YLKI Dorong Korban First Travel Lakukan Gugatan Class Action ke Kemenag

Jemaah Haji dan Umrah
Jemaah Haji dan Umrah

Jakarta, KABAROKE – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi Mendorong Dan Mengimbau Korban Atau Calon Jemaah Yang Batal Berangkat Umrah Untuk Melakukan Gugatan Class Action Kepada Kementerian Agama (Kemenag).

Menurut Tulus, Gugatan Class Action Perlu Dilakukan Utuk Memberikan Pelajaran Pada Kemenag Atas Kelalaiannya Atau Keteledorannya. Apalagi Korban Umrah Bermasalah Bukan Hanya Dari First Travel Saja, Tapi Dari Berbagai Biro Umrah. Seperti Kafilah Rindu Ka’bah Dan Hannien Tour.

“YLKI Mencatat 22.163 Pengaduan Umrah Mangkrak Dari Enam Biro Umrah. Belum Lagi Biro-Biro Umrah Yang Lainnya,” Kata Tulus Dalam Keterangan Tertulis Yang Redaksi Terima, Kamis (31/8).

Tulus Mengatakan, Sanksi Hukum Telah Dijatuhkan Pada First Travel. Para Pelakunya Pun Sudah Dijebloskan Dalam Tahanan Dan Hukuman Berat Menanti Para Petinggi First Travel. Sanksi Hukum Untuk First Travel Memang Sudah Sepatutnya Dilakukan, Walau Sebenarnya Menurut YLKI Tindakan Ini Sangat Terlambat.

Baca Juga  Polri Selidiki Keberadaan 30 Ribu Paspor Jemaah Korban First Travel

Namun Faktanya, Kata Tulus, Upaya Hukum Pidana Dan Juga Pencabutan Izin Operasional Tidak Serta Merta Mengembalikan Hak Keperdataan Calon Jemaah, Apakah Tetap Diberangkatkan Dan Atau Dananya Dikembalikan Dan Refund.

Menurut Tulus, Jika Dilihat Dari Perspektif Keperdataan, Permasalahan Calon Jemaah First Travel Adalah Hubungan Perjanjian Keperdataan. Namun, Kondisi Tersebut Tidak Akan Terjadi Secara Eskalatif Dan Masif Jika Fungsi Pengawasan Kemenag Berjalan.

“Masifnya Korban Calon Jemaah First Travel Yang Mencapai Lebih Dari 50 Ribuan Membuktikan Dengan Sangat Gamblang Bahwa Pengawasan Oleh Mandul, Bak Macan Ompong. Oleh Karena Itu Secara Moral Dan Politik Kemenag Harus Turut Bertanggungjawab Atas Nasib Calon Jemaah. Tidak Bisa Lepas Tangan Begitu Saja,” Tegas Tulus. (Iqbal)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment