Memimpin Real Count, NH-Aziz Unggul di 14 Kabupaten/Kota

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Makassar, KABAROKE — Tim pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), merilis hasil perhitungan nyata alias real count versi C1 atau rekapitulasi surat suara per TPS pada Pilgub Sulsel 2018, Rabu (27/6). Hingga pukul 21.00 WITA, perhitungan suara yang masuk mencapai 70 persen dan NH-Aziz memimpin sementara dibandingkan tiga pesaingnya.

Berdasarkan data dari Golkar dan Satgassus NH-Aziz, NH-Aziz memimpin sementara dengan meraup 33,persen. Disusul pasangan nomor urut tiga Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) sebesar 32,2 persen; pasangan nomor urut empat Ichsan Yasin Limpo sebesar 27,8 persen dan pasangan nomor urut dua sebesar 6,6 persen.

“Kami sampaikan hasil sementara rekapitulasi C1 Golkar yang dikirim oleh teman-teman saksi dari 24 kabupaten/kota. Hasilnya NH-Aziz unggul sementara. Keunggulan kami bahkan meliputi 14 kabupaten/kota,” kata Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai, saat mengggelar konferensi pers di kediaman NH, Kota Makassar, Rabu (27/6).

Menurut Risman, perjuangan belum berakhir. Olehnya itu, seluruh simpul pemenangan, khususnya saksi-saksi di TPS tetap militan mengawal surat suara. Jangan mau ‘dibeli’ karena pihaknya mengendus adanya upaya mengubah suara NH-Aziz. Terlebih, sudah ada hasil hitung cepat atau quick count dari beberapa lembaga survei yang mengunggulkan kandidat tertentu.

Risman melanjutkan penghitungan C1 alias real count terus berlangsung hingga sekarang. Bila tidak ada aral melintang, hasil real count sudah bisa diketahui Kamis (28/6). Risman mengatakan pihaknya menghargai hasil quick count yang mengunggulkan lawan, tapi itu bukan hasil final. Hasil final ada pada keputusan KPU yang mengacu pada real count atau penghitungan C1.

“Kami menunggu hasil KPU. Kami harap pejuang NH Aziz dan Golkar untuk tetap menjaga solidaritas. Jangan terpengaruh. Kami menghargai quick count yg dilakukan lembaga surve, tapi hasil tersebut bukan keputusan final dan tidak berkekuatan hukum tetap,” pungkasnya. (*)

Usai Pantau Pilkada Sulsel, Ini yang Dilakukan Sumarsono

Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono

Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono

Makassar, KABAROKE — Usai melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di sejumlah TPS, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono dan tim rombongan yang ikut melakukan sujud syukur di Masjid Amirul Mukminin (Masjid Terapung) Pantai Losari, Rabu sore (27/6).

Sujud syukur ini, Ia lakukan karena sepanjang pemantauan secara umum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.

Selanjutnya, Ia mencoba menikmati, Indahnya matahari terbenam (sunset) dari kawasan pusat wisata yang paling ramai di kunjungi di Makassar.

Setiba di kawasan wisata utama justru Sumarsono “diserbu” beberapa kelompok ibu-ibu meminta untuk foto bersama.

Ada juga ayah, ibu dan anak-anak yang mendekati Sumarsono dan meminta berfoto.

“Ijin foto pak Gubernur,” pinta mereka dengan santun.

Usai foto-foto, Sumarsono berkeliling Losari yang sore itu dipadati ribuan pengunjung. Hari itu, Rabu 27 Juni memang ditetapkan Presiden RI Jokowi sebagai libur nasional.

Selanjutnya, di masjid yang terletak di Jalan Penghibur ini. Saat mendekati waktu salat Magrib, Ia kemudian mengambil air wudhu untuk salat bersama warga. (*)

Golkar Sulsel: Nurdin Halid Unggul 33,4 Persen di Real Count

Wakil Ketua Golkar Sulsel Bidang Organisasi, M Risman Pasigai

Wakil Ketua Golkar Sulsel Bidang Organisasi, M Risman Pasigai

Makassar, KABAROKE — Partai Golkar Sulawesi Selatan merespon hasil perhitungan cepat yang menempatkan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman dengan elektabilitas tertinggi. Partai yang mengusung pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar itu menyebut jagoannya unggul di versi real count.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I Partai Golkar Sulsel Risman Pasigai di kediaman Nurdin Halid, Jalan Mapala, Makassar, Rabu malam, 27 Juni 2018. Ia mengklaim, pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar yang unggul berdasarkan rekap C1 yang dikumpulkan para saksi Golkar di seluruh kabupaten/kota di Sulsel.

