PILWALKOT MAKASSAR: Lawan Danny Pomanto, IPI: Aliyah-Daeng Ical!

Aliyah Mustika

Aliyah Mustika

Makassar, KABAROKE – Aliyah Mustika Ilham betul-betul menjadi komoditi utama jelang perhelatan Pilkada serentak 2018 mendatang. Bukan hanya dalam kontestasi Pilgub Sulsel, namun juga dalam perhelatan Pilwalkot Makassar.

Aliyah seketika muncul dipermukaan sejak digelarnya Musda Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel). Selain muncul menjadi salah satu kandidat alternatif di arena Pilgub, ia juga kini digadang-gadang maju di Pilwalkot Makassar.

Banyak yang memprediksi, istri dari mantan Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin itu akan didorong oleh partainya maju menjadi kosong satu. Apalagi, jika Aliyah Mustika berpasangan dengan Syamsu Rizal MI (Daeng Ical) yang saat ini menjabat Wakil Walikota Makassar.

Paket Aliyah-Daeng Ical dianggap paket idel. Paket inipun disebut-disebut bakal bersaing dengan petahana Walikota Makassar Danny Pomanto.

Direktur Eksekutif Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menilai, sosok Aliyah akan meramaikan bursa Pilkada Makassar 2018 mendatang. Menurut dia, sosok Aliyah Mustika IAS adalah figur yang tepat untuk diusung di Pilkada Makassar oleh Partai Demokrat.

Suwardi bahkan menyebut, Pilkada Makassar menjadi arena yang lebih tepat bagi Aliyah Mustika untuk bertarung, dari pada Pilgub Sulsel. Tidak dipungkiri, Aliyah memang dikabarkan tengah diperebutkan figur-figur populer, seperti Nurdin Abdullah, Tanribali Lamo, Ichsan Yasin Limpo, dan Agus Arifin Nu’mang.

“Di Pilkada Makassar, Ibu Aliyah lebih besar kansnya jika maju dan menggandeng Wawali saat ini Daeng Ical. Sebab keduanya bisa menyatukan loyalis IAS (Ilham Arief Sirajuddin) di Makassar,” kata Suwadi.

Selain itu, kata Suwadi, figur Aliyah Mustika selaku politisi perempuan yang dikenal memiliki pribadi yang merakyat. Aliyah juga punya bekal yang cukup. Pengalamannya mendampingi suaminya IAS selama 10 tahun, akan sangat memudahkannya untuk mendapat dukungan masyarakat Makassar.

Diketahui, DPP Partai Demokrat melalui Pramono Edhi mengatakan, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono akan mempersiapkan kader terbaik seperti Aliyah Mustika Ilham, dan Daeng Ical dalam menghadapi agenda politik di Sulsel. Menarik ditunggu, apa langkah Demokrat selanjutmya. Apakah Aliyah akan didorong maju ke Pilgub, atau justru fokus mematangkan langkah melawan Danny Pomanto. (ps/jk)

Reza Ali Sindir Calon Walikota, Katanya Hanya Incar Tanah

Reza Ali

Reza Ali

Makassar, KABAROKE – Mantan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Reza Ali menyindir seluruh calon yang akan maju dalam setia perhelatan Pilkada, khususnya Makassar. Reza menyebut, banyak orang mau maju dan mencalonkan diri di Pilkada Makassar 2018 bukan karena orientasinya mensejahterakan masyarakat Makassar.

Dia bahkan menyindir orang yang mau jadi Walikota Makassar yang tujuannya hanya mengkapling tanah di kawasan Tanjung Bunga. “Bayangkan saja, tanah di area bisnis memiliki harga yang fantastis hingga triliunan rupiah,” terangnya.

Menurut Reza Ali, lahan di Tanjung Bunga menjadi sasaran pengembang bisnis sehingga hal ini semua orang yang punya kepentingan hingga pejabat daerah berburu tanah kapling.

“Kenapa banyak orang mau jadi calon Walikota Makassar karena mau kapling tanah saja. Silahkan bisa dicek siapa-siapa yang punya lahan di sana,”ungkap Reza Ali yang juga mantan anggota DPR RI.

Lahan kapling itu, lanjut Reza Ali, seperti lahan bangunan megah yaitu CCC (Celebes Convention Centre) yang melibatkan sejumlah pemangku kekuasaan di Makassar. Di mana lahan-lahan itu juga melibatkan Badan Pertanahan Nasiona (BPN).

“Lihat aja, Pilkada Makassar nanti semakin ramai mencalonkan diri. Saya bisa katakan semua yang mau sejak Pilkada lalu hanya berburu lahan kapling. Tanah di sana kan harga triliunan, per meter Rp10 jutaan,”tutur Resa Ali. (ps/jk)

PILWALKOT MAKASSAR: Pramono Dorong Daeng Ical, Ni’matullah: Dia Figur Yang Kuat

Syamsu Rizal (Daeng Ical)

Syamsu Rizal (Daeng Ical)

Makassar, KABAROKE – Perhelatan Pilwalkot Makassar masih tersisa dua tahun lagi. Namun Partai Demokrat mulai mematangkan persiapan untuk merebut kursi Walikota yang kini dijabat oleh danny Pomanto.

Nama Syamsu Rizal menjadi salah satu kandidat kuat yang akan didorong oleh partai besutan Susilo Bambang Yudoyono tersebut. Ketua DPP Bidang Organisasi Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Partai Demokrat Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo menegaskan partainya harus mematangkan persiapan untuk mendorong Syamsu Rizal atau Deng Ical, untuk bertarung sebagai calon Walikota 2018 mendatang.

“Intinya Demokrat akan menjagokan kadernya apalagi sudah memiliki basis yang kuat. Kan sekarang Daeng Ical sudah jadi wakil walikota. Jadi ke depan, harus jadi walikota dong,” kata Pramono Edhi di Makassar.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel yang terpilih Ni’matullah juga mengatakan jika melihat peluang, Daeng Ical bisa memenangkan Pilkada Makassar. Dan itu akan menjadi modal kuat dan menjadi pertimbangan utama Demokrat.

Apalagi, sambungnya, dirinya sudah diamanahkan untuk mempersiapkan agenda Pilkada serentak 2017. Utamanya dalam mengahadapi Pilwalkot Makassar dan Pilgub Sulsel.

“Yang pasti Demokrat selalu memprioritaskan kader yang figur kuat seperti Daeng Ical yang disiapkan maju di Pilwalkot Makassar. Tentu hal ini harus dilakukan konsolidasi untuk meraih kemenangan nanti,”ujar Ulla yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel itu. (ps/jk)

PILWALKOT MAKASSAR: ARA Ternyata Berharap Diusung Demokrat

Adi Rasyid Ali

Adi Rasyid Ali

Makassar, KABAROKE – Adi Rasyid Ali (ARA) ternyata memiliki misi khusus jelang Musda Demokrat Sulsel 19 mendatang. ARA sapaan akrabnya, menyimppan hasrat untuk maju di Pilwalkot Makassar 2018 mendatang.

Ia mengaku siap maju bertarung, sepanjang mendapat amanah dari partai. Namun, hal itu tampaknya cukup sulit mengingat koleganya, Syamsu Rizal alias Daeng Ical juga memiliki niatan yang sama.

Posisi Daeng Icala juga sedikit lebih diuntungkan dalam hal ini. Selain karena posisinya saat sebagai Wakil Walikota, Daeng Ical juga memiliki peranan kuat dalam Partai Demokrat Sulsel.

“Kalau partai menginginkan kita untuk maju, tetap kita harus siap untuk maju bertarung di pilwalkot. Peluang untuk maju besar, kita saling berlomba-lomba untuk maju,” ujar ARA.

Wakil Ketua DPRD Makassar ini mengungkapkan, semua kader Partai Demokrat yang berkualitas. Dan telah berkeringat untuk partai berhak maju bertarung di Pilwalkot Makassar. (rc/jk)

PILWALKOT MAKASSAR: Dikabarkan Pecah Kongsi, Ini Tanggapan Danny-Daeng Ical

Walikota Danny Pomanto dan Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal

Walikota Danny Pomanto dan Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal

Makassar, KABAROKE – Kabar perpecahan Walikota Danny Pomanto dan Wakil Walikota Syamsu Rizal terus menyeruak jelang Pilkada Makassar 2018. Namun, ssu perpecahan tersebut sama-sama dibantah Danny Pomanto dan Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal.

Danny Pomanto menegaskan tidak ada pecah kongsi antara dirinya dengan Deng Ical. Walikota berlatar arsitek ini, menjelaskan masyarakat menilai antara dirinya dengan Deng Ical pecah kongsi karena kurang peran Wakil Walikota dalam menjalankan pemerintahan.

“Memang kalau percakapan warung kopi selalu dinilai kami pecah kongsi. Tapi kami anggap itu bumbu-bumbu saja dalam menjalankan pemerintahan yang sudah 2 tahun ini. Perasaan yang saya lihat tidak ada tuh pecah kongsi,” tegas Danny Pomanto.

“Kan dalam UU (undang-undang) tugas Wakil Walikota cuma tugas salah satunya menindaklanjuti LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) BPK (Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” papar Danny Pomanto.

Sementara disinggung apakah akan berpaket kembali dengan Deng Ical di Pilwalkot Makassar nanti, Danny Pomanto mengutarakan dirinya menyerahkan kepada masyarakat.

Hal senada disampaikan Wakil Walikota Makassar Deng Ical. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar ini menegaskan tidak ada pecah kongsi antara dirinya dengan Danny Pomanto. “Tidak ada itu Dek. Kami selalu satu visi membangun kota Makassar. Kita lihat ji tadi toh, kami tidak pecah kongsi,” bantah Deng Ical.

Deng menambahkan untuk kedepan di Pilwalkot Makassar apakah akan berpaket kembali dengan Danny Pomanto, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Partai Demokrat yang merupakan partai pengusung utama pasangan yang menggunakan Tagline DiA ini.

“Kalau partai menginginkan saya maju dan berpaket kembali, saya pasti ikut perintah partai. Intinya ada di keputusan partai nanti seperti apa,” tegas Deng Ical, yang tak lain Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Demokrat Sulsel ini. (ps/jk)

PILWALKOT MAKASSAR: Tamsil Linrung Ogah Kembali Bertarung

Tamsil Linrung

Tamsil Linrung

PILWALKOT MAKASSAR: Tamsil Linrung Ogah Kembali Bertarung

Makassar, KABAROKE – Anggota DPR RI, Tamsil Linrung mengaku tidak lagi ingin bertarung di pemilihan kepala daerah. Politisi yang pernah bertarung di Pilwalkot Makassar 2013 silam ini, ingin fokus menjalani masa kerjanya sebagai legislator Senayan.

“Enggak. Saya masih konsen urus pendidikan,” ujar Tamsil lepas membawakan materi seminar pada IKA Alumni IKIP UNM, di Menara Pinisi, Jalan AP Pettarani, Jumat, 6 Mei.

Menurutnya, sebagai anggota dewan, dirinya mesti menyelesaikan amanah itu hingga 2019 mendatang. “Pendidikan dan energi sebagai pendapatan yang paling besar di negara. Harus dioptimalkan agar penerimaan APBN itu dapat membiayai pendidikan di negeri ini,” jelas politisi PKS ini.

Saat ditanya soal Pilgub Sulsel, Tamsil mengaku mendorong kepala daerah yang memiliki prestasi. “Cari Bupati yang berprestasi. Kalau di DPR, cari yang pernah memimpin daerah itu lebih bagus,” pungkasnya. (rc/jk)

PILWALKOT MAKASSAR: Busrah Siap Kembali Bertarung

HM Busrah Abdullah

HM Busrah Abdullah

Makassar, KABAROKE – Pilwalkot Makassar memang masih lama. Namun, sejumlah figur mulai bermunculan dan menyatakan niat untuk menjadi kandidat.

Salah satunya adalah Ketua PAN Makassar Busrah Abdullah siap kembali bertarung di Pilwalkot Makassar 2018 mendatang. Mantan pasangan Imran Yasin Limpo di Pilwakot 2013 lalu ini, menegaskan niat untuk kembali maju dalam pertarungan.

“Berbicara masalah Pilwalkot, saya belum merencanakan, tapi kalau Allah menghendaki saya untuk maju kembali bertarung di Pilwalkot 2018, kenapa tidak saya maju,” ujar Busrah, Kamis, 5 Mei.

Meski demikian, dirinya enggan berbicara banyak mengenai persiapan dan koalisi saat ini. Mengingat Musyawarah Daerah (Musda) Makassar belum terlaksana.

“DPP kan belum memutuskan siapa ketua DPW jadi kita belum memutuskan jadwal musda nanti setelah ada keputusan dari DPP baru kita secepatnya gelar musda. Setelah musda baru kita bisa bicarakan itu (Pilwalkot Makassar 2018),” jelasnya.

Menurutnya, jika musda tersebut kembali mempercayakan dirinya sebagai ketua DPD PAN Makassar, peluangnya untuk maju kembali di pilwalkot bakal terbuka lebar.

“Kemarin itu saya berani maju di Pilwalkot 2013, sebab saat itu saya menjabat sebagai ketua partai, jadi berfikir layak maju melalui parpol,” pungkasnya.

Diketahui, Bursah Abdullah merupakan pasangan Irman Yasin di Pilwalkot Makassar 2013 lalu. Dengan diusung PAN dan PPP, pasangangan dengan julukan Noah ini mendapat posisi ke tiga dari hasil pemungutan suara. (rc/jk)

PILWALKOT MAKASSAR: Danny Resmi “Talak” Daeng Ical

Walikota Danny Pomanto dan Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rijal

Walikota Danny Pomanto dan Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal

Makassar, KABAROKE – Pemilihan Walikota Makassar memang masih lama. Namun, pasangan Danny Pomanto-Syamsu Rizal sudah hampir pasti bercerai.

Keduanya disebut tidak akan berpaket dalam pemilihan walikota mendatang. Setidaknya hal itu disampaikan pengamat politik Azwar Hasan.

Ia menilai Danny Pomanto, idealnya akan berpasangan dengan Haris Yasin Limpo di Pilwalkot Makassar mendatang. Itu setelah pecahnya hubungan diantara paket pasangan Walikota dan Wakil Walikota tersebut.

“Deng Ical kan sudah ditalak sama Danny. Jadi kalau masih mau maju sebaiknya mencari figur yang kuat. Seperti Haris dengan membawa Partai Golkar,” ujar Azwar, Senin, 2 Mei.

Dosen Unhas ini menambahkan, dengan berpasangan Haris, maka kekuatan Danny nantinya di Pilwalkot bertambah kuat. Namun, menurutnya ketika None maju kembali di Pilwalkot maka peluang Danny berpasangan dengan Haris terlihat sulit.

“None bisa saja maju kembali di Pilwalkot. Karena kita tahu bahwa None punya kekuatan dalam perpolitikan,” jelasnya. (rc/jk)

Danny Pomanto Makin Lengket ke SYL. Pasang “Kuda-kuda” Pilwalkot Ya?

Gerak Jalan Santai Keluarga Ikawan se-Sulsel,untuk memperingati Hari Kartini, Sabtu, 23, April. (ps)

Gerak Jalan Santai Keluarga Ikawan se-Sulsel,untuk memperingati Hari Kartini, Sabtu, 23, April. (ps)

Makassar, KABAROKE – Walikota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto tampak semakin mesra dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Kedekatan ini pun bisa menjadi modal pada perhelatan politik yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Makassar 2018 mendatang.

Sebelumnya Danny Pomanto dan Syamsu Rizal bertagline (DIA) diusung Partai Demokrat pada pemilihan walikota periode 2014-2019. Kala itu, Danny-Ical juga di back up full oleh Mantan Walikota Makassar dua periode yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel yang banyak memberikan kontribusi kemenangan DIA.

Namun, setelah Ilham Arief Sirajuddin ditetapkan tersangka oleh KPK dugaan korupsi di PDAM, membuat konstalasi politik berubah. Perlahan, Demokrat menjadi ‘lawan’ di pemerintahan Danny. Bahkan Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal yang juga pengurus Demokrat diwacanakan sudah pecah kongsi, namun hal itu selalu dibantah baik Danny dan Deng Ical.

Danny yang beberapa waktu lalu menyatakan siap kembali bertarung pada Pilwalkot 2018 mendatang, tentu membutuhkan kendaraan politik seperti awal maju. Dan Partai Golkar dianggap parpol yang bisa memuluskan langkahnya kedepan.

Tanda-tanda itu memang sudah mulai terlihat seiring Partai Golkar yang awalna ‘lawan’ kini sudah jadi kawan. Terbukti dibeberapa kebijakan kebijakan walikota berlatar belakang arisitek ini didukung di DPRD dari Fraksi Golkar.

Belum lagi hubungan Syahrul Yasin Limpo dan Danny Pomanto makin mesra dengan beberapa kali saling puji. Seperti halnya lagi ditunjukan saat acara Gerak Jalan Santai Keluarga Ikawan se -Sulsel. Event ini digelar oleh Ikawan DPRD Sulsel bekerjasama dengan Ikawan DPRD Kota Makassar untuk memperingati Hari Kartini, Sabtu, 23 April.

