Pedoman dan Contoh Penulisan Press Release Untuk Dipublikasikan di Media

Pedoman dan Contoh Penulisan Press Release Untuk Dipublikasikan di Media

Praktisi humas atau komunikasi korporat harus memiliki kemampuan menulis siaran pers. Meskipun saat ini sebagian besar tugas tersebut telah dialihkan kepada Sekretaris Perusahaan dan/atau Hubungan Investor.

Menyusun naskah siaran pers adalah kerja keras. Tidak semua orang bisa menulis siaran pers dengan baik. Namun, Anda juga bisa menguasai teknik menulis. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas secara detail bagaimana pedoman dan contoh menulis press release dengan teknik yang cukup sederhana disertai dengan contoh-contohnya. Untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasannya.

Apa itu Press Release?

Sebelum membahas bagaimana cara menulis press release yang sederhana dan benar, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian dari press release. Secara umum press release dapat diartikan sebagai siaran berita resmi yang dikeluarkan oleh suatu badan usaha/organisasi yang disebarluaskan kepada media. Sedangkan menurut Soemirat dan Ardianto (2004), Press Release (Siaran Pers) adalah informasi yang disajikan dalam bentuk berita yang disusun oleh humas (humas) di suatu perusahaan melalui media massa.

Jenis Siaran Pers

Jika ditelaah lebih jauh, tujuan suatu perusahaan/organisasi dalam membuat siaran pers adalah untuk meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat. Siaran pers diperlukan jika perusahaan membuka kantor atau cabang baru, mempromosikan produk atau layanan baru, mengadakan perjanjian kerjasama dengan perusahaan/lembaga lain, menerbitkan laporan keuangan perusahaan (biasanya untuk perusahaan publik/publik), melakukan merger dan akuisisi, dan hal-hal lain. berkaitan dengan kinerja perusahaan lain.

Secara umum, rutinitas penulisan semua jenis siaran pers cenderung serupa. Perbedaannya hanya pada jenis informasi yang disampaikan perusahaan, seperti contoh promosi publisitas:

Basic Press Release

Ini adalah siaran pers yang menguraikan berbagai jenis informasi internal perusahaan/organisasi yang perlu dirilis. Siaran pers dasar memiliki nilai berita berdasarkan lokal, regional, dan nasional. Jadi, jika Anda seorang spesialis PR, Anda dapat menggunakan format siaran pers dasar untuk menyampaikan informasi internal perusahaan/organisasi secara umum kepada khalayak luas untuk mendapatkan citra yang baik di mata publik.

Product Release

Yaitu press release yang mempublikasikan transaksi perusahaan baik produk reguler maupun produk khusus. Format peluncuran produk sering digunakan oleh perusahaan untuk promosi/branding agar menjadi perusahaan terbaik di industrinya. Dengan kata lain, ketika perusahaan merilis produk, mereka berusaha memenangkan persaingan di industrinya.

Dengan cara yang sederhana ini, setiap konsumen yang akan membeli suatu produk/jasa akan mempertimbangkan berbagai aspek seperti keterbukaan informasi, kualitas, harga, popularitas, dll. Jadi, ketika perusahaan meluncurkan produk, mereka berusaha menciptakan citra merek yang baik di mata masyarakat, dan kemudian orang akan tertarik dengan produk mereka.

Financial Release

Tujuan perusahaan/organisasi yang mengeluarkan rilis keuangan adalah untuk menjalin hubungan baik dengan relasi dan pemegang saham. Anda mungkin sudah mengetahui bahwa informasi keuangan perusahaan merupakan aspek yang paling vital bagi kelangsungan hidup perusahaan. Pengelolaan keuangan perusahaan yang lebih baik akan sangat mendorong kelancaran jalannya perusahaan.