“Partai Golkar yang turut merekap C1, hasil perhitungan suara dari saksi seluruh kabupaten/kota, kami nyatakan NH-Aziz unggul sementara 33,4 persen,” ungkap Risman.

Menurutnya, kandidat nomor dua, Agus-Tanribali meraih 6,7 persen. Kemudian kandidat nomor urut tiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman 32,2 persen, serta pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar 27,8 persen. Hasil itu, kata dia, berdasarkan rekap perhitungan C1 dengan data yang terkumpul mencapai 70 persen.

“Jadi memang masih sementara, kami akan tunggu sampai pagi rekap C1 dari para saksi kami,” kata dia.

Risman menegaskan, pihak Golkar Sulawesi Selatan menghormati dan menghargai hasil hitung cepat yang dirilis oleh sejumlah lembaga. Tapi, hasil itu belum final dan belum berkekuatan hukum tetap. (**)

Soal Alih Dukungan, NA-ASS Jangan Bohongi Rakyat

Nasruddin Upel

Nasruddin Upel

Makassar, KABAROKE — Tim pemenangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) angkat bicara soal pengalihan dukungan yang diklaim kubu Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS). Klaim tersebut dianggap sebagai upaya penggiringan opini yang sesat dan cenderung mengarah kepada kebohongan.

Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Sulsel Nasruddin Upel mengatakan, NA-ASS sebelumnya mengklaim pengalihan dukungan dari komunitas Jaringan Koperasi NH-Azis di Makassar. Kelompok ini dipimpin Nur Hamsiah. Padahal setelah ditelusuri, orang bersangkutan ternyata bukan jaringan relawan NH-Aziz.

Upel menjelaskan, Hamsiah diketahui merupakan keluarga dari Syaiful Ahmad, salah satu mantan relawan NH-Aziz di kabupaten Pinrang yang telah dipecat. Pria ini juga sebelumnya diklaim telah berpindah dukungan untuk NA-ASS.

“Hamsiah itu masih keluarganya Syaiful. Syaiful kan sudah dipecat, keluarganya mungkin marah sampai ada klaim-klaim seperti ini,” kata Upel di Makassar.

Upel mengatakan, wacana pengalihan dukungan biasanya marak jelang pemungutan suara. Ini dianggap mencerminkan keputusasaan kandidat calon kepala daerah yang merasa kalah bersaing. Opini masyarakat digiring untuk mempercayai sesuatu yang tidak benar.

“Kami mengimbau para kandidat di Pilgub Sulsel untuk bersaing secara sehat. Jangan bohongi rakyat dengan isu murahan. Mari menunjukkan cara-cara politik yang santun,” ujar Upel.

Lebih lanjut, Upel juga menyindir modus lain kandidat pesaing NH-Aziz dalam wacana pengalihan dukungan. Di mana kader partai pendukung sendiri pun dibuat seolah-olah berpindah haluan. Ini ditunjukkan kubu Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar, yang mengklaim dukungan pejabat Demokrat Sulsel Selle KS Dalle. Padahal Demokrat, dari awal memang mendukung IYL-Cakka.

“Beda halnya dengan dukungan yang mengalir untuk NH-Aziz. Semua datang apa adanya tanpa rekayasa, tidak dibuat-buat. Kami juga menegaskan seluruh jaringan pemenangan NH-Aziz selalu solid dan tak gampang terpengaruh,” Upel menambahkan.

Terpisah, Ketua Tim Relawan JK NH-Aziz, Rahman Halid mengatakan pihaknya mengedepankan aspek jujur dan bertanggungjawab dalam menggalang dukungan masyarakat. Relawan dan tim yang didapati berbuat melenceng dari aturan, dipastikan didepak.“Pihak NH-Aziz selalu memberikan pendidikan politik yang baik kepada seluruh tim pemenangan agar tak bermasalah di kemudian hari. Prinsipnya sama-sama ki, bekerja secara bersama-sama, bukan karena ada kepentingan pribadi. Tujuannya satu, memenangkan nomor urut satu,” tuturnya. (**)

Waspada Manipulasi Survei, Ini Tiga Potensi Praktik Jekkong di Pilgub Sulsel

Anggota DPR RI Fraksi Golkar Hamka B Kady

Anggota DPR RI Fraksi Golkar Hamka B Kady

Makassar, KABAROKE — Masyarakat Sulsel khususnya pendukung pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) diminta waspada terhadap praktik kecurangan di Pilgub Sulsel. Khususnya dengan cara manipulasi hasil survei untuk membentuk opini publik.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim NH-Aziz Center, Hamka B Kady menanggapi hasil survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang diduga kuat merupakan pesanan. Setidaknya, ia menjabarkan tujuh kemungkinan praktik “jekkong” berdasarkan hasil survei yang direkayasa.

Pertama, melalui survei yang di publish bisa jadi adalah target perolehan suara seorang kandidat dan penggembosan suara bagi lawan tandingnya. Tujuannya, kata dia, agar hasil suara akhir akan dipaksakan dicapai dengan cara apapun termasuk cara jekkong.

Kedua, oknum kandidat akan melakukan langkah-langkah penekanan di daerah yang di kuasai atau daerah basisnya. Mungkin saja, lanjutnya menjelaskan, melakukan langkah jekkong dengan di-backup aparat sipil negara.

“Bahkan bisa jadi berusaha mempengaruhi aparat keamanan termasuk penyelenggara dan panwas untum minta perlindungan atau paling tidak ada pembiaran supaya aman dalam melaksanakan aksi jekkongnya,” tuturnya.

Kemudian, oknum kandidat melakukan pengawalan suara di setiap lingkungan dan dusun atau di sekitar TPS pada malam hari hingga menjelang pecoblosan. Bahkan, ia menyebut, ada kemungkinan dilakukan cara memberikan sesuatu kepada pemilih yang dikawalnya.

Olehnya itu, Hamka mengingat kepada masyarakat untuk turut memerangi praktik curang di Pilgub Sulsel. Penguatan tim di tingkat TPS, kata Hamka, akan diperkuat untuk mencegah adanya praktik jekkong.

“Ayo rapatkan barisan untuk melawan proses kecurangan yang mereka rancang secara sistematis dan massif,” ujarnya. (**)

Didukung Batu Putih Syndicate, NH-Aziz Dapat Suntikan 1,7 Juta Suara

Presiden Batu Putih Syndicate Syamsul Bahri Sirajuddin Bersama Nurdin Halid

Presiden Batu Putih Syndicate Syamsul Bahri Sirajuddin Bersama Nurdin Halid

Makassar, KABAROKE — Komunitas Batu Putih Syndicate (BPS) akhirnya resmi menyatakan arah dukungannya dalam Pilgub Sulsel. Tim pemenangan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar pada pilgub lalu ini memilih untuk kembali memenangkan Aziz Qahhar yang kini menjadi calon wakil gubernur berpasangan dengan Nurdin Halid.

Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus menjelaskan, dukungan BPS dalam jejaring pemenangan NH-Aziz dianggap sebagai langkah maju bagi tim. Hal itu diungkapkannya karena telah begitu mengenal dan mengetahui kekuatan jaringan yang dimiliki oleh lembaga ini.

“Pada Pilgub 2013 saya merekam aktivitas mereka di lapangan. Bagaimana mereka membangun jaringan dan dimana jaringan itu berada sedikit banyak saya tahu,” kata Nurmal yang juga alumni Batu Putih Sindycate.

Mantan Ketua KPU Makassar ini menyatakan salah satu faktor keberhasilan Ilham-Azis meraih hingga 1,7 juta dukungan pada Pilgub 2013 adalah karena kesuksesan manajemen tim yang mereka bangun. Sehingga, Nurmal menyebutkan, modal itulah yang dapat menjadi kekuatan ekstra bagi NH-Aziz kali ini.

“Jaringan mereka meliputi seluruh Sulsel. Saya tidak tahu apakah jarjngan itu masih bertahan atau tidak. Kalau bertahan, itu sangat luar biasa. Mereka mampu meraup 1,7 juta suara padahal saat itu melawan incumbent SYL,” ujarnya.

Nurmal pun menyarankan agar langkah pertama yang dilakukan NH-Aziz dengan bergabungnya BPS adalah dengan mencoba membangun kembali kekuatan lembaga ini.

“Saya tahu mereka punya database tim hingga tingkat TPS. Tapi, apakah itu masih aktif atau tidak itu dulu yang harus ditelusuri,” ujarnya.

Apalagi lanjutnya, kekuatan itu tak terlalu sulit untuk dibangun karena saat itu BPS juga mengelola tim bersama tim pejuang bersatu. Saat ini, tim pejuang bersatu juga kian getol memperjuangkan kemenangan NH-Aziz dalam Pilgub Sulsel.

