NasDem Solid Dukung Cicu,  Ari : Hamzah Hamid Tahu Apa?

Sekretaris NasDem Makassar Ari Ashari Ilham

Sekretaris NasDem Makassar Ari Ashari Ilham

Makassar, KABAROKE — Sekertaris Partai NasDem Makassar, Ari Ashari Ilham bicara terkait pernyataan Hamzah Hamid yang menyebut NasDem akan merapat ke Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dalam Pilwalkot Makassar 2018 mendatang.

Ari, mempertegas DPP NasDem Makassar sudah resmi mengusung Rachmatika Dewi sebagai calon walikota Makassar 2018-2023.

“Kemarin rekomendasi sudah diserahkan kepada ibu Cicu (Rachmatika Dewi), kami sdh menjemput rekomendasi di bandara yang dibawa langsung oleh kakak Syahar (Sekertaris DPW NasDem Sulsel),” terang Ari.

Sikap NasDem Makassar sudah sangat jelas di Pilwalkot 2018, yakni mengusung Cicu sebagai calon walikota.

“Pak hamzah tau apa tentang kami? ( NasDem ). Lucu bagi saya dia mengeluarkan pernyataan seperti itu, sama halnya kita bertetangga tapi berbicara tentang isi dapur tetangga kita, itukan lucu,” paparnya.

“Sebaiknya Pak Hamzah fokus mengurus partainya saja, karena setiap partai punya indikator tersendiri terkait calon yang akan diusung, mungkin menurut beliau Pak Dani yang paling pantas untuk diusung oleh PAN, tapi menurut kami di NasDem ibu Cicu yang akan memenangkan pilwali di Makassar,”pungkasnya.  (Mawan)

Surat Dukungan Pilkada Beredar di Sekolah, Danny Pomanto Bilang Begini

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto

Makassar, KABAROKE — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto geram dengan beredarnya surat pernyataan dukungan untuk pasangan calon wali kota dan wakil wali kota di lingkungan sekolah.

“Saya tidak pernah menyuruh apa pun, kita juga sudah sama-sama dengan partai,” tegas Danny, sapaan akrab Ramdhan Pomanto di Makassar, Minggu (24/9/2017).

Geramnya wali kota itu karena adanya beberapa orang tua siswa yang melaporkannya langsung kepada dirinya baik melalui pesan singkat (SMS) maupun melalui aplikasi obrolan WhatsApp dengan mengirimkan serta gambar surat pernyataan tersebut. Danny geram dengan pihak-pihak yang melakukan penyebaran surat dukungan itu, apalagi dilakukan di tingkat sekolah dasar (SD). Karenanya, dirinya meminta kepada para kepala sekolah agar mengawasi hal-hal seperti itu.

“Sangat tidak cocok, apalagi di sekolah. Di SD lagi. Kepala sekolah harus mengawasi itu, jangan ada lagi beredar seperti itu di sekolah-sekolah,” katanya.

Dalam surat tersebut berbunyi pernyataan tidak akan menarik dukungan terhadap pencalonan pasangan perseorangan dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota yaitu Moh Ramdhan Pomanto dan Ismunandar. Selama dua bulan terakhir ini, bakal calon pasangan paket Moh Ramdhan Pomanto dan Ismunandar memang sangat santer, apalagi para pengamat dan lembaga survei mencoba melihat hasil hitungan survei masyarakat tersebut.

Terlebih wali kota memang dibeberapa kesempatan sering melontarkan pernyataan keinginannya untuk menggandeng kalangan birokrat sebagai pendampingnya pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Ismunandar sendiri merupakan seorang bawahan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) disertai usia yang tidak lama lagi akan memasuki masa pensiun. (***)

Libatkan Anak SD Dalam Politik,  Orang Tua Murid Akan Melapor Ke KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Makassar, KABAROKE — Jelang Pilwali Makassar petahana siapkan jalur independen untuk maju bertarung. Hanya saja ada hal yang menjanggal dan merupakan sebuah pelanggaran berat yang dilakukan dalam proses tersebut.  Untuk mendapat dukungan dari masyarakat maju sebagai calon independen,  tim petahana melibatkan anak anak SD untuk memperoleh tanda tangan surat dukungan dari orang tua mereka.

Salah seorang orang tua murid dari SD Inpres 2 Kelurahan Mariso merasa tidak terima dengan hal tersebut.

“Anak anak SD tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan politik itu melanggar,  kalau mau mendapat dukungan, langsung ke warga jangan anak anak SD yang disuruh bawa selebaran untuk ditandatangani orang tua, ” kata Iqbal salah seorang orang tua murid.

Iqbal juga menyampaikan bahwa dirinya akan melapor ke KPAI tentang hal tersebut.

