Soal Paket Pilgub, Burhanuddin Andi Masih Bungkam

Makassar, KABAROKE – Pemiihan Gubernur Sulsel memang masih terhitung dua tahun lagi. Namun, beberapa figur sudah memantapkan diri untuk menjadi bakal calon memperebutkan kursi nomor satu di Sulsel tersebut.

Sejauh ini, sedikitnya sudah ada lima figur yang secara terang-terangan ingin maju dalam Pilgub ini. Dua diantaranya dari kalangan militer dan kepolisian.

Mereka adalah Kolonel Rivai Ras, dan Mantan kapolda Sulsel, Irjen Pol Burhanuddin Andi. Keduanya pun masih tercatat sebagai perwira aktif di institusi masing-masing.

Namun, dari sederet figur itu, belum satupun yang berani mengumbar akan berpaket dengan siapa. Termasuk Burhanuddin Andi.

Mantan Kapolda Sulsel ini masih enggan untuk menyebut nama, siapa yang akan mendampinginya saat maju di Pilgub Sulsel 2018. “Semua baik. Belum,” kata Burhanuddin Andi saat ditanya beberapa nama figur mencuat yang juga akan maju di Pilgub Sulsel untuk menjadi pendampingnya.

Saat ditanyakan mengenai adanya paket yang disebar di grup media sosial, seperti grup Facebook Pilgub Sulawesi Selatan, Burhanuddin Andi hanya menanggapinya dengan berseloroh. “Itu hanya kerja teman-teman,” kata Burhanuddin Andi.

Di grup media sosial tersebut, tampak foto Burhanuddi Andi disandingkan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar. Beberapa tanggapan dalam komentar terkait 2 foto yang disandingkan tersebut. Tapi, Burhanuddin Andi dengan tegas mengatakan, belum memikirkan siapa paketnya nanti. “Tergantung suara kalbu,” kata Burhanuddin Andi.

Burhanuddin Andi, perwira polisi berpangkat inspektur jenderal ini, meyakinkan diri akan maju bertarung di Pilgub Sulsel 2018 sebagai 01. Saat ini, Burhanuddi Andi mengatakan, sudah merapatkan barisan tim keluarga untuk membantunya memperkenalkan cita-citanya untuk Sulsel.

Salah satu visi besarnya membangun Sulsel, kata Burhanuddin Andi, adalah mengangkat kearifan lokal Sulsel. Dia mengatakan, jika dengan berpegang pada kearifan lokal budaya, maka Sulsel akan maju.

Burhanuddin Andi mencontohkan dengan filosofi “mali siparappe, rebba sipatokkong, malilu sipakainge.” Burhanuddin Andi mengatakan, jika filosofi itu diterapkan di semua kabupaten, kecamatan, kelurahan, desa hingga tingkat RT di Sulsel maka akan tercipta situasi dan kenyamanan bermasyarakat.

“Disertasi saya memang soal kearifan lokal,” kata Burhanuddin Andi saat diwawancara pojoksulsel.com, Senin (4/4/2016) malam. Sekadar diketahui, Burhanuddin Andi, awal Maret lalu, menyelesaikan pendidikan S3 atau program doktor di Universitas Muslim Indonesia.

Beberapa waktu lalu, pin dan kalender bergambar Burhanuddin Andi sudah tersebar di Makassar dan daerah di Sulsel. meski secara nama, Burhanuddin Andi bukan figur baru di Sulsel dengan karirnya di kepolisian. Burhanuddin Andi pernah menjabat sebagai Kapolda Sulsel, Kapolwil Makassar (sebelum menjadi Polrestabes), Kapolwil Parepare, dan jabatan lainnya di Sulsel.

Jika benar maju di Pilgub Sulsel, Burhanuddin Andi memberikan warna baru dalam Pilgub Sulsel, terkait dengan latar belakang kandidat. Diprediksi, Pilgub Sulsel 2018 ini tak hanya diramaikan oleh para politisi, tapi juga dari latar belakang profesi lainnya. Termasuk Burhanuddin Andi dari latar belakang kepolisian.

Kandidat lain yang sudah mulai disebut-sebut akan maju dalam Pilgub Sulsel yang berlatar belakag politisi, misalnya Akbar Fizal (Nasdem), Luthfy A Mutti (Nasdem), La Tinro La Tunrung (Gerindra). Selain itu juga ada Agus Arifin Nu’mang (Wakil Gubernur Sulsel), Ichsan Yasin Limpo (mantan Bupati Gowa), Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng), dan Rivai Ras (TNI). (ps)

Ilham Masih Punya Magnet di Pilgub

Makassar, KABAROKE — Pilgub Sulsel yang akan dihelat 2018 boleh jadi tidak akan diramaikan kehadiran sosok Ilham Arief Sirajuddin. Mantan wali kota Makassar dua periode ini divonis empat tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor, akhir Februari lalu.

Meski demikian, Ilham masih menjadi sosok yang cukup didengar dalam peta politik Sulsel. Buktinya hampir seluruh kandidat yang bermunculan di kancah pilgub Sulsel sudah sowan ke Ilham.

Mulai dari Nurdin Abdullah, Akbar Faizal, Tanri Bali Lamo, sudah menyambangi Ilham. Padahal, sudah hampir setahun terakhir, mantan ketuanDPD Demokrat Sulsel ini dibelit persoalan hukum di KPK.

