Polda Metro Jaya Melanjutkan Rekonstruksi Pencurian Inti Kabel Di Jalan Medan Merdeka

Jakarta, KABAROKE – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya kembali mendalami kasus pencurian intikabel kabel gorong-gorong yang berada di jalan medan merdeka yang dilakukan enam orang tersangka.

Kasubdit Sumber Daya Lingkungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ade Vivid, mengatakan dari proses rekonstruksi yang sudah berlangsung, para pelaku masuk melalui beberapa jalur gorong-gorong, yaitu dari Jalan Abdul Muis, lalu melalui belakang Patung Merek, dan di Jalan Agus Salim.

Ia melanjutkan, para pelaku melancarkan aksinya di jam-jam orang masih tertidur lelap yaitu waktu dini hari. Sebelum beraksi pelaku yang berjumlah enam orang ini sudah menyediakan beberapa perlengkapan seperti senter, tali, sampai makanan untuk persediaan selama berada di dalam gorong-gorong.

“Semua alat seperti pacul, linggis dan gunting sudah mereka siapkan didalam untuk melakukan aksinya mencuri kabel” ujarnya di Jalan Medan Merdeka Selatan Selasa (15/3/2016).

Menurut Ade, alasan para pelaku melakukan pencurian pada dini hari dikarenakan tak ada orang yang dapat mengawasi aksi pencurian tersebut. Lantaran, pada waktu-waktu tersebut suasana masih gelap dan tak ada orang yang dilokasi yang mengawasi para pelaku baik masuk ataupun keluar.

“Mereka kemudian keluar kembali pada pagi berikutnya. Jadi mereka menginap didalam gorong-gorong tersebut” katanya.

Sementara itu dari tiga lokasi yang menjadi target pencurian kabel oleh keenam pelaku, jumlah kabel yang paling banyak dicuri oleh para pelaku yakni dibawah Jalan Medan Merdeka Selatan. Alasan mereka mencuri di jalan tersebut dikarenakan jaringan kabel di jalan medan merdeka selatan sangat banyak di dapatkan.

“Mereka melihat pembongkaran kabel PLN yang sangat banyak disini, sehingga pelaku tertarik mencuri disini,” katanya.

Rabu Nanti, Saipul Jamil Akan Diperiksa Polda Metro Jaya

Jakarta, KABAROKE – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, memastikan. Pada Rabu (16/03/2016) besok, pihak Polda Metro Jaya akan memanggil Saipul Jamil terkait kasus pencabulan yang dilakukannya pada tahun 2014 silam. Dengan korban AW (22)

“AW (korban) berani laporkan ke Polda, setelah ada kejadian DS (15) yang telah melapor ke Polsek Kelapa Gading. AW (korban) sudah dua kali dipaksa di rumah SJ,” katanya, di Polda Metro Jaya, Senin (14/3/2016).

Lebih lanjut. Krishna menuturkan, pemanggilan terhadap tersangka Saipul Jamil tersebut ke Polda Metro Jaya, sebagai bentuk pengembangan dalam penanganan Polsek Kelapa Gading dan Polres Jakarta Utara dalam mengungkap kasus tersebut.

“Kita minta kooperasinya dia (korban), apakah cukup bukti atau tidak. Setidaknya ini bisa jadi beckground informasi pada Polres utara dan Polsek kelapa gading untuk penanganannya. Ya memang agak sulit namanya peristiwa begini. Intinya kami pencegahan jangan sampai terulang di kemudian hari,” ungkapnya.

SebagaiJakarta, KABAROKE – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, memastikan. Pada Rabu (16/03/20160 besok, pihak Polda Metro Jaya akan memanggil Saipul Jamil terkait kasus pencabulan yang dilakukannya sejak tahun 2014 silam. dengan korban dan pelapor yaitu mantan asisten Saipul Jamil berinisial AW (22)

“AW (korban) berani laporkan ke Polda, setelah ada kejadian DS (15) yang telah melapor ke Polsek Kelapa Gading. AW (korban) sudah dua kali dipaksa di rumah SJ,” katanya, di Polda Metro Jaya, Senin (14/3/2016).

Lebih lanjut. Krishna menuturkan, pemanggilan terhadap tersangka Saipul Jamil tersebut ke Polda Metro Jaya, sebagai bentuk pengembangan dalam penanganan Polsek Kelapa Gading dan Polres Jakarta Utara dalam mengungkap kasus tersebut.

“Kita minta kooperasinya dia (korban), apakah cukup bukti atau tidak. Setidaknya ini bisa jadi beckground informasi pada Polres utara dan Polsek kelapa gading untuk penanganannya. Ya memang agak sulit namanya peristiwa begini. Intinya kami pencegahan jangan sampai terulang di kemudian hari,” ungkapnya.

Sebagai informasikan.  Pedangdut Saipul Jamil kembali dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pelecehan seksual. Pelaporan itu dilakukan di Polda Metro Jaya, Rabu (24/2/2016). Oleh AW dan kuasa hukumnya, Fajar

Pelapor adalah mantan asisten Saipul Jamil. Dengan ditemani kuasa hukumnya, Fajar, korban berinisial AW (22) tersebut melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya atas aksi bejat yang dilakukan Saipul Jamil (35).

“Korban mantan asistennya Saipul Jamil. Kejadiannya sekitar tahun 2014,” ujar Fajar di Mapolda Metro Jaya, Rabu.

Fajar menambahkan, saat mengalami tindak pelecehan dari Saipul Jamil, AW tidak berani melapor ke polisi. “Baru sekarang korban berani melapor. Korban diiming-imingi pekerjaan oleh Saipul,” tambahnya.

Saat ini, korban dengan didampingi kuasa hukumnya tengah menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya setelah proses pembuatan laporan polisi (LP) dan menerima berkas acara pemeriksaan

Sebagai informasi. Pedangdut Saipul Jamil sebelumnya kembali dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pelecehan seksual. Berkas pelaporan itu berada di Polda Metro Jaya, sejak Rabu (24/2/2016).

Menggunakan Kantung Plastik, Petugas Keamanan Ini Antarkan Granat Ke Polsek Pasar Minggu

Jakarta, KABAROKE – Seorang petugas keamanan menyerahkan kantung plastik berisi granat ke Polsek Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (13/03/2016).

Petugas yang bernama Hairudin. Mengaku menemukan granat itu di pinggir sungai pusat perbelanjaan Robinson Pasar Minggu.

“Granat ditemukan warga di pinggir kali Robinson,” kata Kapolsek Pasar Minggu, Komisaris Polisi Zakuy Alkazar Nasution, saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (13/03/2016).

Zaky lanjutkan, penemuan tersebut berawal saat Hairudin menerima laporan dari pedagang sendok Pen yang melihat ada sebuah benda mirip granat di lokasi itu.

Tanpa pikir panjang. Hairudin mendatangi lokasi keberadaan granat, kemudian. Bersama rekannya ia langsung mengangkat granat dan memasukkan kedalam plastik untuk diserahkan ke petugas Polsek Pasar Minggu.

Hingga sore tadi. Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya sudah melakukan penyisiran dilokasi dan mengamankan senjata jenis peledak itu.

Dari hasil penyisiran. Tim Gegana tidak mememukan barang serupa dilokasi.

Polisi Masih Menunggu Hasil Autopsi Jenazah Fredy

Jakarta, KABAROKE – Polda Metro Jaya masih menunggu hasil autopsi jasad Fredy Jayadi (45)  Rumah Sakit Polri Kramatjati.

Autopsi yang dilakukan guna mencaritahu penyebab tewasnya pria yang adalah salah seorang peserta lomba makan 5 menit berhadiah Rp 5 miliar di
KFC Taman Semanan, Jumat (11/03/2016).

“Kami melakukan autopsi. Gunanya untuk apa? Untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Mohammad Iqbal, Minggu (13/3/2016).

“Penyebab itu meninggalnya apakah wajar akibat tersedak. Nanti dokter yang akan mendiagnosa,” lanjut dia.