Gerak Jalan Santai Keluarga Ikawan se – Sulsel menempuh rute Jalan Ahmad Yani – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Ammanaggapa – Jalan Slamet Riyadi dan finish kembali di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Sepanjang rute yang dilalui, DP – SYL terlihat berbincang akrab sesekali tertawa kecil.

Event ini ditujukan untuk menjalin silaturahmi antara pimpinan daerah dan legislator beserta keluarga. Momentum ini juga dimanfaatkan oleh Ikawan se – Sulsel mendeklarasikan Peranan isteri dalam keluarga sebagai pilar terdepan terhadap pencegahan penyalahgunaan Narkoba dengan menerapkan hidup sehat jasmani dan rohani.

“Peran perempuan (isteri) dalam keluarga sangat penting. Bahkan ibu adalah madrasah (sekolah) pertama, dan utama bagi anak – anaknya,” tutur Danny.

Sekedar diketahui, dalam sepekan terakhir Syahrul Yasin Limpo dan Danny Pomanto sudah bertemu dua kali. Sebelumnya, Selasa, 18 April lalu, Syahrul Yasin Limpo tiba-tiba datang ke Balaikota Makassar menemui Danny Pomanto dan melakukan pertemuan tertutup. (ps/jk)

WOW! KPU Makassar Minta Rp44 Milyar Untuk Pilwalkot

ilustrasi

ilustrasi

Makassar, KABAROKE – Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar akan diselenggarakan 2018 mendatang. Dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, mulai mengambil ancang-ancang untuk melaksanakan berbagai persiapan.

Komisioner KPU Kota Makassar, Abdullah Mansyur, dan Syaefuddin, bersama Sekretaris KPU Kota Makassar, Sabri, dan sejumlah staf, juuga telah melangsungkan pertemuan dengan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto. Pertemuan berlangsung di Balaikota, Rabu, 20 April, siang tadi, untuk membahas pelaksanaan Pilwalkot kedepan.

Saat diterima di Ruang Kerja Wali Kota, Abdullah Mansyur menyampaikan rencana anggaran KPU Makassar terkait persiapan Pilkada (Pemilihan Langsung Kepala Daerah) 2017. Diketahui, Pilkada Makassar akan berlangsung pada 2018, dan tahapannya mulai berjalan pada Juni 2017.

Pengusulan anggaran untuk Pilkada Makassar dipecah dalam dua tahun anggaran. Dianggarkan di 2017 sebagai dana cadangan untuk mengantisipasi yang belum dianggarkan di 2018.

“Besaran anggaran di 2018 akan jauh lebih besar dibandingkan 2017,” sebut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset, Erwin Haiyya.

Payung hukum pengajuan rencana anggaran KPU didasarkan pada peraturan menteri.

“Pengajuannya sesuai dengan Surat Menteri Keuangan No. F118/MK.02/2016 Tanggal 19 Februari 2016, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 51 Tahun 2015 tentang Komponen Biaya Pilkada,” jelas Komisioner KPU Makassar, Abdullah Mansyur.

Di antara 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, Makassar memiliki DPT (Daftar Pemilih Tetap) terbesar.

Data KPU kota Makassar pada Pemilihan Legislatif 2014, jumlah DPT sebesar 1.070.000, dan jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara) sebanyak 2.508 TPS.

Sementara itu, di tahun 2015 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mencatat jumlah penduduk Makassar mencapai 1.741.310 dengan sebaran 876.568 penduduk laki – laki, dan 864.742 penduduka perempuan.

Jumlah rencana anggaran yang diajukan KPU kota Makassar untuk Pilkada 2018 sebesar Rp 44 Miliar, jumlah itu lebih besar Rp 2 Miliar dari pilkada di tahun 2014.

“Jumlahnya lebih besar memperhitungkan jumlah DPT yang bertambah dan adanya perubahan peraturan. Sebelumnya, alat peraga disiapkan oleh peserta di aturan baru dilimpahkan ke KPU,” terang Abdullah Mansyur.

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menyampaikan pilkada 2018 di Makassar akan berdampingan dengan pemilihan langsung gubernur (Pilgub).

“Pemerintah kota mempersiapkan segala hal terkait pra pilwali kendati masih 2016 namun di 2017 sudah ada tahapan berjalan khususnya persiapan estimasi dana untuk pengamanan. Tahapan pilwali dalam hal sebagai penyelenggara adalah KPU kota Makassar,” kata Danny. (ps/jk)

1 10 11 12