Wali Kota Makassar Pecat Oknum Kepsek Cabul

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto

Makassar, KABAROKE — Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, akhirnya memecat SS (57 tahun) selaku kepala sekolah di salah satu sekolah dasar atau SD di Kecamatan Wajo, Kota Makassar. SS dicopot dari jabatannya terhitung hari ini, Rabu, 6 Desember, setelah dilaporkan dan ditahan atas kasus dugaan pencabulan terhadap dua muridnya yakni IL (9 tahun) dan SD (10 tahun).

Danny-sapaan akrab Mohammad Ramdhan Pomanto, geram dengan tindakan asusila yang dilakukan oknum kepsek itu terhadap dua muridnya yang masih duduk di bangku kelas IV SD. “Saya sedih dan terpukul dengan kasus tindak asusila, apalagi dilakukan oknum kepala sekolah. Sangat memalukan. Saya sudah perintahkan dipecat. Tidak ada kompromi untuk hal seperti itu,” katanya, di Makassar.

Danny menyempatkan diri mengunjungi rumah korban pencabulan oknum kepsek tersebut. Ia datang untuk memberikan dukungan sekaligus upaya pemulihan dampak psikologis terhadap murid SD yang menjadi korban pencabulan. “Saya akan terus memberikan support kepada mereka. Saya juga telah perintahkan adanya pendampingan supaya bisa recovery, orangtuanya juga harus kuat,” tutur dia.

Baca Juga  Soal Penggusuran Bukit Duri, Sandiaga Pilih Bungkam

Kepada media, Danny juga mengimbau untuk memberikan dukungan kepada korban. Caranya dengan tidak berfokus pada korban mengingat beban psikologi yang harus ditanggung. “Kasihan korban. Jangan mengorek luka lagi, psikologinya kurang bagus. Lebih baik untuk mengawal kasus tersebut secara serius agar pelaku mendapatkan ganjaran setimpal, bahkan seberat-beratnya,” ujar Danny.

Atas kejadian tersebut, Danny mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orangtua untuk lebih memberikan perhatian terhadap anak. Imbauan Danny selaras dengan program pemerintah setempat yakni ‘Jagai Anakta’, dimana memberikan atensi terhadap sangat penting untuk memproteksi dari berbagai ancaman, mulai pergaulan bebas hingga peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Kasus pencabulan oknum kepsek terhadap dua muridnya ditengarai berlangsung rentang Agustus hingga November 2017. SS diduga mencabuli kedua anak didiknya di ruangan kepsek. Kejahatan pria paruh baya itu terbongkar setelah salah korban melaporkan ke orangtuanya. Laporan itu diteruskan ke Polres Pelabuhan Makassar yang dengan sigap langsung mengamankan SS untuk diproses hukum. (***)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment