Ahok Bakal Bangun Skatepark, Sandiaga : Apakah Masyarakat Diajak Rembuk Dulu?

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta

Jakarta, KABAROKE – Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga Sandiaga Uno mempertanyakan rencana calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang akan membangun taman bermain ‘skatepark’ di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Menurutnya, pembangunan fasilitas publik seperti taman bermain skateboard harus berdasarkan urun rembuk dan kebutuhan mayoritas masyarakat Jakarta, khusunya anak muda yang membutuhkan ruang bermain skateboard.

“Jadi saya rasa bagus skatepark itu membawa kegiatan yang positif buat anak muda tapi lebih kita variatif tergantung komunitasnya apakah di sana komunitas diajak rembug dulu masyarakat di sekitar apakah skatepark itu mereka yang menginginkan mungkin butuh semacam rembuk atau justru lapangan bulu tangkis? atau lapangan futsal? atau tempat pagelaran seni?,” ujar Sandiaga di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (28/3).

Sandi menambahkan, semua pembagunan fasilitas publik harus mengedepankan tata kelola lingkungan yang sesuai aturan sehingga dalam pemanfaatannya masayarakat bisa menggunakan taman tersebut dengan maksimal.

“Karena kalau skatepark itu harus desainnya betul-betul juga Environmental Friendly ya, takutnya karena tertutup dengan kongkrit serapan kalau ada hujan itu tidak terserap dengan baik dan koefisien daripada tanah yang bisa menyerap air hujan itu berkurang,” tuturnya.

Sementara itu, Sandi menginginkan masyarakat benar-benar mendapatkan fasilitas publik yang dibutuhkan tidak hanya sekedar pembangunan ruang terbuka untuk masyarakat Jakarta.

“Jadi saya ingin ada dialog yang lebih terbuka apa yang dibutuhkan masyarakat,”katanya

Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebelumnya mengungkapkan rencananya terkait pembangunan taman bermain skatepark di kawasan Jalan TB Simatubang, Jakarta Selatan.

Ahok yang sebelumnya dianggap sukses menjadikan Kalijodo sebagai Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Seperti diketahui sebelumnya, KPU DKI Jakarta telah menetapkan hasil pilkada DKI pada putaran pertama, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 937.955 suara atau 17.07 persen. Sedangkan Ahok-Djarot memperoleh 2.364.577 suara atau 42,99 persen, dan pasanganAnies-Sandiaga memperoleh suara 2.197.333 atau 39,95 persen.

Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan quick count Pilkada DKI yang dirilis sejumlah lembaga survei. Sehingga pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang berhak maju ke Pilkada DKI putaran kedua. (***)

Ahok Kampanye Diam-diam, Sandiaga Bilang Begini…

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno (dok net)

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno (dok net)

Jakarta, KABAROKE — Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga Sandiaga Uno menanggapi sikap petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang kerap melakukan kampanye secara diam-diam dan menghindari media selama putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

Sandiaga menganggap langkah itu dialkukan Ahok sebagai salah satu strategi kampanye dari pasangan Ahok-Djarot.

“Saya lihat Pak Basuki tentunya memiliki strategi paling jitulah karena beliau kan incumbent. Saya melihat itu bagian dari strategi beliau, dan sah-sah saja,” ujar Sandi di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (28/3).

Sandi mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil survei yang beredar, didapati pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki-Djarot serta Anies-Sandi sudah menunjukkan pilihannya.

Tak hanya itu, pendukung pasangan Agus-Sylvi, kata Sandiaga, diketahui telah beralih mendukung pasangan calon nomor urut tiga tersebut.

“Pendukung Mas Agus kemarin sudah terdistribusi sedikit sekali yang belum menentukan pilihan. Ceruk ini, berdasarkan kajian kami, harus disasar dengan kebijakan dan sosialisasi mengenai lapangan pekerjaan dan pendidikan,” imbuhnya.

Seperti diketahui sebelumnya, KPU DKI Jakarta telah menetapkan hasil pilkada DKI pada putaran pertama, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 937.955 suara atau 17.07 persen. Sedangkan Ahok-Djarot memperoleh 2.364.577 suara atau 42,99 persen, dan pasanganAnies-Sandiaga memperoleh suara 2.197.333 atau 39,95 persen.

Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan quick count Pilkada DKI yang dirilis sejumlah lembaga survei. Sehingga pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang berhak maju ke Pilkada DKI putaran kedua. (Iqbal)

Sandiaga Bersikukuh Tak Bakal Lanjutkan Reklamasi

Bakal Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Bakal Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Jakarta, KABAROKE — Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga mengatakan dengan tegas untuk menghentikan reklamasi di Teluk Jakarta.

Hal tersebut disampaikan saat dialog dengan beberapa investor dan warga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara, Minggu.

Beberapa investor yang berinvestasi di pulau-pulau reklamasi tersebut menyampaikan agar Sandiaga tidak mempolitisasi reklamasi, karena mereka merasa menjadi korban.

“Saya minta reklamasi ini jangan dipolitisasi dalam pilkada. Yang dikorbankan adalah pengusaha,” kata Oscar.

Sementara itu, Sandiaga mengatakan, solusi yang diberikan tidak akan merugikan baik investor pulau reklamasi, pemerintah maupun warga seperti nelayan yang terkena dampak lingkungan akibat proyek. Namun dia meminta warga percaya pada dirinya dan Anies untuk memimpin Jakarta.

“Solusi itu bertahap, saya optimis kita sama-sama punya keinginan menyelesaikan ini. Kasih saya waktu untuk benahi aspek hukumnya,” kata Sandiaga.

Sementara itu telah ada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mencabut izin reklamasi tiga pulau K, F dan I yang memenangkan para nelayan.

Pada putaran kedua pilkada DKI Jakarta pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno lolos ke putaran kedua bersama pasangan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat. (***)

Tak Cukup Bukti, Polisi Hentikan Kasus Sandiaga Uno

Bakal Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Bakal Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Jakarta, KABAROKE – Polisi memeriksa calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, atas laporan kasus pencemaran nama baik. Pemeriksaan dilakukan Polsek Tanah Abang, Jakarta, Jumat (17/3).

Semula, Sandi dipanggil untuk diperiksa pada Jumat (10/3) pekan lalu. Namun yang bersangkutan batal hadir karena ada kegiatan kampanye.

Setelah proses pemeriksaan dilakukan, Polisi mengaku tak menemukan cukup bukti untuk menjerat Sandi dengan pasal pidana. “Bukti kasusnya (pencemaran nama baik) nggak ada. Jadi kita akan SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara),” kata Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, Kompol Mustakim kepada wartawan, Jumat, (17/3).

Menurutnya, kasus dugaan pencemaran nama baik oleh Sandiaga Uno tersebut muncul di media sosial. “Jadi kita memang hanya ingin klarifikasi keterangan yang bersangkutan,” lanjutnya.

Kasus yang semula dilaporkan ke polisi ini, bermula dari dua perempuan yang menjadi anggota sebuah komunitas lari. Sandiaga Uno ada di dalam komunitas tersebut.

Kedua perempuan tersebut, menurut polisi, terlibat saling ejek. “Sempat disebut ada ucapan ‘Jangan Gila Lo!’ dari Sandiaga Uno. Kasus itulah yang dilaporkan. Tapi nggak ada buktinya. (Iqbal)

Gara-gara Ucapan Ini Sandiaga Uno Dipolisikan

Sandiaga Uno Penuhi Panggilan Polsek Tanah Abang

Sandiaga Uno Penuhi Panggilan Polsek Tanah Abang

Jakarta, KABAROKE – Kanit Reskrim Polsek Tanah, Kompol Mustakim, menyatakan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, tidak di tempat saat kejadian. Menurutnya, kasus ini menimpa antara dua perempuan komunitas lari yang berseteru serta saling mengejek.

Menurut Kompol Mustakim, Sandi diperiksa karena dirinya termasuk dalam komunitas lari tersebut. “Karena di dalam komunitas itu adalah termasuk di dalamnya itu ada, pak Sandiaga,” ujar Kompol Mustakim saat ditemui di Mapolsek Tanah Abang, Jakarta, Jum’at (17/3).

Laporan pencemaran nama baik itu, kata Mustakim, terjadi karena pelapor merasa dihina dengan kalimat “Jangan gila lo”. “Laporannya pencemaran nama baik. Padahal dia kan enggak gila, dikatain gila,” ujar Mustakim.

Lebih lanjut, kalimat “jangan gila lo” yang dilontarkan, menyangkut nama Sandiaga Uno. “Maksudnya jangan gila lo sama suami orang (Sandi), gitu,” kata Mustakim.

Sandiaga Uno sendiri, usai diperiksa merasa bahwa terdapat unsur politis karena tekanan pemeriksaan itu datang dari media sosial. Selain itu, laporan itu datang sejak akhir tahun 2013 lalu. “Lebih ke arah media sosial (tekanananya) dan ada tekanan dari pihak yang tentu kasus ini termanfaatkan situasi politik saat ini,” kata Sandi. (Iqbal)

Dipolisikan Jelang Putaran Kedua Pilgub DKI, Sandiaga : Berbau Politik

Sandiaga Uno Penuhi Panggilan Polsek Tanah Abang

Sandiaga Uno Penuhi Panggilan Polsek Tanah Abang

Jakarta, KABAROKE — Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno, menyebutkan isu pencemaran nama baik yang menyangkut dirinya berbau politik. Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Sandi itu usai menjalani pemeriksaan d Mapolsek Tanah Abang, Jumat (17/3).

“Kasus ini termanfaatkan situasi politik saat ini,” kata Sandiaga.

Sandiaga juga mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan oleh Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, Kompol Mustakim beserta jajarannya. “Saya mengapresiasi pak Mus dan jajarannya sangat profesional sangat teliti DNA menunjukan bahwa aparat kepolisian betul-betul sangat siaga mengadapi berbagai macam laporan,”katanya

Lebih lanjut, Sandi juga merasakan bahwa kejadian yang menimpa dirinya adalah resiko karena dirinya sedang berada di ranah politik jelang putaran dua, Pilkada DKI Jakarta. “Saya tidak merasa terganggu dan ini sudah menjadi konsekuensi setiap politisi yang mencalonkan sebagai pimpinan kepala daerah,” kata Sandi.

Sebelumnya diberitakan, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno, memenuhi panggilan Polsek Tanah Abang. Pria yang akrab disapa Bang Sandi dipanggil sebagai saksi terkait isu pencemaran nama baik yang terjadi pada tahun 2013 silam.

Uniknya, Sandi datang untuk memenuhi panggilan penyidik dengan berlari. Ia mengaku, baru saja berolahraga dengan berlari di kawasan Senayan, Jakarta. Ia pun mengaku on time untuk memenuhi panggilan penyidik. “Alhamdulillah, on time,” ungkapnya. (Iqbal)

Sandiaga Penuhi Panggilan Polsek Tanah Abang

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta

Jakarta, KABAROKE — Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno, memenuhi panggilan Polsek Tanah Abang. Pria yang akrab disapa Bang Sandi dipanggil sebagai saksi terkait isu pencemaran nama baik yang terjadi pada tahun 2013 silam.

Uniknya, Sandi datang untuk memenuhi panggilan penyidik dengan berlari. Ia mengaku, baru saja berolahraga dengan berlari di kawasan Senayan, Jakarta. Ia pun mengaku on time untuk memenuhi panggilan penyidik.

“Alhamdulillah, on time,” kata Sandi di Mapolsek Tanah Abang, Jakarta, Jum’at (17/3).

Diinformasikan, Sandi datang sekitar pukul 09.00 WIB. Ia mengenakan kaos berwarna biru dengan bertuliskan ‘Jakarta Berlari.

Dari selebaran surat panggilan yang diterima kabaroke.com, laporan dengan nomor 1616/K/XI/2013/POLRES JP. Tanggal 7 November atas nama pealpor Dini Indrawati Septiani. Dijelaskan, kasus pencemaran tersebut terjadi pada Kamis, 31 Oktober 2013 pada pukul 06.30 WIB dan Agustus 2013 pada pukul 17.00 WIB di Gelora Bung Karno, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta.

Minggu lalu, Sandiaga Uno telah mendapatkan panggilan Polsek Tanah Abang. Namun, pihak pengacara meminta agar pemeriksaan diundur. (Iqbal)

Begini Sosok Almarhum KH Hasyim Muzadi di Mata Sandiaga

KH Hasyim Muzadi

KH Hasyim Muzadi

Jakarta, KABAROKE — Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Sandiaga Uno menyebutkan KH Hasyim Muzadi merupakan tokoh yang mempersatukan, sejuk yang membawa nilai luhur tradisional ke era modern.

“Kami atas nama keluarga dan tim, tentu sangat duka yang mendalam dan berbelasungkawa kepada keluarga kyai Hasyim. Beliau tokoh yang betul mempersatukan kita, sejuk membawa nilai luhur tradisional ke era modern, tapi juga membawa era modern ke kehidupan santri,” kata Sandiaga di Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (16/3/2017).

Hasyim bukan hanya aktif dalam keagamaan tapi juga aktif berpolitik. Disini ditunjukkan bahwa peran ulama dalam politik itu jelas,” katanya.

“Beliau ikut menjadi kandidat pilpres di tahun 2004, dan 2015 beliau juga aktif kampanye buat pak Jokowi,” kata Sandiaga.

Tenun kebangsaan Indonesia banyak dirajut oleh Hasyim dimana mengajari untuk kerukunan beragama toleransi yang tinggi, katanya.

“Bukan hanya NU yang kehilanggan tapi seluruh umat beragama di Indonesia juga kehilangan. Insya Allah khusnul khotimah,” kata Sandiaga.

Hasyim Muzadi yang merupakan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 19 Januari 2019 wafat pada Kamis (16/3) pukul 6.15 WIB di Malang Jawa Timur.

Muzadi yang juga mantan Ketua Umum PBNU tersebut lahir di Bangilan, Tuban, 8 Agustus 1944. (***)

Sandi Siap Beri Pelatihan Santri Jadi Wirausaha

Bakal Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Bakal Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Jakarta, KABAROKE — Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Sandiaga Uno akan memberikan pelatihan santri menjadi wirausaha.

“Saya punya program santri entrepreneurship, dimana sembilan dari 10 pintu rezeki dari perniagaan, perdagangan lanjutkan investasi, nggak boleh stagnan,” kata Sandiaga di Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin.

Dia memberikan saran apabila sudah stabil jadi pedagang maka berinvestasi. “Saya kena PHK dari konsultan, banting setir jadi pedagang dan bangun usaha dan memulai dengan tiga karyawan dan dapat klien susah sekali,” kata Sandiaga menceritakan pengalamannya.

Selain itu, dia bertekad melatih dhuafa untuk bisa menjadi pengusaha tangguh. “Ini masa-masa genting untuk bangun ekonomi, kesenjangan melebar karena ekonomi akar rumput tak bergerak, melebarkan kesenjangan,” kata Sandiaga.

Pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno lolos ke putaran kedua bersama pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. (***)

Sebelum Debat, Sandiaga Jemput Boy Sadikin

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta

Jakarta, KABAROKE – Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Uno sebelum pergi debat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta akan menjemput Ketua Relawan Anies-Sandi yang juga mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Boy Sadikin di Jalan Borobudur, Jakarta Pusat.

Boy Sadikin dijemput di rumahnya yang juga merupakan tempat tinggal yang pernah dihuni ayah Boy Sadikin, almarhum Ali Sadikin yang merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta.

“Saya nanti berangkat ke tempat debat, tapi menjemput teman saya dulu, Boy Sadikin di rumahnya di Jalan Borobudur,” kata Sandiaga di Jakarta, Jumat (27/1).

Sandiaga menambahkan terakhir ke rumah almarhum Ali Sadikin, waktu selesai mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta bersama pasangannya calon gubernur, Anies Baswedan.

“Saya sering ke rumah itu dan setahun lalu mulainya sering kumpul karena terinspirasi dengan Pak Ali Sadikin yang membangun Jakarta yang fenomenal,” kata Sandiaga.

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) yang diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan nomor urut 3. Selain itu, nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi) dan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot). (***)

1 2 3 4 5 9