Yang terbaru, wakil gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang bersama dengan Burhanuddin Andi mengunjungi Ilham di RSPAD Gatot Subroto, Rabu 23 Maret. Dua tokoh ini sama-sama sudah menegaskan diri siap ambil bagian di pilgub Sulsel mendatang. Bahkan, Burhanuddin yang mantan Wakapolda Sulsel sudah lebih dulu mendeklarasikan diri.

“Tapi mereka sebenarnya bukan sowan. Itu berlebihan. Apalagi sekarang saya sedang dilanda masalah. Mereka datang karena menganggap saya teman,” Ilham berkelit saat KABAROKE menanyakan apakah kehadiran mereka sekaitan dengan kepentingan politik.

Yang terekam sama sekali belum menemui Ilham dan membangun komunikasi politik sisa Ichsan Yasin Limpo (IYL). Adik kandung gubernur Syahrul Yasin Limpo ini juga sudah memastikan diri akan maju di pilgub mendatang.

Ilham mengaku sangat bersyukur dengan kehadiran para figur kandidat yang mengemuka akan maju di pilgub mendatang. Ilham berharap, mereka bisa bertarung dengan selalu mengedepankan prinsip saling menghargai dan menghormati. “Sulsel harus selalu bisa menjadi contoh pertarungan politik yang beradab. Semua pihak harus bisa dan mau menjaga nama baik Sulsel,” tegas Ilham.

Saat dikonfirmasi ulang terkait pesan politik dari kehadiran para politikus tersebut, Ilham mengaku enggan berpikir terlalu jauh. Apalagi, Ilham saat ini sedang berjuang melawan KPK di tingkat banding. “Saya mohon didoakan agar bisa sukses di tingkat banding. Saya hanya berharap bisa secepatnya kembali berkumpul bersama keluarga,” tegasnya. (ucu)

Perindo “Bidik” Kursi Gubernur Sulsel

Makassar, KABAROKE – Meski tergolong baru, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) sudah cukup berani mematok target tinggi. Tidak tanggung-taggung, arena Pilgub Sulsel menjadi bidikan perdana partai yang dipimpin Harry tanoe ini.

Seluruh kader bahkan mengakku siap menggebrak Sulsel dengan merebut kursi Gubernur mendatang. Target ini cukupn realisitis mengingat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perindo Sulsel, telah terbentuk di 24 Kabupaten/Kota dan 306 Kecamatan di Sulsel.

Menjelang verifikasi 2017 dan Pilgub 2018 mendatang, partai yang didirikan oleh Harry Tanoesudibyo ini mulai gencar membentuk struktur partai tingkat kelurahan di Sulsel.

“Kita akan buat gebrakan baru di Sulsel, kita belum konsentrasi untuk memikirkan usungan kita, tapi kita akan mengambil posisi sebagai pendukung, karena itu kita mulai gencar membentuk DPRT tingkat kelurahan,” ungkap Ketua DPW Perindo, Sanusi Ramadhan, Kamis, 17 Maret.

Lanjut dia, Perindo akan memberikan dukungan pada calon yang memiliki visi dan misi yang sama dengan Perindo. Meskipun kata dia, Perindo yang merupakan partai baru, tentu juga akan mengambil posisi penting dalam Pilgub.

“Kita belum ada figur yang kita dorong. Tetapi untuk Pilgub ini kita akan dukung calon yang memiliki visi yang sama dengan partai,” kata Sanusi.

Hingga kini DPW masih konsentrasi melakukan pembentukan pada kelurahan dan RT. Menurut dia, struktur untuk kecamatan dan kabupaten sudah terbentuk dengan fasilitas kantor masing-masing.

”Kita target 2016 ini semua kelurahan se-Sulsel rampung,” jelasnya. (bs)

Relawan Akbar Faizal Mulai “Bergerilya”

Makassar, KABAROKE – Rencana Akbar Faizal untuk maju di panggung Pemilihan Gubernur Sulsel mulai terlihat. Beberapa kelompok relawan anggota DPR RI itu juga telah dibentuk di beberapa wilayah.

Bahkan, kelompok-kelompok pendukung Akbar Faizal sudah bergerak dengan melakukan sosialisasi dalam berbagai bentuk gerakan. Salah satunya gerakan sosial yang dimotori oleh Pakabaji Community.

Salah satu kelompok relawan Akbar Faizal ini meluncurkan program Rumahku Sehat. Relawan yang berbasis di Makassar ini melakukan fogging demam berdarah di kelurahan Baji Mappakasunggu, Kecamatan Mamajang, Makassar.

Kordinator Pakabaji Comunity, Beni Iskandar menjelaskan bahwa aksi sosial ini bukan yang pertama lakukan.

“Sudah sering kita lakukan aksi sosial. Kita kondisikan sesuai kebutuhan masyarakat.”ujar Beni.

Aksi sosial ini akan terus digencarkan oleh komunitasnya sesuai dengan permintaan masyarakat di Makassar. Ditambahkannya bahwa kelompok relawan yang dimotorinya sudah lama terbentuk.

Komunitas ini menurutnya merupakan binaan langsung Akbar Faizal. “Sudah lama dibina sama pak Akbar. Kalaupun sekarang dikaitkan dengan Pilgub, No Problemlah. Kita siap bekerja.” tutup Beni. (*)

1 52 53 54