“Sangat tidak masuk akal anak kelas 3 SD diberi selebaran seperti itu, untungnya saya baca sebelum tanda tangan karena istri saya sudah mengisi seleberan itu. Saya nanti akan datangi pihak sekolah dan akan melaporkan ke KPAI, ” tegas Iqbal.

Lanjut Iqbal menyampaikan bahwa hal ini adalah bagian dari pembodohan karena bisa saja ada orang tua yang tidak membaca form tersebut kemudian tanda tangan.

“Lucunya karena gurunya yang membagikan ini selebaran, guru dan pihak sekolah harusnya melindungi anak anak kami bukan dijerumuskan dan dimanfaatkan untuk kepentingan politik, sekali lagi saya tegaskan saya tidak terima hal ini dan saya akan laporkan, ” ujarnya.

Menurut informasi yang diperoleh, setidaknya sudah ada empat sekolah dasar yang dibagikan selebaran serupa yakni SD Inpres 1, SD Inpres 2, SD Inpres 3 Kelurahan Mariso dan SD Mattoanging bertingkat.

Dalam form dukungan tersebut berisi tentang dukungan masyarakat kepada petahana, Danny Pomanto berpasangan dengan Kadis Pendidikan Makassar,  Ismunandar berpaket sebagai calon independen untuk maju di Pilwali 2018.

Orang tua murid sangat berharap ini segera mendapat perhatian dari pihak berwenang.  Larangan tentang pelibatan anak dalam politik itu sangat jelas diatur dalam UU Perlindungan Anak Pasal 15, poin pertama,  bahkan sanksinya cukup berat yakni hukuman kurungan paling lama 5 tahun dan atau denda seratus juta rupiah. (***)

Kunjungi Pesta Rakyat di Tallo, Warga Kompak Sebut Cicu Wali-Kotaku

Rachmat Ika Dewi alias Cicu

Rachmat Ika Dewi alias Cicu

Makassar, KABAROKE — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi kembali menyapa warga di acara pesta rakyat.

Politisi Partai NasDem ini mengunjungi Kecamatan Tallo. Memasuki lokasi pesta rakyat,  Cicu (Rachmatika Dewi)  diteriaki warga.

“Calon Walikotaku” riuh warga bersorak menyambut kedatangan politisi yang juga merupakan Ketua DPD NasDem Makassar ini.

“Terima kasih saya sudah diundang untuk hadir di acara ini, mudah mudah bapak ibu tidak bosan bosan mengundang saya, insya Allah silaturahmi kita akan terjalin terus,” ujarnya di hadapan warga Tallo.

Setelah menyapa warga, Cicu kemudian bergeser ke Posko Pemenangannya tidak jauh dari lokasi pesta rakyat. Turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Makassar, Basdir yang juga legislator dari Demokrat. (Mawan)

Koalisi Golkar-NasDem Bisa Tumbangkan Danny di Dapil Ini

Koalisi Golkar-Nasdem

Koalisi Golkar-Nasdem

Makassar, KABAROKE — Koalisi Golkar-NasDem di Pilwalkot Makassar langsung direspon para legislator kedua parpol tersebut. Di daerah pemilihan Manggala-Panakkukang misalnya, tiga legislator Golkar-NasDem yakni Rahman Pina, Syamsuddin Kadir dan Supratman optimistis mampu mendulang suara pada dua kecamatan yang menjadi basis massanya.

“Jika Golkar dan Nasdem koalisi, ini alarm tanda bahaya bagi incumbent. Tanpa mendahului hasil, siapapun yang didukung koalisi Golkar akan memenangkan dapil Manggala Panakkukang,” kata legislator dari Fraksi Golkar, Rahman Pina.

Hal yang sama disampaikan Supratman. Legislator NasDem yang sejak awal sudah bersebarangan dengan incumbent Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, itu optimistis bisa memenangkan pertarungan pada dapil Manggala-Panakkukang. Supratman sendiri diketahui sempat bersiteru dengan petahana gara-gara mengkritisi smart pete-pete.

“Kalau koalisi ini jadi, nassami lewat incumbent, apalagi di Manggala. Tugasku tosseng,” ucap Supratman.

Secara terpisah, legislator Golkar, Samsuddin Kadir juga menyampaikan hal serupa. Berbekal pengalaman di berbagai event, baik itu Pilwalkot dan Pilgub, pihaknya yakin usungan dari koalisi Golkar-Nasdem akan menang di dapilnya. “Insyah Allah menang, baik Pilgub maupun Pilwalkot,”ujarnya singkat.

Di Pileg 2014 lalu, Partai Golkar keluar sebagai pemenang di dapil IV Manggala Panakkukang dengan meloloskan dua kadernya, Rahman Pina dan Syamsuddin Kadir. Sementara Nasdem meloloskan satu kadernya, Supratman. Ketiganya memiliki basis massa yang kuat dan tersebar merata di wilayah itu. (***)

Uji Kelayakan di Demokrat, Cicu Beberkan Alasannya Maju di Pilwalkot Makassar

Wakil Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi

Wakil Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi

Makassar, KABAROKE — Rangkaian pelaksanaan kegiatan “Fit and Propertest” Partai Demokrat Sulsel untuk penjaringan bakal calon kepala daerah se Sulawesi Selatan pada Pilkada 2018 mendatang sudah bergulir.

Hari ini Senin,  28 Agustus 2017 giliran Andi Rachmatika Dewi untuk menyampaikan visi misi serta alasan mengapa dirinya ingin bertarung di Pilwali di hadapan Tim penjaringan partai berlambang Mercy ini.

“Saya ingin ikut di Pilwali 2018,  sepenuhnya hanya ingin mengabdi dan memperjuangkan hak hak masyarakat Kota Makassar,” terang Politisi yang akrab disapa Cicu tersebut.

Dalam gelaran kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Swiss Belin Makassar ini,  Cicu juga menyampaikan, jika dirinya menduduki posisi sebagai orang nomor satu di Makassar maka dirinya akan mengusung program “Makassar Santun”.

” Menjadi pemimpin itu ada 2 pilihan, apakah kita mau berpihak kepada masyarakat yang memilih kita? Atau mau berpihak kepada segelintir orang saja. Saya hadir dengan semangat Makassar santun,  tataruang santun,  ekonomi santun,  birokrasi santun, pembangunan SDM santun, dan pengarus utamaan gender,” jelasnya. (Mawan)

Appi-Deng Ical Nongkrong Bareng, Bahas Apa?

Sekretaris Demokrat Sulsel Syamsu Rizal alias Deng Ical dengan CEO PSM Munafri alias Appi [dok net]

Sekretaris Demokrat Sulsel Syamsu Rizal alias Deng Ical dengan CEO PSM Munafri alias Appi [dok net]

Makassar, KABAROKE — Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel Syamsu Rizal MI memantau pelaksanaan fit and proper tes calon usungan partainya pada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2018, Kamis kemarin.

Uji kelayakan bagi calon kepala daerah (Cakada) Partai Demokrat dilaksanakan di Hotel Swiss Belinn, Jl Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Mengenakan kemeja batik warna biru, Deng Ical sapaan Syamsu Rizal MI tiba sekitar pukul 09.10 wita.

Kedatangan Wakil Wali Kota Makassar tersebut bertepatan dengan uji kelayakan CEO PT PSM Munafri Arifuddin (Appi). Appi sudah mendaftar dan mengikuti sejumlah mekanisme di parpol selain partai Demokrat.

Selama fit and propert tes berlangsung, Ical serius mendengar pemaparan Appi mengenai konsepnya. Selain Deng Ical, ada juga Ketua Bappilu DPD Demokrat Sulsel Selle KS Dalle.

Appi merupakan kandidat pertama yang menjalani uji kelayakan di Partai Demokrat. (***)

Suara IYL Diprediksi Tergerus Jika Golkar Usung None

Ketua Harian Golkar Nurdin Halid dan Bakal Calon Wali Kota Makassar Irman YL alias None

Ketua Harian Golkar Nurdin Halid dan Bakal Calon Wali Kota Makassar Irman YL alias None

Makassar, KABAROKE — Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, menilai suara Ichsan Yasin Limpo atau IYL pada Pilgub Sulsel berpotensi tergerus bila Golkar memberikan dukungan pada Irman Yasin Limpo atau None pada Pilwalkot Makassar. Kakak beradik itu praktis pecah kongsi, dimana None akan berusaha memenangkan usungan Golkar, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz)

Hingga kini, Golkar memang belum memutuskan sikap politiknya pada Pilwalkot Makassar 2018. Dari sederet kandidat, terdapat dua figur yang memiliki daya pikat cukup tinggi. Keduanya yakni petahana M Ramdhan ‘Danny’ Pomanto atau DP dan None. Golkar sendiri memberikan keistimewaan bagi None untuk masuk dalam penjaringan atas restu dari NH.

“Jika Golkar benar akan mengusung None di Pilkada Makassar, ini akan menjadi sandungan bagi IYL, mengingat dia (None) merupakan lawan kuat DP pada pilkada lalu,” kata Firdaus di Makassar.

Firdaus menyatakan meski None dan IYL bersaudara, namun secara politik sikap keduanya kerap berbeda. Di sisi lain, kandidat petahana di Pilwali Makassar, Moh Ramdhan Pomanto disinyalir mengarahkan dukungan ke Ichsan YL yang menjadi rival Irman YL di Pilwalkot Makassar.

Oleh karena itu, kata Firdaus, jika Golkar ingin mengerus kekuatan IYL di Kota Makassar, maka Golkar harus mempertimbangkan niat None untuk bertarung pada Pilwalkot Makassar.

