PILKADA TAKALAR: Ini 28 Calon Anggota Panwaslu Takalar

Ilustrasi Pilkada Takalar

Ilustrasi Pilkada Takalar

Makassar, KABAROKE – Bawaslu Sulawesi Selatan melalui Tim seleksi (Timsel) calon anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Takalar resmi mengumumkan nama-nama calon anggota Panwaslu Takalar.

Ada 28 nama yang dinyatakan lolos seleksi tahap pertama. Timsel yang beranggotakan masing-maisng Prof Ma’ruf Hafidz, Hasrat Arief Saleh, dan Rosniaty Azis telah memeriksa keabsahan dan legalitas berkas para calon anggota Panwaslu Takalar.

“Jadi, dari 31 bakal calon Panwaslu Takalar yang mendaftar, diantaranya 28 calon dinyatakan lolos seleksi. Mereka yang lolos selanjutnya akan mengikuti tes tertulis, yang akan digelar pada Sabtu (23/4/2016) mendatang,” terang Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel La Ode Arumahi.

Menurutnya, mereka yang tidak lolos salah satu sebabnya yakni ada yang belum cukup umur. Dia hanya berharap agar tim seleksi menyerahkan enam nama calon ke Bawaslu Sulsel awal Mei 2016 ini. (ps/jk)
Berikut 28 Calon Panwaslu Takalar Akan Ikuti Tes Tertulis:

1. Darwis
2. Abdul Latif
3. Kamaruddin
4. Syarifuddin
5. Andi Tenri Citra Sari
6. Jamaluddin Barlian
7. Syaifuddin
8. Ibrahim Salim
9. Wahyuri
10. Risandi
11. Agusalim
12. Muhammad Nadir
13. Santya Sattar
14. Syamsuddin
15. Maskur Idris
16. Nellyati
17. Abdul Hamid
18. Muhammad Ishak
19. Firman
20. Wisudawan Husain
21. Sangkala Boha
22. Bansuhari Said
23. Dwi Wahyuni
24. Basrinuddin
25. Radianto
26. Sehaka
27. Amiruddin
28. Syamsul Bachri

PILKADA TAKALAR: Bur Kuatkan Posisi, Nojeng Adem Ayem

Makassar, KABAROKE – Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin terus bergerilya jelang bergulirnya Pilkada Takalar, Februari 2017 mendatang. Sempat absen saat sesi wawancara pada proses penjaringan PDI-P di Makassar, Burhanuddin menebusnya dengan terbang langsung ke Jakarta.

Diketahui, PDI-P kembali melanjutkan fit and proper tes bakal calon Bupati Takalar di sekretariat DPP PDIP, Rabu, 20 April pagi tadi. Burhanuddin Baharuddin sudah mengikuti tes wawancara yang sempat tidak diselesaikan pada Minggu, 17 April lalu. Pada fit and proper tes yang digelar di Hotel Grand Clarion Makassar, Bur hanya menjalani psikotes.

Sayangnya, seleksi ini tidak dihadiri bakal calon bupati, Natsir Ibrahim Rewa alias Nojeng. Ketua DPC PDI-P Takalar, Amiruddin Mami mengatakan, Natsir Ibrahim dilaporkan tidak ke Jakarta pada hari ini.

“Mungkin lagi sibuk, karena anaknya (Natsir alias Nojeng) mau menikah bulan Mei nanti,” kata Amir yang sementara berada di Jakarta.

Namun, kata Amir, Nojeng bersedia hadir di tanggal 27 April untuk menjalani tes lanjutan. Kata Amir, Nojeng mendapat restu tersebut dari pihak PDI-P Sulsel.

“Informasi terakhir dari pak Wabup bilang tanggal 27 April baru bisa datang. Katanya dapat izin dari DPP,” ucap Amir.

Beberapa waktu lalu, Amir berujar bahwa seleksi yang berlangsung pada hari ini merupakan kesempatan terakhir bagi bakal calon. Bagi yang tidak hadir, dipastikan tidak akan mengendarai PDIP pada Pilkada Takalar tahun depan.

