Ketahui Apa Itu Leptospirosis, Ancaman yang Rawan Terjadi Saat Banjir

Banjir membawa banyak kerugian pada kehidupan manusia. Selain kerugian materil, kerugian immaterial dan ancaman berbagai penyakit menghantui di depan mata. Salah satu penyakit yang mengancam saat banjir yakni leptospirosis. Lalu, apa itu Leptospirosis yang rawan terjadi saat banjir. Simak uraian lebih lengkapnya berikut ini:

Pengertian Leptospirosis

Untuk mengetahui apa itu Leptospirosis, sebaiknya perlu mengetahui terlebih dahulu pengertian dari penyakit ini. Penyakit Leptospirosis adalah sebuah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Leptospira. Bakteri ini ada pada penyakit zoonosis pada hewan-hewan tertentu.

Saat terjadi banjir, tentu para hewan kecil seperti tikus yang ada di liang tanah akan keluar menyelamatkan diri. Para tikus ini akan berkeliaran di lingkungan manusia. Sehingga, kotoran dan kencing dari para tikus yang membawa bakteri tersebut akan tercampur dengan air banjir.

Bagi seseorang yang sedang menderita luka terbuka akan mudah terinfeksi penyakit leptospirosis ini. Mengapa bisa seperti itu? Karena luka tersebut terkena air banjir yang bercampur dengan kencing/kotoran hewan yang mengandung bakteri Leptospira.

Jenis penyakit Leptospirosis ini tidak bisa diremehkan, karena dengan penyakit ini bisa merenggut nyawa seseorang. Apalagi jika penderita memiliki riwayat penyakit yang berbahaya. Hal ini akan memperparah kondisinya jika telah terinfeksi penyakit Leptospirosis ini.

Gejala Awal Penyakit Leptospirosis

Bagi pasien yang terinfeksi penyakit Leptospirosis ini akan terjadi beberapa tanda-tanda gejala awal. Lalu, apa saja gejala awal pada pasien yang terinfeksi penyakit leptospirosis ini? Untuk gejala awal yang sering dijumpai apabila tertular bakteri Leptospira ini akan mengalami demam tinggi, sakit kepala, muntah, hingga diare.

Selain itu ada ciri khas khusus dari orang yang terinfeksi bakteri ini, yaitu terjadi nyeri pada betis, perubahan warna kulit atau mata menjadi kekuningan. Pada pasien tertentu juga dapat mengalami sesak nafas, batuk berdarah atau tanpa darah, hingga gangguan ginjal. Gejala ini akan berlangsung selama tiga hari hingga tiga minggu.

Upaya Pencegahan Penyakit Leptospirosis

Tentu dengan mengetahui bahaya yang ditimbulkan dari penyakit ini akan membuat semua orang lebih waspada dan berusaha mencegahnya. Ingin tahu apa saja yang bisa diupayakan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit Leptospirosis ini? Simak penjelasannya berikut ini!

  • Menutup makanan dan minuman yang disimpan. Jika bisa tutup dengan 2 kali tahap, seperti tutup wadah dan tudung saji. Sehingga, makanan tidak akan bisa disentuh secara langsung oleh hewan-hewan pembawa bakteri leptospira ini.
  • Mencuci tangan dengan sabun. Tentu hal ini sudah harus sering dilakukan setiap harinya. Dan harus menjadi kebiasaan yang dimiliki oleh setiap orang.
  • Berusaha untuk hidup bersih. Sikap hidup bersih ini bisa diterapkan dengan mandi secara rutin. Serta sering mengganti handuk yang dipakai. Dan juga selalu membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu kesehatan tubuh akan tetap terjaga.
  • Mengurangi penyimpanan barang tak terpakai. Hal ini bertujuan agar di antara tumpukan barang-barang tersebut tidak menjadi sarang tikus. Dengan begitu, resiko penularan bakteri ini akan dapat dikurangi.
  • Memakai jebakan tikus. Jika dalam sekitar lingkungan rumah telah menjadi sarang dari tikus, maka bisa menggunakan jebakan tikus untuk menguranginya. Sehingga, tikus-tikus tersebut akan berkurang dan tidak berani memasuki pekarangan rumah.
  • Memakai alat pelindung diri di tempat berair. Alat pelindung diri yang bisa dipakai yaitu dengan memakai sepatu boot dan sarung tangan. Untuk penderita luka terbuka sebaiknya gunakan penutup luka yang kedap air. Sehingga, potensi penularan bakteri dapat ditekan.

Itulah beberapa penjelasan mengenai apa itu leptospirosis yang rawan terjadi saat banjir saat ini dan berbahaya. Sehingga, setiap orang harus bagaimana upaya untuk mencegah terjadinya penularan dari penyakit ini.  

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.