Usulan Munaslub Golkar Dinilai Tidak Etis

Partai Golkar
Partai Golkar

Jakarta, KABAROKE – Golkar diminta segera melakukan Munas Luar Biasa (Munaslub) sebagai respons atas penetapan Setya Novanto sebagai tersangka dugaan korupsi e-KTP.

Politisi Golkar Ahmad Doli Kurnia mengusulkan seluruh perangkat DPP Partai Golkar segera melakukan rapat guna mempersiapkan Munaslub pasca penetapan Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK.

Menanggagpi hal itu, Anggota DPR Komisi III, Tubagus Ace Hasan Syadzilly mengatakan bahwa usulan untuk Munaslub pasca penetapan Setya Novanto sebagai tersangka itu sangat tidak etis.

“Isu terkait Munaslub sebagai reaksi dan respon di internal Partai Golkar pasca penetapan Pak Setnov, selain tidak etis juga tidak logis dan tidak relevan dalam memperkuat kelembagaan Partai Golkar,”ujar Ace Hasan kepada kabaroke.com, Rabu (19/7).

Selain itu, dia meminta kepada seluruh kader Partai yang berlambang beringin itu agar menjaga marwah dan kebesaran Partainya tersebut. “Soliditas dan militansi keluarga besar Partai Golkar harus dijaga bersama-sama berjuang menjaga marwah dan kebesaran Partai Golkar,”katanya

Baca Juga  MUNASLUB GOLKAR: Mayoritas Suara Mengalir ke Setnov

“Semua kader Partai Golkar diminta untuk tetap menjaga soliditas. Tidak ada alasan organisatoris yang mengharuskan adanya Munaslub,”tegasnya

Sebelumnya KPK menetapkan Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) KTP elektronik.

“KPK menetapkan saudara SN (Setya Novanto) anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka karena diduga dengan melakukan tindak pidana korupsi dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korproasi dengan menyalahgunakan kewenangan sarana dalam jabatannya sehinga diduga merugikan negara sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun dari nilai paket pengadan,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK Jakarta, Senin (17/7). (Iqbal)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment