Pilwalkot Makassar Diulang pada 2020 Jika Kotak Kosong Menang

Calon Tunggal Pilwalkot Makassar Munafri Arifuddin (Foto : Viva.co.id)

Calon Tunggal Pilwalkot Makassar Munafri Arifuddin (Foto : Viva.co.id)

Makassar, KABAROKE — Berdasarkan hasil perhitungan cepat sementara dari beberapa lembaga survei, kotak kosong unggul atas calon tunggal, Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) yang mendapat dukungan dari 10 partai besar.

Ketua KPU Sulawesi Selatan Misna Attas yang dikonfirmasi terkait dengan keunggulan kotak kosong melawan calon tunggal Appi-Cicu enggan berkomentar banyak. Dia mengaku, tidak bisa berkomentar karena hasilnya belum pasti. KPU menunggu hasil real count oleh KPUD Makassar.

“Saya tidak bisa berkomentar dulu karena baru selesai dilakukan pemungutan suara. Hasil pemungutan suara Pilkada Makassar sementara dalam perjalanan ke sini. Biarlah quick count yang dilakukan oleh lembaga survei, kami tetap berpatokan pada real count,” kata Misna di Makassar, dikutip dari kompas.com.

Jika hasil akhir real count adalah kotak kosong unggul dari calon tunggal, Misna mengatakan Makassar akan menggelar kembali Pilkada selanjutnya pada tahun 2020. “Ya, kalau menang kotak kosong. Tidak mungkin kita Pilkada tahun depan, karena Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif. Ya, Pilkada selanjutnya ada pada tahun 2020,” tambahnya.

Appi-Cicu maju pada Pilkada Makassar dengan usungan 10 partai, yakni Partai Nasdem, Golkar, PDI-P, Gerindra, Hanura, PKB, PPP, PBB, PKS, dan PKPI. Koalisi besar ini mengantongi 43 dari 50 kursi parlemen Makassar. Dari hitung cepat yang dilakukan beberapa lembaga survei, kotak kosong unggul 53 persen suara. Sedangkan, calon tunggal Appi-Cicu memperoleh suara sebesar 46 persen.

Kotak kosong menjadi pesaing Appi-Cicu, setelah KPUD Makassar mendiskualifikasi pasangan petahana, Mohammad Ramdhan Pomanto yang berpasangan dengan Indira Mulyasari Paramusti (Diami). Diami maju dalam Pilkada Makassar 2018 melalui jalur perseorangan atau independen. Namun di tengah tahapan, terdapat sengketa Pilkada yang menyebabkan pasangan DIAMI terdiskualifikasi.

Awalnya, pasangan Diami digugat di Panwaslu terkait beberapa diduga pelanggaran Pilkada. Namun, Panwaslu menolak gugatan tim Appi-Cicu dan menetapkan 2 pasangan calon dalam Pilkada Makassar 2018. Tidak puas dengan putusan Panwaslu Makassar, tim Appi-Cicu mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar.

PT TUN Makassar pun menerima gugatan tim Appi-Cicu dan meminta KPU Makassar menggugurkan pasangan Diami. Kemudian, KPU Makassar melakukan kasasi ke tingkat Mahkamah Agung (MA). Lagi-lagi, putusan MA mempekuat putusan PT TUN Makassar agar pasangan Diami digugurkan dalam Pilkada Makassar 2018. Akhirnya, pasangan Appi-Cicu menjadi calon tunggal Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.

Dalam surat suara, gambar Appi-Cicu melawan kotak kosong. Dalam pemungutan suara yang berlangsung, Rabu (27/6/2018), kotak kosong mengungguli perolehan suara calon tunggal berdasarkan perhitungan cepat (quick count) beberapa lembaga survei dan real count yang dilakukan Wali Kota Makassar yang mengawasi jalannya Pilkada Makassar.

Munafri Arifuddin yang merupakan CEO PSM Makassar ini adalah menantu mantan Wakil Ketua MPR RI, Aksa Mahmud. Adapun Aksa Mahmud adalah ipar dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). (*)

Debat Antarpelajar, Cara KPU Makassar Tingkatkan Partisipasi Pemilih

KPU Makassar road to school

KPU Makassar road to school

Makassar, KABAROKE.COM — Guna meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak, KPU Kota Makassar menggelar debat antar pelajar. SMAN 17 Makassar menjadi juara pertama dalam ajang, tingkat SMA/SMK/MA se-Makassar itu.

Komisioner KPU Makassar, Andi Shaifuddin mengatakan, ada dua tim perwakilan SMAN 17 Makassar. Tim B keluar sebagai juara pertama, setelah menyisihkan perwakilan sekolah lainnya dari MAN 2 Model, SMA Wahyu, dan SMAN 9.

Sementara itu, MAN 2 Model juara kedua. Juara ketiga diraih oleh Tim E SMAN 17, disusul SMAN 9 (juara harapan satu) dan SMA Wahyu (juara harapan dua).

Dijelaskan, sebelum masuk dalam tahap debat, seluruh pendaftar memasukkan terlebih dahulu esainya sebagai bentuk partisipasi awal. Dari puluhan pelajar yang mendaftar, kata Shaifuddin, diputuskan 10 esai terbaik yang mengikuti tahapan presentase pada 5 April lalu.

“Dari 10 peserta yang presentasi, dipilih 5 di antaranya yang terbaik untuk masuk dalam final debat pelajar yang telah diselenggarakan tanggal 9 April kemarin,” tutur Shaifuddin dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 10 April 2018.

Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai bentuk pemberian pendidikan politik, sekaligus upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih, pada saat pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar pada 27 Juni mendatang. Debat antarpelajar berlangsung tidak kalah seru dengan debat antarkandidat Pilgub maupun Pilwalkot yang telah disaksikan masyarakat.

Kegiatan bertajuk “Peran Politik Pemuda Untuk Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pilwali Makassar dan Pilgub Sulsel 2018”, berlangsung cukup seru.

“Pemaparan masalah tentang tingkat partisipasi pemilih dan solusi yang ditawarkan masing masing peserta menunjukkan bahwa sebagian dari pemuda kita khususnya pemilih pemula ternyata tidak tinggal diam. Mereka cukup mengikuti perkembangan Pilkada serentak khususnya tahapan Pilwali kota Makassar dan Pemilihan calon Gubernur,” jelas Shaifuddin.

Apalagi, lanjutnya, para peserta mampu menyuguhkan sejumlah fakta dan data perihal tingkat partisipasi pemilih, serta mengurai masalahnya. Selanjutnya, sang juara Tim SMAN 17 Makassar akan menjadi perwakilan Makassar untuk mengikuti lomba debat di tingkat provinsi yang akan dilaksanakan pada 2 Mei mendatang.

“Tentu ini menjadi perhatian bahwa dimensi pendidikan yang harus menjadi perhatian kita bersama adalah pendidikan politik bagi pemilih pemula. Tidak hanya sekedar hadir di saat hajatan atau tahapan pemilu tetapi jauh lebih penting menghadirkan dalam program dan kurikulum pendidikan pemilih di sekolah, madrasah, dan pondok pesantren,” pungkasnya.

Tantang Petahana, Bos PSM Makassar Borong 10 Parpol

Rachmatika Dewi dan Munafri Salam Komando Dihadapan RMS

Rachmatika Dewi dan Munafri Salam Komando Dihadapan RMS

Makassar, KABAROKE — Chief Executive Officer PSM Makassar, memborong dukungan partai politik (parpol) untuk bertarung pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018. Bersama Wakil Ketua DPRD Sulsel, Rachmatika Dewi, Munafri menghimpun dukungan 10 dari 11 parpol di Kota Daeng. Kandidat ini diagendakan mendaftar ke Kantor KPUD Makassar, Rabu, 10 Januari, sekitar pukul 14.00 WITA.

Sebelum mendaftar ke KPUD Makassar, pasangan Appi-Cicu, sebutan Munafri-Rachmatika, menggelar deklarasi pencalonan di Monumen Mandala. Berdasarkan pantauan Warta Ekonomi, sedikitnya ribuan massa berkumpul di monumen bersejarah tersebut. Tampak pula seluruh pimpinan parpol pengusung yang tampak setia mendampingi pasangan Appi-Cicu.

