Prioritaskan Anak dan Perempuan, Kapolda Sulsel Edarkan Pesan Telegram

Kapolda Sulsel, Anton Charliyan

Kapolda Sulsel, Anton Charliyan

Makassar, KABAROKE – Kasus kekerasan anak dan perempuan kian memprihatinkan. Untuk memprioritaskan penanganan kasus perlindungan anak dan perempuan, Kapolda Sulselbar Irjen Anton Charliyan telah mengedarkan telegram kepada seluruh Polres jajaran Polda Sulselbar.

Tindakan ini menyusul kasus kekerasan anak yang terjadi di Makassar dan salah satunya pada kasus dengan pelaku Jamaluddin (36).

Anton menuturkan, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan secara internasional sudah dicanangkan sebagai kasus luar biasa (extraordinary). Karena itu, dia memerintahkan seluruh Polres di jajaran Polda Sulselbar untuk mengedepankan penanganannya.

“Saya juga sudah perintahkan dan buat Telegram agar mengoptimalkan dan lebih peduli terhadap permasalahan yang menyangkut perlindungan anak dan perempuan,” kata Anton pada Rabu, 11 Mei.

Terkait perlindungan anak dan perempuan, Anton mengatakan ada banyak gejala-gejala yang terjadi di wilayah Sulsel. Di antaranya; mentelantarkan anak dan menganiaya. Karena itu, perlindungan perempuan dan anak menjadi prioritas Polda Sulselbar.

Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, telegram Kapolda sudah diedarkan sejak kemarin ke seluruh jajaran Polres. Ini menyusul instruksi Kapolri dimana, kasus yang berkaitan dengan perlindungan kini ditempatkan paling pertama dari 11 kasus yang menjadi prioritas Polri.

Frans menuturkan, langkah awal yang dilakukan adalah memberdayakan anggota Babinkamtibmas dengan mendatangi rumah warga secara door to door. Selain itu juga bekerja sama dengan para lurah dan kepala desa.

“Pembinaan terutama dilakukan terhadap pasangan suami-isteri yang menikah muda,” tutup Frans. (rc/jk)

Irjen Anton Charliyan Datang, Markas Polda Sulsel Terbakar. Dokumen dan Berkas Perkara Ludes

Kondisi bangunan Mapolda Sulsel pasca kebakaran (int)

Kondisi bangunan Mapolda Sulsel pasca kebakaran (int)

Makassar, KABAROKE – Markas Polda Sulsel dilalap si jago merah. Sedikitnya delapan ruangan milik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dotreskrimum) dan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) hangus terbakar. Ironisnya, musibah kebakaran itu tepat bertepatan dengan kedatangan Kapolda Sulsel yang baru, Irjen Pol Anton Charliyan.

Belum diketahui pasti apa penyebab musibah itu. Namun, dugaan sementara, disebabkan oleh masalah instalasi listrik. Lokasi tepat kobaran api berasal dari lanta dua gedung Ditreskrimum. Api merembes hingga melalap habis delapan ruangan dari kedua sisi bangunan. Akibatnya, berkas dan dokumen ikut terbakar.

Informasi yang dihimpun kabaroke.com, musibah ini terjadi sekira pukul 04.00 Wita dini hari. Dari delapan ruanga, tiga diantaranya milik Ditresnarkoba, sementara lainnya adalah milik Ditrekrimum Polda Sulsel.

Musibah ini juga membuat jajaran Polda Sulsel terpaksa mengevakuasi seluruh tahanannya. Sedikitnya, ada 72 tahanan dengan kasus berbeda dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Gunung Sari, Makassar.

Terkait dengan musibah ini, Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Anton Charliyan, ikut angkat bicara. Apalagi, musibah itu tepat dengan momen dihari pertamanya berkantor di Polda Sulsel.

Menurut Anton, kebakaran itu bukan hanya sekedar musibah. Namun juga pemantik agar seluruh jajaran Polda Sulsel lebih giat dalam melaksanakan tugas.

“Ini adalah pemantik semangat bagi kami,” tukasnya, kemarin.

Untuk penyebab, Anton menduga instalasi listrik di Mapolda Sulselbar sudah tak layak pakai. “Plan protection kita memang harus diperbaiki, karena sudah beberapa kali kantor polisi (terbakar). Bukan ini saja. Apalagi kantor polisi yang sudah uzur. Perlu pembenahan secara teknis. Instalasi dan daya harus ditingkatkan,” jelas Anton sesaat lalu.

