MUNASLUB GOLKAR: Banyak Pihak Mempertanyakan Kenetralan Komite Etik

Delapan calon ketua umum Partai Golkar yakni Mahyudin, Setya Novanto, Ade Komaruddin, Airlangga Hartarto, Priyo Budi Santoso, Aziz Syamsuddin, Syahrul Yasin Limpo, dan Indra Bambang Utoyo.

Delapan calon ketua umum Partai Golkar yakni Mahyudin, Setya Novanto, Ade Komaruddin, Airlangga Hartarto, Priyo Budi Santoso, Aziz Syamsuddin, Syahrul Yasin Limpo, dan Indra Bambang Utoyo.

Jakarta, KABAROKE – Banyak pihak berharap Komite Etik Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar menindak Setya Novanto dan Ade Komarudin yang diketahui telah melanggar kode etik dengan hukuman berat.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai dalam ajang tersebut seharusnya mengedepankan keadilan dan tidak boleh berpihak pada satu kubu, selain harus memberikan sanksi tegas kepada kandidat dan tim sukses.

“Dalam tata tertib  yang merupakan acuan, dilarang keras DPD I dan DPD II bertemu dengan calon ketua umum, jangan hanya mengingatkan atau melarang saja, kalau terbukti melanggar maka di diskualifikasi,” katanya di Jakarta, Sabtu (14/05).

Disisi lain ia mengatakan, substansi Munaslub harus bersih dan berintegritas sehingga tidak boleh melibatkan politik uang.

Menurut dia, pertemuan calon ketu umum Golkar dan tim suksesnya yang disengaja dengan DPD I dan DPD II bukan sebatas silaturahmi.

“Setiap pertemuan tidak hanya silaturahmi, pasti butuh dukungan suara dan irisannya adalah uang,” ujarnya.

Oleh sebab itu. Dia menduga Munaslub Golkar belum bersih karena masih ada pertemuan tertutup, misalnya antara Tim Sukses calon dengan DPD I dan DPD II Golkar.

Pangi menilai, setiap pertemuan pasti ada kesepakatan politik sehingga Komite Etik harus menjadi wasit dan semua kandidat harus diperlakukan sama.

“Komite Etik harus jadi wasit yang hadir dan semua diperlakukan sama tidak berpihak manapun kubu yang satu dan yang lain. Dengan kasus ini (pertemuan Timses Novanto dengan DPD I dan DPD II) mereka tidak jadi hakim garis yang hadir,” pungkasnya.

Setnov Temui SYL di Makassar. Lagi Bergerilya Ya Pak?

Makassar, KABAROKE – Sejumlah elite dan kandidat Calon Ketua Umum Partai Golkar terus bergerilya, jelang pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Teranyar, giliran Setya Novanto (Setnov) yang dijadwalkan menyambangi Kota Makassar.

Rencananya, Setnov akan menemui Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, malam ini. Tidak diketahui pasti apa agenda mantan Ketua DPR RI yang tersandung kasus “Papa Minta Saham” itu menemui Syahrul. Padahal diketahui, Syahrul juga masuk dalam salah satu bursa kandidat Ketum Golkar.

Kuat dugaan, ada misi khusus Setya sehingga mendadak ke Makassar dan bersilaturrahmi dengan Syahrul.

“Kemungkinan mau menjajaki peluang koalisi di munaslub,” kata seorang tim sukses Syahrul yang minta identitasnya tidak disebuf.

Setya bukan kandidat pertama yang datang menemui Syahrul. Sebelumnya, Airlanggga yang juga bakal maju menggantikan Aburizal Bakrie sudah lebih dulu menemui Syahrul.

Dalam pertemuan dengan Airlangga, juga terbesit kabar kemungkinan ada koalisi di munaslub jika salah satunya terpilih sebagai ketua umum. (ps)

Akom Mengklaim Lebih Hebat Dari Setnov?

Jakarta, KABAROKE – Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) mengklaim, kinerja Setya Novanto (Setnov) tergolong lamban saat memimpin DPR. Hal ini dikatakan saat dirinya sudah berhasil mempercepat penyelesaian Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

“Setahun lalu kita hasilkan 3 UU dalam satu tahun. Sekarang 3 UU dalam 3 bulan. Satu bulan satu UU,” kata Akom di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/3/2016).

Ia melanjutkan. Dalam tiga bulan masa jabatannya, sudah tiga undang-undang yang sudah disahkan. Seperti undang-undang kerjasama bidang pertahanan, kemudian Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), lalu rencananya DPR hanya tinggal mengesahkan RUU tentang Perlindungan Nelayan.

“Ada 12 Panja yang akan saya tanyakan perkembangannya. Jadi berarti dalam tempo 3 bulan setelah saya dilantik jadi ketua DPR, sampai sekarang bisa kita hasilkan 3 UU,” tuturnya.

Kedepannya. Politisi Golkar ini mengaku akan terus mengejar target Prolegnas sebanyak 39 RUU yang harus diproses DPR. Tidak hanya itu, dia jugavberjanji akan terus memacu anggota dewan menyelesaikan fungsi legislasi.

“Semua UU ini akan saya kejar betul,” ujarnya.

1 13 14 15