaftaran, seluruh pimpinan parpol pengusung NH-Aziz tampak hadir mendampingi. Di antaranya yakni Ketua NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS); Ketua Hanura Sulsel, Andi Ilhamsyah Mattalatta; Ketua PKB Sulsel, Azhar Arsyad; Ketua PKPI Sulsel, Suzanna Kaharuddin dan Ketua Harian Golkar Sulsel, M Roem.

Bahkan, ikut pula Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham. Tidak ketinggalan para tokoh masyarakat yang berpengaruh. Seperti Raja Gowa, Maddusila; Mantan Sekprov Sulsel, Andi Muallim dan Mantan Gubernur Sulsel, Amin Syam. (*)

Simbol Ekonomi Kerakyatan Penuhi Pendaftaran NH-Aziz ke KPU

Nurdin Halid Kendarai Bendi Saat Daftar ke KPUD Sulsel

Nurdin Halid Kendarai Bendi Saat Daftar ke KPUD Sulsel

Makassar, KABAROKE — Perpaduan ekonomi kerakyatan dan kearifan lokal menjadi tema besar dalam prosesi pendaftaran pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) ke Kantor KPUD Sulsel di Jalan AP Pettarani, Senin, 8 Januari. Kolaborasi itu terlihat dari alat-alat transportasi yang digunakan pasangan nasionalis religius tersebut.

Rombongan NH-Aziz mengendarai bendi, pasukan berkuda, bentor dan mobil hias. Seluruh alat transportasi tersebut merupakan simbol ekonomi kerakyatan dan kearifan lokal. Semua itu juga selaras dengan semangat trikarya yang menjadi landasan pembangunan menuju Sulsel Baru yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

Dari pantauan di lapangan, NH-Aziz naik bendi bersama Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto dan para pimpinan parpol pengusung ke Kantor KPUD Sulsel. Rombongan NH-Aziz bertolak dari kediaman NH di Jalan Mapala. Mereka dikawal oleh ribuan pendukung setianya yang memadati sepanjang jalan yang dilalui.

Sekretaris GNH-17 Sulsel, Irwan Muin, mengatakan sedikitnya ada 8 bendi yang disiapkan pihaknya untuk mengantar NH-Aziz. Juga ada pasukan berkuda, bentor mobil hias yang turut meramaikan. “Iya ada sekitar 8 bendi. Itu yang digunakan NH-Aziz dan pimpinan parpol pengusung,” ucap dia.

Menurut Irwan, penggunaan bendi dilakukan sebagai simbol ekonomi kerakyatan dan kearifan lokal yang senantiasa dijaga oleh pasangan NH-Aziz. Semua itu diperkuat dengan ritual adat khas Sulsel. Itu untuk kian meneguhkan NH-Aziz merupakan pasangan yang sangat menghargai adat, budaya dan kearifan lokal.

Irwan memaparkan kepedulian NH-Aziz terhadap ekonomi kerakyatan serta adat dan budaya pun ditunjukkan dengan memasukkannya sebagai program prioritas. Dalam trikarya, NH-Aziz berkomitmen membangun Sulsel berdasarkan infrastruktur, ekonomi kerakyatan dan kearifan lokal.

Pasangan NH-Aziz mendaftar ke KPUD Sulsel diusung oleh lima parpol. Rinciannya yakni Golkar, NasDem, Hanura, PKB dan PKPI. Di samping itu, ada pula PPP kubu Djan Faridz yang ikut sebagai parpol pendukung. (**)

1 2 3 4 15