Meski begitu, kata Anton, kepastian penyebab kebakaran ini menunggu penyelidikan dari Tim Inafis dan Labfor Mabes Polri Cabang Makassar yang telah melakukan olah TKP dan mengamankan sampel untuk diselidiki.

“Jika ada kelalaian anggota, maka akan disanksi. Makanya akan diselidiki.”

Sambil menanti rehabilitasi ruangan yang terbakar, lanjut Anton, personel polisi yang bertugas di tempat tersebut akan disiapkan ruangan untuk melanjutkan tugas.

“Nanti ini yang akan kita rapatkan. Tapi ada ruangan nanti kita cari cara,” tutup Anton.

Diketahui, ada lima ruangan yang terbakar. Tiga ruangan di Ditreskrimum dan dua ruangan Ditresnarkoba Polda Sulselbar.

Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebutkan, ruang-ruang yang terbakar terdiri dari kantor Ditreskrimum yakni ruang Keamanan Negara (Kemnag), Harta-Benda (Handa), Bangunan dan Tanah (Bantah). Sementara ruangan di Ditresnarkoba yakni ruangan Subbid II dan Subbid III Ditresnarkoba.

“Semua berkas-berkas itu ada soft copy-nya. Biar kertasnya terbakar, tetap ada di komputer,” jelas Frans. (bs/jk)

Jabat Kapolda Sulsel, Ini Tugas Berat Anton Charliyan!

Makassar, KABAROKE – Irjen Pol Anton Charliyan memang belum secara resmi dilantik sebagai Kapolda Sulsel. Namun meski demikian, penegasan Anton menjabat sebagai Kapolda Sulsel telah diaminkan oleh Kapolri, Jendral Badrodin Haiti, baik secara lisan maupun melalui surat telegram Rahasia (TR) yang ditandangantinya.

Sebagai Kapolda Sulsel, Anton akan dihadapkan sejumlah tugas berat. Sejumlah permasalahan dan penanganan kasus kejahatan telah menanti jendral bintang dua tersebut.

Diantaranya, Kasus 3C (Curanmor, Curas, dan Curat), peluru nyasar, narkoba, dan korupsi. Seluruh kasus itu sudah menanti diselesaikan oleh tangan dingin Anton.

Pakar Hukum Universitas Bosowa, Prof Marwan Mas mengatakan, ada beberapa permasalahan serius di Sulsel yang harus diberikan perhatian khusus, agar tidak semakin mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Lihat saja kualitas kejahatannya. Apa yang lagi tren. Begal masih. Hampir tiap minggu ada korban,” kata Marwan.

Sedangkan, untuk kasus narkoba, menurut dia Sulselbar sudah menjadi wilayah darurat narkoba. Situasi semakin memprihatinkan melihat banyak narkoba yang masuk sampai ke wilayah kabupaten. Bahkan ada beberapa kasus yang melibatkan oknum polisi. Menurut Marwan, yang perlu diperhatikan Anton juga adalah memperbaiki mentalitas dan lingkungan aparat TNI dan Polri dari narkoba.

“Apalagi polisi sudah ada yang terlibat. Sedangkan di lingkungan TNI, Dandimnya diamankan karena narkoba.”

Untuk kasus dugaan korupsi, Marwan menyebut ada beberapa kasus yang perlu diperhatikan oleh kepolisian, yakni kasus dugaan korupsi Bandara Mangkendek, Jembatan Tello dan Reklamasi CPI.

“Kasus bandara Mangkendek ada perbedaan persepsi dengan kejaksaan yang harus diluruskan. Begitu juga dengan kasus Jembatan Tello dan reklamasi CPI, jika polisi tidak mampu, serahkan ke KPK,” terang Marwan.

Sementara, menyangkut sinergitas yang betul terjalin sebagai misi Irjen Anton Charliya, Marwan mendukung niat Anton tersebut. Marwan menilai, Anton perlu mencontohi langkah Muji Waluyo, mantan Kapolda Sulselbar.

Menurut Marwan, saat itu Muji mampu mendekati seluruh stakeholder, di antaranya tokoh agama, tokoh masyarakat, dan mahasiswa. Langkah yang perlu dilakukan, lanjut dia, adalah rutin melakukan pertemuan dengan semua stakeholder untuk mendiskusikan permasalahan yang terjadi dan meminta masukan untuk menyelesaikannya.

“Polisi tidak mungkin bisa menyelesaikan tugasnya kalau tidak didukung masyarakat,” tutup dia.

Permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat di Sulawesi Selatan memang masih belum stabil. Kepemimpinan Kapolda Sulselbar, Irjen Pudji Hartanto selama 6 bulan kemarin masih meninggalkan permasalahan yang perlu menjadi perhatian utama pejabat selanjutnya.

Irjen Pol Anton Charliyan mengaku belum punya program rencana yang ia utamakan setelah dilantik menjadi Kapolda Sulselbar nanti. Perwira tinggi yang saat ini masih menjabat sebagai Kadiv Humas Mabes Polri ini mengaku, hal yang akan ia prioritaskan tergantung keinginan masyarakat.

“Saya harus berbicara dulu dengan masyarakat. Masyarakat di sini maunya apa. Sehingga saya belum bisa memprioritaskan. Kalau nanti saya maunya A dan masyarakat maunya B, malah tidak nyambung,” tutur Anton. (bs/ak)

Ini Kapolda Sulsel Yang Baru

Makassar, KABAROKE – Jabatan Kapolda Sulsel hingga saat ini masih kosong, semenjak ditinggalkan oleh Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar. Namun, baru-baru ini, TR terkait siapa yang yang akan menggantikan posisi Irjen Pudji telah beredar luas di berbagai grup jurnalis di Makassar.

Berdasarkan foto surat Telegram Rahasia (TR) yang beredar, nama Irjen Pol Anton Charliyan tercatat akan menjabat sebagai Kapolda Sulsel. Anton yang kini menjabat sebagai Kadiv Humas Mabes Polri itu akan menggantikan Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar yang kini resmi menjabat sebagai Dirjen Perhubungan Darat Kemeterian Perhubungan.

MUTASI. Inilah Surat Telegram Rahasia (TR) Kapolri yang mulai beredar luas di kalangan jurnalis di Makassar

MUTASI. Inilah Surat Telegram Rahasia (TR) Kapolri yang mulai beredar luas di kalangan jurnalis di Makassar

Selain Anton, dalam TR tersebut juga tercatat beberapa perwira tinggi yang menempati posisi dan jabatan baru. Diantaranya Kakorlantas Polri, Irjen Pol Condro Kirono yang mendapat jabatan baru sebagai Kapolda Jateng.

Ada juga nama Kapolda Banten, Brigjen Pol Boy Rafli Amar. Brigjen Rafli kembali ke Divisi Humas Polri sebagai Kadiv Humas, menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Anton Charliyan.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan tentang pergeseran tersebut. Hanya saja, ia belum tahu pasti kapan pejabat Kapolda Sulsel mulai bertugas. (kabaroke)

Kadiv Humas Polri Sambangi Makassar. Agendanya Apa Ya?

Makassar, KABAROKE – Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan sedang berada di Makassar, Minggu, 3 April. Kedatangan jenderal dua bintang Polri ini dijemput langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangera di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, sore tadi.

Barung Mangera mengatakan, kedatangan Irjen Pol Anton Charliyan untuk membuka kerjasama Counter Opini dengan FBI di Hotel Arya Duta Makassar

“Membuka kerjasama counter opini dengan FBI di Arya Duta besok jam 09.00 Wita pagi,” Minggu (3/4/2016) malam.

Irjen Pol Anton Charliyan disebut-sebut menjadi calon terkuat menjabat Kapolda Sulsel setelah Irjen Pol Pudji Hartanto diangkat menjadi Dirjen Perhubungan Darat berdasarkan Keppres 42 tahun 2016 tertanggal 30 Maret.

Namun Barung Mangera mengaku, pengangkatan Kapolda harus berdasarkan TR dari Kapolri. “Belum ada TR dari Kapolri yang keluar,” pungkas Barung. (ps)

NYAHO! Nekat Selundupkan Narkoba ke Rutan Polda, Pemuda Ini Dihadiahi Peluru! Bandel Sih …

Makassar, KABAROKE – Apa yang dilakukan SK alias Mappang benar-benar nekat. Pemuda 19 tahun ini secara berani menyelundupkan narkoba ke dalam Markas Kepolisian sekelas Polda Sulsel.

Penyelundupan bukan penyelundupan biasa. SK nekat menyelundupkan narkoba ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polda Sulsel.

Sabu-sabu yang diselundupkan SK pun tergolong banyak. Beratnya mencapai 18 gram, yang ia kemas dalam 3 kemasan saset plastik.

Aksi SK sejatinya nyaris berhasil. Ia juga sudah lolos dalam pemeriksaan pertama oleh petugas jaga. Namun, apes bagi dia. Ia ketahuan. Petugas yang berjaga di pos penjagaan terakhir memergoki sabu-sabu milik SK. Itu setelah petugas menaruh curiga dengan gerak-gerik SK yang terlihat aneh.