Ketua Bapilu PDIP Sulsel, Iqbal Arifin, ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut, justru tidak tahu menahu. “Saya tidak tahu soal itu dek,” ujar Iqbal.

Nojeng pun demikian. Beberapa kali dikonfirmasi via telepon, ia tidak menjawab.

Sementara bakal calon lainnya, yang pada Hari Minggu tidak sempat hadir dalam seleksi DPP PDIP yang digelar serentak se-Indonesia Timur, bersedia untuk melanjutkan uji kepatutan dan kelayakan di Jakarta.

Seperti Burhanuddin Baharuddin, Syamsari Kitta, Bahtiar Maddatuang dan Sindawa Tarrang.
“Berdasarkan konfirmasinya, yang lain itu bersedia datang hari ini,” demikian Amir. (rc/jk)

PILKADA TAKALAR: Antara Bur dan Nojeng

Makassar, KABAROKE – Jelang tahapan Pilkada Takalar Februari 2017 mendatang, sejumlah nama kandidat mulai bermunculan. Menariknya, dari nama-nama yang mencuat, didominasi wajah lama yang pernah ikut bertarung di Pilkada 2013 lalu.

Diantaranya Syamsari Kitta, Andi Makmur Sadda, serta kandidat petahana, Burhanuddin Baharuddin dan Natsir Ibrahim alias Nojeng. Ada juga mantan kandidat Bupati Gowa, Tenri Olle Yasin Limpo yang santer dikabarkan akan ikut meramaikan perebutan kursi bupati.

Namun, banyak yang memprediksi, Pilkada mendatang hanya akan menjadi ajang rivalitas berat antara Bur dan Nojeng. Setidaknya, hal itu disampaikan Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Adi Suryadi Culla.

Pada pilkada Takalar, disebutnya masih akan menjadi panggung persaingan antara para pemain lama. Terutama Bur dan Nojeng.

“Bisa jadi, ini hanya akan menjadi persaingan Bur dan Nojeng. intsrumeen politik mereka sebagai figur selama ini kan cukup baik. Dengan jabatan itu (Bupati dan Wakil Bupati), berarti mereka sudah banyak dan mudah untuk melakukan komunikasi politik yang intensif. Dan diuntungkan, karena sudah dikenal publik,” kata Adi Suryadi.

Dengan kelebihan yang dimiliki keduanya, kata Adi Suryadi, tidak cukup sulit untuk melakukan sosialisasi dari awal. “Itu sudah rujukan politik bagi kita. Bahwa pertarungan keduanya nanti yang akan sengit,” tambahnya.

Akan tetapi, kata dia, kelebihan dan peluang yang sama juga bakal dimiliki kandidat lainnya. Sebab terdapat sejumlah Balon Takalar, yang dinilai sudah memiliki pengalaman bertarung yang cukup baik, saat maju dalam Pilkada sebelumnya.

“Pengalaman di Pilkda era lalu itu, menjadi bagian, dan modal politik yang masih mereka miliki. Tidak hanya jaringan, dan kelompok-kelompok yang pernah menjadi bagian tim sukses, tapi bisa saja parpol yang pernah jadi pengusung, masih menjadi basis politiknya,” jelasnya.

Terkait peluang menang diantara keduanya, Adi Suryadi belum melihat adanya kecenderungan untuk menang salah satu di antara keduanya. Sebab menurutnya, dinamika politik yang ada saat ini, masih relatif dinamis.

“Dan mungkin masih butuh data, tentang tingkat elektabilitas dari survei individunya. Kedua, juga tergantung dari Parpol yang bakal jadi pengusung mereka,” ungkapnya

Selain itu, hal lainnya juga akan tergantung dari konfigurasi pasangan calon yang akan muncul, dan jumlah pasangan calon yang akan berkompetisi. Sebab hal ini menurutnya, akan berpengaruh pada peta kompetisi.

“Dinamika kedepan masih sulit untuk diduga. Termasuk kemungkinan mereka akan berpasangan kembali atau tidak. Meskipun tidk bisa dipungkiri, sekarang keduanya mengatakan harus maju 01, tidak ada di posisi 02,” pungkasnya. (bs-rc/jk)

PILKADA TAKALAR: Bur Merapat ke PKB

Makassar, KABAROKE – Bakal Calon Bupati Takalar, Burhanuddin baharuddin terus membangun kekuatan jelang ilkada Takalar Februari 2017 mendatang. Terbaru, Burhanuddin Baharuddin yang juga Bupati Takalar ini dipastikan mendaftar di Partai Kebangsaan Bangsa (PKB) Takalar.

Petahana yang akrab disapa Bur ini dikabarkan sudah menjalin komunikasi dengan pengurus PKB Takalar. Hal itu pun dibenarkan oleh anggota fraksi PKB DPRD Takalar, Abdul Haris Nassa, Senin, 18 April.

“Kita sudah berkomunikasi dengan pihak Pak Bur kemarin. Beliau mengatakan bersedia mendaftarkan diri. Bahkan dalam waktu dekat ini, rencananya perwakilan Bur akan mengambil formulir pendaftaran di sekretariat PKB wilayah,” ujarnya.

Haris menjelaskan, Bur merupakan salah satu kandidat terkuat untuk Pilkada Takalar saat ini. Meski PKB membuka pintu untuk siapapun yang ingin maju pada kontestasi di 2017 itu, dia berharap Bur mendaftar di PKB.

Hingga saat ini, Bur belum bisa dikonfirmasi terkait pendaftarannya. Beberapa kali sambungan telefon yang ditujukan belum diangkat. (rc)

Burhanuddin Baharuddin Diusung PDI-P?

Makassar, KABAROKE – Petahana Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin terus bergerilya jelang Pilkada Takalar 2017 mendatang. Ia terus menggalang dukungan sejumlah partai politik di Sulsel yang diharapkan bisa menjadi kendaraannya maju memperebutkan kursi Bupati.

Setelah sebelumnya mengikuti tahapan di Partai Golkar, NasDem, PBB, dan Partai Hanura, kali ini Burhanuddin mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and propher test) di Sekretariat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel, Rabu, 13 April.

Burhanuddin mengaku dirinya hadir di PDIP Sulsel hari ini dikarenakan ingin mengikuti tahapan penjaringan yang dilakukan partai besutan Megawati Soekarnoputri itu.

“Kita mendaftar saja, siapa tahu jodoh di Pilkada Takalar,” ujarnya.

Meski PDIP di Kabupaten Takalar hanya menguasai 1 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar, Bur tidak ingin memandang enteng dukungan PDIP di Takalar. “Semakin banyak yang mendukung semakin bagus. Ini bukan soal apakah ini antisipasi soal Golkar,” sebutnya. (ps)

SERU! “Klan” Yasin Limpo Ramaikan Perebutan Kursi Bupati Takalar

Makassar, KABAROKE – Tenri Olle Yasin Limpo, dipastikan akan ikut meramaikan persaingan menuju kursi Bupati Takalar, Februari, 2017 mendatang. Saudara kandung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo itu sebelumnya akan bersaing memperebutkan rekomendasi Partai Golkar di Pilkada Takalar.

Dalam perebutan rekomendasi tersebut, Tenri akan bersaing dengan petahana Burhanuddin Bahharuddin. Bukan hanya itu, Ketua DPD II Golkar Gowa itu juga akan bertarung dengan koleganya, Ketua DPD II Golkar Takalar, Natsir Ibrahim.

Menanggapi persaingannya itu, Petahanan Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin mengaku tidak terlalu mempermasalahkan. Masuknya nama Tenri Olle Yasin Limpo mendaftar sebagai bakal calon Bupati Takalar usungan Golkar disebutnya adalah hal yang wajar.

“Tidak ada masalah kalau Ibu Tenri mendaftar. Semua kader Golkar punya hak untuk mendaftar,” ujarnya.