Dalam orasinya, Appi menyampaikan terima kasih mendalam bagi 10 parpol pengusung dan seluruh relawan yang siap berjuang memenangkannya. Pasangan Appi-Cicu tidak gentar menghadapi petahana Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto. Danny-sapaan akrab Ramdhan Pomanto, diketahui maju melalui jalur perseorangan, berdampingan dengan Wakil Ketua DPRD Makassar, Indira Mulyasari.

“Terima kasih atas kepercayaan ini. Yakinlah amanah dari 10 parpol, segenap relawan dan keluarga akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya. Kami akan mewujudkan Makassar yang jauh lebih baik,” kata Appi.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Oke, 10 parpol pengusung Appi-Cicu yakni Golkar, NasDem, Hanura, PPP, PDI Perjuangan, PAN, PKS, Gerindra, PKPI dan PBB. Hanya Partai Demokrat yang tidak masuk barisan pemenangan Appi-Cicu. Partai Demokrat memilih menjadi parpol pendukung pasangan Danny Pomanto-Indira (DIAmi), meski kandidat tersebut memilih bertarung menggunakan jalur independen.

Di hadapan seluruh parpol pengusung dan relawan, Appi menyampaikan Makassar butuh sosok pemimpin visioner dan religius. Tidak kalah penting, sosok pemimpin itu harus bisa menghargai para pendahulunya dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakat. “Mari jadikan Makassar sebagai rumah kita semua. Makassar bukan untuk dia, tapi untuk kita semua,” tegasnya.

Ketua DPD Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani, mengungkapkan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap pasangan Appi-Cicu. Musababnya, pasangan tersebut dinilai paling mampu membawa perubahan untuk Makassar yang lebih baik. Ditegaskannya pula seluruh pengurus dan kader Gerindra wajib hukumnya untuk mendukung dan memenangkan pasangan Appi-Cicu.

Hal serupa disampaikan Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syahruddin Alrif. Dukungan partai besutan Surya Paloh tidaklah main-main untuk pasangan Appi-Cicu. Toh, Rachmatika Dewi merupakan kader tulen NasDem. Mesin pemenangan paslon itu pun dipastikannya akan bergerak massif. Tidak hanya melibatkan 10 parpol pengusung, melainkan juga relawan yang merupakan akar rumput. (***)

Tarik Rekomendasi Danny Pomanto, PKS Pertimbangkan Deng Ical dan Appi

Partai Keadilan Sejahtera

Partai Keadilan Sejahtera

Makassar, KABAROKE — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan akhirnya resmi menarik rekomendasi yang sebelumnya diberikan kepada petahana Moh Ramdhan Pomanto berpasangan dengan Indira Mulyasari Ilham untuk maju Pemilihan Wali Kota Makassar 27 Juni 2018.

“Kami menarik surat rekomendasi yang sudah diberikan kepada Danny Pomanto dan Indira karena memilih jalur independen,” kata Ketua DPW PKS Sulsel Mallarang Tutu saat temu wartawan di Makassar, Rabu malam.

Menurut dia, sikap partai sudah jelas di awal apabila pasangan ini maju melalui jalur independen atau perseorangan maka sudah dipastikan rekomendasi ditarik.

Selain itu, komitmen di awal jelas apabila pasangan bakal calon memilih jalur perseorangan maka keputusan partai menarik dukungan kepada kandidat yang dimaksud.

Padahal hasil Pemilihan Raya (Pemira) untuk Pilwali Makassar, suara Danny Pomanto cukup didominasi kader yang memilihnya kala itu.

Terkait arah PKS pascapenarikan rekomendasi itu pada Pemilihan Wali Kota Makassar, kata dia, ada dua figur yang digadang-gadang untuk diberikan surat rekomendasi.

Dua nama tersebut, yakni Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal disapa akrab Deng Ical dan CEO PSM Makassar juga anak menantu dari senator DPD Aksa Mahmud, Munafri Arifuddin atau disapa Appi.

“Ada dua nama yang menguat seperti Deng Ical dan Appi, tinggal kita mendorong ke pusat mana yang layak untuk diusung Pilwali Makassar nanti,” kata Mallarangan.