“Mengingat None adalah salah satu kandidat yang cukup berpengaruh dalam merubah dan mengerus posisi suara IYL yang juga maju di Pilgub, termasuk dia (None) merupakan kandidat yang cukup memiliki potensi besar menumbangkan Rezim DP pada pilkada mendatang,” kata Firdaus.

“Kita lihat None merupakan runner up pada pilkada lalu dan jika Golkar mengusungnya di pilkada ini maka akan berpotensi mengerus posisi IYL,” tutupnya. (***)

Deng Ical Harap PKB Berikan Dukungan untuk Pilwalkot Makassar

Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal (dok net)

Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal (dok net)

Makassar, KABAROKE — Bakal calon Walikota Makassar, Syamsu Rizal (Deng Ical) mengembalikan formulir pendaftaran di Sekretariat DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jalan Arif Rahman Hakim, akhir pekan lalu.

Deng Ical yang juga Wakil Walikota Makassar ini datang didampingi oleh ketua Tim Pemenangannya, Basdir dan Muchsamin serta sejumlah simpatisan. Kedatangan pria yang populer dengan sebutan ‘Somberena Makassar itu disambut oleh Ketua DPC PKB Makassar, Aris Muhammadia bersama sejumlah jajaran pengurusnya.

Di hadapan Aris Muhammadia, Deng Ical mengungkapkan keinginannya untuk bisa bersama-sama partai PKB dalam mengarungi perhelatan Pilwali 2018 mendatang.

“Saya mendaftar di PKB bukan karena melihat kursinya di DPRD tetapi yang kami hitung itu orangnya, karena saya mengetahui betul bahwa PKB itu memiliki infrastrukur politik sudah terbentuk dan sangat jelas,” tutur Deng Ical.

Lebih lanjut, Deng Ical menjelaskan bahwa strukur partai berbeda dengan relawan.

“Kalau struktur kerja partai itu sudah jelas, berbeda dengan relawan yang harus di drive dengan baik dulu agar kerja-kerja relawan bisa berjalan dengan maksimal. PKB ini sudah jelas sebab telah ada supra struktur partainya terbentuk dan juga kekuatan partai sudah teruji,” katanya.

Dirinya menambahkan bahwa tidak mungkin dia berjuang di Pilwali 2018 tanpa Partai Kebangkitan Bangsa.

“Sebab PKB itu adalah salah satu partai terdepan yang mempunyai basis yang jelas dan itu tidak semua di miliki partai lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Makassar, Aris Muhammadia mengakui bahwa Deng Ical adalah sosok pemimpin Kota Makassar yang paling populer di masyarakat karena keramahan dan murah senyumnya.

“Saya sudah berkeliling kemana-mana dan bertanya kepada masyarakat bahwa siapa calon Walikota paling Sombere, dan semua orang menjawab Deng Ical. Deng Ical melihat semua orang sama tanpa melihat golongan ataupun jabatan,” pungkasnya. (***)

Miliki Kesamaan Visi, Deng Ical Pede Didukung PKPI

Deng Ical Selfie Saat Mengantar Ibas

Deng Ical Selfie Saat Mengantar Ibas

Makassar, KABAROKE — Bakal calon wali kota Makassar, Syamsu Rizal menjalani fit and proper test yang digelar Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sulsel, di Hotel Raising, Jalan Prof Basalamah, akhir pekan lalu.

Kedatangan Deng Ical–sapaan akrab Syamsu Rizal didampingi beberapa orang tim pemenangannya tampak lain dari biasanya. Pasalnya, Deng Ical mengenakan kemeja dan celana kain dan jas serta kopiah seperti hendak melakukan prosesi lamaran.

Dihadapan tim penjaringan DPP PKPI Sulsel, Deng Ical mengatakan jika terpilih menjadi Wali Kota Makassar pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar 2018 mendatang, dirinya akan memberikan yang terbaik buat masyarakat Kota Makassar.

“Insya Allah jika saya diberi amanah sebagai Wali Kota Makassar, maka saya ingin menjadikan Kota Makassar ini sebagai kota daeng bukan kota dunia, tetapi sebaliknya kota daeng yang mendunia namun tetap memiliki nilai-nilai kearifan lokal, seperti sipakatau, sipakalebbi dan sipammase-masei” katanya.

Ia menambahkan, dirinya sangat optimis akan maju pada Pilwalkot dan bersama-sama dengan PKPI untuk mewujudkan visi misinya. Apalagi, kata dia, dirinya dan PKPI memiliki visi misi yang sama.

“Saya dan PKPI itu memiliki banyak kesamaan visi dan misi, tinggal bagaimana saya nantinya mencocokkan, karena semakin banyak kecocokan maka Insya Allah kita akan bersama-sama berjuang,” pungkasnya. (***)

1 2 3 4 12