SK pun tidak dapat berkutik. Saat ditanya terkait sabu-sabu itu, SK mengaku dirinya hanya disuruh oleh AK, salah seorang tahanan yang mendekam di rutan Polda Sulsel. Sabu-sabu itu diseutnya titipan dan hendak digunakan di dalam rutan.

Setelah mendapat keterangan, petugas langsung melakukan pengembangan. Asal usul sabu-sabu itu ditelusuri.

Sesuai keterangan SK, ia memperoleh sabu-sabu itu di Jalan Tarakan. Petugas pun menuju ke lokasi.

Namun, SK ternyata memiliki rencana lain. Saat dilokasi, ia justru berusaha kabur. Alhasil, dua peluru bersarang di kedua kakinya.

Usut punya usut, ternyata bukan hanya sekali itu saja SK berupaya menyelundupkan sabu-sabu. Sesuai pengakuannya, aksi menyelundupkan sabu-sabu ke dalam rutan sudah dijalani selama empat bulan. Terhitung sejak AK mendekam di tahanan Polda Sulsel.

“Sudah empat bulan Pak mengantar (sabu-sabu). Setiap pekan, bisa dua sampai tiga kali mengantar ke sini (rutan Polda Sulsel),” akunya.

Tidak tanggung-tanggung, dalam empat bulan itu, SK diperkirakan telah mengedarkan sebanyak 800 gram hingga 1 kg sabu-sabu di Rutan Polda Sulsel. Jumlah yang cukup banyak.

“Ini sementara kami dalami jaringannya,” tutup Direktur Ditresnarkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Aziz Djamaluddin. (kabaroke)

Antispasi Teroris, Polda Sulsel Perketat Wilayah Perbatasan

Makassar, KABAROKE – Polda Sulsel mulai mengaktifkan Operasi Bina Waspada Lipu. Operasi ini akan fokus menjaga perbatasan Sulsel dan Sulteng guna mengantisipasi pelarian kelompok Santoso.

Operasi Bina Waspada Lipu akan dilakukan selama 21 hari yang dimulai hari ini. Operasi lipu diikuti personel Babinkantibmas di semua polres wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar).

Kapolda Sulsel Irjen Pol Pudji Hartanto mengatakan, masing-masing polres akan melibatkan 30 personel Babinkamtibmas untuk berperan aktif melakukan upaya preentif (pembinaan). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi gerakan-gerakan terorisme khususnya di kalangan generasi muda.

Menurut Pudji Hartanto, peningkatan kewaspadaan menjadi target utama dalam operasi ini, sebab wilayah hukum Polda Sulsel berbatasan langsung dengan Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Karena Sulsel berbatasan dengan Sulteng yang saat ini sedang giat melakukan operasi terpusat Tinombala yang tujuannya adalah untuk menangkap komplotan teroris Santoso. Kondisi saat ini boleh katakan secara situasi harus ditingkatkan kewaspadaannya,” kata Pudji Hartanto, Senin, 28 Maret.

Apalagi, informasi terakhir yang diperoleh Kapolda Sulsel Pudji Hartanto bahwa teroris Santoso sudah dalam keadaan terdesak, kekurangan makanan. Pada saat kondisi terdesak seperti itulah, kata Kapolda Sulsel, Santoso cs bisa saja berpindah tempat ke Sulsel maupun Sulbar.

Pihaknya akan memberikan penekanan dalam Operasi Lipu untuk memberikan pencerahan dan penguatan mental terhadap masyarakat, khusunya di wilayah perbatasan langsung dengan Sulteng.

“Bukn berarti dia sudah masuk. Tapi kalau memang sudah ada pasukan Santoso yang sudah teridentifikasi Tinombala masuk ke Sulsel, pasti akan memberikan informasi kepada saya. Tapi sampai saat ini belum ada,” pungkas Pudji Hartanto. (ps)

Dalam Dua Pekan, Polda Sulsel Klaim Ungkap 38 Kasus Narkoba

Makassar, KABAROKE – Jajaran Polda Sulsel mengklaim telah mengungkap 38 kasus narkoba hanya dalam waktu dua pekan. Itu terhitung sejak 15 Maret lalu atau sejak Operasi Bersinar mulai dilaksanakan.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, selama 14 hari sejak dimulainya Operasi Bersinar di seluruh Polres wilayah hukum Polda Sulsel, telah berhasil menangkap 60 tersangka. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 230 gram sabu, 56 sachet dan 2 linting ganja.

