Waspadai Ancaman Corona Omnicron di Indonesia, Covid-19 Belum Usai!

Virus Corona 19 belum kunjung usai melanda berbagai belahan dunia. Namun ancaman Corona Omnicron di Indonesia dikabarkan sudah mulai mengintai. Sebenarnya virus tersebut merupakan varian baru yang muncul dan dianggap sangat berbahaya. Beberapa kasus dari penyebaran virus tersebut pun kian merebak kini, bagaimanakan penjelasannya? Simak berikut ini ulasannya.

Tentang Ancaman Corona Omnicron di Indonesia

Virus Corona saat ini telah mempunyai varian baru yang disebut dengan Omicron yang diketahui muncul sejumlah negara. Beberapa negara di dunia pun telah mengklaim bahwa virus tersebut telah memasuki negaranya. Hal tersebut tentu membuat sejumlah negara lain cemas, termasuk Indonesia.

Pihak pemerintah pun saat ini sudah menutup pintu kedatangan untuk sejumlah WNA dari negara yang terkena varian tersebut. Pemerintah juga telah melakukan pembatasan di sejumlah wilayah Indonesia untuk mencegah masuknya varian virus tersebut. Diketahui saat ini sudah ada 11 negara yang dilarang untuk memasuki Indonesia.

Mengapa Virus Omnicron Lebih Berbahaya?

Hadirnya varian baru vari virus Corona tentu menjadi pertanyaan bagi banyak orang, apakah varian tersebut lebih berbahaya atau tidak? Berdasarkan penjelasan WHO, virus corona Omnicron ini masuk ke dalam golongan variant of concern yang wajib untuk diperhatikan dan diwaspadai. Namun dengan beredarnya data-data yang ada virus tersebut adalah sekuens genomic yang menunjukan 55 mutasi.

Apabila dibandingkan dengan kasus virus Corona pertama yang ditemukan di China, terdapat 32 mutasi paku protein di dalamnya. Hal tersebutlah yang membuatnya berperan aktif dalam infeksi sel dan respon kekebalan tubuh manusia. Banyaknya mutasi sebelumnya yang telah terdeteksi masuk ke dalam golongan VOCs atau pun VOIs.

Bagaimanakah Gejala dari Virus Omnicron?

Sebuah virus yang masuk ke dalam tubuh manusia biasanya ada yang memperlihatkan gejala dan tidak. Varian virus Omnicron ini sendiri sejauh ini memiliki gejala ringan, sehingga bisa dilakukan perawatan mandiri. Bagaimanakah kira-kira gejala yang dirasakan?

Berdasarkan penuturan dari beberapa orang yang telah terkena virus tersebut, gejala yang dirasakan yaitu mengalami rasa lelah dan letih dalam beberapa hari. Gejala tersebut juga diiringi dengan rasa sakit di kepala, badan hingga tenggorokan. Sebagian pasien pun mengatakan jika tenggorokannya terasa sakit dan mengeluarkan suara serak.

Tidak hanya itu beberapa orang lainnya juga mengalami batuk, kehilangan indra perasa bahkan penciuman yang hilang. Sejauh ini dokter yang menganalisa kasus tersebut mengatakan bahwa gejala yang dirasakan pada tahap tersebut adalah normal. Para tenaga kesehatan saat ini pun mengklaim bahwa belum ada pasien yang harus dirawat inap.

Namun meskipun belum termasuk ke dalam gejala yang parah, sudah banyak berbagai negara yang mengambil tindakan untuk pencegahan virus tersebut. Hal tersebut karena varian virus yang masuk ke dalam kategori waspada. Jadi walaupun belum ada tanda-tanda yang serius, tidak menutup kemungkinan jika virus tersebut dapat berakibat fatal bagi manusia.

Cara Mencegah Penularan Virus Omnicron

Pemerintah saat ini sedang berusaha untuk mencegah penyebaran virus Omnicron memasuki Indonesia. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa, akan varian dari virus baru tersebut. Antisipasi dan pencegahan adalah cara terbaik yang bisa dilakukan. Berikut pencegahan yang bisa dilakukan di mulai dari diri sendiri yaitu:

  • Memberlakukan jaga jarak, minimal 1 meter dari kerumunan atau orang asing.
  • Menggunakan masker.
  • Menghindar dari ruangan yang berventilasi buruk atau pengap udara.
  • Mencuci tangan secara rutin.
  • Melakukan vaksinasi segera.

Itulah penjelasan terkait ancaman Corona Omnicron di Indonesia yang perlu diwaspadai oleh siapa pun. Oleh sebab itu sebaiknya sebagai warga negara yang baik, seharusnya rakyat bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan. Pastikan juga telah menerima vaksin hingga tahap kedua.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.