Jadi Tersangka, Polisi Tahan Pemilik KM Lestari Maju

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani

Makassar, KABAROKE — Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menetapkan tersangka baru kasus kecelakaan laut KM Lestari Maju. Giliran pemilik kapal nahas tersebut yakni Hendra Yuwono ditetapkan tersangka, menyusul dua tersangka sebelumnya yakni nakhoda kapal, Agus Susanto dan perwira Kantor Syahbandar Pelabuhan Bira, Kuat Maryanto.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengungkapkan setelah menetapkan Hendra sebagai tersangka, pihaknya langsung melakukan penahanan. Penetapan tersangka Hendra dilakukan pada Selasa (10/7) alias hanya berselang sehari dari penetapan tersangka untuk Agus Susanto dan Kuat Maryanto pada Senin (9/7).

“Tersangka langsung ditahan di Rutan (Rumah Tahanan) Markas Polda Sulsel,” kata Dicky, Rabu (11/7).

Dicky menerangkan Hendra disangkakan setidaknya dua dugaan pelanggaran hukum. Rinciannya yakni Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Lalu Pasal 135 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran yakni mempekerjakan awak kapal tanpa persyaratan kualifikasi dan kompetensi.

Sebelumnya, Agus Susanto selaku nakhoda KM Lestari Maju dijerat dengan Pasal 302 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang pelayaran. Ia diduga melayarkan kapal padahal mengetahui tidak lain sehingga orang meninggal. Nakhoda juga disangkakan Pasal 359 KUHP yakni kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal.

Adapun Perwira Syahbandar Bira Kuat Marianto, selain dikenakan Pasal 359 KUHP, dikaitkan dengan Pasal 303 Undang-undang Pelayaran. Ia diduga mengoperasikan pelabuhan tanpa memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan pelayaran. Mereka terancam hukuman penjara sepuluh tahun.

KM Lestari Maju berlayar dari Pelabuhan. Bira, Kabupaten Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata, Selasa pekan lalu. Berdasarkan manifes kapal yang terdaftar secara resmi, jumlah penumpang hanya 139 orang dan terdapat 48 kendaraan dengan beragam jenis. Namun, realitas di lapangan ternyata total ada 242 penumpang dan 36 orang dinyatakan meninggal dunia. Dan, masih ada satu korban lainnya yang masih dibuatkan hilang. (****)

Cara UKM Pahala Unismuh Makassar Berbagi di Bulan Ramadan

UKM Pahala Unismuh Makassar Salurkan Bantuan di Bulan Ramadan

UKM Pahala Unismuh Makassar Salurkan Bantuan di Bulan Ramadan

Makassar, KABAROKE — Selain melakukan kegiatan di alam terbuka seperti mendaki gunung, panjat tebing dan menyusuri goa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pemerhati Alam dan Lingkungan (Pahala) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar di bulan Ramadhan kali ini dijadikan momen untuk berbagi terhadap sesama.

Memasuki hari ke 23 Ramadhan 1438 Hijriah yang bertepatan pada Minggu, 18 Juni 2017, Pahala Unismuh menggelar buka puasa bersama anak panti asuhan sekaligus memberikan bantuan berupa sembako.

Ketua Umum Pahala Unismuh Makassar, Rusli menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama yang membutuhkan.

“Mungkin bantuan yang kami berikan tidak seberapa tapi mudah-mudahan bermanfaat bagi semua adik-adik di panti,” jelas Lintah sapaan akrab Rusli.

Sementara itu, mantan Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Samhi Muawan Djamal mengatakan rasa terima kasihnya kepada pengurus Pahala Unismuh Makassar yang telah melakukan kegiatan sosial seperti ini.

“Sungguh mulia apa yang dilakukan anak Pahala saat ini. Selain melakukan kegiatan di gunung, anak Pahala ini juga memiliki jiwa sosial dan rasa peduli yang tinggi kepada anak-anak di panti asuhan,” ujarnya yang juga anggota Dewan Kehormatan Pahala Unismuh Makassar saat memberikan sambutan.

Selain anak panti asuhan, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah anggota Dewan Senior Pahala Unismuh Makassar, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) se-kota Makassar dan lembaga se-Unismuh Makassar. (Haeril)