“Operasi Bersinar ini dibagi dua tahap. Tahap pertama, 15 Maret sampai 20 Maret. Tahap kedua, 21 Maret sampai 21 April mendatang,” kata Barung Mangera, Senin, 28 Maret, siang tadi.

Terpisah, Kapolda Sulsel Irjen Pol Irjen Pol Pudji Hartanto mengatakan, meskipun Operasi Bersinar telah berhasil menangkap penyalahgunaan narkotika di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), namun pihaknya belum berhasil meringkus kelas bandar maupun pengedar narkotika.

“Yang dianggap pemain atau pengedar bisa saja mereka masih sembunyi. Salah satu upaya supaya bisa berhasil adalah bantuan masyarakat,” kata Pudji Hartanto.

Pudji Hartanto mengatakan, bantuan masyarakat dalam memberikan informasi keberadaan bandar atau pun pengedar narkotika akan dapat membantu dalam proses penyelidikan dan penangkapan.

“Kita tentu punya strategi khusus tapi tidak bisa kita bocorkan ke masyarakat. Namun yang jelas semua tempat yang rawan sedang dalam pengawasan,” kata Pudji Hartanto. (ps)

Back Up Operasi Tinombala, Polda Sulsel Siapkan 1800 Anggota Babinkantibmas

Makassar, KABAROKE – Polda Sulsel melakukan Gelar Pasukan Operasi Bina Waspada Lipu tahun 2016 di Lapangan Karebosi Makassar, Senin, 28 Maret, pagi tadi. Dalam apel itu, Polda Sulsel mengerahkan 1800 personel Babintantibmas.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Pudji Hartanto mengatakan, operasi ini akan diikuti oleh personel Babinkamtibmas di seluruh Polres jajaran Polda Sulsel. Masing-masing Polres akan melibatkan 30 personel Babinkamtibmas selama 21 hari.

Pudji menyebutkan, operasi waspada lipu bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi gerakan-gerakan terorism.

Apalagi, lanjut Pudji, wilayah hukum Sulsel berbatasan langsung dengan Sulawesi Tengah yang saat ini sedang melakukan operasi terpusat Tinombala, untuk menangkap teroris Santoso.

“Memberikan pembinaan dan pencerahan terhadap generasi muda, dan masyarakat yang rentang dengan masalah terosrisme. Untuk itu, kita harus giat karena Sulsel berbatasan dengan Sulteng yang sedang melakukan operasi Tinombala,” kata Pudji.

Dia menuturkan, sejauh ini situasi wilayah hukum Polda Sulsel masih dalam kondisi aman. Kendati berbatasan dengan Sulteng, namun pihaknya belum menerima laporan terkait adanya teroris jaringan Santoso yang menyerobot ke Sulsel dan Sulbar. (ps)

Kapolda Sulsel Tantang Jurnalis Makassar Tes Urin. Berani Gak Ya?

Makassar, KABAROKE — Gerakan Operasi Bersinar (Bersih Sindikat Narkoba) makin gencar dilakukan. Sejumlah instansi pemerintah juga turut berlomba melakukan tes urin. Itu sebagai antisipasi dini agar kasus Bupati Ogan Ilir tidak terulang.

Bukan hanya jajaran instansi pemerintahan. Jajaran Polri dan TNI turut melakukan hal yang sama. Seolah ingin menerapkan efek domino, jurnalis pun ikut ditantang melakukan hal serupa.

Tantangan itu datang dari Kapolda Sulsel, Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar. Selepas memimpin apel Operasi Simpatik kemarin, Pudji seketika menantang seluruh jurnalis di Makassar untuk melakukan tes urin.

“Saya tantang wartawan untuk melakukan tes urin. Berani gak,” tantang Pudji.

Sontak, seluruh pewarta yang melakukan tugas liputan saat itu bereaksi spontan. “berani lah,” jawab para wartawan serentak.

Rencananya, Kapolda Sulsel hendak mengumpulkan 100 wartawan untuk dilakukan uji urin. Namun, kapan rencana itu akan diwujudkan, belum diketahui pasti.

“Saya mau kumpul 100 wartawan. Kemarin sudah ada yang mau,” ucapnya santai.

Pudji menegaskan, pihaknya ingin menerapkan gerakan Operasi Bersinar secara maksimal. Termasuk memastikan, kalangan pekerja media juga terbebas dari narkoba. (kabaroke)

1 17 18 19