Burhanuddin mengaku mengaku tak gentar soal mendaftarnya Tenri Olle Yasin Limpo di Golkar. Alasannya, penentuan usungan Golkar akan ditentukan hasil survei.

“Tergantung hasil survei, kita tunggu saja. Saya tidak mau mendahului apa yang belum menjadi keputusan,” sebutnya.

Sementara tentang wacana akan berpaketnya dirinya dengan Tenri Olle Yasin Limpo, mantan Legislator Sulsel itu menegaskan sekali lagi semua tergantung survei dan keputusan partai.

Tenri Olle sendiri sebelumnya sudah pernah maju menjadi Calon Bupati pada Pilkada Gowa, tahun lalu. Hanya saja, Tenri Olle harus mengakui keunggulan Adnan Purichta Ichsan, yang tak lain adalah keponakannya sendiri, yang kini menjadi Bupati Gowa. (ps)

Hadapi Pilkada Takalar, Golkar Mulai Jaring Bakal Calon

Makassar, KABAROKE – DPD II Golkar Takalar mulai melakukan ancang-ancang menghadapi Pilkada Takalar 2017 mendatang. Golkar Sulsel bahkan telah meminta Golkar Takalar untuk memulai penjaringan bakal calon bupati.

Juru bicara Golkar Sulsel Arfandy Idris mengatakan, Golkar Sulsel sudah meminta kepada pengurus Golkar Takalar untuk mulai melakukan penjaringan. “Kami di DPD I tinggal menunggu hasil penjaringan yang dilakukan Golkar Takalar,” ujarnya kepada pojoksulsel.com saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (7/4/2016).

Ia menjelaskan, mekanisme penjaringan bakal calon bupati Takalar dimulai dari DPD II Golkar Sulsel, selanjutnya hasil penjaringan yang dilakukan oleh DPD II akan diserahkan ke DPD I sebelum nantinya dikerucutkan menjadi 3 nama dan diserahkan ke DPP untuk ditentukan siapa yang akan diusung.

“Nantinya 3 nama yang dikerucutkan nanti akan diserahkan di DPP paling lambat Mei nanti atau sesudah Munaslub,” sebutnya.

Ia menambahkan, berdasarkan jadwal penjaringan bakal calon yang ditetapkan DPD I Golkar Sulsel yakni tanggal 5-9 April. (ps)

PPP Siapkan 3 Kader Bertarung di Pilkada Takalar

Makassar, KABAROKE – Pilkada Takalar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel belum menentukan siapa yang akan diusung di Pilkada Takalar 2017. Meski demikian, PPP Sulsel sudah menyiapkan 3 kader terbaik untuk bertarung di Pilkada Takalar.

Sekretaris PPP Sulsel Muktamar Bandung M Aras mengatakan, sampai saat ini belum ada pembahasan soal siapa yang nantinya akan diusung di Pilkada Takalar. “Nanti setelah Muktamar Ishlah kita baru bahas soal Pilkada Takalar,” ujarnya

Aras menegaskan, untuk di Pilkada Takalar, PPP Sulsel mencoba untuk mendorong kader terbaiknya karena PPP mempunyai 2 kursi di DPRD Takalar. Setidaknya, kata dia, ada tiga kader terbaik yang bisa didorong untuk maju di Pilkada Takalar, yakni Makmur Sa’da, Ahmad Daeng Se’re dan Makmur Mustakim.

“Untuk kader kita akan lihat visi dan misinya seperti apa dalam membangun Takalar. Selain itu kita juga akan lihat seperti apa surveinya,” paparnya.

Dia menambahkan jika hasil survei menunjukkan ada kader yang surveinya bisa bertarung dengan figur ekternal, maka PPP akan mempertimbangkan untuk mengusung kader. “Kami belum lakukan seleksi calon bupati. Namun kita minta kader untuk sosialisasi terlebih dahulu agar kita juga bisa lihat siapa surveinya yang tertinggi dan bisa diterima masyarakat,” tegasnya. (ps)

1 36 37 38