“Saya pikir itu tak terlalu sulit bagi mereka karena mereka dulu membangun kekuatan Pilgub 2013 bersama tim pejuang bersatu yang kini juga bersama NH” tutupnya. (*)

Totalitas Pendukung Appi-Cicu Menangkan NH-Aziz

Pendukung Appi-Cicu All Out Menangkan NH-Aziz

Pendukung Appi-Cicu All Out Menangkan NH-Aziz

Makassar, KABAROKE — Gagasan dan program Sulsel Baru yang dicanangkan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) membuat masyarakat tidak bisa berpaling. Dukungan kepada calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu itu semakin massif jelang tahapan pencoblosan. Di Makassar, pendukung calon tunggal Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) memastikan dukungan kepada NH-Aziz.

“Ya arah dukungan pendukung Appi-Cicu jelas. Di Pilwalkot Makassar, kita all out menangkan Appi-Cicu dan di Pilgub Sulsel, kita berjuang habis-habisan menangkan NH-Aziz, itu harga mati. Tidak usah diragukanlah, seluruh pendukung Appi-Cicu pasti dukung NH-Aziz,” kata salah seorang pendukung militan Appi Cicu, Hj Lina, Kamis, 31 Mei.

Menurut Hj Lina, banyak pertimbangan hingga akhirnya pendukung Appi-Cicu menjatuhkan dukungan untuk NH-Aziz. Di antaranya yakni Appi-Cicu dan NH-Aziz bisa dibilang memiliki banyak kesamaan dan memang berafiliasi secara resmi. Appi-Cicu dan NH-Aziz dapat dikatakan merupakan satu paket untuk menuju Makassar dan Sulsel Baru yang lebih maju dan sejahtera.

“Tidak kalah penting itu program NH-Aziz tiada duanya. Ya inilah kandidat yang paling gagah dan bagus programnya, seperti orangnya,” ucap Hj Lina yang merupakan warga Rappokalling.

Lebih jauh, ia menyampaikan secara spesifik, program NH-Aziz menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Terkhusus kalangan ibu rumah tangga dan masyarakat kurang mampu. Kehadiran program pendidikan dan perlengkapan sekolah gratis, layanan kesehatan berbasis KTP, bantuan modal tanpa bunga, bantuan peningkatan gizi ibu hamil dan balita dan banyak lainnya sangatlah membantu wong cilik.

“Kalau masyarakat dukung NH-Aziz, itu karena programnya tiada duanya, paling top. Program NH-Aziz itu jawaban dari seluruh permasalahan ibu rumah tangga maupun orang yang kurang mampu. NH-Aziz menunjukkan kepedulian dan perhatian yang sangat besar,” tutup dia. (**)

Bukan ASS, Orang Bone Bersatu Menangkan NH

Fahsar M Padjalangi Bersama Nurdin Halid

Fahsar M Padjalangi Bersama Nurdin Halid

Bone, KABAROKE — Calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid melanjutkan rangkaian sadari Ramadan ke kabupaten kelahirannya, Bone, Sabtu (26/5). Sore ini, pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar tersebut menerima relawan dan sinpatisannya di Hotel Sarlim, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Pertemuan tersebut kian menunjukkan besarnya simpati dan sokongan dukungan kepada duet nasionalis-religius dalan Pilgub Sulsel. Meskipun ada pula figur dari Bone lain, yaitu Andi Sudirman Sulaiman berpasangan dengan Nurdin Abdullah, relawan ini serius dan berfokus memenangkan NH-Aziz.

Sekelompok relawan tersebut ialah Orang Bone Bersatu. Ketua Tim Relawan Orang Bone Bersatu, Syamsul Alam menengaskan piliyannya kepada NH. Bagi dia, Ketua Koorbid Pratama DPP Partai Golkar memiliki kemampuan lebih dalam memerintah Sulsel kelak.

“Pak Sudirman kan masih muda, pengalamannya dalan politik dan pemerintahan juga ridak ada. Pak Nurdin Halid tidak ada  yang menyangkal kalau sudah begitu berpengalaman,” bebernya.

Lebih lanjut, Syamsul Alam menekankan relawannya akan terus bergerak secara masif dalam memperkuat pemenangan NH-Aziz di Bone. Sehingga, kata dia, elektabilitas pasangan ini akan semakin melesat berkat gabungan berbagai kekuatan di Bone.

Diketahui, NH memiliki kekuatan geopolitik yang masif di Bone. Selain putra daerah, partai Golkar yang mengusung NH-Aziz juga merupakan partai berkuasa di Bumi Arung Palakka. Calon Bupati dan Wakil Bupati Bone petahana, Andi Fahsar Padjalangi dan Ambo Dalle merupakan Ketua Umum dan Ketua Harian Golkar Bone. Ketua DPRD Bone juga merupakan politisi Golkar Bone, yaitu Andi Akbar Yahya.

“Insya Allah, peluang NH-Aziz untuk menang di Bone sangat besar. Kita tidak boleh terlena dengan itu, relawan di sini terus bergerak untuk mendulang kemenangan telak,” tegasnya. (*)

Akademisi Unhas : Pidato Penutup NH-Aziz di Debat Publik Paling Sempurna

Akademisi Unhas Andi Lukman

Akademisi Unhas Andi Lukman

Jakarta, KABAROKE — Berakhirnya debat kandidat pada Rabu (9/5) malam menandakan usainya rangkaian tahapan debat kandidat oleh KPU Sulsel. Debat ini menjadi debat pemungkas dalam kontestasi Pilgub Sulsel mendatang.

Pengamat pemerintahan Unhas, Andi Lukman Irwan pun menanggapi penutup pidato kemenangan dan kekalahan masing-masing calon. Ia mengunggulkan pernyataan pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).

“Dalam pidato penutup di akhir debat Pak NH-Aziz lebih tampil sempurna dan kreatif dlm menutup sesi debat dibanding paslon lainnya dengan beberapa aspek yang beliau sampaikan,” ujarnya.

Di antara sejumlah keunggulan tersebut, kata Lukman, ialah perspektif cara pandangnya menuju kemenangan yang bukan hanya miliki NH-Aziz semata. Kemenangan tersebut sudah sewajarnya perlu dimaknai sebagai kemenangan masyarakat Sulsel tanpa terkecuali.

“Komitmen beliau sangat tegas untuk memajukan wilayah Sulsel dengan menjajinkan akan terbentuknya Provinsi Luwu Raya serta meningkatkan status sungguminasa menjadi kota yang otonom,” jelasnya.

Kemudian, Lukman menegaskan pula gestur badan NH-Aziz tampak rileks dan tanpa beban saat debat. Termasuk, ketika NH mengulas tuduhan koruptor yang kerap menjadi bahan black campaign.

“Komitmen beliau untuk menghadirkan pemimpin yang bersih dan tidak korup menjadi jaminan akan hadirnya pemimpin sulsel yang amanah dan berintegritas,” pungkasnya. (*)

Tutup Debat Kandidat, NH-Aziz Konsisten Apresiasi Empat Etnis di Sulsel

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Jakarta, KABAROKE — Pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar tampil menonjol dengan mengusung kearifan lokal. Penampilan penuh nuansa nilai kearifan lokal Sulsel itu terlihat natural pula dalam mengikuti debat kandidat edisi III Pilgub Sulsel di Auditorium TVRI, Jakarta, Rabu (9/5) malam.

Hal tersebut sejalan dengan tema debat, yaitu penguatan kearifan lokal dalam memperkokoh ideologi bangsa dan NKRI. Sejak membuka debat, NH-Aziz selalu memesankan petuah dan warisan leluhur, seperti sikap sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge.

Begitupula saat segmen penampilan dari pasangan calon, NH-Aziz menawarkan suguhan tari dari keempat etnis di Sulsel. Apresiasi terhadap seluruh etnis besar Sulsel, yaitu Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar pun bertahan ditunjukkan oleh pasangan ini.

Saat mengawali pidato penutup, NH-Aziz kompak menyapa rakyat Sulsel dengan panggilan masing-masing etnis. Tanpa diskriminasi, pasangan nasionalis-religius ini mengapresiasi seluruh etnis mayor di Sulsel.

“Sangmaneku, Sammuaneku , silessurengku, saribattangku. Kemenangan yang kita akan raih dalam pilkada ini adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat Sulsel, kemenangan bagi kita semua yang menginginkan perubahan,” ujar NH.

Pesan serupa juga diserukan oleh Aziz Qahhar. Usai pidato kemenangan, TVRI juga menyediakan segmen pidato kekalahan yang sekaligus mengakhiri agenda debat kandidat.

“Sangmaneku, Sammuaneku, silessurengku, saribattangku. Kemenangan dan kekalahan dalam pilkada adalah sebuah keniscayaan. Semua sudah ada takdirnya. Kami telah menyampaikan visi masi kami untuk melahirkan perubahan di Sulawesi Selatan yang lebih maju, mandiri, sejahtera dan religius,” tutur Aziz. (*)

1 2 3 54