Pandemi COVID-19 Populerkan Budaya Rebahan, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan!

Pandemi yang mulai menjadi satu titik masalah dunia sejak 2020 awal memang cukup menghambat setiap kegiatan. Tanpa sadar kegiatan yang terhambat ini juga membuat banyak orang lebih memilih berdiam diri di rumah. Bahkan tanpa sadar Pandemi COVID-19 populerkan budaya rebahan, ini bahayanya:

1. Mudah Merasa Nyeri pada Persendian

Kebiasaan yang terlalu sering berada di rumah dan tidak terlalu banyak bergerak tentu akan membuat badan juga kurang dalam melakukan gerakan. Hal ini tanpa sadar tentu akan membuat persendian menjadi sering merasa nyeri. 

Salah satu nyeri yang sering terjadi adalah nyeri pada punggung karena terlalu sering tidur atau yang dipopulerkan anak muda dengan bahasa rebahan. Kebiasaan tidur dalam waktu yang cukup lama dalam satu hari ini tentu akan membuat punggung menjadi kaku. Hal ini kemudian akan menyebabkan rasa nyeri yang bisa saja berkelanjutan bila terus dilakukan setiap harinya. 

2. Meningkatkan Resiko Stroke 

Pandemi COVID-19 populerkan budaya rebahan, bahkan cukup beresiko tinggi bila terus dilakukan. Stroke adalah salah satu penyakit yang bisa saja menjadi satu masalah serius yang terjadi karena terlalu sering rebahan. 

Kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan akan menyebabkan persendian pun jarang digerakkan dan terasa kaku. Peningkatan lemak yang menumpuk karena konsumsi makanan setiap hari namun pergerakan minim tentu juga dapat meningkatkan resiko penyakit yang menyebabkan stroke. 

3. Resiko Serangan Jantung 

Adanya resiko pada jantung juga menjadi satu masalah lain yang dapat terjadi karena rebahan yang terlalu sering atau bahkan dilakukan setiap hari dalam waktu yang tidak menentu. Tanpa sadar kebiasaan beberapa orang yang lebih memilih untuk rebahan daripada beraktivitas selama pandemi memang cukup beresiko. 

Resiko serangan jantung ini pada dasarnya memang tidak dapat diprediksi kapan dan kepada siapa akan menyerang. Namun, resiko ini sebenarnya bisa lebih diminimalisir seseorang dengan cara melakukan gerakan atau kegiatan olahraga ringan setiap harinya. 

4. Obesitas 

Konsumsi makanan yang dilakukan setiap hari dengan jumlah yang sama atau bahkan bertambah setiap harinya tanpa dibarengi olahraga tentu akan menyebabkan obesitas. Hal ini akan diperparah dengan kebiasaan rebahan yang dilakukan setiap saatnya. 

Peningkatan terjadinya penumpukan lemak ini tentunya akan beresiko tinggi pada kesehatan. Terjadinya resiko diabetes, penyakit jantung, stroke dan lain sebagainya adalah resiko yang bisa saja terjadi karena terjadinya obesitas. 

5. Menjadi Pemalas 

Kegiataan yang membuat tubuh terlalu nyaman berada di tempat tidur tanpa sadar juga akan membuat tubuh menjadi malas untuk bergerak. Malas bergerak atau beraktivitas pada akhirnya akan menjadi hal yang cukup menghambat keseharian. 

Bahkan rasa malas ini bisa saja menjadi satu masalah besar pada saat aktivitas harus sudah kembali normal namun, tubuh masih malas bergerak. Pada akhirnya kebiasaan bermalas-malasan atau rebahan ini bisa menjadi pemicu terhambatnya setiap aktivitas. 

6. Sulit Tidur 

Resiko lain yang bisa saja menjadi bahaya terlalu sering rebahan adalah tidak mendapatkan tidur yang berkualitas. Rebahan yang dilakukan terlalu sering pada dasarnya akan membuat tubuh menjadi tidak stabil. Merasa sering lelah namun, tidak dapat memperoleh tidur yang berkualitas. 

Pandemi COVID-19 populerkan budaya rebahan memang cukup beresiko bila tidak dibarengi dengan olahraga maupun kebiasaan yang tepat. Mengatur kegiatan dengan tepat dengan pola tidur yang tepat pula adalah solusi tepat untuk menghindari semua resiko diatas. Tentunya dengan melakukan pola hidup yang tepat pun, setiap aktivitas juga dapat dilakukan dengan semangat dan sesuai dengan schedule yang diharapkan.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.