Sebelumnya, Fredy tewas saat mengikuti acara perlombaan makan ayam 5 menit berhadiah Rp 5 miliar yang diselenggarakan restoran makanan cepat saji, KFC Taman Semanan, RT/RW 15/11, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (11/3/2016) sekitar pukul 14.02 WIB.

Dalam perlombaan itu. Para panitia memberi tiga potong sayap ayam, namun naas bagi korban. Saat sedang melahap sayap ayam ketiganya, tiba-tiba Fredy tersedak hingga dibawa ke klinik Yasa Husada.

Setelah ditangani dokter, nyawa Fredy ternyata tidak bisa diselamatkan. Dia dinyatakan meninggal akibat tersedak.

Akibat kejadian ini. Perlombaan semantara dihentikan oleh pihak penyelenggara. Dan Polisi masih memintai keterangan dari semua panitia lomba maut itu.

Kapolda Metro Jaya Perketat Pengawasan Paska Terbongkarnya Pencurian Kabel Di Medan Merdeka Selatan

Jakarta, KABAROKE – Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan, kasus Kabel yang terjadi di Jalan Merdeka Selatan telah mencuri perhatian publik.

Oleh sebab itu. Tito mengatakan akan melakukan langkah-langkah agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, yaitu dengan berkerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan pengawasan drainese secara rutin, sehingga petugas dapat mengawasi gorong-gorong bila terjadi saluran air tersumpat dapat segera diangkat dan juga para pelaku pencurian tidak dapat melancarkan aksi lantaran telah di awasi oleh pihak pemda.

“Kita meminta DPRD DKI membuat Perda dan pergub atau gubernur membuat pergub tentang pengaturan jaringan sistem bawah tanah supaya tidak semerawut. Kalau ini tidak dilakukan maka akan timbul tambang-tambang tembaga dan timah. Kita juga meminta agar perusahaan dapat mengangkutnya supaya tidak dimanfaatkan oleh para pelaku” katanya di Polda Metro Jaya, Jumat (11/03/2016).

Selain itu juga, Tito meminta kepada Pemda untuk memasang CCTV di kota Jakarta. Pasalnya, di jakarta masih lemah dalam sistem CCTV, maka Tito mengharapkan program Gubernur DKI jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akan melakukan pemasangan 6000 CCTV dapat segera dieksekusi. Pasalnya, jika itu sudah dilakukan maka pihaknyanya dapat mudah menemukan pelaku pwencurian.

“Bahkan bila perlu CCTV ada di bawah tanah di gorong-gorong itu. Sehingga semua aktivitas yang untuk kepentingan masyarakat ataupun lalin, keaman dan lainnya dapat termonitor dan cepat bisa diatasi termasuk banjir” tutupnya

Polisi Berhasil Mengungkap Pelaku Pencuri Inti Kabel Di Jalan Medan Merdeka

Jakarta, KABAROKE – Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menetapkan enam tersangka pelaku pencurian kabel di gorong-gorong Jalan Medan Merdeka Selatan yang sempat membuat geger.

Penetapan status tersangka dilakukan setelah aparat kepolisian melakukan penelusuran. Sesuai penyelidikan terdapat tiga kelompok jaringan pencurian kabel dalam gorong-gorong.

“Dari olah TKP, dalam lima hari penyidik menyimpulkan ada dugaan pencurian pemberatan kabel di bawah tanah. Tim menangkap para tersangka. Sudah ada enam tersangka peran berbeda-beda,” tutur Dir Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Mujiono, Jumat (11/3/2016).

Enam tersangka, yaitu STR (45), MRN (34), SWY (45), AP (28), RHM (43), dan AT (48). RHM dan AT,

Mujiono menjelaskan. Pelaku masuk dari lubang air yang terbuka di Jalan Merdeka Selatan, kemudian dengan menggunakan linggis. Mereka membongkar dinding gorong-gorong sampai menemukan kabel.

Selanjutnya Kabel dipotong-potong dengan gergaji besi dengan panjang 1 meter. Kemudian dikupas kulit seng sehingga tersisa bungkus timah dan batang tembaga.

Setelah terkumpul batang tembaga, dikeluarkan satu persatu lewat lubang angin trotoar dan diambil oleh pelaku lain dengan gerobak.

Dia menjelaskan, STR, MRN, SWY, RHM, dan AT, bertugas memotong dan mengupas kulit kabel
selama berada di gorong-gorong. Sementara itu, AP, berada di atas gorong-gorong untuk mengangkut barang dan menjual kabel.

“Lima orang masuk gorong-gorong. Mereka membobol gorong-gorong, memotong kabel, mengupas kabel, menaikan isi kabel berupa timah dan tembaga. Seorang menerima di atas jalan,” kata dia.

Untuk sementara, para pelaku masih diperiksa di Mapolda Metro Jaya. Mereka disangkakan Pasal 363 KUHP Juncto Pasal 362 Juncto Pasal 55, Pasal 56 KUHP. Ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun.

Seperti yang diinformasikan. Pengungkapan kasus berawal dari penemuan bungkus kabel sebanyak 25 truk atau sekitar 125 kubik pada 24 Februari 2016-6 Maret 2016. Pada Minggu (28/2).

Hati – Hati! Polisi Baru Saja Menangkap Pengedar Lada Dan Ketumbar Mengandung Zat Berbahaya

Jakarta, KABAROKE – Unit III Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang pelaku pengedar dan pembuat ketumbar dan lada yang mengandung zat kimia Sodium Bicarbonate dan H202 (Hidrogen Peroksida)

Pelaku berinisial E (38) ditangkap di rumahnya diwilayah pergudangan Kosambi Permai,Tangerang, Senin (07/03/2016)

Menurut Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Agung Marlianto, penangkapan tersebut berawal dari adanya laporan dari warga sekitar yang merasa curiga dengan Ketumbar dan lada yang dijual oleh pelaku.

“Kami berhasil menemukan kegiatan mengolah, mengedarkan, memasarkan hasil perkebunan berupa Ketumbar dan lada dengan bercampur zat kimia dan kami mengamankan barang bukti” katanya di Polda Metro Jaya, Kamis  (10/3/2016).

Agung menjelaskan. Bahan yang digunakan untuk mencampur bumbu dapur tersebut yakni 500kg lada yang dicampur dengan 8 ons zat kimia Sodium Bicarbonate yang diaduk hingga merata kemudian di campur dengan 20 kg zat kimia Hidrogen Peroksida dan diaduk kembali hingga merata.

“Kalau ketumbar 250 kg tapi zat yang digunakan sama. Setelah mereka mencampur lalu di diamkan selama dua hari. Kemudian setelah di diamkan dikipasi hingga kotoran dan debu dalam lada tersebut hilang. ‎Finisingnya dikemas dalam karung 25kg dan diedarkan ke wilayah Jabodetabek, Cirebon, Jawatengah, Banten dan Lampung,” ungkapnya

Agung melanjutkan, pelaku sudah beroperasi sejak 2008 silam dan menjual barang tersebut dengan harga yang berbeda yaitu harga Ketumbar Rp12.000‎/kg, Lada Super Rp 110.000/kg dan lada KW 2 Rp 105.000/kg. Hasil keuntungan dari penjualan tersebut yakni mencapai Rp 100.000.000

“Barang bukti yang kami amankan yaitu, 4 ton ‎Ketumbar siap edar, 1,25 ton lada super siap edar, 1,25 ton lada KW 2 siap edar, 8,8 ton lada bahan, 30 buah jerigen zak kimia Hidrogen Peroksida, 14kg zat kimia Sodium Bicarbonate, 10 unit kipas angin, 3 unit Timbangan, 30 buah ember, 6 buah sapu, 15 buah skop, 2 buah mesin Jahit karung, 100 karung kosong yang bertuliskan lada UD MMJ dan 50 karung kosong bertuliskan Ketumbar UD MMJ” katanya.

Atas tindakannya tersebut. Pelaku akan dijerat dengan pasal 110 UU RI No. 39 tentang perkebunan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda paling banyak 5 milliar. (oct)

1 20 21 22