PDIP: Hubungan Ketum Dengan Ahok Sangat Baik

Jakarta, KABAROKE – Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menyatakan hubungan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sangat baik. Bahkan ia mengatakan kedekatan keduanya sudah terjalin sejak dulu.

Ingat saat perayaan Natal dulu, Ketum sempat mendatangi rumah Ahok? Sudah seperti ibu dan anak,” kata Hendrawan di Jakarta, Kamis (24/03).

Namun. Hendrawan melihat hubungan yang dekat itu justru berdampak adanya kalangan politik yang ingin memecah belah keduanya. Dengan mengait-ngaitkan hal-hal yang tidak masuk nalar logika, sehingga memunculkan asumsi publik sedemikian rupa.

“Ingin memecah hubungan dengan politik ‘devide et impera’ dengan menunggangi arus liberalisme dan individualisme ekstrim yang mewarnai perjalanan demokrasi kita,” katanya.

Akan tetapi, saat ditanya terkait adanya peluang Ahok akan diusung PDI Perjuangan di Pilkada DKI Jakarta, Hendrawan belum bisa menjawabnya. Ia mengatakan segala kemungkinan dapat terjadi dalam dunia politik.

“Politik adalah “the art of possible”. Yang lebih penting adalah membuka ruang komunikasi dan menggalang kekuatan kolektif, bukan justru memantik kesalahpahaman dan konflik persepsi,” tutur anggota Komisi XI DPR itu. (red)

Terus Bersafari Politik, Yusril Incar Dukungan PDIP

Jakarta, KABAROKE – Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra semakin gencar melakukan lobi politik ke sejumlah partai dan tokoh politik. Setelah melakukan safari politik ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai Golkar, hingga Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kini Yusril mengaku akan melobi PDI Perjuangan. Selain meminta bantuan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Yusril mengaku akan turun langsung menemui petinggi partai berlambang banteng itu.

“Jadi dalam berapa hari ini kita sangat intensif berbicara dengan tokoh-tokoh PDIP. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama PDIP juga cepat menentukan sikap,” ujar Yusril usai Diskusi Reboan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) di Jalan Cikatomas, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/3).

Komunikasi yang dilakukan dengan partai politik juga mengarah pada wakil yang akan menemani Yusril bertarung di Pilgub DKI. Yusril menyerahkan sosok wakilnya pada partai yang bakal mengusungnya. Dia mengaku sudah mendapatkan dukungan secara informal dari Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Kalau wakil itu saya tidak bisa tentukan sendiri. Saya harus bernegosiasi dengan partai. Itu juga yang dibicarakan oleh Pak Prabowo Subianto maupun Pak Aburizal Bakrie bahwa mereka akan bicara dengan sesama pimpinan partai,” kata Yusril

PDIP: Tidak Menutup Kemungkinan Risma Akan Maju Di Jakarta

Jakarta, KABAROKE – Ketua DPP Partai Dekmokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Pareira mengatakan, dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017. Partainya masih memantau beberapa nama kader yang akan didorong maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta.

Tidak menutup kemungkinan, Partainya akan menunjuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Meski sebelumnya Risma sendiri telah menyatakan tidak mau maju di Pilgub DKI.  Namun Andreas menegaskan, sebagai kader Risma harus siap.

“Kalau ada penugasan lain, kita lihat dinamika politik yang berkembang nanti, situasi politiknya seperti apa,” ujar Andreas dalam diskusi Polemik Sindo: Kontestasi Pilkada DKI di Restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016).

Tidak hanya Risma. Andreas juga tak menampik jika nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga berpotensi untuk dimajukan Partainya dalam Pilgub DKI.

Namun, ia mengatakan. Semua keputusan masih belum rampung dan masih dalam penggodokan di internal Partainya.

“Mereka adalah kader yang baik untuk PDIP. Sebagai kader mereka siap ditugaskan dimanapun,” pungkas Andreas.

PDIP : Ahok Fokus Saja Selesaikan Tugasnya. Terlalu Dini Jika Ingin Maju Lagi

Jakarta, KABAROKE –  Jelang Pilkada DKI 2017, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terlihat sudah ngebet untuk maju kembali memimpin Jakarta. Meski telah menyatakan untuk maju di jalur independen, ahok masih berharap mandapatkan dukungan dari Partai-Partai besar sebagai kendaraan politiknya.

Terkait hal tersebut. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta Ahok agar fokus saja menjalani tugasnya di dalam pemerintahan saat ini.

Ketua DPP PDIP Andreas Pereira menjelaskan, Partainya sudah mengeluarkan surat untuk mendukung Ahok hingga akhir masa jabatannya. Dengan surat dukungan ini, diharapkan Ahok memiliki komitmen dengan menggeser kepentingan diluar pemerintahan.

“Surat terakhir itu, PDIP menulis supaya Pak Ahok dan Pak Djarot menjalankan proses pemerintahan ini dengan tenang, sampai akhir jabatan mereka,” kata Andreas dalam diskusi Polemik Sindo: Kontestasi Pilkada DKI di Restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016).

Andreas menilai apa yang telah dilakukan Ahok bisa menguras energi, sehingga kinerja pemerintahan menjadi tidak fokus dan amburadul.

“Kami melihat proses politik di DKI ini terlalu prematur, terlalu panas di pagi hari. Bahaya ini. Nanti perhatian masyarakat terlalu banyak menguras energi,” pungkas Andreas.

1 10 11 12