Taiwan-Makassar Jajaki Kerjasama di Bidang Perdagangan

Rombongan Delegasi Taiwan Saat Berkunjung ke Makassar
Rombongan Delegasi Taiwan Saat Berkunjung ke Makassar

Makassar, KABAROKE — Rombongan delegasi Taiwan berkunjung ke Balai Kota Makassar, Senin, 14 Agustus. Sekitar 13 delegasi Taiwan itu diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Makassar, Baso Amiruddin. Kedua belah pihak menjajaki kerjasama di sejumlah bidang, meliputi perdagangan, pendidikan, kebudayaan, perikanan dan kelautan.

Direktur Jendral Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan, Jeffry Hsiao, mengatakan pihaknya tertarik untuk menjalin kerjasama dengan Makassar. Terlebih, beberapa kota di Taiwan memiliki kondisi geografis yang tidak jauh berbeda dengan Kota Daeng. Potensi perikanan dan kelautannya pun hampir sama yang menurutnya bisa ditindaklanjuti dengan kerjasama perdagangan.

“Beberapa kota di Taiwan mempunyai banyak kesamaan dengan Kota Makassar. Utamanya di bidang perikanan dan kelautan, makanya Taiwan berkeinginan melakukan kerjasama,” kata Jeffry.

Ketua Rombongan Delegasi Taiwan, Liu Shyh Fang, menyatakan kunjungan pihaknya diharapkan mampu membuka peluang kerjasama di berbagai bidang. Saat ini, diakuinya memang masih dalam tahap penjajakan. Beberapa bidang yang ingin dikerjasamakan pihaknya selain perikanan dan kelautan yakni perdagangan, pendidikan dan kebudayaan.

“Tentunya melalui kerjasama di bidang industri perdagangan, kedua belah pihak saling diuntungkan dan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” jelas Liu.

Sementara itu, Baso mewakili Wali Kota Makassar, M Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, menyambut baik kedatangan rombongan delegasi Taiwan. Kesempatan itu sekaligus dimanfaatkan pihaknya untuk memperkenalkan berbagai program inovasi Pemkot Makassar. Utamanya terkait program Smart City berupa layanan publik terkait keamanan dan kesehatan.

Baca Juga  Djarot 'Haramkan' Perda Syariah di Jakarta

Pemkot Makassar diketahui memiliki War Room yakni sebuah ruangan kontrol yang terintegrasi dengan kamera pengawas alias CCTV di setiap sudut kota. War Room itu juga terkoneksi dengan layanan panggilan darurat 112 dan layanan publik lainnya. War Room ala Pemkot Makassar yang terintegrasi dengan CCTV di setiap sudut kota telah mendapatkan apresiasi dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Baso melanjutkan pihaknya juga memiliki inovasi anyar yang mendukung UMKM berupa Badan Usaha Lorong alias Bulo. Bulo disebutnya mampu memberdayakan masyarakat untuk menanam cabai dan mengumpulkan sampah yang akan diolah sehingga memiliki nilai ekonomis. Kehadiran Bulo itu didukung dengan program unggulan Komunitas Lorong.

“Seluruh program itu mendukung ekonomi kerakyatan. Tim ahli kami akan membangun sebuah pertanian kota yang tersebar luas. Itu tentunya didukung tehnologi pengolahan sehingga Makassar ke depan akan memainkan peran strategis dan penting dalam pengembangan industri ekonomi dunia,” pungkas Baso. (tyk)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment