Publisitas Digital

Publisitas Digital (Public Relation)

Kembali ke blog yang sama dengan topik berbeda dan menarik yang kami pelajari lebih lanjut. Kali ini kita akan membahas apa itu PR Publisitas Digital. Jadi jangan bingung, mari kita bahas seputar publisitas.

Publik berasal dari kata “publicare” yang artinya “untuk umum”. Setiap informasi atau kegiatan yang memaparkan seseorang kepada publik. Setiap kegiatan yang dilakukan untuk mempresentasikan perusahaan atau produknya kepada publik melalui media. Periklanan adalah berbagai program yang mempromosikan dan/atau melindungi citra suatu perusahaan atau produk suatu perusahaan.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa periklanan adalah kegiatan PR profesional suatu perusahaan/organisasi untuk memberikan informasi tentang perusahaan/organisasi dan/atau untuk mempromosikan produk perusahaan/organisasi tersebut. Periklanan adalah cara untuk meminimalkan anggaran perusahaan. Profesional PR berhubungan erat dengan publik. Seperti yang kita pelajari dari materi PR, tugas utama PR profesional adalah menciptakan citra positif perusahaan/organisasi itu sendiri.  

Pendapat para ahli tentang Publisitas, yaitu :

Menurut Lesly (1992:6) Periklanan adalah penyebaran pesan yang dirancang dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan melalui media tertentu atas nama organisasi dan individu tertentu tanpa pembayaran tertentu kepada media. Ada juga yang mengatakan bahwa iklan hanyalah sugesti, menggiring reporter untuk mencantumkan nama perusahaan atau produk di surat kabar, majalah atau program televisi melalui berita, rekan wawancara, informasi latar belakang dan materi lainnya. David F Rahmacitti (1990; 5). Iklan adalah pesan yang ditulis oleh media massa yang berisi pengumuman tentang produk, layanan, acara, posisi, karyawan, hadiah, sejarah, atau tujuan perusahaan, lembaga, atau grup.

Menurut Swastha (1999), periklanan adalah “sejumlah informasi tentang objek, barang atau organisasi yang disediakan untuk umum secara cuma-cuma atau tanpa kendali sponsor oleh media”. Periklanan secara efektif melengkapi alat promosi lainnya seperti periklanan, penjualan pribadi, dan promosi penjualan. Biasanya, media bersedia menerbitkan sebuah berita jika materinya dianggap cukup menarik atau layak diberitakan. 

Menurut Herbert M. Bagus, iklan adalah pesan yang direncanakan, dilaksanakan, dan disebarluaskan melalui media untuk memenuhi kepentingan publik tanpa membayar media.  

Penerbitan adalah suatu kegiatan dimana suatu perusahaan disajikan sedemikian rupa sehingga diperhatikan oleh masyarakat luas (publik dan masyarakat). Penerbitan berbeda dengan iklan, perbedaannya terletak pada media yang digunakan. Periklanan:

Publikasi menggunakan media massa untuk menyebarluaskan informasi, sedangkan publikasi:

Publikasi dan diseminasi yang lebih luas adalah bagian dari kegiatan informasi. 

Keuntungan dan  Kekurangan Publisitas Digital

a. Keuntungan Publisitas

Ini memiliki kredibilitas yang lebih besar daripada iklan di mata media. Publik mempercayai iklan yang dikemas dalam siaran berita (contoh press release).

Informasi atau berita adalah fakta yang tidak direncanakan.

Penulis berita bukanlah perusahaan, melainkan media.

Di mata publik, media dipandang sebagai sumber informasi yang dapat diandalkan. Informasi atau berita yang disajikan tidak mengesankan dan mengandung pesan penjualan.

Iklan tidak membayar.

Mampu menjelaskan “cacat produk”.  

b. Kekurangan Publisitas

Tanpa kontrol.

Jenis data yang diunggah tidak dapat diverifikasi.

Komunikasi non-pribadi:

Publik adalah jalan satu arah, yaitu informasi di media, dimana publik hanya bisa membaca atau melihat tanpa dialog interaktif langsung.  

Perbedaan Public Relation dengan Publisitas

PR adalah program yang tidak terbatas pada jangka waktu tertentu. Periklanan biasanya merupakan strategi jangka pendek. PR dirancang untuk menyampaikan informasi positif tentang suatu perusahaan dan biasanya berada di bawah kendali perusahaan tersebut. Periklanan, di sisi lain, tidak selalu positif dan tidak selalu sesuai dengan keinginan perusahaan. Iklan biasanya berasal dari sumber di luar perusahaan. Humas menggunakan berbagai strategi komunikasi untuk membangun citra, yang ada hanyalah publisitas berupa berita. Berbagai sarana komunikasi digunakan dalam kegiatan PR, publik dimediasi melalui media massa.  

unsur-unsur dari publisitas 

Sumber publik adalah:

Pengisian, perencanaan, pemrakarsa sebagai sumber informasi. Ada pesan:

informatif, persuasif, konstruktif, destruktif tentang sesuatu, baik itu orang, peristiwa, barang, jasa, kegiatan atau peran. Ada medianya:

ruang publik, bangunan, alun-alun publik, dinding, kolom atap, alat transformasi, ruang media. Ada manajemen operasional (POAC). Ada penonton. 

Bentuk-bentuk publisitas ada 4 macam

1. Iklan murni:

bagaimana mempublikasikan diri ke publik melalui aksi kemanusiaan sebagai bentuk interaksi sosial dan budaya murni.

2. Iklan gratis:

Iklan yang disediakan oleh seseorang secara sukarela tanpa mengeluarkan uang untuk membeli media dan siaran tanpa keinginan atau paksaan tertentu; atau ketika media melaporkan peristiwa lain.

3. Kontak dengan publik:

Penggunaan berita sesekali (kejadian yang sangat tidak biasa). Contoh:

Berbicara dalam forum yang diselenggarakan oleh salah satu pihak, mensponsori gerakan anti narkoba, mengikuti kompetisi olahraga di daerah.

4. Iklan Berbayar:

bagaimana membuat diri Anda dikenal dengan membeli kolom atau program di media. Contoh:

Pemasangan iklan, iklan spot, iklan kolom, layar, pasang iklan di tv program pemadaman di media massa. Sederhananya, mengalokasikan anggaran khusus untuk belanja media.  

3 tipe-tipe publisitas

1.  Iklan Gratis (Iklan Gratis):

Ruang publik yang dihasilkan dari kerja sama yang saling menguntungkan dari banyak pihak berdasarkan prinsip memberi-dan-menerima mengatur ruang publik secara bersama-sama.

2. Iklan berbiaya rendah (low cost):

iklan sederhana, biasanya dilakukan di atas kertas, seperti brosur, poster, tiket, dan diterbitkan 2 minggu atau 1 minggu sebelum acara : contoh pers. 

3. Iklan mahal (publisitas tinggi):

Penyelenggara menggunakan biaya yang sangat tinggi untuk membayar media. Contoh:

Baliho, iklan gambar di surat kabar, iklan radio, iklan TV.  

Prinsip-prinsip dasar publisitas menurut Iriantara (2008;1995)

1. Kreativitas, yaitu menangkap kegairahan dan perhatian penonton melalui pendekatan yang cerdas, unik dan segar.

2. Multifaset, yaitu jika beriklan dengan satu media saja tidak cukup, maka harus menggunakan media yang berbeda.

3. Sebuah ukuran yang pada dasarnya menggunakan prinsip pengulangan untuk menyampaikan pesan secara berulang-ulang kepada audiens.

4. Visibilitas, artinya materi iklan mudah terlihat oleh masyarakat atau dapat menarik perhatian masyarakat terhadap iklan tersebut.

5. Keterbacaan, artinya bentuk tulisan menyampaikan pesan yang baik dan cukup jelas untuk diikuti oleh khalayak dalam bentuk cetak maupun jelas terdengar dan dilihat dalam media audiovisual.

Baca juga: Pedoman dan Contoh Penulisan Press Release Untuk Dipublikasikan di Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × four =