Teknik Penulisan Press Release yang Benar

Pedoman dan Contoh Penulisan Press Release Untuk Dipublikasikan di Media

Agar press release yang Anda buat memenuhi klasifikasi publikasi media massa, Anda perlu mengetahui cara menulis press release yang baik dan benar. Dengan teknik penulisan press release sederhana ini, kita akan belajar bersama apa yang harus Anda lakukan sebelum, selama dan setelah menulis press release. Teknik menulis siaran pers meliputi:

1. Pikirkan dan cari intisari (pesan dasar)

Sebelum Anda mulai menulis naskah contoh press release, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memikirkan dan menentukan inti dari informasi yang akan Anda sampaikan kepada publik melalui rilis ini. Dengan kata lain, Anda harus terlebih dahulu menentukan topik siaran pers Anda. Jika sudah menentukan tema, Anda bisa menjadikannya sebagai judul press release.

2. Gunakan metode piramida terbalik

Setelah Anda berhasil menentukan topik, judul dan subjudul (bila perlu), langkah selanjutnya adalah teknik penulisan press release dengan menggunakan metode piramida terbalik. Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan kata-kata piramida terbalik ini. Ya, seperti menulis artikel feature, Anda juga menggunakan metode piramida terbalik. Tidak hanya sebatas artikel feature, beberapa jenis tulisan lain juga menggunakan metode ini, seperti penulisan proposal kerjasama, penelitian, dll.

3. Gunakan unsur 5W+1H

Saat menulis berita, unsur 5W+1H sangat berguna untuk menyampaikan informasi dengan baik dan benar. Unsur 5W+1H adalah acuan dasar dalam menyusun lead berita dalam siaran pers Anda. Dengan menggunakannya, Anda telah berhasil menyampaikan jalur utama informasi. Sebagai pengingat, berikut ini disebut sebagai elemen 5W+1H:

What (Apa). Ini adalah informasi yang akan Anda transfer. 

When (Kapan). Kapan kegiatan tersebut berlangsung

Who (Siapa). Siapa yang mengadakan kegiatan tersebut

Where (Di Mana). Dimana kegiatan tersebut dilaksanakan.

Why (Kenapa). Kenapa kegiatan tersebut dilaksanakan.

How (Bagaimana). Bagaimana detail kegiatan yang dilaksanakan.

4. Gunakan ilustrasi yang menarik

Penggunaan ilustrasi yang menarik dalam press release dimaksudkan untuk meningkatkan rasa penasaran pembaca terhadap rilis Anda. Menggunakan ilustrasi yang menarik secara tidak langsung memberikan gambaran kepada pembaca tentang isi siaran pers Anda. Selain itu, penggunaan foto yang memiliki nilai storytelling tentunya tidak hanya terbatas pada fungsi estetika saja, tetapi juga dapat menambah kedalaman informasi.

5. Lakukan pengecekan ulang, konfirmasi, dan pengiriman

Proofreading dilakukan untuk mengurangi kesalahan ketik pada publikasi. Misalnya, Anda salah mengeja nama karakter (apakah itu judul utama atau judul), tanggal tindakan, informasi, dll. Pengecekan ulang dilakukan untuk tujuan mengurangi salah ketik (typo) pada versi Anda. Misalnya, Anda salah memasukkan nama karakter (apakah itu nama utama atau judul), salah memasukkan tanggal aktivitas, data, dll. Periksa semua bagian siaran pers. Selain itu, pastikan juga menyertakan contact person dengan tujuan agar media dapat menghubungi Anda sewaktu-waktu jika ada beberapa hal yang ingin Anda konfirmasi.

Karenanya teknik menulis siaran pers dengan contoh. Dalam prakteknya, Anda mungkin akan menemukan kondisi yang berbeda. Semua tergantung situasi dan kondisi, kebijakan media dan hal-hal lain yang diperlukan.Teknik penulisan press release ini hanya sebagai pedoman dan tidak mengikat. Jadi, Anda dapat mengetahui cara menulis siaran pers versi Anda sendiri berdasarkan kebutuhan Anda secara publisitas.

Baca juga: Bentuk Publisitas Untuk Menginformasikan Produk 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − 1 =