Mengenai dengan kepastian rekomendasi kepada salah satu figur tersebut, menurut Mallarang, dalam waktu tidak terlalu lama.

“Nanti kita sampaikan, belum sekarang tapi jelasnya dalam waktu dekat ini,” katanya.

Saat ini Deng Ical menggandeng kader PKS sekaligus anggota DPRD Makassar, Iqbal Djalil atau disapa akrab Ije dengan Tagline DIAji.

Sementara Appi saat ini intensif membangun komunikasi dengan Ketua DPD II Partai NasDem Makassar sekaligus menjabat Wakil Ketua DPRD Sulsel untuk berpasangan maju Pilwali Makassar. (***)

Danny Pomanto Ingatkan ASN Tidak Terlibat Politik Praktis

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto

Makassar, KABAROKE — Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, mengingatkan aparatur sipil negara alias ASN untuk tidak terlibat politik praktis menjelang pilkada serentak 2018. Meski kembali bertarung pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018, Danny meminta ASN untuk senantiasa menjaga netralitas.

Komitmen Danny untuk tidak melibatkan ASN dibuktikannya saat melakukan deklarasi di Anjungan Pantai Losari Makassar, Rabu, (22/11). Secara tegas, Danny melarang ASN untuk menghadiri acara tersebut. “ASN memiliki hak untuk menyalurkan dukungan politik, tapi tidak boleh terlibat politik praktis,” katanya di Makassar.

Dalam setiap aktivitas politik menjelang pesta demokrasi, Danny mengaku tidak akan melibatkan ASN. Pihaknya senantiasa mewanti-wanti para abdi negara untuk tidak terlibat politik praktis demi terciptanya demokrasi yang sehat dan berkeadilan. “Mari kita bangun partisipasi politik yang adil, jujur, aman dan damai,” tuturnya.

Menghadapi Pilwakot Makassar 2018, Danny dipastikan maju, tapi tidak lagi menggandeng wakilnya, Syamsu Rizal alis Deng Ical. Danny meminang politikus NasDem, Indira Mulyasari yang juga Wakil Ketua DPRD Makassar. Adapun Deng Ical dikabarkan turut maju dengan menggandeng politikus PKS, Iqbal Djalil.

Peta persaingan politik pada Pilwalkot Makassar masih sangat dinamis. Selain Danny dan Deng Ical, masih ada figur lain yang diwacanakan meramaikan kontestasi politik tersebut. Di antaranya yakni bos PSM Makassar, Munafri Arifuddin dan Wakil Ketua DPRD Sulsel, Rachmatika Dewi. Dua nama terakhir itu dikabarkan siap berpasangan. (***)

Begini Semangatnya Warga Barawaja Sambut Rachmatika Dewi

Rachmatika Dewi Disambut Payung

Rachmatika Dewi Disambut Payung

Jakarta, KABAROKE — Beberapa minggu terakhir Makassar kerap diguyur hujan. Musim mulai meninggalkan kemarau. Meski demikian tidak menyurutkan semangat para relawan Barawaja untuk menyambut calon walikotanya,  Andi Rachmatika Dewi.

Hari ini Senin, 13 November 2017 ratusan warga Barawaja menyambut Cicu (Rachmatika Dewi) dengan menggunakan payung.

Kehadiran Cicu di lokasi tersebut untuk bersilaturahmi dengan warga sekaligus menyampaikan niatnya yang akan maju bertarung di Pilwali Makassar 2018 mendatang menantang petahana.

“Terimakasih Bapak, Ibu saudara saudaraku sekalian yang semangatnya begitu luarbiasa menerima saya disini meskipun kita diguyur hujan, tapi insya Allah hujan ini akan menjadi berkah bagi kita semua,” terang Cicu dihadapan warga.

Tidak hanya itu Cicu juga berharap silaturahmi yang ia bangun bersama warga terus terjalin dan tetap semangat serta mensupport setiap langkah yang ia ambil.

“Saya berharap kita selalu menjaga silaturahmi serta selalu mendukung setiap langkah yang saya ambil. Tidak hanya untuk kepentingan Pilwali tetapi insya Allah setelah memenangkan Pilwali pun saya tetap berharap dukungan dan masukan dari semua warga untuk sama sama membangun Makassar jauh lebih baik dari hari ini,” tegasnya. (**)

Pengurus DPP NasDem Kompak Salam “C” Simbol Dukungan untuk Cicu

Pengurus DPP NasDEm dan Legislator NasDem se-Sulsel Berfoto Salam C Sebagai Simbol Dukungan Buat Rachmatika Dewi

Pengurus DPP NasDEm dan Legislator NasDem se-Sulsel Berfoto Salam C Sebagai Simbol Dukungan Buat Rachmatika Dewi

Makassar, KABAROKE — Dewan Pengurus Pusat Partai NasDem kompak berpose dengan simbol “C” dan memberikan dukungan penuh untuk Wakil Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi untuk maju bertarung dan memenangkan Pilwali Makassar 2018.

Pose tersebut diabadikan disela sela acara pembukaan Workshop Fraksi Partai NasDem se-Sulawesi Selatan, Selasa, 24 Oktober 2017.

Dalam foto tersebut nampak beberapa petinggi DPP NasDem seperti Sekretaris DPP NasDem, Jhonny G. Plate, Bendahara Umum, Akhmad Ali, Ketua Bapilu, Gus Choi, dan Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse serta Fraksi NasDem se Sulsel.

Saat menyampaikan materi yang ia bawakan, Gus Choi menyampaikan dirinya sangat berharap Cicu (Rachmatika Dewi) bisa menjadi Walikota Makassar dan menjadi pemimpin yang adil bagi masyarakat kota berjuluk “anging mammiri”.

“Kakak Cicu, jadilah pemimpin (Walikota) yang adil, tidak untuk memperkaya diri sendiri tetapi bagaimana kekuasaan yang kita miliki untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Diketahui, simbol huruf C tersebut merupakan simbol persaudaran yang dibangun untuk mendukung Cicu di Pilwali Makassar 2018. (***)

Disaksikan RMS, Cicu-Appi Salam Komando

Rachmatika Dewi dan Munafri Salam Komando Dihadapan RMS

Rachmatika Dewi dan Munafri Salam Komando Dihadapan RMS

Makassar, KABAROKE — Bakal Calon Walikota Makassar usungan Partai Nasdem dr A Rachmatika Dewi (Cicu) melakukan salam komando dengan Afrimunafri (Appi) di kedai kopi Papa Ong, Makassar, Jumat, 20/10/2017.

Salam komando Cicu-Appi disaksikan oleh Ketua DPW Nasdem Sulsel, Rusdi Masse (RMS), Sekretaris, Syahruddin Alrif, Wakil Ketua Bidang Media DPW Nasdem Sulsel, M. Rajab, dan Muslim Salam.

Jubir DPW Nasdem Sulsel, M. Rajab mengungkapkan pertemuan Cicu-Appi ini untuk mempertajam peta koalisi partai dan kekuatan politik menjelang Pilwali Makassar 2018. Pembicaraan baru seputar pemetaan kekuatan politik di Makassar.

“Kita petakan dulu secara bersama, nanti baru bicara siapa paket dengan siapa” ujar Rajab di sela pertemuan Appi-Cicu.

Ditanya terkait kemungkinan paket Cicu-Appi atau Appi-Cicu, Rajab mengungkapkan semua mungkin saja terjadi, yang jelas ada hitungannya. Tentu juga, akan melibatkan tokoh-tokoh besar yang selama ini berada di balik kedua Bacalon ini.

Cicu yang kini mengantongi rekomendasi Partai harus mencari partai lain untuk menggenapkan jumlah kursi minimal sebagai syarat mengusung calon. Nasdem sendiri memiliki 5 kursi untuk DPRD Kota Makassar.

Sementara itu, Syahruddin Alrif mengatakan paket Appi-Cicu atau Cicu-Appi tidak menjadi soal, dan paket ini hampir pasti jadi.

“Paket ini hampir pasti jadi. Kita doakan saja agar semua berjalan lancar” tutup Syahruddin Alrif. (Mawan)

Tegas! DPC Nasdem Mamajang Solid Dukung Cicu di Pilwalkot Makassar

Rachmatika Dewi

Rachmatika Dewi

Makassar, KABAROKE — Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai NasDem Kecamatan Mamajang, Firmansyah Asdar pastikan semua kader NasDem dibawah kepemimpinannya solid mendukung Andi Rachmatika Dewi (Cicu) di pilwali 2018.

Menanggapi isu Indira Mulyasari, Kader NasDem sekaligus Anggota DPRD Makassar dari dapil Mariso, Mamajang, Tamalate yang juga akan maju mendampingi petahana Danny Pomanto menurut Imam, tidak akan mengubah komitmen kader NasDem Mamajang dan akan tetap solid mendukung Cicu.

“Tidak ada kegaduhan apalagi perpecahan di NasDem seperti yang ramai dibicarakan. Kami tetap solid, dan komitmen dengan tujuan kita untuk mengusung dan memenangkan ibu Rachmatika dewi,” Tegasnya.

Majunya Indira mendamping Danny menurut Imam, tidak akan mempengaruhi semangat kader NasDem untuk memenangkan Cicu di pilwali mendatang.

“Ibu Indira memang kader NasDem sekaligus wakil rakyat dari dapil kami, tapi kami selaku kader selalu tunduk dan patuh terhadap perintah partai, lagipula secara emosional kedekatan kami jauh lebih erat ke Ibu Cicu,” jelas Imam.

“Di sinilah kita semua diuji loyalitas dan integritas sebagai keluarga besar NasDem, dan satu yang perlu digaris bawahi bahwa DPC/ DPRT Mamajang tidak akan hianat dari komitmen yang telah dibangun sejak awal, ” tambahnya. (Mawan)

NasDem Pastikan Cicu Tantang Petahana di Pilwalkot Makassar

Rachmatika Dewi

Rachmatika Dewi

Makassar, KABAROKE — Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem disebut telah mengeluarkan surat rekomendasi untuk pencalonan pemilihan wali kota Makassar, Sulawesi Selatan. Partai memutuskan mendorong Ketua DPD NasDem Makassar Rahmatika Dewi untuk menantang petahana Danny Pomanto.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu NasDem Makassar Mario David mengungkapkan, berkas rekomendasi untuk Rahmatika sudah dijemput pengurus DPW pekan lalu. Berkas akan diberikan secara simbolis dalam waktu dekat.

“Dalam surat rekomendasi, DPP menunjuk Rahmatika sebagai bakal calon wali kota usungan. Namun posisinya akan diputuskan kembali bersama partai koalisi, dengan melihat elektabilitas pasangannya,” kata Mario David, seperti dilansir metrotvnews.com, Selasa kemarin.

Dalam surat rekomendasi, kata Mario, DPD NasDem Makassar diperintahkan agar segera mencari pasangan koalisi. Partai yang dipimpin Surya Paloh memiliki modal lima kursi di parlemen, sedangkan syarat pencalonan walikota melalui jalur parpol mensyaratkan minimal sepuluh kursi.

Sejauh ini, NasDem disebut masih menjalin komunikasi politik dengan sejumlah parpol. Yang paling intensif bersama Partai Golkar, pemilik delapan kursi parlemen. Kemungkinan pasangan Rahmatika berasal dari partai tersebut.

“Apakah ibu Rahmatika yang jadi bakal calon walikota atau wakil, nanti dibicarakan kembali. Dengan parpol-parpol lain pun, komunikasi masih cair,” ujar Mario.

Sekretaris DPW NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif membenarkan terbitnya rekomendasi untuk Rahmatika di Pilkada Makassar. Rahmatika yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Sulsel disebut figur yang paling pantas untuk didorong oleh NasDem.

“Sejak awal kami sudah yakin apalagi Pak Ketua Umum Surya Paloh sudah pernah menyataoan merestuinya,” kata Syahar.

Sejauh ini baru tiga parpol di Makassar yang menerbitkan rekomendasi pengusungan bakal calon walikota. Selain NasDem, dua partai lain adalah PKS dan PDIP. Mereka memutuskan mendukung petahana Danny Pomanto. Adapun parpol lain masih menjalankan proses penjaringan kandidat. (***)

1 2 3 12